• (GFD-2020-4594) [SALAH] Indra Sjafri Menjadi Pelatih Baru Juventus

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 10/08/2020

    Berita

    “Confirmed that coach Indra Sjafri from Indonesia will replaced Sarri for the manager of Juventus”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun twitter mengunggah foto mantan pelatih tim Nasional sepak bola Indonesia u-19, Indra Sjafri yang diklaim akan melatih klub sepak bola liga Italia Juventus, menggantikan Maurizio Sarri yang dipecat pada 8 agustus 2020 lalu setelah memimpin Juventus menang 2-1 atas Olympique Lyon dalam laga tunda leg kedua babak 16 besar Liga Champions.

    Si Nyonya Tua memang menang, agregat pun imbang 2-2, tetapi harus tersingkir karena kalah produktivitas gol tandang. .

    Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa Indra Sjafri akan melatih Juventus menggantikan Maurizio Sarri adalah tidak benar. Sebelumnya, netizen di Indonesia turut dihebohkan dengan adanya cuitan dari jurnalis sekaligus pakar transfer pemain dari Italia yang mendunia, yakni Fabrizio Romano.

    “Indra Sjafri to juventus is a done deal, confirmed. He is the first indonesian who will coach in Serie a. Here we go! #Juventus,” tulisnya.

    Namun, ternyata cuitan tersebut merupakan hasil editan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Pelatih berusia 57 tahun tersebut menjelaskan memang pernah mengunjungi Turin dan berfoto di markas Juventus pada akhir 2018 silam.

    “Itu foto saya saat diberikan kesempatan belajar ke Juventus, satu di antara klub Eropa yang pernah menjadi tempat saya untuk belajar dari beberapa klub Eropa yang pernah saya kunjungi,” imbuhnya.

    Teka-teki siapa pelatih baru Juventus akhirnya terjawab setelah Raksasa Serie A tersebut mengumkan secara resmi bahwa Andrea Pirlo akan menjadi pelatih baru tim tersebut.

    Pria kelahiran Fiello yang kini berusia 41 tahun itu memiliki karier legendaris sebagai pesepak bola. Dia telah memenangi segalanya, mulai dari Liga Champions hingga Piala Dunia pada 2006.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Indra Sjafri ditunjuk sebagai pelatih baru Juventus menggantikan Maurizio Sarri adalah tidak benar. Sementara foto yang memperlihatkan Indra Sjafri berada di Juventus adalah ketika dirinya diberikan kesempatan belajar ke Juventus pada akhir 2018 lalu.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4595) [SALAH] “4 Bulan Lalu Dihina Presiden Lebanon, Ternyata Turki yang Kirim Bantuan Pertama Kali!”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/08/2020

    Berita

    Akun Bambang (fb.com/100023302776789) mengunggah gambar sebuah artikel berjudul “4 Bulan Lalu Dihina Presiden Lebanon, Ternyata Turki yang Kirim Bantuan Pertama Kali!” yang dimuat di situs Swarakyat pada 6 Agustus 2020.

    Di artikel tersebut, terdapat klaim sebagai berikut:

    “Baru 4 bulan lalu Presiden Lebanon Michel Aoun menghina Turki, Erdogan, dan Khilafah Utsmani.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa 4 bulan yang lalu Presiden Lebanon Michel Aoun menghina Turki, Erdogan, dan Khilafah Utsmani adalah klaim yang salah.

    Faktanya, pelaku penghinaan terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bukanlah Presiden Lebanon, melainkan pembawa acara televisi Lebanon, Neshan Der Haroutiounian yang akan diadili pada Oktober mendatang setelah diduga menghina Erdogan dalam sebuah siaran langsung televisi.

    Berdasarkan penelusuran Tempo, tidak ditemukan pemberitaan bahwa Presiden Lebanon Michel Aoun menghina Turki maupun Erdogan sekitar empat bulan yang lalu.

    Pada awal Juni, dalam acara mingguan populernya “Ana Heik” di saluran Al-Jadeed, Neshan menyebut Erdogan sebagai “seorang Ottoman yang ganas”, sebagai tanggapan atas cuitan seorang penonton yang melabeli pembawa acara itu sebagai “pengungsi”. Dia kemudian mengarahkan komentarnya pada “Erdogan, rezim (Turki), Ottoman, dan bangsa Turki”, yang memicu kemarahan pendukung Turki dan memicu tanggapan dari otoritas Turki.

    Kementerian Luar Negeri Lebanon mengatakan, untuk memastikan “semua media Lebanon” menghormati “martabat negara Turki yang diwakili oleh presidennya”, pihak berwenang Turki meminta pemerintah Lebanon untuk menempuh proses hukum terhadap pembawa acara televisi tersebut.

    Selain itu, Kedutaan Besar Turki di Beirut mengeluarkan siaran pers yang mengatakan bahwa pernyataan yang dilontarkan oleh Neshan dan tamunya, politikus Lebanon Wiam Wahab, dalam episode pada 10 Juni itu telah menyinggung Erdogan dan rakyat Turki. Hal ini juga diberitakan oleh Alaraby. Kedutaan Besar Turki di Lebanon telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Lebanon dan meminta mereka mengambil “tindakan yang diperlukan” terhadap acara televisi “Ana Heik” yang disiarkan pada 10 Juni di saluran Al-Jadeed.

    Dalam siaran tersebut, pembawa acara televisi itu, Neshan Der Haroutiounian, mewawancarai mantan Menteri Lingkungan Lebanon Wiam Wahab, dan menurut kantor berita nasional yang dikelola pemerintah Lebanon, keduanya “secara terbuka menyinggung” Erdogan dan rakyat Turki.

    Menanggapi pesan dari seorang penonton yang menuduh pembawa acara itu rasis karena menyebut Erdogan jahat, Neshan menegaskan (dia) “… iblis dan putra dari sejuta orang jahat” sebelum mengklarifikasi bahwa serangannya diarahkan kepada “Erdogan, rezim (Turki), Ottoman, dan bangsa Turki”.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Lebanon Hani Chmeitli menuntut Kementerian Informasi mengambil “langkah-langkah yang diperlukan … mengingat serangan semacam itu akan mengganggu hubungan Lebanon dengan negara-negara asing,” ujar Chmeitli.

    Kesimpulan

    Bukan Presiden Lebanon Michel Aoun, pelaku penghinaan terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan adalah pembawa acara televisi Lebanon, Neshan Der Haroutiounian yang akan diadili pada Oktober mendatang setelah diduga menghina Erdogan dalam sebuah siaran langsung televisi.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4584) [SALAH] Video “Rekaman kamera infrared hantaman rudal tepat sebelum ledakan dahsyat di Beirut, Libanon”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/08/2020

    Berita

    Akun Instagram Teluuur (instagram.com/teluriyun) mengunggah video dengan narasi sebagai berikut:

    “Rekaman kamera infrared menunjukkan adanya hantaman rudal dari langit tepat sebelum ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Libanon. Benarkah zionis Israel pelakunya? Wallahua’lam”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya video rekaman kamera infrared menunjukkan adanya hantaman rudal dari langit tepat sebelum ledakan di Beirut, Libanon adalah klaim yang salah.

    Faktanya, video itu adalah video editan atau suntingan. Video itu adalah gabungan dari dua video yang diambil dari peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, yang kemudian ditempeli gambar rudal dan diberi efek film negatif.

    Dua video yang digabungkan itu sama-sama diambil dari peristiwa ledakan di Beirut pada 4 Agustus 2020. Video pertama pernah ditayangkan oleh CNN Arabic pada 5 Agustus 2020 dengan judul “Lebanon: Sebuah ledakan besar di dekat Pelabuhan Beirut menyebabkan luka-luka, kerusakan parah, dan kekacauan di pusat ibu kota”. Adapun video kedua pernah diunggah oleh kanal YouTube Daesh Hunter pada 6 Agustus 2020 dengan judul “Video close up dari ledakan di Beirut”.

    Baik video yang diunggah CNN Arabic maupun kanal YouTube Daesh Hunter, tidak terlihat adanya sebuah benda yang diklaim sebagai rudal yang menghantam wilayah Beirut dan menyebabkan terjadinya ledakan dahsyat.

    Perbandingan video asli dengan video yang telah diberi efek film negatif pernah diunggah oleh kanal YouTube Totally Epic Wow Craziness pada 6 Agustus 2020. Video itu diberi judul “Perbandingan langsung video berefek film negatif dengan rudal palsu dalam ledakan Beirut Lebanon”.

    Dalam keterangannya, kanal ini menulis, “Anda bisa melihat rudal palsu yang jelas telah ditambahkan ke dalam rekaman. Tidak ada nuklir taktis mini. Tidak ada misil asli. ‘Rudal’ jelas ditambahkan setelahnya. Tidak ada gerakan yang buram, tidak cocok dengan piksel atau fokus aslinya, tidak berputar, dll.”

    Menurut profesor digital forensik dari Universitas California, Berkeley, Hany Farid, yang diwawancarai oleh Lead Stories, video itu jelas palsu. Suntingannya juga terlihat kasar.

    Farid menjelaskan bagaimana video itu diedit. “Jika menonton video itu bingkai demi bingkai, Anda akan melihat beberapa hal yang secara jelas menggambarkan bahwa video itu palsu. Sekitar detik ke-8, misil menghilang dari video, jauh sebelum ledakan. Tidak ada pula gerakan yang kabur pada rudal yang semestinya terlihat mengingat kecepatannya. Selain itu, rudal tersebut tampak identik dalam setiap bingkai di mana rudal itu terlihat. Ini adalah tanda dari manipulasi copy-paste mentah di mana misil itu ditempelkan ke setiap bingkai yang berurutan,” ujar Farid.

    Menurut Associated Press yang mewawancarai Jeffrey Lewis, pakar rudal dari Middlebury Institute of International Studies di Monterey, California menyatakan bahwa ketika bingkai demi bingkai video tersebut diamati, misil itu tampak bengkok di tengah dan memiliki tampilan seperti kartun. Saat misil bergerak mendekati target, ukuran dan sudutnya pun tidak berubah.

    Sementara itu, Pemerintah Lebanon meyakini penyebab ledakan di Beirut adalah gudang di pelabuhan yang terbakar. Gudang itu menyimpan sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di gudang lokasi ledakan besar Beirut. Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Libanon, saat diwawancarai BBC, menyatakan sumber ledakan kemungkinan gudang yang beroperasi di pelabuhan sejak 2014. “Ada laporan kalau pemicunya adalah bahan peledak yang pernah disita aparat hukum beberapa waktu lalu,” kata Mayjen Abbas Ibrahim.

    Amonium nitrat adalah suatu senyawa kimia. Penggunaan amonium nitrat adalah sebagai komponen campuran peledak yang digunakan dalam konstruksi pertambangan, penggalian, dan konstruksi sipil.

    Kesimpulan

    Video editan / suntingan. Video itu adalah gabungan dari dua video yang diambil dari peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, yang kemudian ditempeli gambar rudal dan diberi efek film negatif.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4585) [SALAH] Kutipan oleh Haedar Nashir “Lebih baik kita tidak usah mendapat bantuan apapun dari Pemerintah”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/08/2020

    Berita

    Lebih baik kita tidak usah mendapat bantuan apapun dari Pemerintah daripada setiap lembaga atau AUM yang kita miliki harus membuat Badan Hukum sendiri-sendiri.

    Kita tidak ingin Muhammadiyah bercerai berai karena Badan Hukum Kita lebih tua dari negeri ini

    Kita terbiasa tidak menerima bantuan dari Pemerintah. Kenapa sekarang jadi cengeng karena tidak menerima bantuan? Sudah Miskinkah Kita?

    Hasil Cek Fakta

    Melalui media sosial Facebook, akun @IhsanMaarifLubis membagikan tangkapan layar yang berisi kutipan mengatasnamakan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Dalam narasi yang beredar, diklaim bahwa Haedar Nashir memberikan sebuah kutipan pesan “Lebih baik kita tidak usah mendapat bantuan apapun dari Pemerintah, daripada setiap lembaha atau AUM yang kita miliki harus membuat Badan Hukum sendiri-sendiri”.

    Coba melakukan penelusuran lebih lanjut, pencarian tertuju pada artikel suaramuhammadiyah.id yang berjudul “Cek Fakta Misinformasi dan Disinformasi Tentang Badan Hukum Muhammadiyah”. Suaramuhammadiyah.id sendiri merupakan situs yang Pemimpin Redaksinya diketahui adalah Haedar Nashir

    Melansir dari pemberitaan tersebut, dijelaskan bahwa tulisan atau kutipan yang beredar tidak bisa dipertanggungjawabkan alias kabar palsu. Lebih lanjut dinyatakan bahwa Haedar Nashir tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang tertulis.

    Kesimpulan

    Kutipan tersebut palsu. Dijelaskan bahwa, Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang beredar di media sosial dan pesan berantai. Hal tersebut disampaikan melalui suaramuhammadiyah.id, yang di mana Haedar Nashir sendiri merupakan Pemimpin Redaksi di dalamnya.

    Rujukan