• (GFD-2026-34805) Tidak Benar, Kapolri Pekerjakan 1000 Narapidana Masak MBG

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim Kepala Kepolisian Negara RI mempekerjakan 1000 narapidana untuk memasak makanan makan siang bergizi gratis (MBG).

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Siantar Nexspart” (arsip) pada Rabu (29/04/2026). Unggahan memperlihatkan gambar beberapa orang pekerja SPPG mengenakan seragam biru dengan foto dari belakang, dan di bagian bawah terlihat gambar jajaran Kapolri, salah satunya Listyo Sigit Prabowo.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “1000 nara pidana di pekerjakan untuk masak MBG, jika ada yg keracunan jgn lapor polisi itu konyol.” Begitu narasi tertulis dalam gambar.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan keterangan dalam unggahan: “Kapolri menegaskan "Kesatuannya menugaskan 1.000 nara pidana untuk bekerja memasak makanan MBG. Kegiatan ini guna memberikan nilai bagi kepolisian untuk mengurangi biaya kariawan. Untuk masalah keracunan di himbau jangan pernah lapor ke polisi itu sama saja Konyol karena Ribuan dapur MBG di kelolah oleh kapolri.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (19/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1,9 ribu likes, 404 komentar, dan 146 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi kekecewaan masyarakat dan kritik negatif terhadap Kapolri.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook @Herliani Herliani, Instagram @nurhadi_vlog dan YouTube @bambanghermansyah2239. Unggahan tersebut menampilkan gambar serupa terkait Kapolri yang mempekerjakan narapidana untuk memasak MBG.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Polri Bangun 1.376 SPPG MBG, Target Dirikan 1.500 Tahun 2026

    Periksa Fakta 1000 Napi. foto/Periksa Fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarah pada Instagram @humaspoldajabar yang menyatakan bahwa klaim mencatut nama Polri yang mempekerjakan ribuan narapidana untuk memasak di dapur MBG pada akun Facebook “Siantar Nexspart” dengan narasi: “1.000 Narapidana dipekerjakan untuk masak MBG, Jika ada yang keracunan jangan lapor Polisi, itu konyol” adalah konten palsu (fabricated content).

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Kapolri pekerjakan 1000 narapidana di dapur MBG” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Kompas yang menyatakan bahwa tidak ditemukan pernyataan Kapolri Listyo Sigit yang memerintahkan 10.000 narapidana untuk memasak MBG.

    Sebagai informasi, Kepolisian RI tidak bertanggung jawab langsung secara administratif atas pengelolaan Lapas. Sehingga, kepolisian tidak memiliki kewenangan untuk mengerahkan narapidana untuk membantu program MBG. Meski demikian, sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memang memberdayakan warga binaan untuk membantu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Misalnya, Lapas Kelas I Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat, mengadakan skema kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Arcamani yang memanfaatkan dapur lapas menjadi dapur MBG.

    Menurut Adita Irawati, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, terdapat lebih dari 47 warga binaan yang turut menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga mencuci peralatan. Ada pula Lapas Kelas I Tangerang yang bekerja sama dengan SPPG Babakan.

    Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Mashudi, mengatakan ada 70 lokasi Lapas yang dimanfaatkan menjadi SPPG atau dapur MBG. Meski demikian, hingga kini jumlah narapidana yang membantu program MBG belum mencapai 1.000 orang.

    Melansir Radar Cirebon, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Kota Tangerang, Banten, juga melibatkan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, namun prosesnya telah melalui proses seleksi yang ketat, termasuk mengikuti tes psikologis dan kesehatan.

    Head Chef SPPG Babakan, Chef Kuming, menegaskan bahwa tenaga kerja dari warga binaan tak dipilih secara sembarangan, melainkan melalui tahap penyaringan berlapis.

    “Mereka (warga binaan) ini tuh bukan orang-orang sembarangan, dalam artian mereka sudah dites dari psikologi, dari kesehatannya, dan segala macam secara ketat,” begitu keterangan Chef Kuming saat diwawancarai SPPG Babakan, Kota Tangerang, Banten, Kamis (23/4/2026).

    Kolaborasi antara SPPG Babakan dan Lapas Kelas 1 Tangerang menjadi sarana pelatihan bagi warga binaan yang segera kembali ke masyarakat, melibatkan 11 narapidana yang dipekerjakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan di Tangerang untuk mencuci ompreng, bukan memasak. Head Chef SPPG tersebut menjelaskan bahwa narapidana yang dipekerjakan telah melalui serangkaian seleksi ketat dari kepolisian maupun dari SPPG.

    Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan laporan resmi maupun pemberitaan kredibel yang menyebut Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melibatkan ribuan narapidana sebagai juru masak di dapur SPPG.

    Baca juga:Prabowo Sebut MBG & Dana Desa Bikin Rp10,8 M Beredar di Desa

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Kapolri mempekerjakan 1000 narapidana untuk memasak di dapur MBG adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Sejumlah Lapas memang memanfaatkan dapur dan warga binaan untuk membantu program MBG. Namun, Kepolisian RI tidak bertanggung jawab langsung secara administratif atas pengelolaan Lapas dan tidak memiliki kewenangan untuk mengerahkan narapidana untuk membantu program MBG.

    Kapolri Listyo Sigit tidak pernah memerintahkan 1000 narapidana untuk memasak MBG. Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34806) Salah, Video Tikus Terinfeksi Hantavirus Disebar Truk di Jalan

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar video di media sosial Facebook yang mengklaim sejumlah tikus terinfeksi hantavirus sengaja disebarkan dari sebuah truk di jalanan.

    Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Melts in Oven” (arsip) pada Senin (11/05/2026). Gambar tersebut memperlihatkan sejumlah tikus keluar dari lubang yang berada di bagian belakang truk berwarna merah dan melompat ke jalanan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “What the... are those rats? Oh, no way. They keep coming out of there. Whoa, look at them. Jesus.” Begitu narasi diucapkan dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menuliskan keterangan pada unggahan: “Organisasi Kesehatan Dunia telah mengumumkan mengenai hantavirus yang menyebar dari tikus. Menurut beberapa sumber, tikus sengaja dilepaskan ke kota. Debat berlanjut pada apakah tikus-tikus ini telah disuntikkan dengan Hantavirus, dan kekhawatiran terus berkembang.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (19/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 158 likes, 49 komentar, 69 kali dibagikan, dan 147 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi reaksi ketidakpercayaan dan pertanyaan masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “David Lee”, dan akun X @suryaden, unggahan tersebut menampilkan video serupa terkait tikus yang disebar dari truk yang diklaim terinfeksi hantavirus.

    Lantas, benarkah truk tersebut sengaja membawa tikus terinfeksi hantavirus yang disebarkan di jalan?

    Baca juga:Hoaks, Hantavirus Efek Samping dari Vaksin Pfizer

    Periksa Fakta Penyebaran Hantavirus. foto/Fuad

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada laman Misbar yang menyatakan bahwa video yang beredar, yang menunjukkan sebuah truk melaju di jalan, sementara puluhan tikus tampak melompat dari bagian belakangnya, dimana adegan tersebut direkam oleh pengemudi mobil di belakangnya, adalah hoaks. Video tersebut dihasilkan oleh AI.

    Pengunggah yang membagikan rekaman tersebut mengklaim bahwa tikus-tikus itu sengaja dilepaskan untuk menyebarkan infeksi hantavirus, yang baru-baru ini menarik perhatian luas menyusul laporan infeksi dan kematian di atas kapal Belanda. Namun, visual pada klip tersebut mengungkapkan beberapa indikator yang tidak logis yang mendukung kesimpulan bahwa itu manipulasi digital.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada gerakan tikus-tikus yang tampak tidak alami, dengan pola lompatan dan gerakan berulang yang menyerupai animasi otomatis. Selain itu, bagian belakang truk tidak memiliki detail lalu lintas umum seperti plat nomor, angka, tanda reflektif, dan rambu peringatan, yang memperkuat kesimpulan bahwa rekaman tersebut dihasilkan oleh AI.

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas 86,2 persen sebagai hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Tikus terinfeksi hantavirus disebarkan truk” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Kompas yang menyatakan bahwa video yang beredar merupakan hasil manipulasi artificial intelligence (AI).

    Ditemukan video asli dalam akun Instagram @ai.marynyuk yang diunggah pada 13 Maret 2026, yang menampilkan video identik dengan gambar truk yang sama. Akun tersebut menyertakan keterangan bahwa video itu dibuat dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Selain itu, tidak ada keterangan bahwa tikus dalam video terinfeksi hantavirus.

    Dengan demikian, klaim bahwa tikus yang disebarkan oleh truk tersebut terinfeksi hantavirus tidak berdasar dan tidak didukung oleh fakta.

    Dalam rangkuman Tirto, hantavirus menyebabkan penyakit seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Seseorang dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit.

    Adapun penyebaran hantavirus dapat terjadi jika terpapar urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat. Virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran tikus dan hewan pengerat lainnya.

    Penelitian dan dokumentasi medis menunjukkan bahwa infeksi hantavirus berpotensi tinggi terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang telah terinfeksi. Sampai saat ini, penularan hantavirus dari manusia ke manusia hanya ditemukan pada hantavirus Andes. Penularan semacam ini diduga disebabkan oleh kontak dekat dan berkepanjangan.

    Baca juga:Pakar Minta Kemenkes Jelaskan Detail Kasus Kematian Hantavirus

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa tikus terinfeksi hantavirus sengaja disebarkan oleh truk di jalan bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Klaim yang menyebut bahwa tikus yang disebarkan oleh truk tersebut terinfeksi hantavirus merupakan video manipulasi dan tidak berdasar pada fakta yang kredibel

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34564) Hoaks, Purbaya Beri Bantuan 100 Orang Tercepat Lewat Video

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial TikTok mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa sedang mencari seratus orang tercepat untuk diberikan bantuan dengan cara memviralkan video dan menekan seluruh tombol pada video yang beredar.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok @purbafxdznk (arsip) pada Senin (18/05/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan Purbaya mengenakan jas hitam dan kemeja putih, dengan memegang kertas di tangannya, menawarkan bantuan tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Hari Senin ini saya mencari 100 orang tercepat untuk saya bantu. Mohon dibantu viralkan. Caranya cukup tekan semua tombol di samping.” Begitu narasi dalam video tersebut.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video berdurasi 9 detik tersebut, pengunggah juga menambahkan keterangan pada unggahan: “Klarifikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai program bantuan dana hibah.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (18/05/2026) 19 jam setelah video diunggah, unggahan tersebut telah mendapatkan 2814 likes, 1237 komentar, dan 32,3 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat dan komentar agar mendapatkan bantuan.

    Lantas, benarkah Purbaya mencari seratus orang tercepat untuk diberikan bantuan dana dengan cara menekan tombol pada video?

    Baca juga:Kemenkeu Sebut Video Purbaya Bagi-bagi Bantuan Modal Usaha Hoaks

    Periksa Fakta Purbaya Dana Hibah. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut menggunakan foto Purbaya sebagai foto profil, memiliki 1872 pengikut, dan menuliskan keterangan pada akun: “0857-3562-6557 daftar.”

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 469,8 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99,3 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Purbaya cari 100 orang tercepat untuk berikan bantuan dana” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Instagram @kemenkeu.prime yang menyatakan bahwa video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang sedang mencari seratus orang tercepat untuk diberikan bantuan dengan cara memviralkan video dan menekan seluruh tombol pada video adalah hoaks.

    Senada dengan informasi tersebut, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan dalam laman resminya juga menyatakan bahwa klaim video yang beredar tersebut tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.

    “Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang sedang mencari seratus orang tercepat untuk diberikan bantuan dengan cara memviralkan video dan menekan seluruh tombol pada video merupakan video hoaks deepfake.” Begitu dikutip pada laman PPID Senin (18/05/2026).

    Purbaya tidak pernah menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sering dijadikan sasaran hoaks karena posisinya yang mengelola keuangan negara dan gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos. Pelaku memanfaatkan popularitas ini untuk penipuan, manipulasi politik, hingga pencurian data pribadi masyarakat.

    Kemenkeu mengimbau untuk bijak bermedia sosial dan selalu memastikan waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel, memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber dan bukti yang terpercaya.

    Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.

    Baca juga:Purbaya Akui Rotasi Pejabat Kemenkeu karena Persoalan Internal

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim Purbaya mencari seratus orang tercepat untuk diberikan bantuan dana dengan menekan tombol pada video bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Kemenkeu menegaskan bahwa video yang beredar mencatut nama Purbaya yang sedang mencari seratus orang tercepat untuk diberikan bantuan dengan cara memviralkan video dan menekan seluruh tombol pada video adalah video hoaks deepfake.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34565) Hoaks, Gubernur BI Umumkan Pendaftaran Bantuan Langsung

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial TikTok mengklaim Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ditugaskan sebagai Staf Menteri Keuangan untuk mengumumkan pendaftaran bantuan langsung dari Menteri Keuangan.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok @update.terkini.mekeu (arsip) dengan nama Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (18/05/2026). Unggahan tersebut menampilkan Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Saya selaku staf Menteri Keuangan yang langsung ditugaskan untuk mengumumkan pendaftaran menerima bantuan langsung dari Menteri Keuangan untuk cara mendaftar, langsung hubungi saya.” Begitu narasi diucapkan dalam video tersebut.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (19/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1162 likes, 581 komentar, 400 kali disimpan, dan 36,8 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar diisi dengan reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan beberapa mengetikkan nomor WhatsApp pribadinya.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, benarkah Gubernur BI mengumumkan pendaftaran bantuan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya?

    Baca juga:Prabowo Lantik Eks Deputi Gubernur BI Juda Agung Jadi Wamenkeu

    Periksa Fakta Bantuan langsung Gubernur BI. foto/Hotline periksa fakta

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut menggunakan logo centang biru sebagai foto profil, memiliki 2230 pengikut, dan menuliskan keterangan pada bio akun: “Silahkan langsung hubungi Staf saya WhatsApp 0858-4992-7732.”

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 470,6 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99,3 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Gubernur Bank Indonesia umumkan bantuan dana” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Instagram @ppid.kemenkeu yang menyatakan bahwa video yang beredar mencatut nama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang mengumumkan pendaftaran untuk menerima bantuan merupakan video hoaks.

    “Video yang beredar mengenai Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan sebagai staf Menteri Keuangan yang ditugaskan mengumumkan pendaftaran untuk menerima bantuan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya merupakan video hoaks deepfake.” Begitu dikutip Instagram resmi PPID Kemenkeu Selasa (19/05/2026).

    Senada dengan hal tersebut, akun Instagram @kemenkeu.prime dan laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan menegaskan bahwa video yang beredar mengatasnamakan Menteri Purbaya menugaskan Perry Warjiyo sebagai staf Menteri Keuangan, yang mengumumkan pendaftaran untuk menerima bantuan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya adalah hoaks.

    Faktanya, Purbaya tidak pernah menyebarkan nomor ponsel untuk pendaftaran bantuan dana apa pun. Klaim pendaftaran bantuan dana melalui nomor atau dengan menghubungi nomor secara tidak resmi tersebut bukan berasal dari Purbaya ataupun Kemenkeu dan terindikasi sebagai penipuan.

    Kemenkeu mengimbau untuk bijak bermedia sosial dan selalu memastikan waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel, memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber dan bukti yang terpercaya.

    Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.

    Baca juga:Profil 2 Dirjen Kemenkeu yang Dicopot: Luky Alfirman & Febrio K

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebagai staf Menteri Keuangan mengumumkan pendaftaran bantuan langsung bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Kemenkeu menegaskan bahwa video yang mencatut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan sebagai staf Menteri Keuangan yang ditugaskan mengumumkan pendaftaran untuk menerima bantuan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya merupakan video hoaks deepfake.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan