• (GFD-2026-33275) Salah, Rakyat Iran Tawarkan Trump Jadi Penerus Khamenei

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Instagram mengklaim bahwa rakyat Iran menawarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi pemimpin tertinggi Iran sebagai penerus Ali Khamenei yang wafat pada Februari 2026 dalam serangan udara gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan kantornya di Teheran.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Instagram @sahamtalk (arsip) pada Senin (30/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Trump dengan sorban hitam di depan bendera Iran dan AS, dengan latar belakang gambar suasana peperangan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Trump klaim rakyat Iran menawarkannya jadi pemimpin tertinggi penerus Khamenei,” begitu narasi tertulis dalam gambar.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam unggahan juga dituliskan pernyataan Trump bahwa rakyat Iran sedang bernegosiasi dengannya karena takut akan dibunuh, sehingga rakyat Iran ingin menjadikan Trump sebagai pemimpin tertinggi berikutnya.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “They are negotiating, by the way, and they want to make a deal so badly, but they’re afraid to say it because they figure they’ll be killed by their own people, they’re also afraid they’ll be killed by us. We’d like to make you the next Supreme Leader. No, thank you, I don’t want it," begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (31/03/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan 11,8 ribu likes dan 1,6 ribu komentar. Kolom komentar dipenuhi reaksi ketidakpercayaan masyarakat yang menyebut Trump hanya mengklaim sepihak.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @bitorexpost (arsip), @coinvestasi (arsip). Semua unggahan tersebut memperlihatkan gambar Trump dengan klaim rakyat Iran meminta dirinya menggantikan Khamenei sebagai pemimpin tertinggi.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Benarkah Konten di Truth Social Diunggah Langsung Donald Trump?

    Periksa Fakta Trump Ditawari Jadi Penerus Khamenei. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa rakyat Iran menawarkan Trump menjadi penerus Khamenei.

    Lebih lanjut, kami mengetikkan kata kunci “rakyat Iran tawarkan Trump jadi penerus Khamenei” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Instagram @antaranewscom.Unggahan Antara tersebut mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku pernah ditawari jadi pemimpin tertinggi Iran. Trump mengatakan rakyat Iran sempat memintanya menjadi pemimpin tertinggi di negara tersebut, namun ia menolaknya.

    Trump mengklaim wacana soal dirinya menjadi pemimpin tertinggi di Iran disampaikan secara tidak resmi oleh para pemimpin Teheran setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Namun, Trump kemudian mengklaim menyampaikan penolakan atas tawaran tersebut.

    “Tidak pernah ada kepala negara yang menginginkan jabatan itu lebih sedikit daripada kepala negara Iran. Kami mendengar mereka dengan sangat jelas. Mereka berkata, 'Saya tidak menginginkannya. Kami ingin menjadikan Anda pemimpin tertinggi berikutnya,” begitu keterangan Trump.

    Melansir laman CNN Indonesia, setelah Ali Khamenei meninggal dunia, Iran langsung memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi mereka. Trump sebelumnya mengklaim delegasi Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan dan sedang bernegosiasi dengan AS.

    “Tapi mereka takut mengatakan, karena mereka menduga akan dibunuh orang-orang mereka sendiri,” begitu keterangan Trump dalam jamuan makan malam bersama anggota Republik pada Rabu (25/3), dikutip AFP. Trump juga menyebut, "Mereka juga takut akan dibunuh oleh kami (pihak AS)."

    Komentar Trump tersebut muncul usai Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan tidak mau bernegosiasi dengan AS saat pertempuran membara.

    Dalam YouTube Kompas.com, klaim terkait rakyat Iran menawarkan Trump menjadi Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya disampaikan dalam sebuah acara penggalangan dana Partai Republik, sebagaimana dikutip dari NDTV, Kamis (26/3/2026).

    Trump mengatakan gagasan tentang dirinya menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya secara tidak resmi diutarakan oleh para pemimpin di Teheran, usai kampanye militer AS-Israel yang telah menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

    Dalam momen tersebut, Presiden AS itu juga menegaskan kembali bahwa Iran ingin mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir sebulan. Trump bersikeras menyebut para pejabat di Teheran sedang bernegosiasi dengan Washington, meskipun Iran membantah hal tersebut.

    Menurut Trump, Iran takut untuk mengakuinya karena khawatir akan pemberontakan di dalam negeri. Dalam waktu yang terpisah, Gedung Putih juga menegaskan bahwa perundingan damai dengan Iran masih berlangsung, meskipun Teheran secara terbuka menolak tawaran AS. Teheran sendiri juga mengeluarkan syarat-syarat baru untuk mengakhiri konflik yang telah menghancurkan Timur Tengah dan pasar global ini.

    Syarat-syarat Teheran tersebut menuntut jaminan bahwa AS dan Israel tak akan melanjutkan agresi mereka. Iran juga meminta ganti rugi ke AS-Israel atas kerusakan perang serta pengakuan atas otoritasnya di Selat Hormuz. Hingga kini, Iran sendiri belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur meskipun terus-menerus dibombardir oleh AS dan Israel.

    Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media Iran yang membenarkan klaim tersebut.

    Baca juga:Perang Amerika-Iran: Trump Ingin Negara Arab Biayai Perang AS

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan rakyat Iran tawarkan Trump jadi pemimpin tertinggi Iran setelah Ali Khamenei adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Klaim terkait rakyat Iran inginkan Trump menjadi Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya, disampaikan dalam sebuah acara penggalangan dana Partai Republik, namun Iran membantah hal tersebut.

    Teheran secara terbuka menolak tawaran AS. Teheran sendiri juga mengeluarkan syarat-syarat baru untuk mengakhiri konflik. Hingga kini, Iran sendiri belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur meskipun terus-menerus dibombardir oleh AS dan Israel.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33166) [SALAH] Gus Yaqut Bebas dari Segala Tuntutan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Muhammad Cahaya Kesuma” pada Jumat (13/3/2026) berisi narasi: 

    “Yaquld di bebaskan dari segala TUNTUTAN karena korupsi yang dia lakukan semata mata karena terpaksa guna bertahan HIDUP.

    Dan kini kejagung berhak membebaskannya tanpa syarat”

    Hingga Senin (30/3/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan 16.300-an tanda suka dan 14.300-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 1.000 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pencari Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Gus Yaqut dibebaskan dari segala tuntutan dan kejagung berhak membebaskannya tanpa syarat” ke mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “status hukum gus yaqut dalam kasus korupsi kuota haji” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan sebagai berikut:

    • Berita timesindonesia.com “Kasus Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil Qoumas Resmi Ditahan KPK”. Pemberitaan yang tayang pada Kamis (12/3/2026) itu melaporkan bahwa mantan menteri agama tersebut resmi ditahan oleh KPK pada Kamis (12/3/2026) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2024. Ia diduga menyalahgunakan kewenangan yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp622 miliar.

    • Berita tempo.com “Hakim Tolak Praperadilan Yaqut di Kasus Kuota Haji”. Pemberitaan yang tayang pada Rabu (11/3/2026) itu melaporkan bahwa PN Jakarta Selatan menolak praperadilan Yaqut Cholil Qoumas atas status tersangkanya dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Keputusan dibacakan oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sulistyo Muhamad Dwi Putro pada Rabu (11/3/2026).

    Sebagai informasi, dilansir dari antaranews.com, pada Selasa (10/2/2026) Yaqut mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka dirinya yang dinilai tidak sesuai prosedur ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Pada Rabu (11/3/2026), Majelis Hakim PN Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan Yaqut, KPK kemudian resmi menahan Yaqut pada Kamis (12/3/2026). Yaqut sempat menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026) sebelum akhirnya kembali menjadi tahanan resmi rutan KPK pada Selasa (24/3/2026).

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Gus Yaqut dibebaskan dari segala tuntutan” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33167) [SALAH] Jusuf Kalla Temukan Dana Triliunan Demi Tutup Kasus Ijazah Jokowi dan UGM

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 30/03/2026

    Berita

    Akun Youtube “Jejak istana” pada Kamis (26/2/2026) mengunggah video [arsip] dengan narasi:

    “JUSUF KALLA & OEGROSENO TEMUKAN DANA TRILIUNAN DEMI TUTUPI IJAZAH JOKOWI DAN UGM”

    Per Senin (30/3/2026) video itu sudah ditonton 153 ribu kali, disukai 1.400 kali dan menuai 715 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Jusuf kalla temukan dana triliunan demi tutup kasus ijazah Jokowi dan UGM” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.


    TurnBackHoax kemudian menelusuri sampul foto video itu lewat Google Lens dan tidak menemukan gambar serupa. Potret dalam thumbnail video merupakan hasil suntingan atau manipulasi dari penggabungan sejumlah gambar.


    Video berdurasi 12 menit 17 detik tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan. Setelah dilakukan identifikasi dan pengamatan lebih lanjut, video yang menampilkan sosok Jusuf kalla serupa dengan unggahan foto pada artikel milik detik.com dengan judul “Saran JK untuk Kampanye Jokowi: Yang Penting Jangan Bikin Kesalahan” yang tayang pada Selasa (26/3/2019).

    Kesimpulan

    Faktanya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan berisi narasi “Jusuf kalla temukan dana triliunan demi tutup kasus ijazah Jokowi dan UGM” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33169) Cek Fakta: Tidak Benar Jusuf Kalla Terbang ke Iran untuk Upaya Perdamaian

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim unggahan bahwa mantan Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla atau JK terbang ke Iran dalam upaya perdamaian. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 26 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "SEMOGA TIDAK TERJADI HAL YG TIDAK DI INGINKAN...!
    Ditengah eskalasi konflik Timur Tengah yang masih memanas, Di kabarkan Jusuf Kalla dan Rombongan akan terbang ke lran Untuk upaya perdamaian.🇮🇷🇮🇷🇮🇷🇮🇩 #fyp #pengikut #pemula #motivasi #reels #fbpro #damai #israel #iran #AS #trump #Netanyahu #mujtaba"
    Postingan menyertakan poster yang berisi foto Jusuf Kalla yang merupakan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ditemani mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang kini menjadi pengurus PMI Hamid Awaluddin. JK dan rombongan terlihat duduk dan memakai sabuk pengaman.
    "PERANG MASIH MEMANAS
    JK DAN ROMBONGAN DIKABARKAN TERBANG KE IRAN UNTUK UPAYA PERDAMAIAN"
    Lalu benarkah klaim mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla terbang ke Iran dalam upaya perdamaian? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Jusuf Kalla terbang ke Iran dalam upaya perdamaian. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Jusuf Kalla Tidak Terbang ke Iran" yang tayang pada 26 Maret 2026.
    Dalam artikel ini, Palang Merah Indonesia (PMI) membantah kabar keberangkatan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla ke Iran untuk menjalankan misi perdamaian. Kepala Bidang Hubungan Internasional PMI, Hamid Awaluddin, memastikan tidak ada agenda kunjungan langsung Jusuf Kalla ke Iran dalam waktu dekat.
    "Tidak ada rencana datang langsung ke Iran. Karena tidak mungkin ada orang luar masuk Iran karena airport tidak berfungsi," kata Hamid saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis 26 Maret 2026.
    Meski demikian, Hamid membenarkan adanya rencana pengiriman bantuan kemanusiaan dari PMI ke Iran. Ia menyebutkan, saat ini PMI masih menyusun teknis penyaluran bantuan, termasuk jenis bantuan yang akan dikirimkan.
    Sementara itu, Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah menyebut, Jusuf Kalla berangkat dalam lawatan ke berbagai negara pada Rabu, 25 Maret 2026. Jusuf Kalla dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 28 Maret 2026.
    Dia juga memastikan Jusuf Kalla tidak terbang ke Iran dalam agenda dialog perdamaian tersebut.
    "Tidak ke Teheran, tapi ke beberapa negara ASEAN," ucap Husain.
    Husain mengatakan, JK mengunjungi beberapa negara ASEAN untuk menghadiri undangan bertopik dialog perdamaian.
    Artikel ini juga menyertakan foto yang identik dalam klaim Jusuf Kalla terbang ke Iran dalam upaya perdamaian.
     
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim unggahan Jusuf Kalla terbang ke Iran dalam upaya perdamaian, tidak benar.

    Rujukan