• (GFD-2026-34699) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Kemitraan Aquviva

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “Kemitraan Aquarius” pada Sabtu (9/5/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    Telah Dibuka Peluang usaha Kemitraan  AQUVIVA 💧

    Tampa Modal, potensi keuntungan hingga Rp5–7 juta per bulan.

    ‎Cocok untuk pemula maupun yang sudah punya usaha 🚀

    ‎Jangan sampai ketinggalan!

    Daftarkan Toko Anda Sekarang Juga & mulai usahamu hari ini klik link: https://mydaftar.newinformationhub.com/

    Unggahan tersebut mendapatkan 20-an tanda suka per Selasa (26/5/2026).

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “penipuan kemitraan aquviva” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke unggahan akun Instagram resmi AQUVIVA “aquviva_id” pada Mei 2025. Dalam unggahan tersebut, perusahaan menegaskan bahwa tidak pernah menyelenggarakan program kemitraan dan meminta imbalan dalam bentuk apapun.

    Perusahaan mengimbau bagi masyarakat yang ingin menjadi agen Aquviva bisa menghubungi melalui Wings Customer Care (021-5095-7907) atau melalui akun media sosial resmi, yakni:

    • Instagram, X, TikTok “aquviva_id”

    • Facebook “AQUVIVA”

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran kemitraan Aquviva” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34700) [PENIPUAN] Tautan Rekrutmen Karyawan RSCM

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “Info Loker Indonesia” pada Rabu (20/5/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    Lowongan kerja terbaik RSCM 

     Kualifikasi umum :

    • minimal pendidikan SMK/SMA

    • membuka lowongan 32 posisi dan menerima lowongan kerja 10.000 orang

    • jika di Terima di RSCM dan posis jauh maka yang tanggung keberangkatan ke Jakarta management RSCM 

    Unggahan tersebut mendapatkan 270-an tanda suka per Selasa (26/5/2026).

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “penipuan rekrutmen karyawan rscm” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke unggahan akun Instagram resmi Dr Cipto Mangunkusumo Hospital “rscm.official” pada Maret. Dalam unggahan tersebut, RSCM menegaskan bahwa proses rekrutmen RSCM hanya melalui laman resmi rscm.co.id dan kanal informasi resmi lain sebagai berikut:

    • Instagram “rscm.official”

    • X “rscm_official””

    • YouTube “RSCM

    Sementara itu, dilansir dari laman karier.rscm.co.id, saat ini belum ada pengumuman lowongan pekerjaan yang tersedia.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “rekrutmen karyawan RSCM” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34701) [SALAH] Raja Malaysia Melarang Penggunaan Bahasa Indonesia di Malaysia

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 26/05/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun YouTube “KajianOnline” pada Rabu (20/5/2026) berisi narasi:

    “RAJA MALAYSIA RESMI LARANG BAHASA INDONESIA! TEKEN ATURAN USIR SIAPAPUN YANG TAK PAKAI BAHASA MELAYU”

    Hingga Selasa (26/5/2026) unggahan ini telah mendapatkan 368 tanda suka, menuai 506 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 23 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menyimak video berdurasi 14 menit 25 detik tersebut dari awal hingga akhir. Isi video hanya membahas tentang masyarakat Malaysia yang dinilai mulai jarang menggunakan Bahasa Melayu yang benar sebagai bahasa utama mereka. Tidak ada pemberitaan tentang Bahasa Indonesia dilarang digunakan di Malaysia. 

    Sebelumnya, Raja Malaysia memang pernah menyampaikan pernyataan tegas tentang penggunaan Bahasa Melayu. Pernyataan tersebut berbunyi “Bahasa Melayu harus menjadi bahasa utama karena merupakan bahasa kebangsaan. Kalau ada yang tidak terima Bahasa Melayu, lebih baik jangan duduk (tinggal) di Malaysia”.

    Pernyataan tersebut itu beredar di sosial media, salah satunya diunggah akun Youtube “MalaysiaGazette TV” dalam video berjudul “Kalau Tak Terima Bahasa Melayu Jangan Duduk Malaysia - Sultan Ibrahim” yang tayang Senin (19/1/2026).

    Pernyataan itu disampaikan dalam konteks pembahasan sistem pendidikan di Malaysia. Sultan Ibrahim menegaskan bahwa apabila ada sistem pendidikan baru atau sistem pendidikan lain yang ingin diakui di Malaysia, maka sistem tersebut harus menerima Bahasa Melayu sebagai bahasa utama serta menghormati sejarah negara Malaysia.

    Dengan demikian, Sultan Ibrahim hanya menekankan pentingnya Bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan dan bahasa utama masyarakat Malaysia. Tidak ada pernyataan yang menyinggung pelarangan penggunaan Bahasa Indonesia maupun bahasa lain di Malaysia.

    Kesimpulan

    Raja Malaysia hanya menekankan rakyatnya agar tetap menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa utama, tidak ada pernyataan dari Sultan Ibrahim tentang pelarangan penggunaan Bahasa Indonesia atau bahasa asing lain di Malaysia. Unggahan berisi klaim “Raja Malaysia melarang penggunaan Bahasa Indonesia di Malaysia” adalah konten menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34957) Salah, Video Klaim Rekayasa Produksi Hantavirus Gunakan APD

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook yang mengklaim memperlihatkan di belakang layar produksi Hantavirus dengan tampilan beberapa orang memakai pakaian Alat Pelindung Diri (APD).

    Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Wandi Coll” (arsip) pada Kamis (14/05/2026). Unggahan menampilkan beberapa orang menggunakan APD berwarna putih dan oranye, dan salah satu pengguna APD oranye tengah menyemprotkan cairan kepada salah satu pengguna APD berwarna putih. Adapun latar tempat pengambilan video terlihat seperti di lapangan penerbangan dengan terlihatnya garbarata bertuliskan ‘air rail’.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Yuk kita lihat behind the scene dari ‘Hantavirus’ yang lagi diproduksi pihak si pintu gerbang 😌 Skenario mulai disusun, narasi mulai dimainkan… Kalau kata Baim Wong: ‘Ready… Action!!!’ (Mereka Lupa bilang ke Pilot nya untuk gak bolak balik 😂) Hati-hati ya guys, perhatian kita kayak lagi sengaja dipecah ke banyak peristiwa. Besok-besok tahu-tahu langsung muncul: ‘boom… wajib vaksin.’🤐” Begitu narasi tertulis dalam keterangan unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (25/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 85 likes, 26 komentar, dan 136 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi negatif masyarakat dan dukungan menolak vaksin.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Salah, Video Tikus Terinfeksi Hantavirus Disebar Truk di Jalan

    Periksa Fakta Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada laman YouTube InformativosTvc, yang menyatakan bahwa video tersebut memperlihatkan para penumpang dari kapal pesiar Hondius yang terdampak virus hantavirus berada di Bandara Tenerife Selatan.

    “Para penumpang pertama kapal pesiar Hondius (14 warga Spanyol) saat tiba di landasan pacu Bandara Tenerife Selatan untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Gómez Ulla di Madrid,” begitu dikutip pada YouTube InformatiosTvc.

    Dalam video tersebut menunjukkan prosedur karantina dan evakuasi medis terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak hantavirus di Bandara Tenerife Sur, Spanyol.

    Melansir ABC News, video tersebut juga dinyatakan sebagai proses evakuasi penumpang dari kapal pesiar yang dilanda hantavirus. Para petugas dengan pakaian pelindung menaiki MV Hondius di lepas pantai Tenerife dan memindahkan penumpang ke pesawat terbang.

    Dalam laman ABC, menyatakan bahwa lebih dari 140 orang di atas kapal sedang dalam proses pemulangan, dan pihak berwenang Spanyol mengatakan tidak ada yang menunjukkan gejala virus tersebut.

    “Six passengers are being repatriated to Australia from the Canary Islands after the troubled cruise ship MV Hondius confirmed three deaths from hantavirus and docked in the Spanish archipelago. Hantavirus, spread by rodents, isn't easily transmitted between people, but the Andes strain, detected on the ship, suggests otherwise. Over 140 people onboard the ship are in the process of being repatriated, with Spanish authorities say none are symptomatic of the virus.” Begitu dikutip pada ABC News.

    Dengan demikian, video tersebut bukanlah proses di balik layar produksi hantavirus, melainkan proses evakuasi dan pemindahan penumpang kapal MV Hondivius ke pesawat untuk dipulangkan dan diperiksa lebih lanjut.

    Lebih lanjut, Tirto mencoba mengetikkan kata kunci “Video pemulangan penumpang MV Hondius di Bandara Tenerife Selatan”. Hasil penelusuran mengarah ke laman Instagram @tribuntemanggung yang mengatakan bahwa video tersebut direkam pada 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South.

    “Sebuah video yang disebut direkam sekitar 10 Mei 2026 di Bandara Tenerife South bikin netizen melongo. Dalam rekaman itu terlihat tim hazmat lengkap dengan pakaian pelindung sibuk melakukan evakuasi dan dekontaminasi penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dikaitkan dengan dugaan wabah hantavirus Andes,” demikian dikutip Tribun Temanggung.

    Dalam unggahan video tersebut juga ditemukan video lainnya yang diklaim menyebarkan teori konspirasi yang menunjukkan bahwa hantavirus hanyalah rekayasa.

    Menurut Kompas, video lainnya dalam unggahan tersebut menampilkan seorang pria memakai kaos hitam yang berada di antara petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Klip itu dijadikan bukti bahwa virus tersebut tidak pernah ada, karena pria dalam video tampak baik-baik saja tanpa APD.

    Faktanya, video yang beredar bersumber dari video lama yang direkam saat pandemi Covid-19 merebak. Meski sumber video aslinya telah dihapus, sejumlah situs web pemeriksa fakta telah meluruskan narasinya.

    Melansir laman Knack, berita tersebut memuat wawancara dengan staf medis, perawat, dan dua orang pasien Covid-19. Selain seorang pasien yang ditempatkan pada ventilator, terlihat satu pasien lagi, yakni pria dengan kaus hitam.

    Menurut protokol penanganan Covid-19 di Italia dalam video, apa yang dilakukan dalam video tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Institut Kesehatan Tinggi Italia menjelaskan bahwa pasien yang sedang berada di ruang karantina tidak diwajibkan memakai masker. Sebaliknya, tenaga medis dan orang lain yang mengunjungi pasien di ruang karantina tersebut memang wajib memakai APD lengkap.

    Rumah Sakit San Raffaele, Milan menjelaskan, unit perawatan sub-intensif didedikasikan untuk pasien yang membutuhkan pantauan konstan meski tidak dalam kondisi kritis.

    Dalam rangkuman Tirto, hantavirus menyebabkan penyakit seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Seseorang dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit.

    Adapun penyebaran hantavirus dapat terjadi jika terpapar urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat. Virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran tikus dan hewan pengerat lainnya.

    Penelitian dan dokumentasi medis menunjukkan bahwa infeksi hantavirus berpotensi tinggi terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang telah terinfeksi. Sampai saat ini, penularan hantavirus dari manusia ke manusia hanya ditemukan pada hantavirus Andes. Penularan semacam ini diduga disebabkan oleh kontak dekat dan berkepanjangan.

    Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa proses di belakang layar produksi rekayasa hantavirus menggunakan APD bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video tersebut merupakan proses evakuasi penumpang kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang dilakukan oleh tim medis dan petugas keamanan yang mengenakan pakaian hazmat di landasan pacu Bandara Tenerife Sur, Spanyol.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan