• (GFD-2026-33331) [SALAH] Video Meteor Jatuh di Lampung, Bakar Area Pendaratan

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 08/04/2026

    Berita

    Akun TikTok “Pedro_Sukatidur” pada Minggu (5/4/2026) mengunggah video [arsip] yang menampilkan warga berkumpul menyaksikan kebakaran yang diklaim meteor yang jatuh di Lampung.

    Unggahan tersebut disertai narasi : 

    “Ternyata cahaya yang menghebohkan masyarakat Lampung adalah fenomena jatuhnya Meteor di Jabung Lampung Timur. Terlihat meteor langsung membakar area pendaratannya.”

    Per Rabu (8/4/2026) video tersebut telah dilihat  2,8 juta kali, disukai 55 ribu, dan menuai 1223 ribu komentar.  

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim tentang meteor yang disebut jatuh di Lampung dan menyebabkan kebakaran di permukiman warga dengan memasukkan kata kunci “meteor jatuh di Lampung” ke mesin pencari Google.

    Hasil penelusuran mengarah ke artikel mediapolri.id berjudul “Fenomena Cahaya di Langit Lampung Bukan Meteor Jatuh, Polisi Minta Masyarakat Tetap Tenang dan Bijak Bermedsos” yang diunggah pada Senin (6/4/2026). Kepolisian Resor Tulang Bawang memastikan bahwa narasi mengenai meteor jatuh di Lampung tidak benar.

    Dilansir dari detik.com, Kepala Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL), Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa benda bercahaya yang menghebohkan warga merupakan sampah satelit. Ia juga memastikan bahwa benda tersebut tidak jatuh di wilayah Provinsi Lampung.

    Kesimpulan

    Fenomena tersebut merupakan sampah antariksa yang terbakar di atmosfer, bukan jatuh di pemukiman warga. Unggahan dengan narasi “Video meteor jatuh di Lampung, bakar area pendaratan” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33332) [SALAH] Warga Indonesia Sumbang Ratusan Miliar ke Iran

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/04/2026

    Berita

    Pada Sabtu (28/4/2026) akun Facebook “Udin Sanjaya” mengunggah foto [arsip] yang mengklaim warga Indonesia bernama M Hasbi Al-Khairi menyumbangkan bantuan uang miliaran Rupiah ke Iran. 

    “DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M. Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran”

    Hingga Rabu (8/4/2026) unggahan tersebut disukai lebih dari 70 ribu kali, menuai lebih dari 7 ribu komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 1,9 ribu. 

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim dengan memasukkan kata kunci “Warga Indonesia sumbang miliaran ke Iran” ke mesin pencarian Google. Namun, tidak ditemukan sumber kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    TurnBackHoax kemudian menganalisis foto yang beredar menggunakan dua alat pendeteksi kecerdasan buatan, yaitu Hive Moderation dan Wasit AI. Hasilnya menunjukkan bahwa foto tersebut merupakan buatan AI. Hive Moderation memberikan probabilitas sebesar 80,6 persen, sementara Wasit AI menandainya dengan indikator merah yang menunjukkan konten hasil rekayasa AI.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan pernyataan kredibel yang membenarkan klaim. Foto pada unggahan tersebut hasil rekayasa buatan (AI) dengan probabilitas sebesar 80,6 persen. Unggahan dengan narasi “Warga Indonesia sumbang ratusan miliar ke Iran” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33333) [PENIPUAN] Pendaftaran Bansos Beras dan Minyak Lewat Facebook

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 08/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “fara quen” pada Rabu (11/3/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “ASSALAMUALAIKUM BAPAK IBU YANG MAU DIDATA SEBAGAI PENERIMA BANSOS BERAS DAN MINYAK SEGERA KOMEN HADIR LALU BAGIKAN POSTINGAN INI DAN JANGAN LUPA IKUTI AKUN INI AGAR KEBACA NAMA KALIAN”

    Unggahan disertai takarir:

    Khusus bapak ibu yang bilang hadir saya kirim beras bulog 40kg”

    Per Rabu (8/4/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 1.400-an tanda suka, menuai 3.800-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 331 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, foto dalam konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,6 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “pendaftaran bansos minyak dan beras” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke artikel pmbpesmaums.id “Bansos Beras 10 Kg dan 4 Liter Minyak Goreng 2026 Cair! Cek Jadwal Maret”.

    Dalam artikel yang tayang Senin (9/3/2026) itu, disebutkan bahwa daftar penerima bansos 2026 didasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial yang dapat dilacak melalui situs cekbansos.kemensos.go.id. Adapun bagi warga yang merasa berhak mendapatkan bansos namun namanya tidak muncul di sistem, dapat menempuh pengaduan resmi dengan cara:

    • Melaporkan ke aparat desa untuk mengusulkan pendaftaran nama ke dalam sistem DTKS.

    • Mengajukan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos pada fitur “Usul Sanggah”.

    • Melampirkan foto kondisi rumah dan dokumen kependudukan sebagai bukti pendukung saat melakukan pengajuan ulang.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “pendaftaran bansos beras dan minyak lewat Facebook”.

    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,6 persen. Unggahan video berisi klaim “pendaftaran bansos beras dan minyak lewat Facebook” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33334) Cek Fakta: Hoaks Artikel Bahlil akan Denda Rakyat Rp 20 Juta Bagi yang Tak Matikan Kulkas pada Malam Hari

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta rakyat mematikan kulkas dan lampu malam hari jika tak mau didenda Rp 20 juta. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 5 April 2026.
    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Detik Finance berjudul:
    "Bahlil: Rakyat Indonesia Harus Hemat Listrik Matikan Kulkas dan Lampu Malam Hari Kalau Ga Didenda 20 juta Saya Ga Main Main"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Ada ada ajah pejabat yang satu ini
    Malam hari rakyat harus matikan listrik kulkas
    Lampu kalau gk di denda 20 jta sungguh fantastis sekali"
    Lalu benarkah postingan artikel Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta rakyat mematikan kulkas dan lampu malam hari jika tak mau didenda Rp 20 juta?
     
     
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan beberapa artikel yang identik dengan postingan. Sejumlah artikel itu diunggah Detik Finance menggunakan foto yang sama dengan postingan.
    Namun kami tidak menemukan judul artikel seperti dalam postingan yang diunggah. Judul asli dalam artikel Detik Finance antara lain "Bahlil soal Dampak Harga Minyak Naik ke BBM Subsidi: Tunggu Tanggal Mainnya" yang tayang 30 Maret 2026.
    Lalu ada artikel lain berjudul "Bahlil Bakal Bahas Harga Pertamax cs Setelah Balik dari Luar Negeri" yang tayang pada 31 Maret 2026 serta artikel "Investasi Proyek Masela Rp 355 Triliun, Bahlil Bilang Bisa Naik Lagi" yang juga tayang pada 31 Maret 2026.
    Di sisi lain tidak ditemukan informasi valid yang menyebut Bahlil akan mendenda Rp 20 juta rakyat Indonesia yang tidak mematikan kulkas dan lampu pada malam hari.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan artikel Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta rakyat mematikan kulkas dan lampu malam hari jika tak mau didenda Rp 20 juta adalah hoaks.

    Rujukan