Suara.com - Beredar video yang menarasikan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir mengundurkan diri dari jabatannya.
Pada unggahan di TikTok, sosok Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut terlihat sedang menjawab pertanyaan wartawan.
Di momen tersebut dia mengatakan siap mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Adapun narasinya sebagai berikut:
"ERICK THOHIR PUTUSKAN MUNDUR DARI JABATANNYA USAI DIRINYA DIKRITIK SUPORTER INDONESIA"
Lantas benarkah Erick Thohir mundur dari Ketua Umum PSSI?
(GFD--26384) CEK FAKTA: Erick Thohir Mundur dari Jabatan Ketua Umum PSSI
Sumber:Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Antara melakukan penelusuran dan menemukan jika unggahan video ini serupa dengan video YouTube BolaSport yang berjudul “Alasan Erick Thohir Siap Mundur dari Kursi Ketum PSSI; Ya Karena...” yang diunggah pada November 2024.
Dalam video tersebut, Erick memberikan pernyataan akan mengundurkan diri dari posisinya sebagai Ketua Umum PSSI, jika pelatih dan pemain tidak lagi menunjukkan keyakinan terhadap proyek besar yang sedang dibangun untuk tim nasional sepak bola Indonesia.
"Saya yang membawa pelatih, saya membawa seluruh pemain untuk percaya pada proyek ini. Pertanyaannya adalah, apakah kalian masih percaya pada proyek ini? Apakah kalian masih percaya kepada saya sebagai pemimpin kalian? Karena jika tidak, saya akan mengundurkan diri. Saya akan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Karena sudah jadi tanggung jawab saya," kata Erick.
Dengan demikian, tidak ada pernyataan resmi Erick Thohir akan mundur dari posisi Ketua Umum PSSI.
Dalam video tersebut, Erick memberikan pernyataan akan mengundurkan diri dari posisinya sebagai Ketua Umum PSSI, jika pelatih dan pemain tidak lagi menunjukkan keyakinan terhadap proyek besar yang sedang dibangun untuk tim nasional sepak bola Indonesia.
"Saya yang membawa pelatih, saya membawa seluruh pemain untuk percaya pada proyek ini. Pertanyaannya adalah, apakah kalian masih percaya pada proyek ini? Apakah kalian masih percaya kepada saya sebagai pemimpin kalian? Karena jika tidak, saya akan mengundurkan diri. Saya akan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Karena sudah jadi tanggung jawab saya," kata Erick.
Dengan demikian, tidak ada pernyataan resmi Erick Thohir akan mundur dari posisi Ketua Umum PSSI.
(GFD--27665) CEK FAKTA: Hoaks! Benjamin Netanyahu Dinobatkan sebagai
Sumber:Berita
TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebuah unggahan viral di media sosial menampilkan gambar sampul Majalah Time yang diklaim edisi tahun 2023 dengan judul "Killer of the Year" menampilkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Unggahan ini tersebar di Facebook, X, hingga Instagram. Salah satu akun yang mengunggahnya adalah Facebook @Saifulhaque pada 24 Desember 2023 (tautan: https://www.facebook.com/share/1AtBrd7umb/).
Sampul tersebut memperlihatkan potret Netanyahu dengan latar belakang tengkorak, lengkap dengan tulisan "Killer of the Year", seolah-olah merupakan edisi resmi majalah Time.
Benarkah klaim tersebut?
Sampul tersebut memperlihatkan potret Netanyahu dengan latar belakang tengkorak, lengkap dengan tulisan "Killer of the Year", seolah-olah merupakan edisi resmi majalah Time.
Benarkah klaim tersebut?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran tim cek fakta TIMES Indonesia, tidak ditemukan bukti bahwa majalah Time pernah menerbitkan sampul dengan judul “Killer of the Year” dan menampilkan Benjamin Netanyahu.
Beberapa media internasional seperti Reuters juga telah memberikan klarifikasi bahwa berita itu hoaks (Fact Check: Time magazine 'Killer of the Year' cover with Benjamin Netanyahu is fake | Reuters).
Mengutip laporan Reuters ( seorang juru bicara resmi Time menyatakan melalui email bahwa gambar yang beredar di media sosial tersebut bukan sampul asli majalah Time.
Selain itu, dalam pengumuman resminya, Time menetapkan Taylor Swift sebagai Person of the Year 2023, Lionel Messi sebagai Athlete of the Year, dan Sam Altman sebagai CEO of the Year. Pilihan ini, menurut Time, mencerminkan individu yang paling banyak membentuk berita utama dunia sepanjang tahun tersebut, baik atau buruk.
Bahkan, nama Benjamin Netanyahu tidak masuk dalam daftar pendek kandidat “Person of the Year” versi Time tahun 2023.
Informasi serupa juga dikonfirmasi oleh situs Check Your Fact, yang mengutip pernyataan juru bicara Time bahwa gelar "Killer of the Year" tidak pernah ada dalam edisi resmi manapun, dan gambar yang tersebar merupakan rekayasa visual (hoaks).
Beberapa media internasional seperti Reuters juga telah memberikan klarifikasi bahwa berita itu hoaks (Fact Check: Time magazine 'Killer of the Year' cover with Benjamin Netanyahu is fake | Reuters).
Mengutip laporan Reuters ( seorang juru bicara resmi Time menyatakan melalui email bahwa gambar yang beredar di media sosial tersebut bukan sampul asli majalah Time.
Selain itu, dalam pengumuman resminya, Time menetapkan Taylor Swift sebagai Person of the Year 2023, Lionel Messi sebagai Athlete of the Year, dan Sam Altman sebagai CEO of the Year. Pilihan ini, menurut Time, mencerminkan individu yang paling banyak membentuk berita utama dunia sepanjang tahun tersebut, baik atau buruk.
Bahkan, nama Benjamin Netanyahu tidak masuk dalam daftar pendek kandidat “Person of the Year” versi Time tahun 2023.
Informasi serupa juga dikonfirmasi oleh situs Check Your Fact, yang mengutip pernyataan juru bicara Time bahwa gelar "Killer of the Year" tidak pernah ada dalam edisi resmi manapun, dan gambar yang tersebar merupakan rekayasa visual (hoaks).
Kesimpulan
Klaim yang menyebutkan majalah Time menobatkan Benjamin Netanyahu sebagai “Killer of the Year” tahun 2023 adalah tidak benar. Gambar yang beredar di media sosial merupakan rekayasa digital dan bukan sampul resmi dari majalah Time. Majalah Time tidak pernah mengeluarkan edisi dengan gelar “Killer of the Year”.
Periksa fakta sebelum menyebarkan informasi.
Periksa fakta sebelum menyebarkan informasi.
Rujukan
(GFD--28945) Cek Fakta: Benarkah Ada PHK Massal di PT Gudang Garam?
Sumber:Berita
Suara.com - Belakangan ini beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan perpisahan sejumlah karyawan di salah satu pabrik PT Gudang Garam Tbk di Tuban, Jawa Timur.
Video tersebut kemudian memicu isu adanya PHK massal di perusahaan rokok besar tersebut.
Faktanya
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.
Menurutnya, yang terjadi bukan pemutusan hubungan kerja massal, melainkan program pensiun dini yang sudah lama ditawarkan manajemen perusahaan kepada karyawannya.
“Yang terjadi bukan PHK massal, melainkan pensiun dini yang ditawarkan manajemen PT Gudang Garam. Jumlahnya sekitar 200 karyawan, dan proses ini sudah berlangsung cukup lama,” kata Khofifah di Surabaya, Selasa (9/9/2025).
Konfirmasi Pihak Terkait
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim melalui Kepala Disnakertrans Sigit Priyanto juga membenarkan hal ini.
Ia menyebutkan, sekitar 200 karyawan memang mengikuti program pensiun dini, bukan PHK massal.
Manajemen Gudang Garam menegaskan operasional pabrik di Tuban tetap berjalan normal dengan jumlah tenaga kerja aktif 800–850 orang.
Latar Belakang
Meski bukan PHK massal, data laporan tahunan Gudang Garam memang menunjukkan penurunan jumlah karyawan secara bertahap: dari 32.491 orang pada 2019 menjadi 30.308 orang pada 2024.
Hal ini diduga terkait dengan kebijakan restrukturisasi perusahaan akibat kenaikan cukai rokok dan maraknya rokok ilegal di pasar.
Video tersebut kemudian memicu isu adanya PHK massal di perusahaan rokok besar tersebut.
Faktanya
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.
Menurutnya, yang terjadi bukan pemutusan hubungan kerja massal, melainkan program pensiun dini yang sudah lama ditawarkan manajemen perusahaan kepada karyawannya.
“Yang terjadi bukan PHK massal, melainkan pensiun dini yang ditawarkan manajemen PT Gudang Garam. Jumlahnya sekitar 200 karyawan, dan proses ini sudah berlangsung cukup lama,” kata Khofifah di Surabaya, Selasa (9/9/2025).
Konfirmasi Pihak Terkait
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim melalui Kepala Disnakertrans Sigit Priyanto juga membenarkan hal ini.
Ia menyebutkan, sekitar 200 karyawan memang mengikuti program pensiun dini, bukan PHK massal.
Manajemen Gudang Garam menegaskan operasional pabrik di Tuban tetap berjalan normal dengan jumlah tenaga kerja aktif 800–850 orang.
Latar Belakang
Meski bukan PHK massal, data laporan tahunan Gudang Garam memang menunjukkan penurunan jumlah karyawan secara bertahap: dari 32.491 orang pada 2019 menjadi 30.308 orang pada 2024.
Hal ini diduga terkait dengan kebijakan restrukturisasi perusahaan akibat kenaikan cukai rokok dan maraknya rokok ilegal di pasar.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Klaim adanya PHK massal di PT Gudang Garam adalah keliru.
(GFD--26643) CEK FAKTA: Prabowo Bakal Bubarkan TNI-Polri Jika Bikin Rakyat Susah?
Sumber:Berita
Suara.com - Media sosial diramaikan dengan unggahan yang menyebut Presiden Prabowo Subianto akan membubarkan TNI-Polri jika membuat rakyat susah.
Pada postingan akun Facebook itu, menampilkan foto Presiden Prabowo disertai dengan narasi Presiden ingatkan TNI-Polri jangan sampai membuat rakyat susah.
Di unggahan itu dikatakan, jika membuat rakyat susah maka TNI-Polri akan dimusnahkan atau dibubarkan setelah disahkannya RUU TNI.
Adapaun narasi dalam unggahan itu sebagai berikut:
"presiden Prabowo pro rakyat!!
Presiden Prabowo peringatkan TNI/POLRI Bila Berani Membuat Rakyat Susah, Maka TNI POLRI Akan Di Musnahkan Setelah Sahnya RUU TNI"
Lantas, benarkah klaim Prabowo akan memusnahkan TNI-Polri jika membuat rakyat susah?
Pada postingan akun Facebook itu, menampilkan foto Presiden Prabowo disertai dengan narasi Presiden ingatkan TNI-Polri jangan sampai membuat rakyat susah.
Di unggahan itu dikatakan, jika membuat rakyat susah maka TNI-Polri akan dimusnahkan atau dibubarkan setelah disahkannya RUU TNI.
Adapaun narasi dalam unggahan itu sebagai berikut:
"presiden Prabowo pro rakyat!!
Presiden Prabowo peringatkan TNI/POLRI Bila Berani Membuat Rakyat Susah, Maka TNI POLRI Akan Di Musnahkan Setelah Sahnya RUU TNI"
Lantas, benarkah klaim Prabowo akan memusnahkan TNI-Polri jika membuat rakyat susah?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran dilakukan tim ANTARA, foto tersebut serupa saat Prabowo sedang berpidato dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Polri Tahun 2025 yang digelar di The Tribrata Jakarta, pada Kamis 30 Januari 2025.
Selain itu, videonya dapat dilihat di unggahan YouTube Sekretariat Presiden.
Selain itu, videonya dapat dilihat di unggahan YouTube Sekretariat Presiden.
Halaman: 7879/7897
