• (GFD-2026-33363) [SALAH] Gus Yahya dan Dubes AS Ajak Umat Islam Tolak Tindakan Iran

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Uci Ega” pada Selasa (7/4/2026) berisi narasi: 

    Gus yahya bersama AS , mengajak umat islam tolak tindakan Iran .

    Tokoh NU ini ternyata pro AS , aku pro IRAN dan Palestina pak .

    Jangan bilang atas nama umat islam .

    Hingga Kamis (9/4/20206) unggahan tersebut telah mendapatkan 60-an tanda suka, 120-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “gus yahya dan dubes as ajak umat islam tolak tindakan iran” ke mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi dari Gus Yahya.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “gus yahya bertemu dengan dubes as bahas konflik timur tengah” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah sumber sebagai berikut: 

    • Artikel nu.or.id “Temui Dubes AS, Gus Yahya Serukan Dialog AS-Iran Demi Hentikan Perang di Timur Tengah”. Artikel itu melaporkan momen pertemuan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dengan Duta Besar AS Peter Mark Haymond. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (1/4/2026) itu, Gus Yahya mendorong komunikasi yang intens antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran untuk segera mengakhiri perang dan ketegangan di kawasan.

    • Berita kompas.com “Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes AS Bahas Perdamaian Timur Tengah” yang tayang pada Kamis (2/4/2026) itu membahas pertemuan serupa yang berlangsung di kediaman Duta Besar di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

    Untuk diketahui, dilansir dari detik.com, konflik terbaru antara Iran dan AS pada akhir Februari 2026 berawal dari serangan AS (bersama Israel) ke Iran yang mengakibatkan tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. Pada Rabu (8/4/2026), AS dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua minggu.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi Gus Yahya yang membenarkan klaim “Gus Yahya dan Dubes AS ajak umat Islam tolak tindakan Iran”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Gus Yahya dan Dubes AS ajak umat Islam tolak tindakan Iran” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33364) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Token Listrik Rp 700 Ribu dari Prabowo-Gibran

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan token listrik dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebesar Rp 700.000. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "📢KABAR GEMBIRA BAGI PARA WARGA INDONESIA
    pemerintah meluncurkan bantuan token listrik Buruan daftar kan diri anda"
    Postingan disertai poster dengan tulisan sebagai berikut:
    "PLN
    Kabar gembira lagi nih!
    2026
    Presiden Prabowo dan Gibran Telah Meluncurkan TOKEN LISTRIK BANTUAN 700 Ribu untuk masyarakat Indonesia
    Terang, Sejahtera, Maju"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs tertentu. Situs ini meminta sejumlah identitas, seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan token listrik dari Prabowo-Gibran? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan token listrik dari Prabowo-Gibran. Penelusuran mengarah pada artikel berita Liputan6.com berjudul "Viral Pembagian Token Listrik Gratis, Simak Penjelasan PLN".
    Pada artikel ini, PLN mengingatkan masyarakat supaya tidak mudah tergiur tawaran promo token listrik gratis. Pasalnya, ini merupakan hoaks yang menjadi modus kejahatan siber.
    Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN tidak pernah membuat dan menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar di media sosial.
    "PLN memastikan tidak pernah memberikan promo dimaksud," kata Gregorius, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa 23 September 2025.
    Dia menegaskan, informasi promo pembagian token listrik gratis yang beredar adalah hoaks dan indikasi scam.
    PLN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi termasuk promosi yang bukan resmi bersumber dari PLN sehingga terhindar dari upaya penipuan.
    "Informasi tentang promo resmi dari PLN dapat dilihat pada aplikasi PLN Mobile," kata Gregorius.
    Penelusuran juga mengarah pada postingan dari PLN melalui akun Instagram resminya @pln_id. Dalam unggahannya PLN meminta masyarakat hati-hati karena sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan hoaks promo listrik gratis.
    "Hati-hati ya Electrizen, sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan HOAX promo listrik gratis. PLN hanya informasi promo resmi via media sosial korporat milik PLN atau aplikasi PLN Mobile," tulis PLN dikutip pada Jumat (9/4/2026).
    Sementara itu, penelusuran pun menemukan artikel yang tayang di website Seskab berjudul "Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Program Listrik Desa untuk 5.700 Desa dan 4.400 Dusun".
    Dalam artikel ini, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025. Rapat membahas evaluasi program ekonomi tahun 2025 yang masih berjalan sekaligus menyiapkan prospek kebijakan tahun 2026 dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama yang dilaporkan kepada Presiden Prabowo adalah program elektrifikasi desa.
    "Dari sisi energi, kita akan mencoba untuk membangun 5.700 desa yang belum teraliri listrik dan 4.400 dusun. Jadi kita akan selesaikan sampai dengan 2029–2030. Targetnya itu semua selesai. Anggarannya lagi dihitung, tapi mulai 2025 di perubahan anggaran dan 2026 sudah dimasukkan anggarannya," jelas Bahlil.
     
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan token listrik dari Prabowo-Gibran sebesar Rp 700 ribu, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33365) Cek Fakta: Hoaks Cara Pendaftaran Bantuan Dana dari Ditjen Bimas Kristen

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta menemukan postingan cara mendapatkan bantuan dana dari Ditjen Bimas Kristen secara online. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 29 Maret 2026.
    Berikut isi postingannya:
    "Halo Semuanya..!!!
    Sekadar kami informasi bahwa kini DITJEN BIMAS KRISTEN dengan sistem terbaru yaitu berbasis online melayani bantuan dana DAP di seluruh wilayah indonesia dengan proses Acc cepat hanya butuh waktu 30 menit, Apalagi tanpa harus mengeluarkan biaya administrasi ataupun deposit terlebih dahulu.
    semester pertama 2026, Bantuan DAP(Direct Aid Program) ini bertujuan untuk menyalurkan Dana kepada saudara/saudari kristen maupun non kristen dan tempat ibadah,yatim piatu,dll..
    Bantuan tersebut disalurkan dan diberikan untuk saudara/saudari yang berada di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui berbasis online,Inisiatif ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah Australia dalam mendukung kebebasan beragama di seluruh Indonesia
    "Bantuan ini menjadi bagian penting dalam kebijakan untuk mendukung kebebasan beragama dan memperkuat peran penting perekonomian masyarakat"
    Postingan itu juga disertai foto dengan logo Kementerian Agama dan disertai tanda tangan dari Dr Jeane Marie Tulung sebagai Dirjen Bimas Kristen.
    Lalu benarkah postingan cara mendapatkan bantuan dana dari Ditjen Bimas Kristen secara online?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan postingan cara mendapatkan bantuan dana dari Bimas Kristen merupakan hoaks yang berulang.
    Bimas Kristen RI Kemenag dalam postingan pada 1 September 2025 lalu juga telah membantah adanya bantuan non-muslim seperti dalam postingan. Berikut bantahannya:
    "Salam #sobatkristenSehubungan dengan maraknya peredaran video dan berita hoaks yang dibuat oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah tertipu oleh informasi yang menyesatkan.
    Perlu kami tegaskan bahwa Ditjen Bimas Kristen tidak pernah memberikan bantuan dengan syarat atau iming-iming pembayaran administrasi di awal atau dalam bentuk apapun.
    Untuk itu, mari kita bersama-sama lebih bijak dalam bermedia sosial. Jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan akun terkait agar dapat diblokir dan tidak merugikan masyarakat luas.
    Informasi yang benar dan akurat hanya dapat diperoleh melalui website serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen.Terima kasih atas perhatian dan kerja sama kita semua."
    Bantahan serupa juga pernah diunggah dalam akun resmi Kemenag di Instagram, @kemenagri pada 5 Desember 2026. Berikut isinya:
    "Sahabat Religi, mohon berhati-hati! Telah beredar sebuah surat palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI terkait penyaluran "Bantuan Dana DAP (Direct Aid Program)" yang mencatut kerja sama dengan negara Australia.
    Kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah TIDAK BENAR alias HOAKS.
    Kementerian Agama tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang meminta pembagian persentase bantuan (70% diterima, 30% disumbangkan) seperti yang tertulis dalam surat bodong tersebut. Segala informasi resmi mengenai bantuan pemerintah hanya diumumkan melalui website resmi kemenag.go.id dan media sosial resmi Kementerian Agama RI.
    Mari kita lebih cerdas dan bijak bermedia sosial. Jangan mudah percaya pada iming-iming dana besar yang tidak jelas sumbernya. Saring sebelum Sharing! ??
    Jika Sahabat menemukan informasi mencurigakan, segera konfirmasi melalui kanal resmi kami."
    Di sisi lain permintaan pemilik akun untuk menghubungi nomor Whatsapp tertentu untuk mendapatkan bantuan adalah indikasi penipuan.
    Sangat berbahaya jika kita mengisi data pribadi pada website atau nomor yang tidak jelas. Pasalnya hal ini bisa mengakibatkan pencurian data dan menghubungkan kita ke pinjaman online ilegal.

    Kesimpulan


    Postingan cara mendapatkan bantuan dana dari Ditjen Bimas Kristen secara online adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33366) Cek Fakta: Hoaks Donald Trump Unggah Cuitan Marah ke Indonesia Terkait Konflik dengan Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Presiden AS Donald Trump marah pada Indonesia terkait konflik dengan Iran. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 9 April 2026.
    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar cuitan dari Donald Trump dalam Truth Social dengan narasi sebagai berikut:
    "Kebanyakan orang Indonesia adalah Sunni, benar kan? Dan selama BERTAHUN-TAHUN, kalian mendengar tanpa henti tentang bagaimana Syiah itu "salah," "berbahaya," semuanya—kampanye BESAR, omongan besar. Semua orang berteriak.
    ​Dan sekarang? Tiba-tiba mereka MENDUKUNG rezim Syiah di Iran—hanya karena musuhnya adalah Israel dan Amerika. LUAR BIASA bagaimana hal itu bekerja! Benar-benar berubah total. Tidak ada konsistensi, tidak ada prinsip—hanya politik.
    ​Katakan satu hal kemarin, lakukan hal yang SEBALIKNYA hari ini. Sangat meyakinkan... BUKAN! HIPOKRISI (Kemunafikan) di level yang sangat berbeda. MENYEDIHKAN!!
    ​PRESIDEN DONALD J. TRUMP"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Nah kan mau memanfaatkan "Sunni-Syiah Bro mau melakukan taktik belanda"
    Lalu benarkah postingan Presiden AS Donald Trump marah pada Indonesia terkait konflik dengan Iran?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi akun resmi Donald Trump di Social Truth @realDonaldTrump. Di sana tidak ditemukan unggahan seperti dalam postingan.
    Unggahan terakhir Donald Trump masih terkait konflik dengan Iran. Namun Trump sama sekali tidak berkomentar tentang Indonesia.
    Terlebih di dalam postingan tidak terdapat waktu dan tanggal cuitan Trump diunggah. Padahal dalam format aslinya waktu cuitan diunggah selalu ada di posisi kanan bawah.
    Pencarian dilanjutkan dengan membuka akun Donald Trump di platform media sosial yang lain. Namun tidak ditemukan cuitan seperti dalam postingan.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan Presiden AS Donald Trump marah pada Indonesia terkait konflik dengan Iran adalah hoaks.

    Rujukan