• (GFD--32027) Cek Fakta: Pesawat Raksasa Milik Rusia Datang ke Aceh Membawa Bantuan, Ini Faktanya

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Sebuah video dan narasi yang viral di media sosial mengklaim bahwa sebuah pesawat raksasa milik Rusia telah tiba di Aceh membawa bantuan untuk korban bencana alam. Unggahan ini tersebar cepat dan memicu reaksi netizen dari berbagai kalangan, terutama di grup WhatsApp, Facebook, dan TikTok, dengan harapan serta kekaguman terhadap bantuan internasional.

    Akun X “SecrethManZ” pada sabtu (17/1/2026) mengunggah video [arsip] dengan narasi:

    ACEH KEREN. KEDATANGAN PESAWAT RAKSASA RUSIA DI ACEH MEMBAWA BANTUAN.... #DPRDewanPenindasRakyat

    Per Kamis (27/1/2026) video itu sudah ditonton 34 ribu kali, disukai 2.128 kali, dibagikan 578 kali dan menuai komentar 72 kali.

    Namun sebelum Anda mempercayai atau ikut menyebarkannya, simak dulu cek fakta lengkapnya — karena klaim ini ternyata tidak benar dan menyesatkan!

    Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo melakukan penelusuran terhadap klaim tersebut dan menemukan fakta-fakta penting berikut:

    1. Video yang dibagikan bukanlah rekaman pesawat milik Rusia yang datang ke Aceh membawa bantuan.2. Potongan video yang tersebar tampaknya diambil dari konteks lain — misalnya pesawat besar yang mendarat di lokasi berbeda, waktu berbeda, atau acara yang tidak terkait dengan bantuan bencana di Aceh.3. Tidak ada rilis resmi dari pemerintah Indonesia, Kementerian Luar Negeri, BNPB, atau otoritas bandara Aceh yang mengonfirmasi kedatangan pesawat bantuan dari Rusia.4. Media arus utama nasional seperti Kompas, Tempo, Detik, Antara, dan media besar lainnya tidak memberitakan tentang kedatangan pesawat militer Rusia di Aceh dengan misi bantuan.5. Klaim tersebut kemungkinan besar merupakan narasi yang ditambahkan pada video generik untuk menarik perhatian publik tanpa dasar bukti yang kuat.

    Dengan demikian, tidak ada bukti valid yang mendukung klaim bahwa pesawat raksasa milik Rusia datang ke Aceh untuk membawa bantuan.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa pesawat raksasa milik Rusia datang ke Aceh membawa bantuan adalah SALAH dan menyesatkan.Video yang beredar tidak menunjukkan peristiwa tersebut dan narasi yang menyertainya tidak mempunyai referensi resmi atau konfirmasi dari sumber kredibel.

    Mengapa Klaim Ini Menyesatkan?Unggahan semacam ini:

    Tips Cek Fakta Sebelum ShareSebelum Anda membagikan video yang tampak dramatis atau sensasional:

    1. Periksa apakah ada konfirmasi resmi dari instansi pemerintah terkait.2. Cari pemberitaan dari media arus utama yang kredibel.3. Hindari mengambil kesimpulan dari video tanpa konteks atau sumber yang jelas.4. Langkah sederhana ini membantu Anda menjadi pengguna media sosial yang lebih cerdas dan bertanggung jawab.
  • (GFD--26401) CEK FAKTA: Pagar Laut dari Bambu Diganti Beton

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Media sosial diramaikan dengan narasi terkait kasus pagar laut Tangerang yang sempat menghebohkan publik.

    Kali ini narasi tersebut terkait klaim yang menyebut jika pagar laut kini diganti beton.

    Adapun video itu dibagikan akun TikTok dani30167 pada Kamis (6/2/2025) dengan caption:

    "habis bambu terbitlah BETON" dengan tagar #pagarlaut. Sementara narasi dalam video bertuliskan:

    "LAPOR KOMANDANHabis bambu terbitlah beton".

    Lantas benarkah kabar yang mengklaim jika pagar laut diganti beton?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Pemeriksa Fakta Mafindo, mengarah ke artikel periksa fakta kompas.com, "[HOAKS] Pagar Laut dari Bambu Dicabut dan Diganti Beton"

    Dari artikel yang tayang pada Kamis (6/2/2025) itu diketahui bahwa tidak ada laporan atau berita yang membuktikan pagar bambu telah diganti dengan beton.

    Tim sebelumnya memasukkan kata kunci "pagar laut diganti pagar beton" ke mesin pencari Google kemudian mencari konteks asli video unggahan akun TikTok "dani30167" dengan memanfaatkan Google Lens.
  • (GFD--26913) CEK FAKTA: Link Pendaftaran Rumah Gratis buat Masyarakat Tanpa Penghasilan Tetap

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Media sosial diramaikan dengan kabar adanya program rumah gratis dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

    Dalam narasi yang beredar, Kementerian PKP mempunyai program penyerahan 25.000 unit rumah bagi masyarakat tanpa penghasilan tetap.

    Pada unggahan akun Facebook disebutkan bagi masyarakat yang ingin mengikuti program rumah gratis, dapat mendaftar melalui link atau tautan yang terdapat dalam unggahan itu.

    Postingan tersebut menampilkan foto Menteri PKP Maruarar Sirait. Adapun narasi yang dalam unggahan sebagai berikut:

    "Program penyerahan 25.000 unit rumah untuk masyarakat Indonesia yang tidak memiliki gaji tetap seperti pedagang atau pelaku usaha kecil yang memiliki penghasilan yang tidak menentu.

    Segera daftarkan diri anda melalui link di bio."

    Lantas benarkah tautan pendaftaran rumah gratis dari Kementerian PKP itu?

    Hasil Cek Fakta

    Dari penelusuran Antara, tautan ini tidak mengarah ke situs resmi Kementerian PKP ataupun situs resmi pemerintah lainnya.

    Dalam tautan tersebut, pengunjung diminta mengisi data diri seperti nama lengkap dan nomor telepon yang terhubung dengan Telegram.
  • (GFD--26914) CEK FAKTA: Kabar 25 Ruas Jalan di Jakarta Berbayar, Tarif hingga Rp19 Ribu

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Beredar unggahan yang menampilkan daftar 25 ruas jalan di Jakarta yang akan dikenakan tarif mulai dari Rp5.000 hingga Rp19.000.

    Dalam postingan di media sosial itu disebutkan sejumlah ruas jalan yang akan berbayar tersebut antara lain MT Haryono, Gatot Subroto, MH Thamrin, Fatmawati dan Panglima Polim.

    Unggahan tersebut menarasikan jika kebijakan itu merupakan bagian dari penerapan sistem jalan berbayar elektronik (Electronic Road Pricing/ERP).

    Diketahui, ERP bertujuan mengendalikan kepadatan lalu lintas dengan memungut retribusi secara elektronik bagi pengguna kendaraan bermotor yang melewati ruas jalan tertentu pada jam-jam sibuk.

    Apakah benar ada 25 ruas jalan di Jakarta dikenakan tarif hingga Rp19.000?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan mengklarifikasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui Instagram resminya, menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

    Saat ini, Pemprov DKI Jakarta belum memiliki rencana untuk menerapkan ERP di 25 ruas jalan tersebut seperti yang disebutkan dalam narasi pada gambar.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan belum menerapkan kebijakan sistem ERP karena masih fokus pada peningkatan sarana dan prasarana transportasi umum massal.

    "Untuk penerapan ERP, Pemprov DKI Jakarta memastikan kebijakan tersebut belum dilaksanakan," kata Syafrin.