• (GFD-2024-23427) [SALAH] Aturan Baru: Tidak Boleh Menikah Hari Sabtu, Minggu, dan Hari Libur

    Sumber: TikTok.com
    Tanggal publish: 16/10/2024

    Berita

    Sebuah postingan di TikTok t.azzeeee [arsip] membagikan informasi yang menyebut peraturan baru dari Menteri Agama bahwa tidak diperbolehkan menikah pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur lainnya yang dimulai pada 1 Januari 2025. Berikut narasi lengkapnya:
    “Gak boleh nikah di hari sabtu & minggu dan tanggal merah ... Aturan baru lagi nih katanya, Mulai 1 januari 2025 Katanya gak boleh nikah di hari sabtu,minggu dan tgl merah, Kalo maksa mau nikah di hari libur katanya buku nikah nya gak di kasih jadi harus nikah nya di hari kerja, disampaikan oleh kepala KUA kec setempat tadi pagi ....PMA no 22 tahun 2024”
    “ATURAN BARU PERNIKAHAN 2025 THN DEPAN😂😂😂 #pernikahan #viral”
    Hingga artikel ini dibuat pada Senin (14/10/2024), postingan tersebut telah ditayangkan sebanyak 3 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim tersebut melalui kolom pencarian Google dengan kata kunci “apakah hari libur tidak boleh menikah?”. Hasilnya, ditemukan beberapa artikel berita yang membantah klaim tersebut.

    Juru bicara Kementerian Agama (Kemenag) Anna Hasbie dalam siaran persnya, Minggu (13/10/2024), menegaskan tidak ada kebijakan yang melarang pelaksanaan pernikahan di luar Kantor Urusan Agama (KUA).

    “Penting untuk dicatat bahwa yang libur hanyalah kantor KUA, bukan petugas penghulu,” kata Anna.

    Selama memenuhi syarat-syarat yang berlaku, pasangan tetap bisa melangsungkan pernikahan di lokasi yang diinginkan, baik di rumah, tempat ibadah, atau lainnya.

    Terdapat kekeliruan dalam informasi yang akun TikTok “t.azzeeee”. Dilansir dari hukumonline.com, dalam pasal 16 dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 22 Tahun 2024, pelaksanaan pernikahan di KUA hanya diperbolehkan pada hari kerja, yaitu dari Senin hingga Jumat. Ini bukan berarti tidak diperbolehkan melangsungkan pernikahan di luar KUA pada hari libur.

    Kesimpulan

    Informasi dengan narasi “Peraturan Menteri Agama tidak memperbolehkan menikah pada hari libur” merupakan konten dengan konteks yang salah (false context).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2024-23426) [SALAH] Cerita Masinis Kereta Barang Diganggu Arwah Kecelakaan Kereta di Jalur Merak

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 16/10/2024

    Berita

    Beredar konten video podcast di Facebook [arsip] yang dibagikan halaman “LM” menampilkan Andi Arsyad—yang mengaku sebagai masinis dari PT Kereta Api Indonesia—sedang membagikan kisah mistis yang dialaminya saat di jalur kereta Merak.
    Berikut narasi lengkapnya:
    “Misteri Jalur Kereta Merak!! Masinis Di Ganggu Arwah Kecelakaan Kereta!!
    Narasumber kali ini ialah seorang masinis kereta barang. Dalam melaksanakan tugasnyaa ia kerap kali mendapatkan gangguan, entah itu gangguan perjalanan, mesin hingga gangguan ghaib. Dan masininis kali ini akan bercerita ketika dia diikuti sosok korban yang tidak sengaja tertabrak oleh keretanya
    Bagaimana kisah selengkapnya?”
    Unggahan video tersebut telah mendapatkan 19 ribu penyuka dan telah ditayangkan sebanyak 1,8 juta kali per Rabu (16/10/2024).

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama menonton video tersebut dari awal hingga akhir. Dalam ke-3:20, Andi Arsyad mengaku telah meminta izin ke pihak KAI untuk mengenakan seragam dinas.

    Dilansir dari Kompas.com, Tohari Pelaksana Harian (Plh) Manajer Humas KAI Daerah Operasional 1 yang menjadi daerah operasi jalur Merak, menegaskan pencerita kisah itu bukanlah masinis PT Kereta Api Indonesia (KAI).

