• (GFD-2026-33195) [SALAH] Natalius Pigai: Kasus Penyiraman Air Keras Tidak Ada Sangkut Pautnya dengan Saya

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Next Times” pada Senin, (16/03/2026) mengunggah informasi [arsip] yang menyebutkan bahwa dalam kasus penyiraman air keras pada Andrie Yunus, tidak ada sangkut pautnya dengan Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Pigai menjelaskan "Masyarakat harus bisa membedakan Mana Kriminal dan mana yang HAM.

    Kriminal adalah tindakan kejahatan baik direncanakan maupun tidak di rencanakan, sedangkan

    HAM adalah ketetapan manusia akan hak2 untuk hidup dan bebas berpendapat.

    Jadi kasus penyiraman Air keras tidak ada sangkut pautnya denga saya "Ungkap Pigai

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah memperoleh lebih dari 10 ribu komentar, 19 ribu reaksi, dan 900 dibagikan ulang.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri informasi tersebut melalui pencarian Google. Hasilnya, ditemukan video yang dimuat di laman Kompas.com yang menampilkan pernyataan Natalius Pigai terkait kasus penyiraman air keras. Dalam keterangannya, Pigai justru mengecam tindakan tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan semacam itu merupakan pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi.

    Pernyataan tersebut berbeda dengan narasi yang beredar di media sosial yang mengklaim Pigai mengatakan kasus tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya. Tidak ditemukan kutipan resmi maupun rekaman pernyataan yang mendukung klaim tersebut, sehingga isi pernyataan yang beredar terindikasi telah dipelintir atau dibuat-buat.

    Sebagai konteks, kasus penyiraman air keras pernah menimpa Andre Yunus, seorang aktivis antikorupsi yang diserang oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut menuai perhatian luas publik dan dikecam oleh berbagai pihak karena dianggap sebagai bentuk kekerasan serius yang melanggar hak asasi manusia.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan pernyataan Natalius Pigai seperti yang diklaim dalam unggahan. Pernyataan aslinya justru mengecam tindakan penyiraman air keras sebagai pelanggaran serius, bukan menolak keterkaitan atau mengabaikan peristiwa tersebut. Dengan demikian, video dengan klaim “Natalius Pigai: kasus penyiraman air keras tidak ada sangkut pautnya dengan saya” merupakan konten palsu (Fabricated Content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33196) [SALAH] Video "Warga Israel Melarikan Diri dari Serangan Iran

    Sumber: Instagram
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita

    Akun Instagram “Sahabatsurga” pada Selasa (10/03/2026) mengunggah video [arsip] memperlihatkan kepanikan yang diduga warga Israel melarikan diri dari serangan Iran. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Warga Israel yang tidak mampu membeli tiket pesawat meninggalkan rumah mereka dan melarikan diri menuju pegunungan. Eksodus massal melanda negara itu di tengah meningkatnya konflik dan kekacauan. Keluarga-keluarga meninggalkan kota demi keselamatan, keputusasaan meningkat seiring dengan semakin sedikitnya pilihan yang tersedia.

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 1,2 juta kali, 3.000 interaksi komentar dan 2.300 dibagikan ulang.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri cuplikan video yang beredar dengan melakukan pencarian gambar balik menggunakan Google Lens pada beberapa bagian frame. Hasil penelusuran menunjukkan adanya unggahan serupa dari akun Facebook “Dolpa” yang dipublikasikan pada Kamis (29/05/2025).

    Keterangan dalam bahasa Nepal pada unggahan tersebut menjelaskan bahwa peristiwa dalam video memperlihatkan masyarakat yang sedang mengumpulkan yarsagumba di Rupa Patan, Distrik Dolpa, Nepal.

    Yarsagumba sendiri merupakan jamur langka yang tumbuh pada tubuh larva serangga di kawasan pegunungan Himalaya dan dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi karena sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.

    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan rekaman aktivitas masyarakat di Rupa Patan, Distrik Dolpa, Nepal yang sedang mengumpulkan yarsagumba, yaitu jamur langka bernilai tinggi yang tumbuh di kawasan Himalaya. Dengan demikian, video dengan klaim “warga Israel melarikan diri dari serangan Iran” merupakan konten yang menyesatkan (Misleading Content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33198) [SALAH] Prabowo Ubah MBG Jadi Pemberian Uang Tunai

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan gambar [arsip] dari akun Facebook “Haerul Aksarasambung” pada Kamis (12/3/2026). Unggahan disertai narasi :

    “Prabowo siap gantikan MBG dengan uang tunai.

    Presiden prabowo menerima masukan tentang adanya masalah program MBG mulai dari makanan hingga penyalah gunaan makanan yang tidak sesuai.

    Presiden prabowo subianto menegaskan program MBG Jika tidak beres akan saya gantikan dengan uang tunai saja.”

    Hingga Selasa (31/3/2026) unggahan telah mendapatkan 24 ribu tanda suka, 11 ribu komentar dan telah dibagikan ulang 641 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran ke sistem pencarian Google dengan memasukan kata kunci “Prabowo ubah MBG jadi pemberian uang tunai”. Namun dari hasil penelusuran ini tidak ditemukan pemberitaan yang kredibel terkait klaim yang tersebar tersebut. 

    Pencarian teratas justru diisi oleh beberapa artikel yang membantah isu serupa seperti :

    • Artikel tangerangkota.go.id “[HOAKS] Penyaluran MBG Diubah Jadi Uang Tunai Rp300.000 Per Bulan” yang tayang Rabu (28/1/2026).

    • Artikel turnbackhoax.id “Hoaks! Purbaya minta Presiden Prabowo ganti MBG dengan uang tunai” yang tayang Kamis (11/12/2025).

    Hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo maupun pemerintah terkait perubahan skema MBG menjadi bantuan tunai.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan pemberitaan yang membenarkan narasi tersebut. Dengan demikian, narasi yang menyebutkan bahwa “Prabowo ubah MBG jadi pemberian uang tunai” adalah informasi palsu (fabricated content)

    Rujukan

  • (GFD-2026-33217) Hoaks, Purbaya Sebut Miskinkan dan Rampas Aset Koruptor

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook menampilkan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang diklaim marah karena hukuman bagi koruptor tidak setimpal. Purbaya menyebutkan seharusnya koruptor tidak hanya dipenjara tapi harus dimiskinkan dan dirampas juga hartanya.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Purbaya Yudhi Sadewa” (arsip) pada Sabtu (14/02/2026). Dalam unggahan video tersebut menampilkan Purbaya memakai kemeja polo kuning di bawah jaket berwarna coklat. Purbaya berdiri didepan mobil berwarna putih dan menanyakan pendapat masyarakat apakah setuju dengan usulnya jika koruptor harus dimiskinkan dan dirampas asetnya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Kalau maling ayam bisa langsung diborgol, kenapa koruptor bisa senyum di ruang sidang? Maksud saya gini, saya tidak marah pada hukum. Saya marah pada keberanian kita yang sering mendadak hilang saat berhadapan dengan koruptor. Uang negara dirampok, masa depan rakyat dicuri, tapi hukumannya tidak setimpal. Harusnya koruptor tidak cuma dipenjara tapi harus dimiskinkan. Rampas juga hartanya, miskinkan mereka. Coba komen, rakyat setuju atau tidak?” Begitu narasi yang diucapkan Purbaya pada tayangan video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (30/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 262 ribu likes, 65,8 komentar, 8,9 ribu dibagikan, dan 6 juta kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi masyarakat yang setuju dan mempercayai informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, benarkah Purbaya mengatakan klaim tersebut?

    Baca juga:DPR Kritik KPK: Marak OTT Tapi Tak Berikan Efek Jera Koruptor

    ADVERTISEMENT

    HEADER periksa fakta Video Purbaya Ingin Miskinkan Koruptor. tirto.id/Fuad

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut memiliki 319 ribu pengikut dan sering membagikan informasi terkait kegiatan Purbaya. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menegaskan bahwa akun resmi Menteri Keuangan Purbaya hanya ada di Instagram dan TikTok dengan nama @menkeuri, bukan di Facebook.

    Dari situ diketahui bahwa informasi yang disebarkan tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Akun-akun Facebook yang mengatasnamakan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI di Facebook adalah bukan akun resmi.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Purbaya yang tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa video memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai video hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Purbaya sebut koruptor harus dimiskinkan dan dirampas asetnya.” Hasil penelusuran di Google mengarah pada laman Antara. Purbaya pernah diklaim menyebutkan narasi bahwa koruptor tidak cukup dipenjara, tetapi juga harus dimiskinkan. Namun, informasi tersebut tidak benar. Video tersebut disunting menggunakan teknologi AI sehingga suara dan narasinya berubah.

    Melansir laman Liputan 6, Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Jeje Zaenudin, menyebutkan bahwa Kejaksaan Agung memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pemberantasan korupsi, khususnya dalam mengembalikan kerugian keuangan negara akibat kejahatan tersebut. Penindakan korupsi oleh Kejagung tidak boleh berhenti pada sekadar memidanakan pelaku. Namun, orientasi utama penegakan hukum, kata dia, harus diarahkan pada pemulihan hak rakyat yang dirampas melalui praktik korupsi.

    “Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi, memiliki posisi dan peran strategis dalam penindakan korupsi. Penindakan tentu bukan sekadar menargetkan pelaku menjadi terpidana, tetapi bagaimana mengembalikan uang rakyat ke kas negara,” begitu keterangan Kiai Jeje.

    Dengan demikian, video tersebut memuat narasi yang tidak benar. Sampai artikel ini ditulis, tidak ada informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Baca juga:Manipulasi Video Purbaya soal Dukungan Hukuman Mati Koruptor

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim Purbaya bahwa koruptor harus dimiskinkan dan asetnya dirampas adalah tidak benar. Konten tersebut masuk dalam kategori Altered Video atau video yang telah dimanipulasi.

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Adapun yang menyebutkan koruptor harus dimiskinkan dan dirampas asetnya adalah Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Jeje Zaenudin. Jeje menegaskan bahwa Kejaksaan Agung memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pemberantasan korupsi. Filosofi pemberantasan korupsi sejatinya bertujuan menimbulkan efek jera bagi pelaku sekaligus menciptakan rasa takut bagi siapapun yang berniat melakukan korupsi.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan