• (GFD--27944) Cek Fakta: Jepang Benar akan Blacklist Pekerja dari Indonesia? Ini Faktanya

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Isu panas berembus kencang dari Negeri Sakura: benarkah Jepang akan mem-blacklist pekerja Indonesia mulai tahun 2026? Kabar ini ramai dibahas di berbagai platform media sosial sejak pekan ketiga Juli 2025.

    Beragam narasi menyebut bahwa aksi segelintir oknum Warga Negara Indonesia (WNI) telah membuat masyarakat Jepang resah, hingga memicu wacana penghentian kerja sama tenaga kerja.

    Salah satu unggahan viral datang dari akun Facebook yang menulis, "Terkini: Warga Indo Terancam Blacklist oleh Jepang sebab Ulah Oknum WNI."

    Tak hanya itu, perhatian publik juga tertuju pada curhatan seorang influencer bernama Dian Kusuma (@neojapan_), WNI yang tinggal di Jepang dan dikenal sering membagikan cerita kesehariannya di Instagram.

    Apakah semua ini benar adanya atau hanya kabar yang dibesar-besarkan?

    Lewat unggahan di Instagram pada 9 Juli 2025, Dian Kusuma—seorang influencer Indonesia yang bermukim di Jepang—membagikan kisah yang mengejutkan.

    Ia mengaku menerima panggilan langsung dari seorang pejabat Jepang yang menyampaikan kabar tak mengenakkan: sejumlah WNI diduga terlibat dalam kasus pencurian terhadap warga lokal.

    Tak hanya menyampaikan informasi, sang pejabat juga menyuarakan kekecewaan mendalam atas insiden tersebut, seolah menjadi titik nadir dari kepercayaan yang mulai terkikis.

    Di tengah kekhawatiran itu, muncul pertanyaan besar: benarkah Jepang akan memasukkan pekerja Indonesia ke dalam daftar hitam? Atau ini hanya reaksi sementara yang dibesar-besarkan media sosial?

    Hasil Cek Fakta

    Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, dalam laporan ANTARA, telah membantah kabar penutupan akses bagi pekerja migran Indonesia ke Jepang.

    Menteri Karding bahkan menegaskan bahwa isu tersebut adalah hoaks.

    "Kami sudah berkoordinasi dengan KBRI Tokyo, tidak ada kebijakan penutupan sama sekali," kata dia.

    Pernyataan Menteri P2MI ternyata sejalan dengan klarifikasi resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo.

    Lewat unggahan di akun Instagram resmi @kbritokyo pada 15 Juli 2025, KBRI menegaskan bahwa kabar soal tahun 2026 sebagai akhir bagi masuknya pekerja Indonesia ke Jepang adalah tidak benar.
  • (GFD--31272) Cek Fakta: Viral Klaim Bom Bunuh Diri di Bandara Hang Nadim Batam, Benarkah?

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Sebuah kabar mengejutkan ramai beredar di media sosial terkait sebuah bom bunuh diri di Bandara Hang Nadim, Batam. Unggahan itu menyertakan narasi dramatis dan disebutkan bahwa peristiwa itu baru saja terjadi, lengkap dengan video serta komentar dari warganet yang ikut menyebarkannya.

    Informasi seperti ini tentunya memicu kekhawatiran dan kepanikan publik terutama bagi keluarga dan calon penumpang yang akan bepergian. Namun sebelum mengambil kesimpulan atau ikut menyebarkannya, simak dulu hasil cek fakta yang sebenarnya. Karena menurut pemeriksaan fakta, klaim itu TIDAK BENAR.

    tirto.id - Bencana banjir dan longsor yang menimpa tiga provinsi di Sumatra terus mendapat perhatian dari publik internasional. Beragam bantuan ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat juga terus berdatangan dari berbagai pihak global. ADVERTISEMENT Di media sosial, beredar sebuah unggahan yang mengklaim bahwa aktor asal Hong Kong, Jackie Chan, mengunjungi Aceh untuk memberikan bantuan pascabanjir. Klaim tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Krisna Seri Simdanjuntak” (arsip), Senin (22/12/2025).

    Unggahan yang viral di Facebook, TikTok, dan platform lain menulis narasi yang kurang lebih demikian:

    Unggahan ini disertai video singkat dan teks yang dramatis, membuat banyak orang penasaran dan ikut membagikannya tanpa verifikasi.

    Setelah dilakukan pengecekan oleh tim pemeriksa fakta TurnBackHoax.ID / Mafindo, klaim itu tidak terbukti benar. Berikut temuan pentingnya:

    Dengan demikian, klaim yang beredar di media sosial tersebut tidak akurat dan tidak berdasarkan fakta di lapangan.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa terjadi bom bunuh diri di Bandara Hang Nadim Batam adalah SALAH.

    Informasi tersebut tidak pernah dilaporkan oleh media massa besar, aparat keamanan, atau pihak resmi bandara. Video serta narasi yang tersebar hanyalah konten menyesatkan yang bisa memicu kekhawatiran publik tanpa dasar fakta.

    Mengapa Klaim Ini Menyesatkan?Unggahan seperti ini sering memanfaatkan:

    1. isu teror yang sensitif sehingga cepat memancing emosi publik,2. video tanpa konfirmasi sumber atau konteks yang jelas,3. narasi provokatif yang seolah memberikan “informasi penting”.Padahal, informasi soal kejadian besar seperti bom bunuh diri selalu diikuti oleh rilis resmi dari aparat keamanan dan media utama, yang keduanya tidak ditemukan terkait kasus ini.

    Tips Cek Fakta Sebelum Share Informasi SensasionalSebelum Anda menyebarkan konten sensasional seperti ini:

    1. Cek apakah media massa nasional melaporkan kejadian tersebut.2. Pastikan rilis resmi dari aparat keamanan atau otoritas setempat (polisi/provost bandara).3. Waspa
  • (GFD--27182) CEK FAKTA: Penemuan Candi Wisnu di Dasar Laut Bali Berusia 5000 Tahun Lebih!

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Sebuah video berdurasi 51 detik beredar di media sosial Facebook. Salah satu akun yang menggunggah memberikan narasi akan penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali yang berusia lebih dari 5000 tahun, benarkah?

    Diketahui, video yang disebarkan salah satu akun Facebook tersebut diunggah pada 24 April 2025 oleh akun bernama Arthi Sinnasamy.

    Kemudian akun Facebook lain bernama Khritish Parmar juga mengunggah video yang sama, namun dengan narasi sedikit berbeda. Akun ini mengunggah pada Kamis (29/5/2025) dini hari WIB.

    Pada video berdurasi 51 detik itu memperlihatkan sejumlah penyelam turun ke dasar laut. Mereka disebut menemukan Candi Wisnu di dasar perairan Bali.

    *"Vishnu Temple:"* is found underwater near Bali, Indonesia. It is said to be 5,000+ Years old. Locals call this new Scuba diving spot at "Pemuteran Beach" as *"Under water Temple Garden, Bali."* Many sculptures were found under the sea water there," tulis akun Arthi Sinnasamy.

    Unggahan akun tersebut diberi dua komentar dengan lima kali dibagikan.

    Sementara akun Khritish Parmar menulis:

    "VISHNU temple underwater in Bali...Indonesia... Is it possible? That temple of our three Gods is under water in Bali - Indonesia.

    It proves that in entire earth from Mahabhart times, our earth was destroyed many times and its fossils and deity are found on dry earth as well as under sea water? Its unbelievable?"

    Penelusuran Tim Cek Fakta Suara.com

    Berdasarkan penelusuran fakta tim Cek Fakta Suara.com, dilakukan pencarian di kolom pencarian Google Search dengan memasukkan kata kunci "Penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali".

    Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel mengenai penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali.

    Penelusuran kemudian dilakukan dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), hivemoderation.com. Hasilnya, video tersebut memiliki probabilitas 89,2 persen dibuat oleh AI.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Dari hasil penelusuran yang dilakukan, video yang diklaim sebagai penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali adalah tidak benar alias hoaks. Di mana tidak ada informasi valid yang mendukung kabar tersebut.
  • (GFD--31541) Cek Fakta: Viral Menag RI Sebut Dua Juta Umat Muslim Murtad Tiap Tahun, Ini Faktanya!

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Sebuah unggahan viral di media sosial mengklaim bahwa Menteri Agama Republik Indonesia (Menag) membuat pernyataan mengejutkan: setiap tahun dua juta umat Muslim murtad dari Islam. Klaim tersebut bukan hanya kontroversial, tetapi juga langsung memicu reaksi luas dari pengguna platform seperti Facebook, TikTok, dan WhatsApp.

    Akun Facebook “Tika” pada Rabu (7/1/2026) mengunggah foto [arsip] yang memperlihatkan sosok Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar.

    Unggahan disertai narasi:

    Menurut MENTRI AGAMA RI, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama Kristen setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim. Akankah kita umat Islam akan diam, membiarkan populasi muslim tergerus oleh waktu karena ulah umat Islam sendiri.

    Hingga Kamis (8/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 1.260 tanda suka, 2.400-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 100 kali.

    Namun sebelum Anda langsung percaya atau ikut menyebarkannya, cek dulu fakta yang sebenarnya, karena klaim ini ternyata tidak benar dan menyesatkan.

    Hasil Penelusuran FaktaTim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo menelusuri klaim ini secara menyeluruh dan menemukan bahwa:

    Dengan demikian, klaim tersebut tidak memiliki dasar fakta yang kuat atau sumber terpercaya.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Menag RI mengatakan dua juta umat Muslim murtad tiap tahun adalah SALAH dan menyesatkan.Unggahan yang beredar merupakan konten hoaks yang memakai nama pejabat publik untuk menarik perhatian, tanpa dukungan data atau kutipan resmi.

    Mengapa Klaim Ini Menyesatkan?Informasi seperti ini berpotensi:

    1, Memicu keresahan atau kontroversi di tengah masyarakat.

    2. Menyalahartikan posisi pejabat negara dalam isu sensitif agama.

    3. Menciptakan narasi tanpa dasar fakta yang dapat merusak kepercayaan publik.

    Topik soal keyakinan, pindah agama, dan angka statistik membutuhkan rujukan data resmi dari lembaga yang kredibel, bukan sekadar unggahan teks anonim.