    “Tayangan tersebut tidak bersumber dari pegawai internal KAI, dan sosok yang ditampilkan bukanlah masinis kereta api,” terang Tohari pada Rabu (9/10/2024).

    PT KAI juga telah melaporkan sosok yang mengaku masinis itu dan menjeratnya dengan Pasal 228 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

    Kesimpulan

    Dengan demikian, cerita masinis kereta barang diganggu arwah kecelakaan kereta di jalur Merak merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2024-23425) Hoaks Video Kondisi Israel Seperti "Neraka"

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/10/2024

    Berita

    tirto.id - Konflik di wilayah Timur Tengah terus memanas. Pada 1 Oktober 2024, Iran menembakkan setidaknya 180 rudal balistik ke wilayah Israel, seperti dilansir dari BBC. Serangan tersebut memberi dampak kerusakan di wilayah Israel, meski disebut hanya kerusakan kecil.

    Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan, aksi mereka ini adalah respons tegas mereka atas agresi Israel di Gaza dan Lebanon. Hal yang sama juga diamini oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Komandan IRGC, Abbas Nilforoushan menambahkan, serangan tersebut adalah tanggapan atas pembunuhan terhadap pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah.

    Perang di dunia nyata juga dibuat semakin panas oleh narasi yang berkembang di media sosial. Awal Oktober 2024, selepas serangan rudal Iran ke Israel, sejumlah unggahan di media sosial menarasikan kondisi Israel yang kian porak poranda, seperti neraka.

    "Israel malam ini jadi neraka. #Israhell," begitu bunyi cuitan akun @Pecel_Lele5678 di X (dulu Twitter) pada 2 Oktober 2024, dini hari (arsip).

    Bersama unggahan tersebut, terdapat sebuah video 14 detik yang menunjukkan kondisi kota yang kian merah seperti terbakar. Dalam video tersebut terdapat keterangan teks, “live israel,” yang seolah menyebut kondisi tersebut adalah kondisi aktual di Israel pada waktu kejadian penembakan rudal.

    Sampai dengan Senin (14/10/2024), video tersebut telah menarik perhatian 3 juta penonton. Cuitan tersebut juga dibagikan ulang sebanyak 17,3 ribu kali dan mendapat tanda suka sebanyak 70 ribu kali.

    Unggahan serupa juga kami temukan dari di Facebook dari akun "M Ali Hasan" (arsip) dan "Berita Hewan" (arsip). Keduanya memang kalah viral jika dibandingkan dengan unggahan di X, namun tersebar di waktu yang tidak jauh berbeda dengan serangan Iran ke Israel.

    Lalu, bagaimana faktanya? Apakah video kondisi Israel "memerah" seperti neraka benar adanya?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mengambil beberapa cuplikan gambar dari video tersebut untuk mencoba mencari asal-usul video tersebut. Dari hasil pencarian gambar terbalik (reverse image search) menggunakan Google Lens, kami mendapatkan beberapa petunjuk mengenai kejadian asli dari video tersebut.

    Beberapa hasil pencarian teratas berasal dari informasi dari sejumlah pemeriksa fakta seperti Fact Crescendo (asal Sri Lanka), Boom (asal India), dan AFP (internasional) pada Oktober 2023. Ketiga media tersebut, seperti Tirto, adalah media yang terverifikasi oleh International Fact-Checking Network (IFCN).

    Ketiga artikel dari pemeriksa fakta tersebut menjelaskan kalau kejadian tersebut adalah selebrasi dalam kota, oleh salah satu pendukung tim sepak bola di Aljazair.

    Tirto juga pernah membuat artikel mengenai video serupa pada Oktober 2023. Kala itu ,video serupa diberi narasi berbeda, yakni kondisi Tel Aviv, Ibu Kota Israel, yang disebut menjadi lautan api setelah menerima serangan balasan dari Palestina.

    Kala itu, kami menemukan video serupa di X dari unggahan akun "X Share Daily" yang mendapat catatan komunitas kalau kejadian tersebut bukan kondisi di Israel ataupun Gaza tetapi momen yang terdokumentasi dari selebrasi tim sepak bola, CR Belouizdad, pada tahun 2020.

    Video serupa yang menunjukkan kondisi kota Algiers, Aljazair, juga dapat terlihat dari video berikut. Reuters juga sempat melakukan pemeriksaan geolokasi dan menyimpulkan perayaan selebrasi dengan flare serba merah tersebut terjadi di Kota Algiers, Alzajair, tepat di sekitar wilayah Rue Lachen Momouni.

    Di X, beberapa komentar di video juga menyebut kalau kejadian tersebut adalah perayaan oleh suporter sepak bola menggunakan flare.

    Selain itu unggahan dengan video serupa –meski juga dengan narasi yang menyesatkan tentang kondisi di Israel– juga kami temukan di cuitan akun X, dengan bertanggalkan 9 Oktober 2023. Cuitan dari akun @Destiny15_FL ini juga mendapat tanda video yang digunakan di luar konteks.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan, klaim video yang kondisi kacau balau Israel pada 1 Oktober 2024, setelah serangan Iran, bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Video tersebut sudah beredar di internet sejak Oktober 2023 lalu. Sebelumnya, klip yang sama juga digunakan untuk membuat narasi soal kondisi Israel setelah serangan balasan dari Palestina, sekitar setahun silam.

    Adapun asap merah dan ledakan dalam video bukanlah dampak ledakan rudal Iran. Kejadian tersebut sebenarnya adalah pesta kembang api oleh salah satu pendukung klub sepak bola di Aljazair, CR Belouizdad, yang merayakan kemenangan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23424) Hoaks! DPR sahkan RUU yang perbolehkan mantan narapidana jadi penasihat presiden

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/10/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menarasikan DPR telah mengesahkan RUU Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang memperbolehkan mantan narapidana menjadi penasihat presiden.

    Berikut narasi pada unggahan tersebut:

    “*DPR SAH KAN RUU WANTIMPRES BEKAS NARAPIDANA BISA MENJADI ANGGOTA NYA*

    *DETIK DETIK berakhirnya tugas DPR , memberi LEGACY yang menyesatkan dengan mensyahkan RUU WANTIMPRES , EX NARAPIDANA bisa menjadi anggotanya*

    *Aroma perpanjangan cawe cawe JOKOWI akan berlanjut dengan duduk di WANTIMPRES , paling tidak bisa mendapat kekebalan HUKUM*

    *Tampaknya anggota DPR benar benar sudah menjadi PENGKHIANAT BANGSA karena tidak mampu menolak kemauan JOKOWI , karena TERSANDERA kasus kasus HUKUM , bahkan suami ketua DPR disebut" di KPK  , terlibat KASUS TAMBANG*

    *Masih belum puas menghancurkan BANGSA ... hai PARPOL PENGKHIANAT , kehancuran kalian tinggal menghitung hari*

    *RAKYAT yang tersakiti akan memburu, menghadang dan menggilas KALIAN....*

    *Rustam Efendi* , ketum PRO”

    Namun, benarkah DPR telah mensahkan RUU Watimpres sehingga mantan narapidana bisa jadi penasihat presiden?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran ANTARA, DPR menyetujui revisi UU tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 mengenai Wantimpres untuk menjadi UU dalam rapat paripurna yang digelar pada Kamis (19/9/2024) di Senayan, Jakarta.

    Melalui agenda Pembicaraan Tingkat II/Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan Undang- Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden, dibahas pula penyempurnaan pasal 8G yang terkait dengan rekam jejak hukum bagi anggota Watimpres.

    Termaktub pada rumusan RUU tersebut, Pasal 8 huruf G semula tercantum; “tidak pernah dijatuhi pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. Sedangkan penyempurnaan yang diusulkan untuk Pasal 8 huruf G adalah; “tidak pernah diancam atau dijatuhi hukuman berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.” dilansir dari laman DPR RI.

    Berdasarkan revisi tersebut, seseorang yang pernah diancam atau dijatuhi hukuman berdasarkan putusan pengadilan, termasuk mantan narapidana tidak memenuhi syarat untuk menjadi anggota Wantimpres.  Dengan demikian, unggahan yang beredar di media sosial tersebut keliru atau disinformasi.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan