• (GFD-2026-33174) [SALAH] Bentrokan di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Israel

    Sumber: X
    Tanggal publish: 30/03/2026

    Berita

    Pada Kamis (12/03/2026), beredar sebuah video (arsip cadangan) di X oleh akun “blackrengers” (@blackrenge85717) dengan narasi: 

    “✈️✈️
    Saat ini terjadi bentrokan di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.
    "Kami ingin tiket, kami ingin penerbangan, kami ingin meninggalkan Israel."
    Kita tidak akan bertahan sampai kita dihancurkan oleh rudal Iran.
    Biarkan zionis Israel saling bunuh👏🤣
    #IranWar‌ #FreePalestine”

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah dilihat 51 ribu kali, mendapatkan 56 jawaban, di-post ulang 381 kali, disukai 1.3 ribu kali, dan  disimpan sebagai favorit oleh 33 pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa gambar pratinjau (thumbnail) dari video yang disebarkan menggunakan Google Lens, hasilnya ditemukan beberapa sumber yang membagikan video sebelumnya dengan konteks yang benar. 

    Ynet (ynet.co.il), sebuah media lokai Israel, menerbitkan sebuah artikel dengan video yang mirip pada 20 Juli 2025 lalu. Salinan sebagian isi artikel: “Puluhan anak laki-laki menghadapi pekerja prasmanan di kompleks bioskop Yerusalem, melemparkan benda-benda dan meneriakkan slogan-slogan rasis. 3 karyawan luka ringan, polisi belum menahan tersangka” (diterjemahkan dari bahasa Ibrani). 

    Sumber lainnya yang mengkoroborasi mendukung sumber di atas adalah unggahan dari akun “Times Of India” (@timesofindia) di YouTube pada 20 Juli 2025 lalu, salinan sebagian isi deskripsi: “Kerusuhan anti-Arab pecah di dalam teater Cinema City Yerusalem pada 19 Juli. Rekaman menunjukkan pemuda Yahudi merusak teater dan bentrok dengan karyawan Arab teater tersebut diiringi teriakan "matilah orang Arab." Times of Israel melaporkan bahwa belum ada penangkapan yang dilakukan terkait insiden tersebut.” (diterjemahkan dari bahasa Inggris).

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang dibagikan terjadi di sebuah sinepleks dan sudah beredar sejak tahun 2025 lalu. Unggahan yang berisi video dengan klaim bentrokan di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Israel, merupakan kategori konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33175) [PENIPUAN] Gubernur Malut Sherly Tjoanda Bagi-Bagi Uang Tunai di Facebook

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 30/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Undian Berhadiah” pada Minggu (15/3/2026) mengunggah video [arsip], isinya memperlihatkan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menuturkan narasi sebagai berikut:

    “Halo semuanya seluruh warga Indonesia. Saya Gubernur Maluku Ibu Sherly Sofyan ingin membantu memberikan bantuan berupa uang tunai puluhan juta rupiah bagi yang beruntung atau terpilih. Untuk mengikuti acara bantuan ini silakan hubungi saya di messenger dan diisi data diri lengkap yang tertulis di messenger. Saya tunggu. Salam sejahtera”.

    Hingga Senin (30/03/2026), unggahan telah ditonton lebih dari 1.400-an kali serta menuai sekitar 34 jumlah suka, 11 komentar, dan 2 kali dibagikan.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan pengamatan Tim Pemeriksa Fakta (TurnBackHoax), video tersebut memiliki sejumlah kejanggalan yang mengarah ke rekayasa AI, seperti ketidaksesuaian gerakan mulut dengan audio yang dihasilkan. TurnBackHoax kemudian memverifikasi keaslian video menggunakan alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan, Hive Moderation. Diketahui, konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 96,8%.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri konteks asli konten dengan memanfaatkan reverse image search terhadap potongan visual dalam video. Hasilnya, ditemukan video di akun Instagram pribadi Sherly “sherlytjoanda” yang diunggah pada (04/06/2025). Diketahui, konteks asli dari video tersebut adalah momen Sherly mengajak lulusan SMP/MTs untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK melalui pendaftaran SPMB 2025 yang dibuka pada 9–17 Juni mendatang.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, kemungkinan atau probabilitasnya mencapai 96,8%. Jadi, unggahan video berisi klaim “Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bagi-bagi uang tunai” itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33176) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Token Listrik Gratis Rp 750 Ribu untuk Pelanggan PLN

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran token listrik gratis Rp 750 ribu untuk pelanggan PLN, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 27 Maret 2026.
    Klaim link pendaftaran token listrik gratis Rp 750 ribu untuk pelanggan PLN berupa tulisan sebagai berikut.
    "⚡ TOKEN LISTRIK GRATIS Rp 750.000! ⚡
    Kabar baik untuk seluruh pelanggan PLN! 🎉
    Kamu bisa dapat token listrik GRATIS senilai Rp 750.000 langsung masuk ke meter listrikmu! 💡
    📌 Syaratnya gampang banget:
    ✅ Pelanggan PLN Prabayar
    ✅ Daya minimal 450 Watt
    ✅ Punya ID Pelanggan PLN aktif
    📌 Cara klaimnya:
    1️⃣ Klik link yang tersedia
    2️⃣ Masukkan ID Pelanggan PLN
    3️⃣ Token masuk otomatis!
    🆓 100% GRATIS!
    ⏰ Kuota TERBATAS!
    👇 Klik link di BIO untuk klaim!
    🔗 Link ada di BIO"
    Dalam unggah tersebut terdapat menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
    "https://token.newinformationhub.com/?fbclid=IwY2xjawQ3JkhleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFHaHNyVlA0OGZkTVBlNGNhc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHhSiskwfnl-GBpG8lkn1GuZqQj5ySoJP48jXrvImZsqjh2OGrCxOaW4ZRldQ_aem_7vyQXiAIAIGRQrTHGSsvKg"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dengan meminta sejumlah data, yaitu nama lengkap, nomor pelanggan, jenis meteran, alamat lengkap dan nomor Telegram aktif.
    Benarkah klaim link pendaftaran token listrik gratis Rp 750 ribu? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran token listrik gratis Rp 750 ribu untuk pelanggan PLN, penelusuran mengarah pada artikel situs Liputan6.com berjudul "Viral Pembagian Token Listrik Gratis, Simak Penjelasan PLN" yang dimuat pada 23 September 2025.
    Pada artikel ini, PLN mengingatkan masyarakat supaya tidak mudah tergiur tawaran promo token listrik gratis. Pasalnya, ini merupakan hoaks yang menjadi modus kejahatan siber.
    Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN tidak pernah membuat dan menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar di media sosial.
    "PLN memastikan tidak pernah memberikan promo dimaksud," kata Gregorius, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa 23 September 2025.
    Dia menegaskan, informasi promo pembagian token listrik gratis yang beredar adalah hoaks dan indikasi scam.
    PLN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi termasuk promosi yang bukan resmi bersumber dari PLN sehingga terhindar dari upaya penipuan.
    "Informasi tentang promo resmi dari PLN dapat dilihat pada aplikasi PLN Mobile," kata Gregorius.
    Penelusuran juga mengarah pada unggahan dari PLN melalui akun Instagram resminya @pln_id. Dalam unggahannya PLN meminta masyarakat hati-hati karena sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan hoaks promo listrik gratis.
    "Hati-hati ya Electrizen, sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan HOAX promo listrik gratis. PLN hanya informasi promo resmi via media sosial korporat milik PLN atau aplikasi PLN Mobile," tulis PLN dikutip pada Jumat (6/3/2026).
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran token listrik gratis Rp 750 ribu untuk pelanggan PLN tidak benar.
    PLN tidak pernah membuat dan menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar di media sosial.
     

    Rujukan

  • (GFD-2026-33186) Tidak Benar, Puan Maharani Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/03/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Ketua DPR RI Puan Maharani resmi menjadi tersangka kasus korupsi. Dalam unggahan disebutkan terdapat 17 orang tersangka kasus korupsi dari dalam DPR RI.

    ADVERTISEMENT

    Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Anita Serpihan Lestari” (arsip) pada Jumat (27/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar kolase dari beberapa potongan video dan foto yang tidak saling berkaitan. Disebutkan angka fantastis yang mengejutkan, yaitu Rp143 triliun kerugian negara yang diduga hilang dalam skandal mega korupsi terbesar sepanjang sejarah Indonesia yang akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Puan Daharani Resmi jadi Tersangka Purbaya Tak Ciut!! Satu Persatu Nama Besar Mulai Terseret!! 17 Tersangka Dari Dalam DPR RI Kasus Korupsi,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam cuplikan video berdurasi 09.39 menit tersebut, pengunggah menjelaskan terkait audit besar-besaran terhadap kasus-kasus lama dan mengklaim terdapat 17 tersangka dari dalam DPR RI telah terjaring dalam operasi tangkap tangan bersama KPK. Pada detik ke 0:35 disebutkan DPR RI Puan Maharani diduga terlibat dalam 3 kasus besar. Megawati mengecam keras tindakan Purbaya, namun Purbaya tidak akan tunduk.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “17 tersangka dari dalam DPR RI telah terjaring dalam operasi tangkap tangan bersama KPK. Namun, yang paling mengejutkan ketua DPR RI Puan Maharani diduga terlibat dalam 3 kasus besar. Mulai dari dugaan korupsi proyek IKTP tahun 2018 dengan aliran dana 500 ribu USD yang disebutkan langsung oleh terdakwa Setia Novanto, kasus korupsi BTS 4G Kominfo tahun 2023 melalui perusahaan PT Basis Utama Prima milik suaminya Habsoro Sukmono Hadi, hingga dugaan markup anggaran dana alokasi khusus atau DAK senilai 12 triliun rupiah untuk proyek infrastruktur daerah tahun 2022-2024. Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri mengecam keras tindakan Purbaya, menyebutnya bertindak seenaknya sendiri. Namun, Purbaya tegas, selagi bukan Presiden Prabowo, saya tidak akan tunduk.” Begitu narasi yang diucapkan pada video.

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (30/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 243 likes, 62 komentar, 37 kali dibagikan, dan 7,9 ribu ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan kritik terhadap pemerintahan.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok @anita.serpihan.le (arsip) pada Sabtu (28/03/2026). Unggahan tersebut menayangkan video yang sama dan telah ditayangkan sebanyak 10,3 ribu kali.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Ketua DPR Puan Maharani Yakin Posisi RI di BoP Dukung Palestina

    periksa fakta Puan Maharani Resmi Jadi Tersangka.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Puan Maharani menjadi tersangka kasus korupsi.

    Kami justru diarahkan ke laman Jabar Saber Hoaks bahwa pada Oktober 2025 pernah beredar unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan narasi bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani dijemput paksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Video yang digunakan dalam unggahan itu merupakan video lama kegiatan DPR yang dipotong dan diberi narasi palsu untuk menyesatkan publik.

    Lebih lanjut, kami mengetikkan kata kunci “Puan Maharani resmi jadi tersangka kasus korupsi” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarahkan kami pada laman Antara, bahwa Puan pernah diklaim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi rumah dinas DPR pada 9 Maret 2025. Namun, informasi tersebut tidak benar. KPK menetapkan Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar dan enam orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan sarana kelengkapan rumah jabatan anggota DPR RI tahun anggaran 2020 pada 7 Maret 2025.

    Adapun angka "143 Triliun" yang disebutkan tidak memiliki landasan fakta. Penelusuran menunjukkan bahwa narasi mengenai dugaan korupsi ratusan triliun di DPR sering kali merupakan hasil rekayasa dari isu lama yang diputarbalikkan.

    Hingga artikel ini ditulis pada Senin, 30 Maret 2026, tidak ada informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Puan Maharani tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK maupun Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi apa pun. Narasi serupa yang mengklaim penangkapannya pada Maret 2025 juga telah dinyatakan hoaks oleh pemerintah dan lembaga pemeriksa fakta.

    Baca juga:Eva Sundari Klaim RUU PPRT Tersendat di Meja Puan Maharani

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Puan Maharani resmi menjadi tersangka kasus korupsi adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Saat ini, Puan Maharani masih aktif menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPR RI periode 2024–2029. Adapun angka "143 Triliun" yang disebutkan tidak memiliki landasan fakta dan tidak ada media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui saluran resmi seperti laman Cek Fakta Komdigi atau situs resmi KPK.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan