• (GFD-2026-34512) [SALAH] Hantavirus Itu Virus Bohongan dari Israel

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 20/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “pureblood.id” pada Senin (11/4/2026) mengunggah narasi [arsip] sebagai berikut: 

    “Taukah kamu bahwa “Hanta” dalam bahasa Israel itu artinya kebohongan?

    Jadi Hantavirus 🐭 berarti virus boongan”

    Hingga Rabu (20/5/2026) unggahan tersebut telah mendapat tanda suka lebih dari 13 ribu, dan menuai lebih dari 130 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri arti kata “kebohongan” melalui Google Translate dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Ibrani. Hasilnya, kata “kebohongan” dalam bahasa Ibrani adalah “sheker” (שקר), bukan “hanta”.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri klaim terkait asal-usul Hantavirus dengan memasukkan kata kunci “asal-usul Hantavirus” ke mesin pencari Google. Hasil penelusuran mengarah ke artikel detik.com berjudul “Sejarah Hantavirus, Sudah Ada di RI Sejak 1980-an” yang tayang pada Jumat (8/5/2026).

    Dilansir dari detik.com, penelitian mengenai Hantavirus telah dilakukan sejak 1950-an. Penemuan awal virus ini bermula dari penelitian ilmiah setelah Perang Korea (1951–1953).

    Secara global, Hantavirus mulai dikenal setelah munculnya wabah pada masa Perang Korea dan kemudian diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan. Di Indonesia, kasus infeksi Hantavirus juga pernah ditemukan di beberapa daerah, meski tidak sebanyak penyakit menular lainnya.

    Kesimpulan

    Faktanya, Hantavirus sudah ada sejak 1950-an dan dinamai dari Sungai Hantan di Korea Selatan. Jadi, unggahan dengan narasi “Hantavirus itu virus bohongan dari Israel” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34513) [SALAH] Andrie Yunus Dinyatakan Buta Permanen

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “Raja Video” pada Selasa (7/4/2026) membagikan foto [arsip] dengan narasi:

    “Akibat Kritik TNI, sekali lagi TNI!!

    ANDRIE YUNUS WAKIL KOORDINATOR KONTRAS DINYATAKAN BUTA PERMANEN SETELAH KEJADIAN DISIRAM AIR KERAS!”

    Unggahan disertai takarir:

    Andrie yunus dinyatakan buta dan PELAKUNYA anggota TNI‼️

    Per Rabu (20/5/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 321 tanda suka, menuai 51 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 28 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Andrie Yunus dinyatakan buta permanen” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:

    • Berita kompas.com “Mata Andrie Yunus Disebut Tak Akan Buta Usai Disiram Air Keras, Begini Kondisinya”, tayang Rabu (18/3/2026). Berita ini melaporkan bahwa kondisi mata Andrie Yunus masih bisa diselamatkan dan tidak akan buta setelah menjadi korban penyiraman air keras. 

    • Berita kompas.com “Kondisi Terkini Andrie Yunus Usai Disiram Air Keras, Kelopak Mata Kanan Masih Ditutup”, tayang Selasa (12/5/2026). Berita ini melaporkan bahwa hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan kondisi bola mata Andrie Yunus masih utuh dan tidak ditemukan tanda pelepasan saraf mata maupun gangguan berat lainnya pada bagian belakang bola mata.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Andrie Yunus dinyatakan buta permanen”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan vonis medis yang menyatakan Andrie Yunus buta permanen. Unggahan foto berisi klaim “Andrie Yunus dinyatakan buta permanen” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34514) Cek Fakta: Tidak Benar Purbaya Bagikan Bantuan Hibah dari Arab Saudi untuk Janda Rp 1,5 Miliar

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Menteri Keuangan ( Purbaya bagikan bantuan hibah dari Arab Saudi untuk janda Rp 1,5 miliar, informasi tersebut diunggah salah satu akun TikTok.
    Klaim Menkeu Purbaya bagikan bantuan hibah dari Arab Saudi untuk janda Rp 1,5 miliar, berupa video yang didalamnya menayangkan tulisan, berikut tulisannya.
    "Viral Janda Kaya Mendadak Meangis Terharu Telah Menerima Bantuan Dana Hibah Dari Arab Saudi Masuk ke Rekening Seberar 1,5 Miliar Yang Di Berikan Oleh Bpk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa"
    Dalam video tersebut terlihat wanita sedang menangis diiring dengan narasi suara berikut.
    "Viral janda berumur 22 tahun mendadak kaya, seorang janda yang bernama Amelia Widayanti asal Palembang mendadak kaya setelah dirinya menerima bantuan dana hibah. Terlihat rekeman video pendek dirinya menangis terharu karena dibantu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa."
    Tayang video berlanjut dengan menampilkan Purbaya yang sedang berbicara, berikut narasinya.
    "Tidak ada yang tidak saya berikan bantuan semua saya berikan bantuan dengan cara menghubungi saya".
    Benarkah Klaim Menkeu Purbaya bagikan bantuan hibah dari Arab Saudi untuk janda Rp 1,5 miliar? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Menkeu Purbaya bagikan bantuan hibah dari Arab Saudi untuk janda Rp 1,5 miliar, penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "[HOAKS] Bantuan Dana Hibah untuk Janda" yang dimuat situs  e-ppid.kemenkeu.go.id.
    Tulisan situs e-ppid.kemenkeu.go.id menyebutkan, video yang beredar mengenai seorang janda bernama Amelia Widayanti asal Palembang yang mendadak kaya setelah menerima bantuan hibah dari Menteri Keuangan Purbaya, merupakan video hoaks deep fake.
    Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34515) Salah, Video Tikus Terinfeksi Hantavirus Disebar Truk di Jalan

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar video di media sosial Facebook yang mengklaim sejumlah tikus terinfeksi hantavirus sengaja disebarkan dari sebuah truk di jalanan.

    Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Melts in Oven” (arsip) pada Senin (11/05/2026). Gambar tersebut memperlihatkan sejumlah tikus keluar dari lubang yang berada di bagian belakang truk berwarna merah dan melompat ke jalanan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “What the... are those rats? Oh, no way. They keep coming out of there. Whoa, look at them. Jesus.” Begitu narasi diucapkan dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menuliskan keterangan pada unggahan: “Organisasi Kesehatan Dunia telah mengumumkan mengenai hantavirus yang menyebar dari tikus. Menurut beberapa sumber, tikus sengaja dilepaskan ke kota. Debat berlanjut pada apakah tikus-tikus ini telah disuntikkan dengan Hantavirus, dan kekhawatiran terus berkembang.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (19/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 158 likes, 49 komentar, 69 kali dibagikan, dan 147 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi reaksi ketidakpercayaan dan pertanyaan masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “David Lee”, dan akun X @suryaden, unggahan tersebut menampilkan video serupa terkait tikus yang disebar dari truk yang diklaim terinfeksi hantavirus.

    Lantas, benarkah truk tersebut sengaja membawa tikus terinfeksi hantavirus yang disebarkan di jalan?

    Baca juga:Hoaks, Hantavirus Efek Samping dari Vaksin Pfizer

    Periksa Fakta Penyebaran Hantavirus. foto/Fuad

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada laman Misbar yang menyatakan bahwa video yang beredar, yang menunjukkan sebuah truk melaju di jalan, sementara puluhan tikus tampak melompat dari bagian belakangnya, dimana adegan tersebut direkam oleh pengemudi mobil di belakangnya, adalah hoaks. Video tersebut dihasilkan oleh AI.

    Pengunggah yang membagikan rekaman tersebut mengklaim bahwa tikus-tikus itu sengaja dilepaskan untuk menyebarkan infeksi hantavirus, yang baru-baru ini menarik perhatian luas menyusul laporan infeksi dan kematian di atas kapal Belanda. Namun, visual pada klip tersebut mengungkapkan beberapa indikator yang tidak logis yang mendukung kesimpulan bahwa itu manipulasi digital.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada gerakan tikus-tikus yang tampak tidak alami, dengan pola lompatan dan gerakan berulang yang menyerupai animasi otomatis. Selain itu, bagian belakang truk tidak memiliki detail lalu lintas umum seperti plat nomor, angka, tanda reflektif, dan rambu peringatan, yang memperkuat kesimpulan bahwa rekaman tersebut dihasilkan oleh AI.

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas 86,2 persen sebagai hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Tikus terinfeksi hantavirus disebarkan truk” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Kompas yang menyatakan bahwa video yang beredar merupakan hasil manipulasi artificial intelligence (AI).

    Ditemukan video asli dalam akun Instagram @ai.marynyuk yang diunggah pada 13 Maret 2026, yang menampilkan video identik dengan gambar truk yang sama. Akun tersebut menyertakan keterangan bahwa video itu dibuat dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Selain itu, tidak ada keterangan bahwa tikus dalam video terinfeksi hantavirus.

    Dengan demikian, klaim bahwa tikus yang disebarkan oleh truk tersebut terinfeksi hantavirus tidak berdasar dan tidak didukung oleh fakta.

    Dalam rangkuman Tirto, hantavirus menyebabkan penyakit seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Seseorang dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit.

    Adapun penyebaran hantavirus dapat terjadi jika terpapar urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat. Virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran tikus dan hewan pengerat lainnya.

    Penelitian dan dokumentasi medis menunjukkan bahwa infeksi hantavirus berpotensi tinggi terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang telah terinfeksi. Sampai saat ini, penularan hantavirus dari manusia ke manusia hanya ditemukan pada hantavirus Andes. Penularan semacam ini diduga disebabkan oleh kontak dekat dan berkepanjangan.

    Baca juga:Pakar Minta Kemenkes Jelaskan Detail Kasus Kematian Hantavirus

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa tikus terinfeksi hantavirus sengaja disebarkan oleh truk di jalan bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Klaim yang menyebut bahwa tikus yang disebarkan oleh truk tersebut terinfeksi hantavirus merupakan video manipulasi dan tidak berdasar pada fakta yang kredibel

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan