SuaraJakarta.id - Sebuah unggahan di media sosial yang mengatasnamakan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ramai dibagikan warganet. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa Ahok sedang membagikan bantuan modal usaha kepada masyarakat melalui tautan pendaftaran online.
Unggahan tersebut tampak meyakinkan karena menyertakan foto Ahok serta kalimat persuasif yang mengajak masyarakat segera mendaftar sebelum kuota habis. Namun, benarkah informasi tersebut resmi dan dapat dipercaya?
Sebelum Anda tergiur dan mengisi data pribadi, simak hasil cek fakta berikut ini — karena klaim tersebut ternyata merupakan penipuan.
Di Facebook dan platform lain, akun tertentu membagikan tautan yang diklaim sebagai program bantuan modal usaha dari Ahok. Unggahan itu mengajak masyarakat untuk:
Hasil Cek Fakta: Ini Penipuan
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tim Pemeriksa Fakta TurnBackHoax, tautan tersebut bukan berasal dari kanal resmi Ahok maupun lembaga resmi pemerintah.
Tidak ada pengumuman resmi dari Ahok melalui akun terverifikasi atau pernyataan publik mengenai program bantuan modal usaha seperti yang diklaim dalam unggahan viral tersebut.
Tautan yang dibagikan justru mengarah ke halaman yang meminta data pribadi pengguna, yang berpotensi digunakan untuk tujuan tidak bertanggung jawab.
Fakta Sebenarnya
Waspada Modus Serupa
Penipuan berkedok bantuan sosial atau bantuan modal usaha bukan pertama kali terjadi. Biasanya pelaku:
(GFD--32334) Cek Fakta: Viral Klaim Ahok Bagi-Bagi Bantuan Modal Usaha, Benarkah?
Sumber:Berita
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Masyarakat diimbau untuk tidak mengklik tautan mencurigakan dan tidak membagikan data pribadi di situs yang tidak jelas asal-usulnya.
(GFD--32335) Cek Fakta: Benarkah Klaim Jokowi Resmi Jadi Wantimpres?
Sumber:Berita
SuaraJakarta.id - Media sosial kembali diramaikan dengan klaim mengejutkan yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), resmi menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Unggahan tersebut disertai narasi seolah-olah pengangkatan Jokowi sebagai Wantimpres telah diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Tak sedikit warganet yang langsung bereaksi dan membagikan ulang informasi itu.
Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Murshid 2” pada Minggu (8/2/2026). Unggahan beserta narasi :
“Ungguli SBY Pak Jokowi Resmi JAdi Watimpres Tim Anti Jokowi Terjungkal Mas Wapres Gibran Sambut Pak Jokowi di Istana”
Hingga Sabtu (14/2/2026) unggahan telah mendapatkan 1.400 tanda suka, 1.400 komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 31 kali.
Namun, benarkah Jokowi sudah resmi menjadi Wantimpres? Simak hasil cek fakta berikut sebelum Anda ikut menyebarkannya.
Sejumlah akun media sosial membagikan narasi yang menyatakan bahwa Jokowi telah diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Unggahan tersebut menggunakan foto Jokowi dan dikemas seperti potongan berita resmi, sehingga terlihat meyakinkan bagi pembaca yang tidak menelusuri lebih lanjut.
Hasil Cek Fakta: Klaim Ini SALAH
Berdasarkan penelusuran Tim Pemeriksa Fakta TurnBackHoax, klaim bahwa Jokowi resmi menjadi Wantimpres adalah tidak benar (hoaks).
Tidak ditemukan:
Jika benar ada pengangkatan anggota Wantimpres, hal itu biasanya diumumkan secara resmi melalui kanal pemerintah dan dilaporkan luas oleh media arus utama nasional.
Fakta Sebenarnya
Hingga saat ini:
Mengapa Isu Ini Mudah Viral?
Isu yang melibatkan tokoh besar seperti Jokowi selalu menarik perhatian publik. Narasi yang dikemas menyerupai berita resmi juga membuat banyak orang terkecoh.
Padahal, jabatan strategis seperti Wantimpres tidak bisa diangkat tanpa prosedur resmi dan pengumuman terbuka.
Unggahan tersebut disertai narasi seolah-olah pengangkatan Jokowi sebagai Wantimpres telah diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Tak sedikit warganet yang langsung bereaksi dan membagikan ulang informasi itu.
Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Murshid 2” pada Minggu (8/2/2026). Unggahan beserta narasi :
“Ungguli SBY Pak Jokowi Resmi JAdi Watimpres Tim Anti Jokowi Terjungkal Mas Wapres Gibran Sambut Pak Jokowi di Istana”
Hingga Sabtu (14/2/2026) unggahan telah mendapatkan 1.400 tanda suka, 1.400 komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 31 kali.
Namun, benarkah Jokowi sudah resmi menjadi Wantimpres? Simak hasil cek fakta berikut sebelum Anda ikut menyebarkannya.
Sejumlah akun media sosial membagikan narasi yang menyatakan bahwa Jokowi telah diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Unggahan tersebut menggunakan foto Jokowi dan dikemas seperti potongan berita resmi, sehingga terlihat meyakinkan bagi pembaca yang tidak menelusuri lebih lanjut.
Hasil Cek Fakta: Klaim Ini SALAH
Berdasarkan penelusuran Tim Pemeriksa Fakta TurnBackHoax, klaim bahwa Jokowi resmi menjadi Wantimpres adalah tidak benar (hoaks).
Tidak ditemukan:
Jika benar ada pengangkatan anggota Wantimpres, hal itu biasanya diumumkan secara resmi melalui kanal pemerintah dan dilaporkan luas oleh media arus utama nasional.
Fakta Sebenarnya
Hingga saat ini:
Mengapa Isu Ini Mudah Viral?
Isu yang melibatkan tokoh besar seperti Jokowi selalu menarik perhatian publik. Narasi yang dikemas menyerupai berita resmi juga membuat banyak orang terkecoh.
Padahal, jabatan strategis seperti Wantimpres tidak bisa diangkat tanpa prosedur resmi dan pengumuman terbuka.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa informasi dari sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Imbauan untuk Pembaca
1. Pastikan informasi berasal dari kanal resmi pemerintah atau media kredibel.2. Waspadai unggahan yang hanya berupa tangkapan layar tanpa tautan sumber jelas.3. Jangan ikut menyebarkan klaim yang belum terverifikasi.
Imbauan untuk Pembaca
1. Pastikan informasi berasal dari kanal resmi pemerintah atau media kredibel.2. Waspadai unggahan yang hanya berupa tangkapan layar tanpa tautan sumber jelas.3. Jangan ikut menyebarkan klaim yang belum terverifikasi.
(GFD--26964) CEK FAKTA: Kabar Peserta Vaksin TBC Bill Gates Dikasih Bansos Rp150 Ribu
Sumber:Berita
Suara.com - Beredar di media sosial narasi yang menyebut peserta uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) M72 akan mendapatkan bantuan sosial (Bansos) senilai Rp150.000.
Diketahui, vaksin tersebut dikembangkan pengusaha asal Amerika Serikat yang juga pendiri Microsoft yakni Bill Gates.
Indonesia menjadi salah satu tempat uji klinis vaksin TBC Bill Gates selain Afrika Selatan, Kenya, Zambia dan Malawi.
Adapun narasi dalam unggahan akun Facebook itu sebagai berikut:
"Bansos senilai Rp. 150k untuk yang mau ikut vaksin"
Lantaa benarkah peserta vaksin TBC Bill Gates akan dapat bansos Rp150 ribu?
Diketahui, vaksin tersebut dikembangkan pengusaha asal Amerika Serikat yang juga pendiri Microsoft yakni Bill Gates.
Indonesia menjadi salah satu tempat uji klinis vaksin TBC Bill Gates selain Afrika Selatan, Kenya, Zambia dan Malawi.
Adapun narasi dalam unggahan akun Facebook itu sebagai berikut:
"Bansos senilai Rp. 150k untuk yang mau ikut vaksin"
Lantaa benarkah peserta vaksin TBC Bill Gates akan dapat bansos Rp150 ribu?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, potongan berita dalam unggahan tersebut merupakan tangkapan layar berita Tempo yang berjudul "Bill Gates Akan Uji Coba Vaksin TBC Buatannya di Indonesia".
Pada berita itu, tidak ada narasi peserta uji coba vaksin TBC Bill Gates akan mendapatkan bansos Rp150.000. Hanya menjelaskan Indonesia menjadi salah satu tempat uji coba vaksin TBC Bill Gates.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan vaksin TBC itu sudah memasuki tahap uji klinis tahap tiga sejak November 2024 dan diikuti lebih dari 2.000 relawan di Indonesia.
Pada berita itu, tidak ada narasi peserta uji coba vaksin TBC Bill Gates akan mendapatkan bansos Rp150.000. Hanya menjelaskan Indonesia menjadi salah satu tempat uji coba vaksin TBC Bill Gates.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan vaksin TBC itu sudah memasuki tahap uji klinis tahap tiga sejak November 2024 dan diikuti lebih dari 2.000 relawan di Indonesia.
(GFD--31586) Cek Fakta: Hoaks! Tautan Pinjaman BRI Sampai Rp500 Juta, Ini Bahayanya!
Sumber:Berita
SuaraLampung.id - Informasi mengenai pinjaman online dengan jumlah besar sering jadi incaran netizen, terutama di kala kebutuhan ekonomi meningkat. Namun belakangan ini beredar tautan pendaftaran pinjaman BRI sampai Rp500 juta yang diklaim berasal dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Tautan itu tampak seperti formulir resmi dan disebut bisa langsung dipakai untuk mendapat pinjaman besar.
Beredar di media sosial, video yang mengklaim Bank Rakyat Indonesia (BRI) secara resmi mengeluarkan pinjaman berbasis online pada 8 Januari 2026. Klaim menyebutkan pinjaman yang diberikan minimal sebesar Rp5 juta sampai dengan Rp500 juta tanpa jaminan, agunan dan survei. ADVERTISEMENT Video tersebut disebarkan oleh akun TikTok “m_rizki_budiman” (arsip) pada Kamis (8/1/2026). Unggahan video tersebut memperlihatkan suasana antrian masyarakat di depan bank.
Unggahan ini ramai dibagikan di platform seperti Facebook, WhatsApp, dan TikTok, banyak pengguna yang penasaran dan ingin mendaftar.
Tetapi sebelum Anda mengeklik atau mengisi data penting, cek dulu fakta sesungguhnya, karena klaim ini ternyata penipuan / hoaks.
Unggahan viral tersebut menggambarkan:
Hasil Penelusuran FaktaTim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo melakukan verifikasi dan menemukan hal-hal berikut:
1. BRI tidak pernah mengeluarkan tautan pendaftaran pinjaman resmi seperti yang beredar.2. Situs resmi BRI memiliki domain .co.id dan semua informasi pinjaman jelas tercantum di laman resmi serta melalui kantor atau aplikasi resmi saja.3. Tautan yang tersebar bukan berasal dari domain atau kanal resmi BRI — melainkan domain pihak ketiga yang tidak memiliki afiliasi dengan bank.4. Banyak tautan semacam ini dibuat untuk phishing atau penipuan data — yang meminta informasi penting seperti nomor KTP, data keuangan, atau akses personal lainnya.5. Program pinjaman bank besar seperti BRI bukan melalui tautan viral di media sosial, melainkan melalui aplikasi resmi atau kantor cabang terdaftar sesuai ketentuan dan syarat perbankan.
Karena itu, klaim bahwa tautan tersebut merupakan pendaftaran pinjaman resmi dari BRI tidak benar dan sangat berbahaya jika diikuti.
Tautan itu tampak seperti formulir resmi dan disebut bisa langsung dipakai untuk mendapat pinjaman besar.
Beredar di media sosial, video yang mengklaim Bank Rakyat Indonesia (BRI) secara resmi mengeluarkan pinjaman berbasis online pada 8 Januari 2026. Klaim menyebutkan pinjaman yang diberikan minimal sebesar Rp5 juta sampai dengan Rp500 juta tanpa jaminan, agunan dan survei. ADVERTISEMENT Video tersebut disebarkan oleh akun TikTok “m_rizki_budiman” (arsip) pada Kamis (8/1/2026). Unggahan video tersebut memperlihatkan suasana antrian masyarakat di depan bank.
Unggahan ini ramai dibagikan di platform seperti Facebook, WhatsApp, dan TikTok, banyak pengguna yang penasaran dan ingin mendaftar.
Tetapi sebelum Anda mengeklik atau mengisi data penting, cek dulu fakta sesungguhnya, karena klaim ini ternyata penipuan / hoaks.
Unggahan viral tersebut menggambarkan:
Hasil Penelusuran FaktaTim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo melakukan verifikasi dan menemukan hal-hal berikut:
1. BRI tidak pernah mengeluarkan tautan pendaftaran pinjaman resmi seperti yang beredar.2. Situs resmi BRI memiliki domain .co.id dan semua informasi pinjaman jelas tercantum di laman resmi serta melalui kantor atau aplikasi resmi saja.3. Tautan yang tersebar bukan berasal dari domain atau kanal resmi BRI — melainkan domain pihak ketiga yang tidak memiliki afiliasi dengan bank.4. Banyak tautan semacam ini dibuat untuk phishing atau penipuan data — yang meminta informasi penting seperti nomor KTP, data keuangan, atau akses personal lainnya.5. Program pinjaman bank besar seperti BRI bukan melalui tautan viral di media sosial, melainkan melalui aplikasi resmi atau kantor cabang terdaftar sesuai ketentuan dan syarat perbankan.
Karena itu, klaim bahwa tautan tersebut merupakan pendaftaran pinjaman resmi dari BRI tidak benar dan sangat berbahaya jika diikuti.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Tautan pinjaman BRI hingga Rp500 juta yang beredar di media sosial adalah HOAKS dan termasuk penipuan.Informasi itu tidak berasal dari situs resmi BRI dan berpotensi digunakan untuk mencuri data pribadi, bukan memberikan pinjaman nyata.
Bahaya Mengikuti Tautan Penipuan IniMengklik atau mengisi data pada tautan semacam ini dapat berpotensi:
Tips Cek Fakta & Hindari Penipuan OnlineSupaya tidak menjadi korban hoaks atau penipuan:
Bahaya Mengikuti Tautan Penipuan IniMengklik atau mengisi data pada tautan semacam ini dapat berpotensi:
Tips Cek Fakta & Hindari Penipuan OnlineSupaya tidak menjadi korban hoaks atau penipuan:
Halaman: 7886/7897