• (GFD--31778) Cek Fakta: Klaim TNI Akan Audit Dana Desa yang Terindikasi Korupsi, Ini Faktanya

    Sumber:

    Berita

    SuaraLampung.id - Sebuah unggahan di media sosial belakangan ramai dibagikan yang menyatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan turun tangan melakukan audit terhadap pemakaian dana desa yang terindikasi korupsi. Narasi dibuat seolah berasal dari pernyataan resmi pihak militer, dan langsung memicu reaksi dari netizen di berbagai platform seperti Facebook, WhatsApp, dan TikTok.

    Berikut narasinya: “Inilah contoh kepala desa yang tertangkap menyalahgunakan bansos dan dana desa. Bantuan rakyat bukan untuk pribadi kalian. Ini uang negara yang seharusnya tepat sasaran bukan untuk memperkaya diri sendiri. Jika ditempat kalian ada kepala desa yang menyelewengkan dana desa bansos laporkan kepada kita. Kami akan segera bertindak. Yang setuju dengan TNI, kepala desa diaudit berikan like”

    Hingga Jumat (14/1/2026) unggahan telah mendapatkan 26.900 tanda suka, menuai 2.900 komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 2.500 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Namun sebelum Anda ikut percaya atau menyebarkannya, simak dulu cek fakta lengkap berikut ini — karena klaim tersebut ternyata hoaks dan menyesatkan.

    Beberapa versi unggahan bahkan menyebut bahwa panglima TNI sudah memutuskan langsung dan akan mulai bergerak dalam waktu dekat, lengkap dengan gambar simbol TNI dan suasana “rapat strategis”.

    Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo menelusuri klaim tersebut dan menemukan bahwa:

    1. Tidak ada pernyataan resmi dari TNI yang menyatakan bahwa militer akan mengaudit penggunaan dana desa.2. Tidak ada rilis dari Panglima TNI atau Kepala Staf TNI yang menyebutkan rencana audit semacam itu.3. Pihak TNI secara umum tidak memiliki kewenangan langsung untuk mengaudit dana desa — tugas audit dana negara berada di lembaga seperti BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) atau aparat penegak hukum lainnya.4. Media arus utama nasional kredibel seperti Kompas, Tempo, Detik, Antara, maupun media besar lainnya tidak pernah memberitakan isu semacam itu.5. Unggahan yang beredar tampak berasal dari akun tidak terverifikasi atau sumber anonim yang tidak menyertakan sumber resmi atau tautan rujukan.

    Dengan demikian, klaim mengenai TNI yang akan melakukan audit dana desa tidak disokong oleh fakta atau pernyataan resmi apapun.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa TNI akan audit dana desa yang terindikasi korupsi adalah SALAH dan menyesatkan.

    Narasi tersebut tidak pernah diumumkan secara resmi oleh TNI dan tidak memiliki dasar fakta yang bisa diverifikasi. Itu termasuk konten hoaks yang bisa menimbulkan kebingungan publik soal peran lembaga negara.

    Mengapa Isu Ini Menyesatkan?Unggahan seperti ini dapat:

    Padahal, audit dana desa yang terindikasi penyimpangan biasanya dilakukan oleh:

    Tips Cek Fakta Sebelum Share

    Sebelum Anda membagikan ulang isu sensitif seperti ini:
  • (GFD--27427) CEK FAKTA: MUI Dukung Israel Serang Iran, Sebut Syiah Kafir Halal Dimusnahkan, Benarkah?

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Sebuah unggahan di media sosial X (dulu Twitter) memantik cukup banyak perhatian publik. Akun Professor Online (@ProfOnline_id) mengunggah sebuah tangkapan layar dari akun media online nasional Kumparan.

    Dalam gambar tangkapan layar itu tertulis sebuah judul berita "MUI Dukung Serangan Israel ke Iran: Syiah Bukan Islam, Syiah Adalah Kafir Yang Halal Dimusnahkan".

    Dalam unggahannya akun tersebut turut menulis:

    "Alhamdulillah... akhirnya Israel dapat dukungan dari ormas Islam Indonesia yang sangat terpercaya oleh umat. Dan mendukung serangan Israel ke Iran, karena syiah bukan islam. Syiah adalah kafir. Halal dimusnahkan.. subhanaallah," tulis akun Professor Online.

    Postingan di X itu diunggah pada Selasa 17 Juni 2025. Hingga Rabu (18/6/2025) pukul 13.44 WIB, mendapatkan 140 komentar dan 183 tanda suka. Unggahan itu juga sudah 44 kali diposting ulang.

    Lantas benarkah MUI mendukung serangan Israel ke Iran?

    Pemeriksaan Fakta

    Tim Cek Fakta Suara.com mencoba menelusuri berita yang diunggah di akun Professor Online dengan mengecek di laman resmi Kumparan.com. Salah satunya dengan menulis judul berita tersebut di kolom pencarian. Hasilnya tidak ada berita atau artikel tersebut di laman Kumparan.com

    Pengecekan kemudian menggunakan kata kunci "MUI Israel" di kolom pencarian. Kemudian muncul beberapa pemberitaan terkait MUI dan perang Israel-Iran.

    Muncul salah satu berita dengan foto identik dengan judul berita yang diunggah akun Professor Online. Sosok yang ada di dalam foto tersebut adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim didampingi Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdud saat memberikan keterangan pers usai penyambutan delegasi.

    Judul berita di laman asli Kumparan juga amat berbeda dengan judul yang diunggah akun Professor Online. Judul di Kumparan tertulis "MUI Kutuk Israel Serang Warga Palestina yang Hendak Salat ID di Masjid Al Aqsa,". Artikelnya bisa dicek di sini.

    Foto yang sama juga ada dalam judul berita lain di Kumparan yakni "MUI Usai Pidato Prabowo di KTT Negara D-8: Dorong Persatuan Negara Muslim". Untuk artikelnya bisa dicek di sini.

    Pencarian kemudian dilakukan dengan menggunakan kata kunci "MUI Iran". Hasilnya tidak ada judul berita sebagaimana yang diposting akun X Professor Online.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Dari hasil penelusuran tersebut, bisa disimpulkan unggahan gambar yang menyatakan MUI dukung Israel serang Iran merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
  • (GFD--31779) Cek Fakta: Benarkah Prabowo Ingin Jadikan Purbaya sebagai Presiden Tahun Depan?

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Sebuah informasi yang kini ramai beredar di media sosial menyebut bahwa Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, diklaim ingin menjadikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Presiden Indonesia pada pemilu berikutnya. Unggahan viral ini memanfaatkan nama dua figur publik penting dan langsung memicu respons netizen dari berbagai arah.

    Akun Facebook “Enden AK” pada Minggu (11/1/2026) mengunggah video [arsip] berisi narasi:

    “Bikin geger jagat maya!! PR4BOWO ingin PURBAYA jadi PR3SIDEN tahun depan, PURB4YA mala menolak??

    PR4BOWO: PURBAYA!! Apakah kamu gak tertarik jadi PR3SIDEN?? Kalo kamu maju saya rela mundur pur.

    PURB4YA: Ngga dulu pak, saya m4kasih atas tawarannya bukannya saya ngga mau, aku lebih kawatir. Kalo nanti saya keluar dari kursi menkeu takut keuang4n KOC4R-K4CIR lagi seperti dulu 

    Kalo menurut kalian gimana, pak purb4ya lebih cocok jadi PR3siden apa menkeu???”

    Hingga Kamis(15/1/2026), unggahan telah disukai sekitar 59 akun, dibagikan ulang 1 kali, serta menuai 14 komentar.

    Namun sebelum Anda langsung percaya atau ikut memviralkan narasi tersebut, penting untuk mengetahui hasil cek fakta yang sebenarnya,  karena klaim ini ternyata tidak benar dan menyesatkan.

    Unggahan viral di Facebook, WhatsApp, dan TikTok menyatakan bahwa:

    Narasi ini disertai gambar tokoh dan kalimat provokatif, seakan berasal dari pernyataan resmi atau keputusan internal partai. Klaim tersebut kemudian dibagikan luas oleh banyak akun pengguna.

    Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo telah menelusuri klaim itu dan menemukan:

    1. Tidak ada pernyataan resmi dari Prabowo Subianto yang menyebutkan keinginan untuk “menjadikan Purbaya sebagai Presiden” dalam pemilu mendatang.2. Tidak ada pernyataan publik, wawancara, atau rilis media sosial terverifikasi dari Prabowo ataupun Purbaya Yudhi Sadewa yang mendukung klaim tersebut.3. Media arus utama nasional seperti Kompas, Tempo, Detik, Antara, dan media besar lainnya tidak pernah memberitakan adanya rencana atau pernyataan semacam itu.4. Unggahan yang beredar tampak berasal dari akun tidak terverifikasi yang tidak mencantumkan sumber resmi atau bukti pernyataan.

    Dengan demikian, klaim tersebut tidak memiliki dasar fakta yang kuat atau bukti valid.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Prabowo Subianto ingin menjadikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Presiden Indonesia pada pemilu berikutnya adalah SALAH dan menyesatkan.
  • (GFD--26404) CEK FAKTA: Kagum dengan Islam, Kim Jong Un Kunjungi Indonesia

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Beredar narasi video yang menyebutkan bahwa Presiden Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Indonesia.Postingan YouTube berdurasi satu jam tersebut diunggah pada 19 Maret 2025.

    Adapun narasi video yang disampaikan sebagai berikut:     

    "SUBHANALLAH UMAT MUSLIM INDONESIA JADI ALASAN KIM JONG UN CINTA DENGAN ISLAM"

     Dalam keterangan video, Kim Jong Un juga dinarasikan mempelajari tentang budaya, agama dan kehidupan masyarakat Indonesia:

    "Dalam video ini, kami mengungkapkan kisah mengejutkan tentang bagaimana Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, mengungkapkan kekagumannya terhadap Islam setelah melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Selama perjalanan tersebut, Kim Jong Un dilaporkan mempelajari lebih dalam tentang budaya, agama, dan kehidupan masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim. Temukan lebih lanjut mengenai bagaimana pengalaman ini mengubah pandangannya terhadap Islam dan bagaimana hal ini bisa mempengaruhi hubungan internasional di masa depan."

    Lantas benarkah Kim Jong Un berkunjung ke Indonesia?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, sejak menjabat sebagai pemimpin Korea Utara pada 2011, Kim Jong Un belum pernah mengunjungi Indonesia.

    Dilansir dari Antara, berikut adalah rangkuman perjalanan luar negeri Kim Jong Un sejak ia menjabat sebagai pemimpin Korea Utara pada tahun 2011:

    •   25–28 Maret 2018 – China•   27 April 2018 – Korea Selatan•   7–8 Mei 2018 – China•   10–12 Juni 2018 – Singapura•   19–20 Juni 2018 – China•   7–10 Januari 2019 – China•   26–28 Februari 2019 – Vietnam•   24 April 2019 – Rusia•   30 Juni 2019 – Korea Selatan•   September 2023 – Rusia