• (GFD-2026-32029) Cek fakta, Pemprov DKI Jakarta habiskan Rp100 miliar untuk bongkar tiang monorel

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membongkar tiang monorel yang mangkrak selama 20 tahun dan menghabiskan dana Rp100 miliar hanya untuk pembongkaran.

    Unggahan itu menampilkan judul “Mangkrak 20 Tahun! Tiang Monorel Jakarta Akhirnya Dibongkar, Habiskan Dana Rp100 Miliar” serta narasi yang menuding pembongkaran tersebut sebagai pemborosan anggaran.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “BUANG BUANG ANGGRAN DAN WAKTU AJA!! Mangkrak 20 Tahun! Tiang Monorel Jakarta Akhirnya Dibongkar, Habiskan Dana Rp100 Miliar

    Bongkar besi kok mbayar sampe 100 miliar rupiah? Diketawain orang Madura dan orang Medan pak. Padahal tinggal pasang pengumuman boleh dibongkar, siapin aja pengamanan jalan setiap malam. Kapal tanker di laut aja bisa kok dikilo orang Madura”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah Pemprov DKI Jakarta habiskan dana Rp100 miliar hanya untuk bongkar monorel?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa Pemprov DKI Jakarta menghabiskan Rp100 miliar hanya untuk membongkar tiang monorel tidak tepat.

    Pemprov DKI Jakarta memang memulai penataan kawasan Kuningan sisi timur sepanjang 3,6 kilometer dengan membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1).

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dalam keterangan resminya, menyampaikan bahwa pembongkaran tersebut menjadi penanda dimulainya penataan menyeluruh koridor Jalan HR Rasuna Said yang dilakukan secara tertib, taat hukum, dan transparan, dengan pendampingan KPK serta dukungan Kejati DKI Jakarta.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pramono menegaskan, biaya pembongkaran tiang monorel hanya sekitar Rp254 juta, sedangkan anggaran sekitar Rp102 miliar merupakan total biaya penataan kawasan secara keseluruhan, yang mencakup perbaikan badan jalan dan saluran air, pelebaran trotoar ramah pejalan kaki dan disabilitas, peningkatan penerangan jalan umum, penataan taman dan perlengkapan jalan, penyesuaian geometrik jalan untuk kelancaran lalu lintas, pembangunan halte sebagai dukungan transportasi publik terintegrasi, serta pembaruan tiang PJU dengan konsep modern.

    Dengan demikian informasi di atas disinformasi.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32030) Hoaks! SBY ungkap AHY pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berdiri di depan mikrofon dengan latar bendera merah putih dan logo Yudhoyono Institute.

    Unggahan itu menarasikan seolah-olah SBY mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “SBY mengatakan, AHY pasti menang di 2029 kalau Gibran tidak curang”

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “BELUM APA2 SDH NUDUH CURANG... ANEH NI ORANG.... KALO MENURUT SY PASTI 1000% AHY PASTI KALAH.. YAKIN.”

    Namun, benarkah SBY ungkap AHY pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun video yang membuktikan SBY pernah menyampaikan klaim tersebut.

    Foto yang digunakan dalam unggahan itu diketahui serupa dengan cuplikan video berjudul “Kekhawatiran SBY Lihat Perang Di mana-mana: Dunia Kita Makin Rumit”.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dalam video tersebut, SBY menyampaikan sambutan pada acara The Yudhoyono Institute pada Senin (12/5) dan membahas kekhawatirannya terhadap kondisi global, seperti meningkatnya konflik, memanasnya situasi geopolitik, serta perang dagang ekonomi antarnegera.

    Dengan demikian, narasi yang menyebut SBY memastikan AHY menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang tidak sesuai dengan konteks aslinya.

    Klaim: SBY ungkap AHY pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32031) Hoaks! Dito Ariotedjo sebut Jokowi terima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel berita yang menarasikan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyebut Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, menerima uang Rp2 triliun dari tersangka kasus korupsi kuota haji, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

    Berikut judul dalam tangkapan layar tersebut:

    “Diperiksa KPK Terkait Kuota Haji Dito Ariotedjo: Yang Saya Tau Presiden Jokowi Widodo Menerima Uang Dari Pak Yaqut 2 Triliun Saya cuma Dikasih Tau Sambil Bercanda Pak Jokowi Bilang Kardus Durian Om Dito, Om Dito Mau sambil Tertawa Pak Jokowi”

    Namun, benarkah Dito Ariotedjo sebut Jokowi terima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil?



    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan artikel berita dengan judul seperti pada tangkapan layar tersebut.

    ANTARA menemukan bahwa foto dan waktu publikasi pada tangkapan layar serupa dengan artikel lain berjudul “Diperiksa terkait Kuota Haji, Dito Ariotedjo Ungkit Kunker ke Arab Saudi Bareng Jokowi”.

    Dalam artikel tersebut, Dito Ariotedjo memenuhi panggilan KPK pada Jumat (23/1/2026) untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.

    Dengan demikian, klaim bahwa Dito Ariotedjo menyebut Jokowi menerima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil merupakan pernyataan tidak berdasar.

    Klaim: Dito Ariotedjo sebut Jokowi terima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32032) Hoaks! Menkeu Purbaya umumkan kenaikan 12 persen gaji pensiunan dan pencairan dana rapel pensiunan pada 30 Januari

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video yang beredar di Facebook memuat narasi seolah-olah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan kenaikan gaji pensiunan sebesar 12 persen dan pencairan dana rapel pada 30 Januari 2026.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Menkeu Purbaya, kenaikan 12 persen dan rapel pensiunan tanggal 30 Januari 2026”

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    “Menkeu Purbaya resmi menaikkan gaji pensiunan 12%

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rapel cair 30-01-2026 Semoga makin Sejahtera”

    Namun, benarkah Purbaya umumkan kenaikan 12 persen gaji pensiunan dan dana rapel pensiunan akan cair pada 30 Januari?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Purbaya maupun Kementerian Keuangan yang membenarkan klaim tersebut.

    ANTARA juga memeriksa video itu menggunakan AI detector Hive Moderation dan hasilnya menunjukkan video tersebut 99,9 persen merupakan konten hasil AI.



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Kementerian Keuangan melalui akun Instagram resminya menegaskan bahwa informasi mengenai rapel pensiunan yang disebut sudah cair dan mulai masuk ke rekening pensiunan di seluruh Indonesia adalah tidak benar atau hoaks, serta dibuat dengan teknologi AI (deepfake).

    Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap informasi bohong yang mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

    Klaim: Menkeu Purbaya umumkan kenaikan 12 persen gaji pensiunan dan pencairan dana rapel pensiunan pada 30 Januari

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan