• (GFD-2026-33507) Hoaks! Purbaya salurkan bantuan dana hibah Rp11 miliar pada 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/04/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial TikTok mengeklaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyalurkan bantuan dana hibah sebesar Rp11 miliar kepada masyarakat pada 2026.

    Unggahan tersebut juga disertai narasi ajakan kepada masyarakat untuk segera mendaftar agar mendapatkan bantuan tersebut.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Dana sebesar 11 Miliar siap disalurkan ke masyarakat Indonesia, ayo segera daftar sebelum terlambat”

    Namun, benarkah Purbaya menyatakan hal tersebut?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebutkan adanya penyaluran bantuan dana hibah sebesar Rp11 miliar kepada masyarakat seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.

    Hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector menunjukkan bahwa suara dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).



    Selain itu, Kementerian Keuangan melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) telah memberikan klarifikasi bahwa video tersebut merupakan konten palsu (deepfake) dan bukan pernyataan resmi dari Menteri Keuangan.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Purbaya Yudhi Sadewa menyalurkan bantuan dana hibah sebesar Rp11 miliar kepada masyarakat adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Purbaya salurkan bantuan dana hibah Rp11 miliar pada 2026

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33508) Hoaks! Gus Yahya ajak masyarakat kecam Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/04/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial TikTok mengeklaim bahwa Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), bersama Duta Besar Amerika Serikat mengajak masyarakat Indonesia untuk mengecam tindakan Iran dalam konflik di Timur Tengah.

    Unggahan tersebut juga menyebut bahwa peperangan tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Gus Yahya di damping Dubes AS meminta masyarakat Indonesia untuk mengecam Tindakan Iran stop perperangan karena hal itu jelas melanggar HAM”

    Namun, benarkah Gus Yahya dan Dubes AS mengajak publik Indonesia untuk mengecam Iran?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun laporan dari media kredibel yang menyebutkan adanya ajakan tersebut.

    PBNU justru menekankan pentingnya deeskalasi konflik serta mendorong upaya perdamaian di kawasan.

    Selain itu, gambar dalam unggahan tersebut identik dengan pemberitaan resmi Nahdlatul Ulama berjudul “Temui Dubes AS, Gus Yahya Serukan Dialog AS-Iran Demi Hentikan Perang di Timur Tengah” yang dipublikasikan pada 1 April 2026.

    Dalam konteks aslinya, Gus Yahya mendorong dialog antara Amerika Serikat dan Iran untuk meredakan ketegangan, bukan mengajak masyarakat Indonesia mengecam Iran.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Gus Yahya dan Dubes AS mengajak masyarakat Indonesia mengecam Iran merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Rating: Gus Yahya ajak masyarakat kecam Iran

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33521) Hoaks, Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Berbayar lewat WhatsApp

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial, mengklaim bahwa masyarakat dapat mendaftar sebagai pangkalan atau sub pangkalan LPG resmi dari Pertamina Patra Niaga dengan membayar sejumlah biaya tertentu.



    Klaim tersebut diunggah oleh akun TikTok bernama “pertaminagas3kg_lpg” (arsip) pada Senin, 13 April 2026. Dalam takarir pada unggahan, akun tersebut menjelaskan adanya skema pendaftaran pangkalan dan sub pangkalan LPG dengan biaya tertentu, yakni sebesar Rp220 ribu untuk pangkalan resmi dan Rp178 ribu untuk sub pangkalan, serta menjanjikan fasilitas seperti izin resmi daerah, spanduk, hingga distribusi tabung gas LPG 3 kg dalam jumlah tertentu.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Sudah Termasuk izin Resmi daerah beserta berupa spanduk untuk sub pangkalan kalau untuk pangkalan papan nama pangkalan akan dibawakan sama pihak instruktur pengelolah langsung dipasang depan toko atau gudang rumahan langsung buka agen resmi didaerah,” tulis pengunggah.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Unggahan itu juga menyebut bahwa pendaftar dapat membuka pangkalan di rumah atau toko, bahkan tanpa batasan jumlah pemesanan untuk kategori pangkalan resmi.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah memperoleh 1.466 tanda suka, 498 komentar, dan dibagikan sebanyak 414 kali.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Bocoran Harga dan Cara Beli LPG 3 Kg dari Aturan ESDM yang Baru

    Periksa Fakta Pendaftaran Pangkalan Gas LPG.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengguna. Di bio akun, pengguna mengklaim bahwa akunnya merupakan akun resmi. Pengguna juga mencantumkan nomor WhatsApp pada bio akun untuk menghubungi layanan pendaftaran atau informasi lebih lanjut terkait produk.

    Tirto lantas melakukan penelusuran akun resmi media sosial Pertamina Patra Niaga. Temuan Tirto menunjukkan bahwa akun tersebut bukanlah akun TikTok resmi Pertamina Patra Niaga.

    Diketahui, akun resmi TikTok Pertamina Patra Niaga adalah “pertaminapatraniaga” dan memiliki centang biru yang diverifikasi oleh TikTok.

    Berdasarkan situs resmi Pertamina Patra Niaga, yakni pertaminapatraniaga.com, kontak resmi perusahaan tidak menggunakan nomor WhatsApp pribadi. Layanan pelanggan disediakan melalui kanal resmi berupa Telepon: 135 dan Email: pcc135@pertamina.com.

    Setelah memverifikasi keabsahan akun, selanjutnya Tirto mengecek prosedur pendaftaran pangkalan atau agen LPG. Perlu diketahui, melansir Tirto, pada Februari 2025, pemerintah resmi melarang penjualan gas LPG ke pengecer.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa larangan penjualan LPG 3 kilogram (kg) melalui pengecer yang mulai berlaku 1 Februari 2025 dilakukan karena adanya laporan penyaluran yang kerap tidak tepat sasaran. Penjualan kemudian difokuskan hanya melalui agen resmi PT Pertamina (Persero). Ia juga menyinggung adanya praktik permainan harga LPG di lapangan.

    Mengutip Tirto, untuk menjadi pangkalan LPG 3 kg, masyarakat harus mendaftar melalui agen resmi dengan terlebih dahulu membuat akun pada sistem Online Single Submission (OSS) guna memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB).

    Proses pendaftaran diawali dengan aktivasi akun OSS melalui situs oss.go.id. Calon pendaftar perlu mengisi formulir dengan data diri lengkap, seperti NIK, tanggal lahir, nomor telepon, dan email. Setelah proses pendaftaran dikirim, sistem akan mengirimkan email aktivasi. Pengguna kemudian diminta mengaktifkan akun dan akan menerima kata sandi melalui email yang telah didaftarkan.

    Setelah akun aktif, pendaftar dapat mengajukan Izin Usaha Mikro dan mengurus NIB dengan login ke situs OSS. Selanjutnya, pilih menu “Permohonan” dan klik “IUMK”, lalu lanjutkan ke pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan melengkapi data profil usaha yang diminta.

    Pendaftar wajib mengisi seluruh formulir secara lengkap, termasuk detail usaha, kemudian menyetujui ketentuan yang berlaku. Setelah itu, pilih opsi “Proses NIB dan Izin Usaha”. Sistem akan menampilkan dokumen yang perlu dicetak sebagai syarat untuk mendaftar menjadi pangkalan LPG 3 kg melalui agen resmi.

    Untuk menjadi pangkalan LPG 3 kg, calon pendaftar perlu menyiapkan sejumlah dokumen penting, seperti KTP, NPWP, bukti kepemilikan lahan, serta surat izin usaha. Selain itu, diperlukan pula dokumen legalitas usaha, antara lain Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan perizinan lain yang relevan. Pendaftar juga diwajibkan melampirkan surat referensi bank serta dokumen persetujuan lingkungan.

    Pangkalan LPG 3 kg yang resmi wajib memiliki papan identitas yang menunjukkan statusnya sebagai agen resmi Pertamina. Keberadaan identitas ini penting untuk memberikan transparansi kepada masyarakat sekaligus membedakan pangkalan resmi dari penjual ilegal. Selain itu, operasional pangkalan harus dijalankan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan perusahaan guna menjamin keamanan dan kelancaran distribusi.

    Dengan melengkapi seluruh persyaratan administrasi serta mematuhi prosedur yang berlaku, pangkalan LPG 3 kg dapat berperan dalam memastikan distribusi gas berjalan efektif, merata, dan tepat sasaran.

    Tirto lalu menghubungi pihak Pertamina Patra Niaga melalui pesan WhatsApp. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa informasi yang beredar adalah hoaks.

    Roberth memastikan bahwa LPG 3 kg merupakan produk subsidi pemerintah yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu, sehingga penyalurannya mengacu pada kebijakan pemerintah dan mekanisme subsidi tepat sasaran.

    “LPG 3 kg adalah produk subsidi yang pendistribusiannya diatur oleh pemerintah dengan sistem kuota, sehingga harus dipastikan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak,” ujarnya pada Selasa (14/04/2026).

    Roberth mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap informasi yang menyesatkan dan meminta bayaran mengatasnamakan Pertamina, maupun Pertamina Patra Niaga melalui berbagai platform komunikasi termasuk media sosial yang bisa menyerupai akun resmi ataupun akun palsu seperti contoh tautan akun di atas.

    "Perlu kami tegaskan bahwa pendaftaran menjadi pangkalan LPG 3 kg bersubsidi tidak dipungut biaya alias gratis. Informasi vang mencantumkan biava tertentu tersebut tidak benar dan bukan berasa dari Pertamina maupun Pertamina Patra Niaga, bahkan akun tersebut vaitu akun platform media sosial TikTok @pertaminagas3kg_pg yang memberikan informasi juga merupakan bukan akun resmi yang mencoba menyerupai akun milik perusahaan dan berusaha memberikan informasi yang menyesatkan masyarakat," tandasnya.

    Sekali lagi, Roberth mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial yang mengatasnamakan perusahaan, serta selalu melakukan verifkasi melalui kanal resmi www.pertaminapatraniaga.com, akun sosial media Instagram @pertaminapatraniaga, akun TikTok, atau dapat menghubungi layanan resmi Pertamina Contact Center 135.

    Baca juga:Di Tengah Tantangan, Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim bahwa masyarakat dapat mendaftar sebagai pangkalan atau sub pangkalan LPG resmi dari Pertamina Patra Niaga hanya dengan membayar sejumlah biaya tertentu melalui WhatsApp adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Faktanya, proses pendaftaran pangkalan LPG tidak dilakukan melalui media sosial maupun nomor WhatsApp pribadi, melainkan melalui mekanisme resmi, yakni pendaftaran usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB).

    Dari hasil penelusuran, akun penyebar klaim juga bukan merupakan akun media sosial resmi Pertamina Patra Niaga. Pihak perusahaan pun membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa pendaftaran pangkalan LPG 3 kg tidak dipungut biaya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33522) Keliru, Turki Kirim Ribuan Helikopter untuk Bantu Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa ribuan helikopter yang berasal dari Turki dikirim untuk membantu Iran.



    Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Andi Surii” (arsip) pada Senin (16/03/2026). Dalam unggahan video berdurasi 10 detik tersebut, banyak helikopter yang diterbangkan dan ditambahkan bendera Turki.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Ribuan helikopter Turki sdh berangkat ke Iran, Turki bersama Iran. Semakin memanas Ya Allah. Turki merapat ke Iran,” begitu narasi tertulis dalam video. Pengunggah juga menambahkan keterangan dalam unggahan: “Ribuan helikopter Turki berangkat k iran ,,iran bersama Turki.”

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (14/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2 ribu tanda suka, 110 komentar, 35 kali dibagikan, dan 116 ribu tayangan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada Instagram @palopokaisar dan YouTube “maduratvnet”. Kedua unggahan tersebut menyebarkan video yang sama terkait diberangkatkannya ribuan helikopter Turki untuk membantu Iran.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Lewat Meme dan AI Slop, Iran Bombardir AS di Dunia Maya

    Periksa Fakta Ribuan Helikopter Turki Berangkat ke Iran.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Turki menerbangkan ribuan helikopter untuk membantu Iran.

    Kemudian, Tirto mencoba mengetikkan kata kunci “Turki berangkatkan ribuan helikopter untuk membantu Iran.” Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas yang menyatakan bahwa video yang menampilkan barisan helikopter yang sedang mengudara merupakan peristiwa lama.

    Video asli ditemukan dalam unggahan YouTube Radmir Groham. Video tersebut menampilkan cuplikan yang sama, dengan keterangan pada unggahan yang menyebutkan video itu direkam di Korea Utara pada 11 September 2024.

    Senada dengan hal tersebut, dalam tayangan Yuyongwon TV video tersebut diambil dalam kegiatan latihan Angkatan Udara untuk mempersiapkan parade udara dalam rangka memperingati Hari Angkatan Bersenjata. Namun, hari peringatan parade helikopter tersebut dibatalkan dan dibatasi akibat hujan dan angin kencang.

    Melansir laman Metro TV, Turki pernah mengirimkan bantuan teknologi canggih, termasuk drone Bayraktar Akinci dan helikopter yang dilengkapi kemampuan penglihatan malam (night vision) tipe Cougar, untuk membantu mencari helikopter Presiden Iran, Ebrahim Raisi, yang jatuh di wilayah Azerbaijan Timur pada 19 Mei 2024. Namun, hal tersebut tidak ada kaitannya dengan Turki membantu Iran dalam perang. Helikopter yang dikirimkan pun tidak berjumlah ribuan.

    Dengan demikian, video yang beredar merupakan konten yang dimanipulasi dari video asli dan tidak didasarkan pada fakta ilmiah.

    Baca juga:Kepolisian Turki Tangkap 115 Terduga Militan ISIS Jelang Natal

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Turki menerbangkan ribuan helikopter untuk membantu Iran adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Adapun Turki pernah mengirimkan bantuan helikopter tipe Cougar untuk membantu mencari helikopter Presiden Iran pada 19 Mei 2024 dan tidak ada kaitannya dengan perang.

    Video tersebut merupakan cuplikan latihan Angkatan Udara untuk mempersiapkan parade udara dalam rangka memperingati Hari Angkatan Bersenjata di Korea Utara pada 11 September 2024.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan