• (GFD-2026-33458) [PENIPUAN] Dana Hibah Kiai Abdullah

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Bantuan Dana Barokah Tanpa Mahar” pada Selasa, (09/02/2026) mengunggah video [arsip] yang menampilkan penawaran dana hibah yang diklaim berasal dari tokoh agama bernama Kiai Abdullah. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:


    Assalamualaikum wr.wb Bagi saudara yang Punya Masalah keuangan/hutang Piutang Disini Kyai H.Abdullah menawarakan bantuan dana hibah ini membawa berkah dan membawa kita semua menuju kesuksesan salam Sukses selalu

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 56 ribu kali, mendapatkan 749 reaksi, 110 interaksi komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 15 kali.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri informasi tersebut melalui mesin pencarian Google dengan menggunakan kata kunci “bantuan dana Kiai Abdullah”. Hasil penelusuran tidak menemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan adanya dana hibah tersebut.

    Selanjutnya, berdasarkan pengamatan terhadap video yang beredar serta kemiripannya dengan pola hoaks serupa, tim pemeriksa fakta menduga bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Untuk memastikan hal tersebut, dilakukan pengecekan menggunakan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut terindikasi sebagai konten hasil AI dengan probabilitas sebesar 57%.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi tersebut pada sumber kredibel. Selain itu, video yang digunakan dalam unggahan terindikasi sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Dengan demikian, informasi dengan klaim “dana hibah Kiai Abdullah” merupakan konten palsu (Fabricated Content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33459) [SALAH] Undian Berhadiah Bank Papua 2026

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “anda ditandai bamk papua” pada Selasa, (07/04/26) mengunggah informasi [arsip] yang mengklaim adanya program undian berhadiah dari Bank Papua. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    *KHUSUS Nasabah 𝑩𝒂𝒏𝒌 𝑷𝒂𝒑𝒖𝒂  Yang Sudah Aktif 𝑷𝒂𝒑𝒖𝒂 𝑴𝒐𝒃𝒊𝒍𝒆 𝒃𝒚 𝑩𝒂𝒏𝒌 𝑷𝒂𝒑𝒖𝒂*

    Dengan daftar PANEN HADIAH bisa langsung bawah pulang salah satu Hadiah yang kita inginkan

    • 1 Unit Rumah (Hadiah Utama)

    ~ 10 Unit emas

    ~ 10 Paket umrah

    ~ 10 Unit Televisi

    ~ 10 Unit Motor

    ~ 10 Paket wisata Singapura

    ~ 5 Unit mobil Fortuner

    ~ 10 Unit Mobil Brio

    Dan masih banyak lagi keuntungan lain nya, untuk pendaftaran Klik menu { DAFTAR } Yang sudah Tersedia


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri akun yang menyebarkan informasi tersebut dan menemukan bahwa akun Facebook tersebut bukan merupakan akun resmi Bank Papua. Akun resmi milik bank daerah (BUMD) tersebut menggunakan nama “Bank Papua”, memiliki jumlah pengikut yang signifikan, serta memuat informasi jelas terkait lokasi kantor dan layanan resmi.

    Hasil penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa Bank Papua memang menyelenggarakan program undian berhadiah bagi nasabah, sebagaimana diumumkan melalui akun Instagram resminya untuk periode undian April 2026. Namun, hadiah yang ditawarkan dalam program resmi berbeda dengan klaim yang beredar. Tidak terdapat hadiah berupa rumah, emas, paket umrah, maupun paket wisata seperti yang disebutkan dalam unggahan.

    Selain itu, mekanisme mengikuti undian dalam unggahan tersebut juga tidak sesuai. Berdasarkan informasi resmi, partisipasi dalam program undian dilakukan melalui aplikasi Papua Mobile, bukan melalui akun Facebook, tautan eksternal, atau pesan berantai.

    Kesimpulan

    Informasi mengenai undian berhadiah Bank Papua yang beredar melalui akun Facebook tersebut adalah tidak benar. Selain berasal dari akun tidak resmi, hadiah dan mekanisme yang diklaim juga tidak sesuai dengan program resmi. Dengan demikian, informasi mengenai “undian berhadiah bank Papua” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33460) [SALAH] Pigai Klaim Kematian Prajurit TNI di Lebanon Bukan Pelanggaran HAM

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Berita Tegal Terkini” pada Jum’at, (03/04/2026) mengunggah informasi [arsip] yang menyebutkan bahwa peristiwa prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tewas dan terluka akibat serangan Israel di Lebanon merupakan risiko perang, bukan isu HAM. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Natalius Pigai menjelaskan bahwa prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tewas dan terluka akibat serangan Israel di Lebanon merupakan risiko perang, bukan isu HAM.

    Ia menegaskan agar tidak semua peristiwa dikaitkan dengan HAM, serta penting memahami perbedaan antara kewajiban negara dan isu HAM.


    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah memperoleh 844 reaksi, lebih dari 2.100 komentar, dan 116 dibagikan ulang.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran terhadap klaim tersebut dengan memanfaatkan mesin pencari Google serta menelusuri berbagai sumber kredibel. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun bukti yang menunjukkan bahwa Natalius Pigai pernah menyampaikan pernyataan bahwa tewasnya tiga prajurit TNI di Lebanon bukan merupakan isu HAM.

    Penelusuran juga dilakukan pada kanal resmi, termasuk akun Instagram Kementerian HAM dan pemberitaan dari media arus utama. Namun, tidak ada satupun sumber terpercaya yang memuat pernyataan tersebut. Ketiadaan jejak informasi di sumber resmi dan kredibel ini menjadi indikasi kuat bahwa narasi yang beredar merupakan hasil fabrikasi.

    Lebih lanjut, nama Natalius Pigai diketahui kerap dicatut dalam berbagai konten menyesatkan di platform digital. Beberapa di antaranya telah diklarifikasi dalam artikel pemeriksaan fakta sebelumnya oleh TurnBackHoax, pada judul [SALAH] Natalius Pigai: Kasus Penyiraman Air Keras Tidak Ada Sangkut Pautnya dengan Saya tayang, Selasa (31/03/26) yang menunjukkan pola serupa, yakni penyebaran kutipan atau pernyataan palsu yang mengatasnamakan Pigai.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan bukti pernyataan tersebut di sumber resmi maupun media kredibel, sehingga dapat dipastikan narasi yang beredar merupakan hasil fabrikasi yang menyesatkan. Dengan demikian “Pigai klaim kematian prajurit TNI Lebanon Bukan Pelanggaran HAM” merupakan konten palsu (Fabricated Content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33461) [PENIPUAN] Gibran Umumkan Program Dana Hibah dari Arab Saudi

    Sumber: FACEBOOK.COM
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Bantuan pemerintah” pada Senin (6/4/2026) mengunggah video [arsip] yang dengan narasi:

    “Bagi seluruh wilayah Indonesia yang membutuhkan dana bantuan dari saya segera hubungi saya segera terima kasih”

    Per Selasa (14/4/2026) video itu sudah dilihat lebih dari 119 ribu kali, disukai 1.300 kali dibagikan 587 kali dan menuai 95 kali komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Gibran umumkan program dana hibah dari Arab Saudi” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. 


    Selanjutnya TurnBackHoax memasukkan potongan gambar dari video tersebut ke Google Lens. Hasil penelusuran di temukan gambar serupa pada unggahan media sosial Youtube dengan nama pengguna “Gibran Rakabuming” dengan judul video “Harmoni dalam Keberagaman: Selamat Nyepi & Idul Fitri” yang tayang Senin (15/3/2026). Dalam video aslinya, Gibran mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 yang waktunya berdekatan.


    Setelah dicek menggunakan alat pendeteksi AI TruthScan hasilnya diketahui bahwa video itu memiliki probabilitas 92 persen, video itu terdeteksi dihasilkan AI. 


    TurnBackHoax mengakses nomor Whatsapp yang ada di kolom komentar akun Facebook tersebut, nomor mengarahkan untuk mengisi formulir yang meminta pengisian nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif. Ketika diteruskan, pelamar diminta untuk memasukkan kode verifikasi untuk masuk ke akun Telegram.

    Modus penipuan mengatasnamakan Gibran Rakabuming telah banyak beredar di berbagai media sosial, salah satunya sudah dibahas dalam artikel kompas.com “[HOAKS] Gibran Umumkan Program Dana Hibah dari Arab Saudi” yang tayang Rabu (8/4/2026). 

    Kesimpulan

    Faktanya, konteks asli video tersebut adalah Gibran mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 yang waktunya berdekatan. Unggahan berisi “Gibran umumkan program dana hibah dari Arab Saudi” merupakan konten konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan