• (GFD-2026-34812) Tidak Benar, Amerika Marah Prabowo Segel Malaka

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Presiden RI Prabowo Subianto menyegel Selat Malaka dan memicu kemarahan Amerika Serikat, serta kebangkrutan Singapura dan Malaysia.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Mini Kawo” (arsip) pada Sabtu (9/05/2026). Video berdurasi 2 menit 30 detik tersebut menampilkan gambar kapal-kapal berada di perairan dan cuplikan Prabowo, Trump, dan beberapa tokoh lainnya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “PRABOWO BERANI!! SEGEL SELAT MALAKA YANG NOTABENE SINGAPURA DAN MALAYSIA JADI BANGKRUT TOTAL,” begitu klaim tertulis dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Adapun narasi yang diucapkan dalam video tersebut: “Malaysia panik total di saat negara tetangga sedang bergelut dengan krisis pangan. Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto justru menunjukkan taringnya sebagai pemimpin sejati. Amerika Serikat yang terbiasa mendikte jalur selat Malaka kini harus menelan pil pahit.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Kalkulasi pentagon Malaysia total saat TNI AL melakukan locking radar terhadap armada tempur mereka. Video ini membedah secara mendalam manuver berani Indonesia. Diplomasi meja hijau, bagaimana Prabowo membungkam desakan Amerika soal pengaruh militer di selat Malaka.

    Kekuatan alutsista, rahasia teknologi silent killer kapal selam TNI yang membuat kapal nuklir Amerika Serikat terpaksa muncul ke permukaan, efek domino. Mengapa Malaysia dan Singapura kini gemetar melihat posisi tawar Indonesia yang tak lagi bisa dibeli. Masa depan ekonomi, potensi retribusi triliunan rupiah dari jalur laut terpadat di dunia demi kesejahteraan rakyat.

    Mari bersatu di belakang merah putih. Tonton sampai habis untuk melihat bagaimana macan Asia menulis ulang pepah kekuatan dunia. Gemuruh di selat Malaka ketika harimau terbangun dari tidurnya.

    Dunia internasional kini tengah menahan nafas. Di saat negara tetangga, Malaysia sedang bergelut dengan krisis beras yang mencekam. Sebuah tsunami kelaparan yang memaksa rakyatnya mengantri demi segenggam karbohidrat.

    Sebuah drama geopolitik yang jauh lebih besar sedang ledak di depan mata mereka. Di selat Malaka, jalur nadi perdagangan dunia, Indonesia baru saja memancarkan tarinya. Presiden Prabowo Subianto, sang jenderal yang kini memegang kemudian negara, baru saja mengirimkan pesan singkat, namun menggelegar ke Washington, Indonesia bukan halaman belakang kalian.

    Selama puluhan tahun Amerika Serikat, AS, merasa memiliki hak istimewa untuk mondar-mandir di selat Malaka dengan dali Freedom of Navigation. Namun, kalkulasi mereka kali ini meleset total. Washington mengira mereka masih berhadapan dengan Indonesia yang bisa didekati dengan retorika manis atau tekanan ekonomi.

    Mereka lupa bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, diplomasi Indonesia tidak lagi menggunakan bahasa memohon, melainkan bahasa kedaulatan mutlak.” Begitu narasi yang diucapkan dalam video.

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (22/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 568 tanda suka, 35 komentar, dan 12 ribu kali ditayangkan.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Tak Pajaki Selat Malaka, Purbaya Buka Jalur Internasional Baru

    periksa fakta Prabowo Segel Selat Malaka.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan pada laman Tempo. Video yang beredar tersebut merupakan gabungan dari beberapa cuplikan dalam berbagai acara. Konteks yang menampilkan cuplikan Prabowo, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden AS Donald Trump dengan narator dalam video menyatakan bahwa keputusan untuk menutup Selat tersebut dibuat dalam pertemuan antar pemerintah untuk memastikan kedaulatan absolut Republik Indonesia, adalah tidak benar.

    Pada cuplikan pertama menunjukkan luapan amarah Anwar Ibrahim berasal dari insiden lama. Media Malaysia Astro Awani melaporkan insiden tersebut pada 19 September 2023. Saat itu, Anwar menunjuk jari ke arah anggota parlemen oposisi Radzi Jidin, yang telah menertawakannya di sebuah forum.

    Cuplikan kedua pada detik ke-13 menunjukkan Prabowo mengenakan setelan safari krem ​​dengan latar belakang bunga tuberose. CNN Indonesia menerbitkan cuplikan tersebut pada 7 April 2025.

    Video lengkapnya, yang berdurasi hampir 3 jam 41 menit, merekam pertemuan Prabowo dengan enam pejabat media senior Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di rumah pribadinya di Hambalang pada 6 April 2026.

    Dalam pertemuan itu tidak ada diskusi tentang penutupan Selat Malaka. Hingga saat ini, belum ada sumber resmi atau laporan berita kredibel yang menunjukkan bahwa pertemuan tersebut membahas penutupan Selat Malaka.

    Pada cuplikan ke-3, dengan durasi 16 detik, menampilkan Presiden AS, Donald Trump. Sebelumnya video tersebut telah diunggah oleh beberapa media, termasuk ABC. Video tersebut merupakan rekaman konferensi pers Trump mengenai perang Iran. Konflik tersebut dimulai dengan serangan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 2 Februari 2026.

    Associated Press melaporkan bahwa dalam pernyataan tanggal 1 April 2026, Trump mengklaim militer AS akan segera mengakhiri perang. Namun, pernyataannya sebagian besar mengulangi narasi sebelumnya dengan sedikit detail tambahan.

    Isu Indonesia dalam mengatur lalu lintas di Selat Malaka muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pemberlakuan tarif di selat tersebut, yang mencerminkan rencana Iran untuk mengatur Selat Hormuz.

    “Wilayah Singapura kecil, dan Malaysia, dan kita harus membaginya menjadi dua. Jika memungkinkan, itu tidak terjadi,” begitu keterangan Purbaya pada Simposium PT SMI di Hotel AYANA Midplaza Jakarta pada Rabu, (22/04/2026).

    Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus perdagangan maritim global melalui jalur pelayaran yang terbuka dan netral bagi semua negara pengguna.

    Dalam laman Antara, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia mendukung kebebasan navigasi dan berharap arus pelayaran laut tetap berjalan lancar, terbuka, serta memberikan manfaat bagi semua pihak.

    “Kita juga berharap ada lintasan yang bebas dan saya kira itu semua adalah komitmen banyak negara untuk bisa menciptakan satu jalur pelayaran yang bebas, yang netral, (dan) saling mendukung,” begitu keterangan Sugiono.

    Hingga saat ini, aktivitas pelayaran di Selat Malaka terpantau berjalan normal tanpa adanya gangguan maupun penutupan oleh otoritas Indonesia.

    Senada dengan hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa klaim Prabowo menutup Selat Malaka adalah hoaks. Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa Indonesia tidak dapat memungut pajak dari kapal yang melintas di Selat Malaka. Hal ini karena Selat Malaka merupakan selat internasional yang diatur oleh hukum laut internasional (UNCLOS) sehingga setiap kapal memiliki hak lintas tanpa hambatan (right of transit passage).

    Dengan demikian klaim yang menyebutkan bahwa Prabowo menutup Selat Malaka adalah tidak benar dan tidak didukung dengan informasi dari media kredibel.

    Baca juga:Indonesia, Malaysia, & Singapura Tolak Pungutan di Selat Malaka

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang mengklaim Prabowo menutup Selat Malaka bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Selat Malaka merupakan selat internasional yang diatur oleh hukum laut internasional (UNCLOS) dan setiap kapal memiliki hak lintas tanpa hambatan (right of transit passage). Hingga kini, aktivitas pelayaran di Selat Malaka terpantau berjalan normal tanpa adanya gangguan maupun penutupan oleh otoritas Indonesia.

    Video yang beredar dibuat dengan menyatukan berbagai cuplikan dengan konteks yang berbeda. Presiden Prabowo sendiri tidak pernah mengatakan menutup Selat Malaka. Sampai artikel ini ditulis klaim tersebut tidak didukung oleh fakta yang kredibel.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34558) Tidak Benar, Amerika Marah Prabowo Segel Malaka

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Presiden RI Prabowo Subianto menyegel Selat Malaka dan memicu kemarahan Amerika Serikat, serta kebangkrutan Singapura dan Malaysia.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Mini Kawo” (arsip) pada Sabtu (9/05/2026). Video berdurasi 2 menit 30 detik tersebut menampilkan gambar kapal-kapal berada di perairan dan cuplikan Prabowo, Trump, dan beberapa tokoh lainnya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “PRABOWO BERANI!! SEGEL SELAT MALAKA YANG NOTABENE SINGAPURA DAN MALAYSIA JADI BANGKRUT TOTAL,” begitu klaim tertulis dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Adapun narasi yang diucapkan dalam video tersebut: “Malaysia panik total di saat negara tetangga sedang bergelut dengan krisis pangan. Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto justru menunjukkan taringnya sebagai pemimpin sejati. Amerika Serikat yang terbiasa mendikte jalur selat Malaka kini harus menelan pil pahit.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Kalkulasi pentagon Malaysia total saat TNI AL melakukan locking radar terhadap armada tempur mereka. Video ini membedah secara mendalam manuver berani Indonesia. Diplomasi meja hijau, bagaimana Prabowo membungkam desakan Amerika soal pengaruh militer di selat Malaka.

    Kekuatan alutsista, rahasia teknologi silent killer kapal selam TNI yang membuat kapal nuklir Amerika Serikat terpaksa muncul ke permukaan, efek domino. Mengapa Malaysia dan Singapura kini gemetar melihat posisi tawar Indonesia yang tak lagi bisa dibeli. Masa depan ekonomi, potensi retribusi triliunan rupiah dari jalur laut terpadat di dunia demi kesejahteraan rakyat.

    Mari bersatu di belakang merah putih. Tonton sampai habis untuk melihat bagaimana macan Asia menulis ulang pepah kekuatan dunia. Gemuruh di selat Malaka ketika harimau terbangun dari tidurnya.

    Dunia internasional kini tengah menahan nafas. Di saat negara tetangga, Malaysia sedang bergelut dengan krisis beras yang mencekam. Sebuah tsunami kelaparan yang memaksa rakyatnya mengantri demi segenggam karbohidrat.

    Sebuah drama geopolitik yang jauh lebih besar sedang ledak di depan mata mereka. Di selat Malaka, jalur nadi perdagangan dunia, Indonesia baru saja memancarkan tarinya. Presiden Prabowo Subianto, sang jenderal yang kini memegang kemudian negara, baru saja mengirimkan pesan singkat, namun menggelegar ke Washington, Indonesia bukan halaman belakang kalian.

    Selama puluhan tahun Amerika Serikat, AS, merasa memiliki hak istimewa untuk mondar-mandir di selat Malaka dengan dali Freedom of Navigation. Namun, kalkulasi mereka kali ini meleset total. Washington mengira mereka masih berhadapan dengan Indonesia yang bisa didekati dengan retorika manis atau tekanan ekonomi.

    Mereka lupa bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, diplomasi Indonesia tidak lagi menggunakan bahasa memohon, melainkan bahasa kedaulatan mutlak.” Begitu narasi yang diucapkan dalam video.

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (22/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 568 tanda suka, 35 komentar, dan 12 ribu kali ditayangkan.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Tak Pajaki Selat Malaka, Purbaya Buka Jalur Internasional Baru

    periksa fakta Prabowo Segel Selat Malaka.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan pada laman Tempo. Video yang beredar tersebut merupakan gabungan dari beberapa cuplikan dalam berbagai acara. Konteks yang menampilkan cuplikan Prabowo, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden AS Donald Trump dengan narator dalam video menyatakan bahwa keputusan untuk menutup Selat tersebut dibuat dalam pertemuan antar pemerintah untuk memastikan kedaulatan absolut Republik Indonesia, adalah tidak benar.

    Pada cuplikan pertama menunjukkan luapan amarah Anwar Ibrahim berasal dari insiden lama. Media Malaysia Astro Awani melaporkan insiden tersebut pada 19 September 2023. Saat itu, Anwar menunjuk jari ke arah anggota parlemen oposisi Radzi Jidin, yang telah menertawakannya di sebuah forum.

    Cuplikan kedua pada detik ke-13 menunjukkan Prabowo mengenakan setelan safari krem ​​dengan latar belakang bunga tuberose. CNN Indonesia menerbitkan cuplikan tersebut pada 7 April 2025.

    Video lengkapnya, yang berdurasi hampir 3 jam 41 menit, merekam pertemuan Prabowo dengan enam pejabat media senior Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di rumah pribadinya di Hambalang pada 6 April 2026.

    Dalam pertemuan itu tidak ada diskusi tentang penutupan Selat Malaka. Hingga saat ini, belum ada sumber resmi atau laporan berita kredibel yang menunjukkan bahwa pertemuan tersebut membahas penutupan Selat Malaka.

    Pada cuplikan ke-3, dengan durasi 16 detik, menampilkan Presiden AS, Donald Trump. Sebelumnya video tersebut telah diunggah oleh beberapa media, termasuk ABC. Video tersebut merupakan rekaman konferensi pers Trump mengenai perang Iran. Konflik tersebut dimulai dengan serangan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 2 Februari 2026.

    Associated Press melaporkan bahwa dalam pernyataan tanggal 1 April 2026, Trump mengklaim militer AS akan segera mengakhiri perang. Namun, pernyataannya sebagian besar mengulangi narasi sebelumnya dengan sedikit detail tambahan.

    Isu Indonesia dalam mengatur lalu lintas di Selat Malaka muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pemberlakuan tarif di selat tersebut, yang mencerminkan rencana Iran untuk mengatur Selat Hormuz.

    “Wilayah Singapura kecil, dan Malaysia, dan kita harus membaginya menjadi dua. Jika memungkinkan, itu tidak terjadi,” begitu keterangan Purbaya pada Simposium PT SMI di Hotel AYANA Midplaza Jakarta pada Rabu, (22/04/2026).

    Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus perdagangan maritim global melalui jalur pelayaran yang terbuka dan netral bagi semua negara pengguna.

    Dalam laman Antara, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia mendukung kebebasan navigasi dan berharap arus pelayaran laut tetap berjalan lancar, terbuka, serta memberikan manfaat bagi semua pihak.

    “Kita juga berharap ada lintasan yang bebas dan saya kira itu semua adalah komitmen banyak negara untuk bisa menciptakan satu jalur pelayaran yang bebas, yang netral, (dan) saling mendukung,” begitu keterangan Sugiono.

    Hingga saat ini, aktivitas pelayaran di Selat Malaka terpantau berjalan normal tanpa adanya gangguan maupun penutupan oleh otoritas Indonesia.

    Senada dengan hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa klaim Prabowo menutup Selat Malaka adalah hoaks. Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa Indonesia tidak dapat memungut pajak dari kapal yang melintas di Selat Malaka. Hal ini karena Selat Malaka merupakan selat internasional yang diatur oleh hukum laut internasional (UNCLOS) sehingga setiap kapal memiliki hak lintas tanpa hambatan (right of transit passage).

    Dengan demikian klaim yang menyebutkan bahwa Prabowo menutup Selat Malaka adalah tidak benar dan tidak didukung dengan informasi dari media kredibel.

    Baca juga:Indonesia, Malaysia, & Singapura Tolak Pungutan di Selat Malaka

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang mengklaim Prabowo menutup Selat Malaka bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Selat Malaka merupakan selat internasional yang diatur oleh hukum laut internasional (UNCLOS) dan setiap kapal memiliki hak lintas tanpa hambatan (right of transit passage). Hingga kini, aktivitas pelayaran di Selat Malaka terpantau berjalan normal tanpa adanya gangguan maupun penutupan oleh otoritas Indonesia.

    Video yang beredar dibuat dengan menyatukan berbagai cuplikan dengan konteks yang berbeda. Presiden Prabowo sendiri tidak pernah mengatakan menutup Selat Malaka. Sampai artikel ini ditulis klaim tersebut tidak didukung oleh fakta yang kredibel.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34559) Tidak Benar, Amerika Marah Prabowo Segel Malaka

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Presiden RI Prabowo Subianto menyegel Selat Malaka dan memicu kemarahan Amerika Serikat, serta kebangkrutan Singapura dan Malaysia.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Mini Kawo” (arsip) pada Sabtu (9/05/2026). Video berdurasi 2 menit 30 detik tersebut menampilkan gambar kapal-kapal berada di perairan dan cuplikan Prabowo, Trump, dan beberapa tokoh lainnya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “PRABOWO BERANI!! SEGEL SELAT MALAKA YANG NOTABENE SINGAPURA DAN MALAYSIA JADI BANGKRUT TOTAL,” begitu klaim tertulis dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Adapun narasi yang diucapkan dalam video tersebut: “Malaysia panik total di saat negara tetangga sedang bergelut dengan krisis pangan. Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto justru menunjukkan taringnya sebagai pemimpin sejati. Amerika Serikat yang terbiasa mendikte jalur selat Malaka kini harus menelan pil pahit.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Kalkulasi pentagon Malaysia total saat TNI AL melakukan locking radar terhadap armada tempur mereka. Video ini membedah secara mendalam manuver berani Indonesia. Diplomasi meja hijau, bagaimana Prabowo membungkam desakan Amerika soal pengaruh militer di selat Malaka.

    Kekuatan alutsista, rahasia teknologi silent killer kapal selam TNI yang membuat kapal nuklir Amerika Serikat terpaksa muncul ke permukaan, efek domino. Mengapa Malaysia dan Singapura kini gemetar melihat posisi tawar Indonesia yang tak lagi bisa dibeli. Masa depan ekonomi, potensi retribusi triliunan rupiah dari jalur laut terpadat di dunia demi kesejahteraan rakyat.

    Mari bersatu di belakang merah putih. Tonton sampai habis untuk melihat bagaimana macan Asia menulis ulang pepah kekuatan dunia. Gemuruh di selat Malaka ketika harimau terbangun dari tidurnya.

    Dunia internasional kini tengah menahan nafas. Di saat negara tetangga, Malaysia sedang bergelut dengan krisis beras yang mencekam. Sebuah tsunami kelaparan yang memaksa rakyatnya mengantri demi segenggam karbohidrat.

    Sebuah drama geopolitik yang jauh lebih besar sedang ledak di depan mata mereka. Di selat Malaka, jalur nadi perdagangan dunia, Indonesia baru saja memancarkan tarinya. Presiden Prabowo Subianto, sang jenderal yang kini memegang kemudian negara, baru saja mengirimkan pesan singkat, namun menggelegar ke Washington, Indonesia bukan halaman belakang kalian.

    Selama puluhan tahun Amerika Serikat, AS, merasa memiliki hak istimewa untuk mondar-mandir di selat Malaka dengan dali Freedom of Navigation. Namun, kalkulasi mereka kali ini meleset total. Washington mengira mereka masih berhadapan dengan Indonesia yang bisa didekati dengan retorika manis atau tekanan ekonomi.

    Mereka lupa bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, diplomasi Indonesia tidak lagi menggunakan bahasa memohon, melainkan bahasa kedaulatan mutlak.” Begitu narasi yang diucapkan dalam video.

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (22/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 568 tanda suka, 35 komentar, dan 12 ribu kali ditayangkan.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Tak Pajaki Selat Malaka, Purbaya Buka Jalur Internasional Baru

    periksa fakta Prabowo Segel Selat Malaka.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan pada laman Tempo. Video yang beredar tersebut merupakan gabungan dari beberapa cuplikan dalam berbagai acara. Konteks yang menampilkan cuplikan Prabowo, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden AS Donald Trump dengan narator dalam video menyatakan bahwa keputusan untuk menutup Selat tersebut dibuat dalam pertemuan antar pemerintah untuk memastikan kedaulatan absolut Republik Indonesia, adalah tidak benar.

    Pada cuplikan pertama menunjukkan luapan amarah Anwar Ibrahim berasal dari insiden lama. Media Malaysia Astro Awani melaporkan insiden tersebut pada 19 September 2023. Saat itu, Anwar menunjuk jari ke arah anggota parlemen oposisi Radzi Jidin, yang telah menertawakannya di sebuah forum.

    Cuplikan kedua pada detik ke-13 menunjukkan Prabowo mengenakan setelan safari krem ​​dengan latar belakang bunga tuberose. CNN Indonesia menerbitkan cuplikan tersebut pada 7 April 2025.

    Video lengkapnya, yang berdurasi hampir 3 jam 41 menit, merekam pertemuan Prabowo dengan enam pejabat media senior Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di rumah pribadinya di Hambalang pada 6 April 2026.

    Dalam pertemuan itu tidak ada diskusi tentang penutupan Selat Malaka. Hingga saat ini, belum ada sumber resmi atau laporan berita kredibel yang menunjukkan bahwa pertemuan tersebut membahas penutupan Selat Malaka.

    Pada cuplikan ke-3, dengan durasi 16 detik, menampilkan Presiden AS, Donald Trump. Sebelumnya video tersebut telah diunggah oleh beberapa media, termasuk ABC. Video tersebut merupakan rekaman konferensi pers Trump mengenai perang Iran. Konflik tersebut dimulai dengan serangan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 2 Februari 2026.

    Associated Press melaporkan bahwa dalam pernyataan tanggal 1 April 2026, Trump mengklaim militer AS akan segera mengakhiri perang. Namun, pernyataannya sebagian besar mengulangi narasi sebelumnya dengan sedikit detail tambahan.

    Isu Indonesia dalam mengatur lalu lintas di Selat Malaka muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pemberlakuan tarif di selat tersebut, yang mencerminkan rencana Iran untuk mengatur Selat Hormuz.

    “Wilayah Singapura kecil, dan Malaysia, dan kita harus membaginya menjadi dua. Jika memungkinkan, itu tidak terjadi,” begitu keterangan Purbaya pada Simposium PT SMI di Hotel AYANA Midplaza Jakarta pada Rabu, (22/04/2026).

    Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus perdagangan maritim global melalui jalur pelayaran yang terbuka dan netral bagi semua negara pengguna.

    Dalam laman Antara, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia mendukung kebebasan navigasi dan berharap arus pelayaran laut tetap berjalan lancar, terbuka, serta memberikan manfaat bagi semua pihak.

    “Kita juga berharap ada lintasan yang bebas dan saya kira itu semua adalah komitmen banyak negara untuk bisa menciptakan satu jalur pelayaran yang bebas, yang netral, (dan) saling mendukung,” begitu keterangan Sugiono.

    Hingga saat ini, aktivitas pelayaran di Selat Malaka terpantau berjalan normal tanpa adanya gangguan maupun penutupan oleh otoritas Indonesia.

    Senada dengan hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa klaim Prabowo menutup Selat Malaka adalah hoaks. Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa Indonesia tidak dapat memungut pajak dari kapal yang melintas di Selat Malaka. Hal ini karena Selat Malaka merupakan selat internasional yang diatur oleh hukum laut internasional (UNCLOS) sehingga setiap kapal memiliki hak lintas tanpa hambatan (right of transit passage).

    Dengan demikian klaim yang menyebutkan bahwa Prabowo menutup Selat Malaka adalah tidak benar dan tidak didukung dengan informasi dari media kredibel.

    Baca juga:Indonesia, Malaysia, & Singapura Tolak Pungutan di Selat Malaka

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang mengklaim Prabowo menutup Selat Malaka bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Selat Malaka merupakan selat internasional yang diatur oleh hukum laut internasional (UNCLOS) dan setiap kapal memiliki hak lintas tanpa hambatan (right of transit passage). Hingga kini, aktivitas pelayaran di Selat Malaka terpantau berjalan normal tanpa adanya gangguan maupun penutupan oleh otoritas Indonesia.

    Video yang beredar dibuat dengan menyatukan berbagai cuplikan dengan konteks yang berbeda. Presiden Prabowo sendiri tidak pernah mengatakan menutup Selat Malaka. Sampai artikel ini ditulis klaim tersebut tidak didukung oleh fakta yang kredibel.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34825) Keliru, Trump, Jensen Huang, dan Elon Musk Gabung Partai Komunis

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump, CEO Nvidia Jensen Huang, dan CEO Tesla, pendiri SpaceX, Elon Musk bersumpah untuk bergabung dengan Partai Komunis.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Sunlie Thomas Alexander” (arsip) pada Jumat (15/05/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan foto Trump, Jensen Huang, dan Elon Musk dengan latar belakang bendera komunis.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “HIDUP PARTAI KOMUNIS! 共产党万岁万万岁✊✊🇨🇳 "特朗普 黄仁勋 马斯克宣誓加入中国共产党" artinya "Trump, Jensen Huang, dan Musk bersumpah untuk bergabung dengan Partai Komunis Tiongkok".” Begitu narasi tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (21/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 14 tanda suka dan banyak akun media sosial lainnya yang menyebarkan klaim serupa.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @politicaljokesid dan akun X @PolJokesID yang mengunggah gambar serupa dengan ditambahkan narasi: “Sosialisme dengan Karakteristik Amerika Serikat.”

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Trump dan Keluarga Dibebaskan dari Audit Pajak, Oposisi Mengecam

    periksa fakta Partai Komunis Cina

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas yang menyatakan unggahan tersebut adalah tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook yang mengklaim Trump, Huang, dan Musk bergabung dengan Partai Komunis China.

    Dalam laman Kompas, Trump mengajak belasan pebisnis dan eksekutif industri teknologi AS untuk berkunjung ke China pada pertengahan Mei 2026, termasuk Elon Musk. Namun, foto Trump, Huang, dan Musk yang bergabung dengan Partai Komunis China merupakan konten manipulatif yang dibuat menggunakan AI. Selama kunjungan ke China, mereka tidak pernah memakai setelan seragam seperti dalam foto.

    Lebih lanjut, kami menemukan kejanggalan pada foto yang beredar di mana fokus ketiga orang tersebut menuju ke arah yang berbeda dengan ekspresi datar dan tidak natural, yang memperkuat kesimpulan bahwa gambar tersebut dihasilkan oleh AI.

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Truth Scan untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa foto tersebut memiliki probabilitas 94 persen sebagai hasil manipulasi AI.

    Senada dengan hal tersebut, Snopes, dan Lead Stories menyatakan bahwa gambar yang beredar mengklaim sumpah Trump, Jensen Huang dan Elon Musk bergabung dengan partai komunis tersebut palsu. Tidak ada foto otentik yang menunjukkan ketiga pria tersebut berpose di depan bendera ini.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Trump, Jensen Huang dan Elon Musk di China” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman CNN Indonesia, CEO Nvidia, Jensen Huang, dan pemimpin Tesla, Elon Musk, berada dalam pesawat Air Force One yang menerbangkan Trump dan rombongan dari Washington ke Beijing, Selasa (12/5).

    Trump mengatakan para petinggi perusahaan tersebut datang untuk membangun hubungan bisnis sekaligus menunjukkan penghormatan kepada China.

    “Kami punya orang-orang luar biasa dan mereka semua bersama saya,” begitu keterangan Trump saat memberikan sambutan pembuka dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Kamis (14/5/2026), melansir CNN.

    Presiden AS Donald Trump, CEO Nvidia Jensen Huang, dan CEO Tesla/SpaceX Elon Musk mengunjungi China untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang guna memperbaiki hubungan ekonomi, menegosiasikan kesepakatan dagang baru, dan membahas persaingan teknologi serta kecerdasan buatan (AI).

    Menurut Trump, para pengusaha tersebut berharap hubungan dagang dan bisnis antara AS dan China bisa semakin berkembang.

    “Mereka ada di sini untuk menghormati Anda dan China. Mereka menantikan perdagangan dan bisnis, dan semuanya akan berjalan timbal balik untuk kepentingan kami,” kata Trump.

    Melansir laman The White House, kunjungan Trump menghasilkan sejumlah kesepakatan di bidang pertanian, industri, pekerja, hingga investasi. Namun, tidak ada pembahasan mengenai bergabungnya Trump dan pebisnis AS menjadi anggota Partai Komunis China.

    Pertemuan di Beijing tersebut berfokus pada tiga agenda utama: Donald Trump menegosiasikan pembukaan akses pasar China bagi perusahaan Amerika Serikat sekaligus mengamankan komitmen pembelian massal minyak mentah AS dan pesawat Boeing; Jensen Huang (Nvidia) berfokus melonggarkan kontrol ekspor teknologi agar dapat menjual chip canggih dan perangkat AI ke pasar domestik China; sementara Elon Musk (Tesla) mengupayakan izin regulasi untuk penggunaan sistem mengemudi otonom penuh (Full Self-Driving/FSD) serta membahas keberlanjutan investasi pabrik Gigafactory di Shanghai.

    Dalam pertemuan tersebut, Trump, Jensen Huang, dan Elon Musk tidak pernah menggunakan dasi merah dan berfoto bersama dengan latar belakang bendera Partai Komunis. Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim bahwa mereka bersumpah untuk bergabung dengan Partai Komunis.

    Baca juga:Harga Minyak Melandai usai Trump Janji Perang Iran Segera Usai

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Trump, Jensen Huang, dan Elon Musk bersumpah untuk bergabung dengan Partai Komunis adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump, CEO Tesla Elon Musk, dan CEO Nvidia Jensen Huang di China pada 12 hingga 15 Mei 2026 menghasilkan sejumlah kesepakatan dan tidak ada pembahasan mengenai bergabungnya Trump dan pebisnis AS menjadi anggota Partai Komunis China.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan