(GFD-2026-33462) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Lowongan Kerja Freeport Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 14/04/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran lowongan kerja Freeport Indonesia, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 10 April 2026.
Klaim link pendaftaran lowongan kerja Freeport Indonesia berupa tulisan sebagai berikut.
"Lowongan Kerja Terbuka
PT Freeport Indonesia
Terbuka Untuk Lulusan SMA/SMK, D3 & S1
Tersedia Posisi Untuk Semua Jurusan
* Gaji Rp.12.000.000 Hingga Rp.32.000.000
Buruan masukkan lamaran dan daftar sekarang"
Unggahan tersebut disertai dengan menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
"https://daftarsekarang-id.giize.com/?fbclid=IwY2xjawRKlF5leHRuA2FlbQIxMQBicmlkETE5ZjB3RFk0QUhjd1cxcFJtc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHhH3OGf6KM7SS0C_3b2WS9xEKoAL014DA_MwmfK9srvmalWmvPJT1l7V24Do_aem_swW-wzC_LdJ3LHg-28FZxQ"
Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dengan meminta sejumlah identitas pribadi, seperti nama lengkap, provinsi dan identitas pribadi.
Benarkah klaim link pendaftaran lowongan kerja Freeport Indonesia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran lowongan kerja Freeport Indonesia, postingan link pendaftaran lowongan kerja di PT Freeport Indonesia beberapa kali viral di media sosial. Namun PT Freeport Indonesia sendiri menegaskan seluruh informasi terkait lowongan kerja hanya tersedia lewat website resmi mereka.
"Semua lowongan dapat di cross check di website kami https://ptfi.co.id/. Kami tidak memungut biaya apapun dalam proses perekrutan dan seleksi untuk lowongan kerja maupun magang," ujar Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati saat dihubungi Cek Fakta Liputan6.com beberapa waktu lalu.
Selain itu akun resmi PT Freeport Indonesia di Facebook adalah @IDFreeport yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Sehingga akun bernama PT Freeport Indonesia Official merupakan akun palsu.
Biasanya akun palsu ini mengarahkan pengguna untuk mengklik tautan tertentu yang rawan pencurian data dan juga penipuan.
Rujukan
(GFD-2026-33463) [SALAH] Israel Akui Kalah atas Iran, Bakal Ganti Biaya Perang
Sumber: TikTokTanggal publish: 14/04/2026
Berita
Beredar video [arsip] dari akun TikTok “beby.beby323” pada Senin (6/4/2026) yang memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang berpidato.
Unggahan disertai narasi:
“Israel Mengakui Kekalahan Atas Iran dan berjanji tidak akan menjajah Palestina, serta akan mengganti biaya perang Iran.”
Hingga Selasa (14/4/2026), konten itu mendapat lebih dari 2.600-an tanda suka, 200-an interaksi komentar, serta dibagikan ulang hampir 500 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan video serupa dari akun Instagram “officialinewstv” yang tayang pada Juni 2025.
Diketahui, konteks asli dokumentasi adalah momen Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (24/6/2025) mengumumkan bahwa Israel sepakat gencatan senjata dengan Iran. Tidak ditemukan narasi Israel mengaku kalah atas Iran dan akan mengganti biaya perang.
Dilansir dari laporan detik.com, konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan AS-Israel sejak akhir Februari 2026. Hingga saat ini, berdasarkan pemberitaan bbc.com, perundingan damai pada Sabtu (11/4/2026) gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Kesimpulan
Rujukan
(GFD-2026-33464) [SALAH] Video “Astronot Artemis di Permukaan Bulan”
Sumber: TikTokTanggal publish: 14/04/2026
Berita
Beredar video [arsip] dari akun TikTok “angkasa.com26” pada Selasa (7/4/2026), isinya memperlihatkan seorang astronot yang berada di permukaan bulan.
Unggahan disertai narasi:
“artemis menjelajahi bulan”
Hingga Selasa (14/4/2026), konten itu mendapat 30.000 tanda suka, sekitar 6.200-an interaksi komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 14.700-an kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Artemis II menginjakan kaki di bulan”. Hasilnya, ditemukan pemberitaan dari laman fox35orando.com “Why Artemis II astronauts didn't land on the moon”.
Pemberitaan yang tayang pada Selasa (7/4/2026) tersebut menjelaskan bahwa misi Artemis II adalah mengelilingi bulan dan tidak mendarat di sana.
Dari pengamatan TurnBackHoax, terdapat indikasi rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam video unggahan akun TikTok “angkasa.com26”. Hal itu terlihat dari berubahnya bentuk permukaan, serta adanya barang yang langsung jatuh ketika di bulan (seolah terdapat gaya gravitasi).
TurnBackHoax lalu memasukkan video itu ke alat pendeteksi AI, Hive Moderation Diketahui, video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 91,1 persen.
Dilansir dari laman nasa.gov, misi Artemis II dimulai dengan peluncuran roket SLS (Space Launch System) NASA pada 1 April 2026 pukul 18.35 dari Landasan Peluncuran 39B di Kennedy Space Center di Florida.
Kesimpulan
Rujukan
- https://vt.tiktok.com/ZSHHDm9sf/
- https://archive.ph/f0zgs
- https://www.fox35orlando.com/news/why-artemis-ii-astronauts-didnt-land-moon#:~:text=Why%20Artemis%20II%20astronauts%20didn't%20land%20on%20moon,future%20landings%20on%20the%20moon.
- https://ibb.co.com/Lz7QYQ8Z
- https://www.nasa.gov/blogs/missions/2026/04/10/artemis-ii-flight-day-10-crew-sets-for-final-burn-splashdown/
(GFD-2026-33465) Cek Fakta: Hoaks Dirjen Bimas Islam Kemenag Umumkan Hibah dari Arab Saudi untuk 500 Orang
Sumber:Tanggal publish: 14/04/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Abu Rokhmad menyampaikan bantuan dana hibah dari Arab Saudi untuk 500 penerima. Informasi diunggah salah satu akun di Facebook pada 4 April 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Bagi Masyarakat Agama Muslim Yang Belum Menerima Bantuan Dana Hibah Segera Daftar Sekarang Sebelum Terlambat, Karena Bantuan Ini Untuk Periode Tahun 2026 Akan Segera Di Tutup.Terima Kasih.🙏🙏🙏👏👏👏"
Turut menyertakan video berita dari Kompas TV, dengan narasi sebagai berikut:
"Berita viral, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad memberikan klarifikasi dan angkat bicara terkait isu bantuan dana hibah dari Arab Saudi, dalam pernyataannya beliau menyampaikan penjelasan secara terbuka untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat, berikut penjelasan lengkapnya.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Abu Rokhmad Direktur Jenderal Pendidikan Islam ingin menyampaikan bahwa telah tersedia bantuan dana hibah dari pemerintah Arab Saudi untuk umat Islam di Indonesia.
Program ini khusus bagi 500 orang penerima, bagi yang ingin mendapatkan bantuan silakan daftarkan diri anda sekarang"
Terdapat menu kirim pesan dalam postingan.
Lalu benarkah klaim video Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menyampaikan bantuan dana hibah dari Arab Saudi untuk 500 penerima? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menyampaikan bantuan dana hibah dari Arab Saudi untuk 500 penerima. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Kementerian Agama (Kemenag) melalui akun Instagram Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama @bimasislam.
Dalam unggahannya, Ditjen Bimas Islam meminta masyarakat hati-hari terhadap informasi hoaks dan penipuan yang mengatasnamakan pihaknya.
"Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa informasi tentang program bantuan hibah dari Kerajaan Arab Saudi adalah hoaks. Informasi tersebut mencatut nama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag Abu Rokhmad oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Minbi ingetin ya, yuk lebih bijak dalam menerima dan mengolah informasi agar kita tidak mudah terkecoh???," demikian tulis Bimas Islam yang dikutip pada Selasa 14 April 2026.
Penelusuran juga dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.
Hasil analisis Hive Moderation mengungkap bahwa 89,4 persen suara dihasilkan oleh AI. Video mengandung deepfake 3,4 persen.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menyampaikan bantuan dana hibah dari Arab Saudi untuk 500 penerima merupakan hoaks.
.png)
.png)