• (GFD-2025-29946) Cek Fakta: Hoaks Dedi Mulyadi Bagikan Uang Ratusan Juta dengan Tebak Kata di Facebook

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan uang ratusan juta rupiah hanya dengan menebak nama kota di Facebook. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun tersebut mempostingnya pada 7 November 2025.
    Dalam postingannya terdapat video Dedi Mulyadi dengan narasi sebagai berikut:
    "Assalamualaikum sampurasun saya Dedi Mulyadi mengadakan kuis tebak kata berhadiah ratusan juta rupiah bagi siapa saja yang bisa tebak nama kota yang ada di gambar ini.
    Segera Anda kirimkan jawaban dan nomor Whatsapp Anda di pesan messenger saya yang benar akan saya langsung saya hubungi".
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Tebak nama kota di bawah ini dan menangkan bantuannya"
    Lalu benarkah postingan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan uang ratusan juta rupiah hanya dengan menebak nama kota di Facebook?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah Dedi Mulyadi di akun Instagram resminya, @dedimulyadi71 yang bercentang biru atau terverifikasi pada 7 Juli 2025.
    Dalam video asli Dedi Mulyadi sama sekali tidak mengadakan kuis berhadiah ratusan juta rupiah seperti dalam postingan. Video asli membahas pernyataan terkait polemik yayasan Al-Ihsan.
    Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan website pendeteksi video AI, Hive Moderation. Hasilnya video dalam postingan diduga manipulasi AI hingga 89,8 persen.
    Selain itu dalam kolom komentar dalam postingan itu terdapat ajakan untuk menghubungi nomor yang terdapat pada akun tersebut. Ini merupakan modus agar masyarakat mengklik tautan menuju website yang bisa mencuri data ataupun terhubung dengan pinjaman online ilegal.
    Postingan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan uang ratusan juta rupiah hanya dengan menebak nama kota di Facebook adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29945) [SALAH] Prabowo Perintahkan Kopassus untuk Menyamar demi Ungkap Polisi Agen Narkoba

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    Akun Facebook “Ruang Publik” pada Jumat (13/8/2025) mengunggah video [arsip] berisi narasi:

    “KOP4SUS L3TN4N H4ND4Y4N1 DI UTUS PR3S1D3N Pr4b0w0
    MENJADI WANITA MAL4M UNTUK UNGKAP K45vS 30.40 PARA POL151 YANG MENJADI 4G3N N4RKOBOY.
    Dibalik g3merl4p mal4m W4n1ta ini mempertaruh Kan ny4w4nya.
    ia harus menghadapi para b4ndar Permainan kotor ditvbuh K3p011si4n dan s3r4g4m
    Saat bukti mulai t3rungkaр, justru kini nya4ny4 menjadi t4rg3t utama”

    Hingga Senin (10/11/2025), unggahan telah disukai sekitar 8.700 akun, dibagikan ulang lebih dari 200 kali, serta menuai 200-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Prabowo perintahkan Letnan Handayani menyamar untuk ungkap kasus Polisi jadi agen narkoba” di mesin pencarian Google. Namun, tidak terdapat informasi kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax melanjutkan penelusuran dengan mengetikkan kata kunci “Letnan Handayani”. Hasil teratas merujuk ke video di kanal YouTube Cahaya Hikmah Story “Kopassus Ini Menyamar Menjadi Wanita Malam! Demi Ungkap Kasus Narkoba Polisi” yang diunggah pada Agustus 2025. Kreator konten tersebut menambahkan keterangan bahwa kisah dalam video itu adalah fiktif.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Prabowo perintahkan Letnan Handayani untuk menyamar demi ungkap polisi yang jadi agen narkoba” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29944) Hoaks Artikel Jokowi Minta Rakyat Patungan Bayar Whoosh

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    tirto.id - Polemik terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh kembali menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat seiring munculnya perhatian terhadap utang proyek yang disebut-sebut membengkak.
    #inline1 img{max-width: 300px !important;height:auto;margin: 20px auto;}

    ADVERTISEMENT

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan enggan terlibat dalam proses negosiasi penyelesaian utang Whoosh. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan bisnis antarperusahaan (business to business/B2B) yang tidak seharusnya melibatkan pemerintah.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Pernyataan itu disampaikan Purbaya menanggapi pertanyaan mengenai rencana restrukturisasi utang antara pihak Indonesia dan Tiongkok, yang disebut memiliki tenor hingga 60 tahun.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu utang proyek Whoosh, beredar unggahan di media sosial tangkapan layar artikel berita yang memuat klaim bahwa Presiden Joko Widodo menyebut rakyat akan “patungan selama tiga tahun” untuk membayar utang Whoosh jika Menteri Keuangan menolak menanggungnya.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Narasi itu diunggah oleh akun Facebook bernama “Agus Abdurrahim”(arsip) Senin (27/10/2025) melalui unggahan tangkapan layar artikel berita yang mencatut nama Gelora News berjudul, "Jokowi Muda Saja Jika Menkeu Tidak Mau Bayar Utang Kereta Cepat Atau Whoosh Rakyatkan Ada Patungan Membayar Utang Whoosh Tiga Tahun Lunas".

    Tangkapan layar ini disertai takarir berbunyi, "Apakah kita siap PATUNGAN untuk bayar hutang whooos? Kalau gw cuma mo bilang.. ”KEPALA LU PEANG”,,!,”

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Jokowi Minta Rakyat Patungan Bayar Whoosh. foto/hotline periksa fakta tirto

    Sepanjang Senin (27/10/2025) sampai Jumat (7/11/2025) atau selama 11 hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh dua reaksi, 11 komentar dan sekali dibagikan. Lantas, bagaimana kebenaran klaim itu?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto menelusuri klaim tersebut dengan menelusuri judul berita yang disebut serta mencantumkan nama media Gelora News sebagai sumber unggahan. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ditemukan artikel dengan judul serupa di situs Gelora News. Selain itu, tidak ada pemberitaan serupa di sejumlah media arus utama lainnya.

    Namun, penelusuran menemukan gambar tangkapan layar dan tanggal publikasi yang sama, tetapi dengan judul berbeda, yakni “Disalahkan soal Utang Proyek Whoosh, Jokowi: Tujuannya Bukan Mencari Laba, tapi Keuntungan Sosial.”

    Dalam artikel asli tersebut, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa proyek Whoosh tidak dibangun untuk mengejar keuntungan finansial, melainkan untuk memberikan manfaat sosial, seperti mengurangi kemacetan yang telah terjadi selama puluhan tahun di kawasan Jabodetabek dan Bandung.

    Baca juga:Dubes China: Whoosh Proyek Besar, Restrukturisasi Utang Wajar

    Sebagai informasi, sebelumnya, Jokowi secara terbuka menjelaskan alasan di balik pembangunan proyek-proyek transportasi massal, termasuk Whoosh, yang kerap disorot karena besarnya beban utang. Ia menegaskan bahwa transportasi massal adalah layanan publik yang prinsip dasarnya bukan mencari laba.

    “Kereta cepat, MRT, LRT, kereta bandara, KRL. Agar kerugian itu bisa terkurangi dengan baik. Dan prinsip dasar transportasi massal, transportasi umum itu adalah layanan publik. Ini kita juga harus ngerti bukan mencari laba,” kata Jokowi.

    Hingga Jumat (7/11/2025) atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, Tirto tidak menemukan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut rakyat akan melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dalam tiga tahun. Dengan demikian, judul dan narasi dalam unggahan yang beredar merupakan hasil suntingan dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

    Presiden ke-7 RI itu menekankan bahwa keberhasilan transportasi umum tidak diukur dari keuntungan finansial semata, melainkan dari social return on investment.

    “Jadi, sekali lagi, transportasi massal, transportasi umum, itu tidak diukur dari laba, tetapi adalah diukur dari keuntungan sosial. Social return on investment, misalnya, pengurangan emisi karbon,” terangnya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim yang menyebut Jokowi menyebut rakyat akan patungan selama tiga tahun untuk membayar utang Whoosh bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tirto tidak menemukan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut rakyat akan melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dalam tiga tahun.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan

  • (GFD-2025-29943) [SALAH] PDIP Gelar Rapat Besar-Besaran, Siap Ambil Alih Pemerintahan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/11/2025

    Berita

    Akun Facebook “Yogi Bin Hamid” pada Jumat (2/11/2025) mengunggah video [arsip] berisi narasi:

    “Woww!! PDI lakukan rapat besar-besaran, siap ambil pemerintahan
    PDI mulai kehilangan kekuasaannya di tahun 2025, Ketua partai suarakan agar PDI bangkit untuk kembali pimpin pemerintahan, anggap Presiden sekarang tidak becus mengurus negara. Ditambah polemik yang dilakukan oleh Menteri Purbaya membuat ketidakstabilan negara jadi kacau. Bagaimana menurut netizen?”

    Hingga Rabu (5/11/2025), unggahan telah disukai sekitar 1.300 akun, 169 kali dibagikan ulang, serta menuai 3000-an komentar.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran terhadap klaim dengan mengetikkan kata kunci “PDIP siap ambil alih pemerintahan Prabowo” di mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak terdapat informasi yang relevan dengan klaim pada narasi.

    Penelusuran teratas merujuk pada artikel kompas.id “Dilema Bergabungnya PDIP ke Pemerintahan Prabowo”.

    Dalam artikel yang diunggah pada Minggu (10/8/2025) itu berisi opini mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi apabila PDIP bergabung di pemerintahan Prabowo Subianto. Artikel tidak ada hubungannya sama sekali dengan narasi pada klaim unggahan.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “PDIP gelar rapat besar-besaran, siap ambil alih pemerintahan” merupakan konten palsu (fabricated content)

    Rujukan