(GFD-2025-30964) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran dan Cek BLT Kesra Desember
Sumber:Tanggal publish: 19/12/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran dan cek BLT Kesara Desember, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 15 Desember 2025.
Klaim link pendaftaran dan cek BLT Kesara Desember berupa tulisan sebagai berikut.
"BANSOS BLT KESRA DI BULAN DESEMBER SUDAH CAIR
Bantuan Sosial uang tunai Rp. 900 Ribu.
Cek Dan Daftarkan Diri anda..
Klik Daftar Di Bawah Ini 👇"
Unggahan tersebut disertai dengan menu daftar, jika diklik akan mengarah pada halaman situ melalui link berikut ini.
"https://forum.inforegistrasi.web.id/?fbclid=IwY2xjawOxntlleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFURTlpZkR0YVJGT0N1d2I3c3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHngBLUwvYraNpn4zvIKyQ29Re-dMTswl8Zba4TN5D0Vw5zrpZLyip78NenkA_aem_1lmWY0uahvKe9f-70oMdXA"
Link tersebut akan mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas pribadi, seperti nomor Telegram.
Benarkah klaim link pendaftaran dan cek BLT Kesara Desember? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran dan cek BLT Kesara Desember, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Cek BLT Kesra Desember 2025, Panduan Lengkap Pencairan Bantuan dan Cara Hindari Hoaks" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 19 Desember 2025.
Artikel situs Liputan6.com menyebutkan untuk cek BLT Kesra Desember bisa diengan dua cara, yaitu situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dan aplikasi resmi "Cek Bansos".
Penelusuran juga mengarah pada pengumuman berjudul "Waspada Hoaks terkait Bantuan Sosial" yang dimuat dalam situs resmi Kementerian Sosial, Kemensos.go.id.
Berikut pengumumannya:
"Akhir-akhir ini banyak beredar pesan berantau berisi link/tautan yang di dalanya terdapat berita bohong (hoaks) terkait pencairan dan/atau pendaftaran bantuan sosial.
Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial. Adapun penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/ BPNT dan PKH adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jika masyarakat layak menerima namun belum terdaftar dalam DTKS, bisa diusulkan Pemerintah Daerah atau mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos di menu Usul-Sanggah."
Masyarakat diimbau agar selalu mengecek ulang kebenaran berita dan tidak ikut menyebarkannya.
Mari saling ingatkan dan lebih kritis terhadap informasi yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Sosial RI agar kita terhindar dari hoaks maupun modus penipuan lainnya katanya menambahkan."
Â
Â
Sumber:https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6240042/cek-blt-kesra-desember-2025-panduan-lengkap-pencairan-bantuan-dan-cara-hindari-hoaks?page=3
Â
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran dan cek BLT Kesara Desember tidak benar.
Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial.
Untuk cek BLT Kesra Desember bisa diengan dua cara, yaitu situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dan aplikasi resmi "Cek Bansos".
(GFD-2025-30963) Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran untuk Dapatkan BLT UMKM Sebesar Rp 5 Juta
Sumber:Tanggal publish: 19/12/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar kembali unggahan di media sosial klaim link pendaftaran untuk mendapatkan BLT UMKM sebesar Rp 5 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 16 Desember 2025.
Berikut isi unggahannya:
"Bantuan langsung tunai untuk usaha mikro,kecil dan menengah.
Program ini merupakan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah indonesia.
- Bantuan (bansos) semua masyarakat bisa mendapatkan bantuan ini
- Cek dan daftar nama anda, semogah terpilih mandapat kan bantuan langsung tunai"
Unggahan turut menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
"KEMENTERIAN UMKM
BLT UMKM BANTUAN 5 JUTA UNTUK SEMUA PELAKU UMKM USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
Kabar gembira untuk para UMKM, tahun ini telah diluncurkan program BLT UMKM yakni bantuan terhadap seluruh pegiat UMKM dengan nominal sebesar Rp5.000.000-,
TERBUKA LUAS UNTUK SELURUH MASYARAKAT INDONESIA
DAFTARKΑΝ & ΝΙΚΜATI PROGRAM BLT"
Unggahan tersebut disertai menu pendaftaran, jika diklik akan muncul link berikut:
"https://pendaftaran16.online-ri.com/?fbclid=IwY2xjawOxk89leHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZAwyNTYyODEwNDA1NTgAAR7C0IlSH5m6sbi-VHNPK93jhxin1bu-wRMI0eVf0hEgjxW3x0mgp0zSt1D2cQ_aem_mQ9cYYFBxBLMXuuCt5PE2A"
Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, seperti nama hingga nomor Telegram aktif.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapatkan BLT UMKM sebesar Rp 5 juta. Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran untuk mendapatkan BLT UMKM sebesar Rp 5 juta. Penelusuran mengarah kepada unggahan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akun Instagram resminya @kementerianumkm yang dikutip pada 19 Desember 2025.
Berikut isinya:
"HOAKS!
Beredar informasi berisi konten terkait BLT UMKM Bantuan 5 Juta untuk semua pelaku UMKM.
Faktanya unggahan tersebut tidak benar dan terindikasi penipuan.
Kementerian UMKM dengan tegas menginfokan kepada Teman UMKM bahwa tidak ada program BLT UMKM dari Kementerian UMKM ataupun dari Pemerintah.
Saat ini banyak beredar Informasi palsu melalui berbagai saluran. Modus yang sering digunakan adalah mengharuskan #TemanUMKM untuk:
Harap hati-hati dan bijak dalam menggunakan data pribadi. Informasi resmi hanya melalui kanal media sosial Kementerian UMKM dan website resmi umkm.go.id."
Â
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran untuk mendapatkan BLT UMKM sebesar Rp 5 juta merupakan hoaks.
(GFD-2025-30962) Keliru: Mobil Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Meledak karena Bom di Tol Jakarta-Cikampek
Sumber:Tanggal publish: 19/12/2025
Berita
VIDEO dengan klaim Menteri Kesehatan RI 2004-2009, Siti Fadilah Supari, menjadi korban ledakan bom di Tol Jakarta-Cikampek beredar di Instagram [arsip], Threads, dan Tiktok. Unggahannya dikemas seperti tayangan program berita di RCTI yang dibawakan oleh seorang presenter pria.
Video tersebut diunggah dengan teks tertulis, "Bom di Tol Jakarta-Cikampek: Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadila Supari Nyaris Tewas Diledakkan - Ini Rahasia yang Mau Dibungkam Selamanya!" Di akhir tayangan berdurasi 1 menit 29 detik itu, sosok Siti Fadilah Supari mengatakan, “kalau Anda masih sering ke apotek, bersiaplah untuk pemakaman sendiri. Industri farmasi itu mafia.”
Benarkah mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari mengalami ledakan bom di Tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2025?
Video tersebut diunggah dengan teks tertulis, "Bom di Tol Jakarta-Cikampek: Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadila Supari Nyaris Tewas Diledakkan - Ini Rahasia yang Mau Dibungkam Selamanya!" Di akhir tayangan berdurasi 1 menit 29 detik itu, sosok Siti Fadilah Supari mengatakan, “kalau Anda masih sering ke apotek, bersiaplah untuk pemakaman sendiri. Industri farmasi itu mafia.”
Benarkah mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari mengalami ledakan bom di Tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2025?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran peristiwa itu, Tim Cek Fakta Tempo melakukan pencarian gambar terbalik dengan Google, mengecek dengan alat deteksi kecerdasan buatan, dan menelusuri pemberitaan media kredibel. Hasilnya, sebagian cuplikan video tersebut merupakan rekaman kecelakaan di lokasi berbeda. Sementara bagian lainnya teridentifikasi sebagai hasil manipulasi menggunakan teknologi AI.
Pada bagian awal video, tampak seorang presenter Seputar iNews RCTI bernama David Silahooij berdiri di depan layar yang menampilkan logo RCTI serta nama program Seputar iNews Siang. iNews Media Group yang menaungi RCTI menegaskan tidak pernah memproduksi atau menayangkan informasi mengenai insiden bom yang diklaim menyasar Siti Fadilah Supari. Seluruh narasi dalam video tersebut palsu. “iNews Media Group mengimbau masyarakat tidak percaya dan tidak menyebarkan hoaks,” seperti dikutip dari keterangan resmi iNews.
Analisis menggunakan alat deteksi Hive Moderation menyatakan skor agregat 98,5 persen keseluruhan video mengandung elemen AI, disertai 98 persen suara hasil manipulasi AI.
Pada klip yang memperlihatkan rekaman beberapa kendaraan ringsek merupakan peristiwa kecelakaan beruntun di Tol Cipularang arah Jakarta KM 112 pada 2 Desember 2025, bukan ledakan bom mobil di Tol Jakarta-Cikampek. Cuplikan video itu diambil oleh pengguna Facebook Eky Aplugi.
Dilansir Tempo, kecelakaan itu diduga bermula dari sebuah truk yang melaju dari Bandung menuju Jakarta lalu mengalami masalah teknis. Pada kilometer 112, truk menabrak sebuah minibus di depannya mengakibatkan tabrakan beruntun dan menyebabkan 1 orang tewas.
Tempo menguji sampel suara yang diklaim sebagai Siti Fadilah Supari pada bagian akhir video menggunakan perangkat Hiya Deepfake Voice Detector. Hasil analisis menunjukkan skor keaslian suara tersebut hanya 1 dari 100 yang menandakan rekaman merupakan hasil deepfake. Pemeriksaan serupa menggunakan Hive Moderation juga mengungkap bahwa 48,4 persen konten video tersebut mengandung elemen AI.
Akun resmi Instagram Kementerian Kesehatan juga telah membantah informasi terkait kecelakaan itu dan menyebut Siti Fadilah Supari dalam keadaan sehat. Akun Instagram pribadi milik Siti Fadilah Supari pun masih terlihat beraktivitas pada 17 Desember 2025.
Pada bagian awal video, tampak seorang presenter Seputar iNews RCTI bernama David Silahooij berdiri di depan layar yang menampilkan logo RCTI serta nama program Seputar iNews Siang. iNews Media Group yang menaungi RCTI menegaskan tidak pernah memproduksi atau menayangkan informasi mengenai insiden bom yang diklaim menyasar Siti Fadilah Supari. Seluruh narasi dalam video tersebut palsu. “iNews Media Group mengimbau masyarakat tidak percaya dan tidak menyebarkan hoaks,” seperti dikutip dari keterangan resmi iNews.
Analisis menggunakan alat deteksi Hive Moderation menyatakan skor agregat 98,5 persen keseluruhan video mengandung elemen AI, disertai 98 persen suara hasil manipulasi AI.
Pada klip yang memperlihatkan rekaman beberapa kendaraan ringsek merupakan peristiwa kecelakaan beruntun di Tol Cipularang arah Jakarta KM 112 pada 2 Desember 2025, bukan ledakan bom mobil di Tol Jakarta-Cikampek. Cuplikan video itu diambil oleh pengguna Facebook Eky Aplugi.
Dilansir Tempo, kecelakaan itu diduga bermula dari sebuah truk yang melaju dari Bandung menuju Jakarta lalu mengalami masalah teknis. Pada kilometer 112, truk menabrak sebuah minibus di depannya mengakibatkan tabrakan beruntun dan menyebabkan 1 orang tewas.
Tempo menguji sampel suara yang diklaim sebagai Siti Fadilah Supari pada bagian akhir video menggunakan perangkat Hiya Deepfake Voice Detector. Hasil analisis menunjukkan skor keaslian suara tersebut hanya 1 dari 100 yang menandakan rekaman merupakan hasil deepfake. Pemeriksaan serupa menggunakan Hive Moderation juga mengungkap bahwa 48,4 persen konten video tersebut mengandung elemen AI.
Akun resmi Instagram Kementerian Kesehatan juga telah membantah informasi terkait kecelakaan itu dan menyebut Siti Fadilah Supari dalam keadaan sehat. Akun Instagram pribadi milik Siti Fadilah Supari pun masih terlihat beraktivitas pada 17 Desember 2025.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari mengalami ledakan bom di Tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2025 adalah keliru.
Rujukan
- https://www.instagram.com/reels/DSUO1btlUTU/
- https://s3.eu-west-1.amazonaws.com/check-api-live/capi/1537095560672724
- https://www.threads.com/@djokoarkoarko/post/DSTOddnDbKS
- https://www.tiktok.com/@
- httpsiscala.idagenreg27/video/7584247822829096213?q=Bom%20di%20Tol%20Jakarta-Cikampek%20menteri%20kesehatan&t=1766054151471
- https://www.inews.id/news/nasional/hoaks-video-eks-menkes-siti-fadilah-supari-nyaris-tewas-terkena-ledakan-di-tol-japek-adalah-berita-bohong
- http://hivemoderation.com
- https://web.facebook.com/reel/1668486354127936
- https://www.hiya.com/products/deepfake-voice-detector
- https://hivemoderation.com/
- https://www.instagram.com/p/DSU_SqfAYk6/
- https://www.instagram.com/p/DSW5if5kr1a/
(GFD-2025-30961) Keliru: Video TNI dan Gajah Selamatkan Harimau di Tengah Banjir Sumatera
Sumber:Tanggal publish: 19/12/2025
Berita
DUA konten memperlihatkan penyelamatan harimau Sumatera yang dilakukan oleh anggota TNI dan seekor gajah saat banjir Sumatera, beredar di TikTok [arsip], Facebook, dan Instagram pada pekan kedua Desember 2025.
Pada unggahan pertama, dua personel TNI tampak menggendong anak harimau di wilayah terdampak banjir. Adapun rekaman kedua menunjukkan seekor gajah yang tengah menolong harimau Sumatera dari arus sungai yang deras. Narasi dalam kedua konten tersebut mengklaim bahwa peristiwa terjadi di tengah banjir Sumatera pada akhir November 2025.
Namun, benarkah rekaman penyelamatan harimau oleh TNI dan seekor gajah saat bencana Sumatera itu asli?
Pada unggahan pertama, dua personel TNI tampak menggendong anak harimau di wilayah terdampak banjir. Adapun rekaman kedua menunjukkan seekor gajah yang tengah menolong harimau Sumatera dari arus sungai yang deras. Narasi dalam kedua konten tersebut mengklaim bahwa peristiwa terjadi di tengah banjir Sumatera pada akhir November 2025.
Namun, benarkah rekaman penyelamatan harimau oleh TNI dan seekor gajah saat bencana Sumatera itu asli?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi video-video itu dengan pengamatan visual, pemindaian menggunakan aplikasi pendeteksi konten akal imitasi (AI) dan membandingkan narasinya dengan informasi dari sumber kredibel. Hasilnya, video-video tersebut hasil buatan AI.
Video pertama memperlihatkan dua anggota TNI berpakaian loreng menggendong seekor anak harimau sumatera. Analisis manual menemukan kejanggalan.Â
Kejanggalan pertama terlihat dari tampilan wajah salah seorang anggota TNI yang buram. Saat dia berteriak, gerak mulutnya juga tidak sama dengan kalimat yang diucapkan.
Sedangkan pada citra harimau, terlihat kakinya juga hanya ada tiga dan tidak memiliki ekor. Ketidakkonsistenan seperti ini lazim muncul pada video yang dibuat dengan mesin akal imitasi AI.
Pengujian menggunakan aplikasi pendeteksi AI, Hive Moderation menghasilkan kemungkinan 99,9 persen menggunakan AI. Demikian juga hasil deteksi AI Illuminarty, kemungkinan penggunaan AI sebesar 22,09 persen.
Pada video kedua, beberapa bagian konten memperlihatkan ketidakwajaran. Belang pada bulu harimau sering buram atau hilang ketika satwa tersebut bergerak. Â
Alat deteksi Hive Moderation memberikan hasil 93,7 persen kemungkinan visual dibuat menggunakan AI. Deteksi dengan Zhuque menyatakan 32,32 persen kemungkinan video itu mengandung elemen AI. Sedangkan Wasit AI dengan meyakinkan menyatakan video tersebut dibuat oleh AI.
Bencana Banjir Sumatera
Berdasarkan berita Tempo, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan anomali cuaca menimbulkan siklon tropis Senyar menjadi penyebab bencana banjir di Sumatera, akhir November 2025.
Dikutip dari situs Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Sumatera) bahwa banjir dan longsor dahsyat yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Ia juga menghantam rumah-rumah satwa kunci Sumatera—gajah, harimau, badak, dan orangutan—yang selama ini bergantung pada jaringan hutan yang kini banyak mengalami kerusakan. Anehnya, sampai kini laporan tentang perjumpaan massal antara satwa dan manusia relatif minim.
Diduga ada beberapa sebab. Pertama, sebagian satwa mungkin tewas di tempat akibat tumbangnya pohon, longsor, atau arus banjir yang kuat sehingga tidak ada siklus “migrasi” ke kawasan manusia yang terlihat. Kedua, banyak satwa memindahkan diri ke sisa-sisa kantong habitat yang masih relatif aman tempat yang sulit diakses manusia dan tim penyelamat sehingga pengamatan lapangan belum menjumpai mereka.
Ketiga, beberapa populasi mungkin terfragmentasi dan terisolasi, membuat deteksi menjadi lebih sulit, mereka menyelinap ke vegetasi padat, gua, ceruk lembah, atau pulau kecil hutan yang selamat. Keempat, keterbatasan akses dan fokus respon kemanusiaan berarti survei satwa secara sistematis belum prioritas, sehingga data awal cenderung minim dan belum mewakili situasi ekologis sesungguhnya.
Video pertama memperlihatkan dua anggota TNI berpakaian loreng menggendong seekor anak harimau sumatera. Analisis manual menemukan kejanggalan.Â
Kejanggalan pertama terlihat dari tampilan wajah salah seorang anggota TNI yang buram. Saat dia berteriak, gerak mulutnya juga tidak sama dengan kalimat yang diucapkan.
Sedangkan pada citra harimau, terlihat kakinya juga hanya ada tiga dan tidak memiliki ekor. Ketidakkonsistenan seperti ini lazim muncul pada video yang dibuat dengan mesin akal imitasi AI.
Pengujian menggunakan aplikasi pendeteksi AI, Hive Moderation menghasilkan kemungkinan 99,9 persen menggunakan AI. Demikian juga hasil deteksi AI Illuminarty, kemungkinan penggunaan AI sebesar 22,09 persen.
Pada video kedua, beberapa bagian konten memperlihatkan ketidakwajaran. Belang pada bulu harimau sering buram atau hilang ketika satwa tersebut bergerak. Â
Alat deteksi Hive Moderation memberikan hasil 93,7 persen kemungkinan visual dibuat menggunakan AI. Deteksi dengan Zhuque menyatakan 32,32 persen kemungkinan video itu mengandung elemen AI. Sedangkan Wasit AI dengan meyakinkan menyatakan video tersebut dibuat oleh AI.
Bencana Banjir Sumatera
Berdasarkan berita Tempo, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan anomali cuaca menimbulkan siklon tropis Senyar menjadi penyebab bencana banjir di Sumatera, akhir November 2025.
Dikutip dari situs Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Sumatera) bahwa banjir dan longsor dahsyat yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Ia juga menghantam rumah-rumah satwa kunci Sumatera—gajah, harimau, badak, dan orangutan—yang selama ini bergantung pada jaringan hutan yang kini banyak mengalami kerusakan. Anehnya, sampai kini laporan tentang perjumpaan massal antara satwa dan manusia relatif minim.
Diduga ada beberapa sebab. Pertama, sebagian satwa mungkin tewas di tempat akibat tumbangnya pohon, longsor, atau arus banjir yang kuat sehingga tidak ada siklus “migrasi” ke kawasan manusia yang terlihat. Kedua, banyak satwa memindahkan diri ke sisa-sisa kantong habitat yang masih relatif aman tempat yang sulit diakses manusia dan tim penyelamat sehingga pengamatan lapangan belum menjumpai mereka.
Ketiga, beberapa populasi mungkin terfragmentasi dan terisolasi, membuat deteksi menjadi lebih sulit, mereka menyelinap ke vegetasi padat, gua, ceruk lembah, atau pulau kecil hutan yang selamat. Keempat, keterbatasan akses dan fokus respon kemanusiaan berarti survei satwa secara sistematis belum prioritas, sehingga data awal cenderung minim dan belum mewakili situasi ekologis sesungguhnya.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan anggota TNI dan gajah menyelamatkan harimau Sumatera adalah keliru. Pembuatan video-video itu melibatkan mesin AI.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@predatoronetv/video/7583590527107452161?_t=ZS-92Gtqr4ENvw&_r=1
- https://perma.cc/Y5VX-4YFV
- https://www.facebook.com/onom.gems/posts/2-tni-menyelamatkan-anak-harimau-sumatera-saat-banjir-bandang-anak-harimau-ini-t/855265883973592
- https://www.instagram.com/reels/DSJ5jyokwHq
- http://hivemoderation.com/
- https://www.tempo.co/politik/update-bnpb-korban-meninggal-bencana-sumatera-tembus-604-orang-2094890
- https://tfcasumatera.org/6712-2 /cdn-cgi/l/email-protection#6e0d0b05080f051a0f2e1a0b031e01400d0140070a
Halaman: 108/7196



