• (GFD-2025-28454) [PENIPUAN] Tautan Klaim Token Listrik Gratis Jelang Hari Kemerdekaan

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 15/08/2025

    Berita

    Akun Facebook “news update” pada Senin (4/8/2025) membagikan tautan [arsip] disertai narasi:

    “Halo sobat PLN (Persero) Kabar Gembira Jelang Hari KEMERDEKAAN dari PT. PLN(persero) bagi-bagi token listrik gratis senilai Rp250.000,- Daftar dan segera klaim token gratis dari PLN Mobile Klik link di bio untuk mendaftar dan segera klaim tokennya. qxdaft[dot]it[dot]com/claim-tokensbsidivm ”

    Hingga Jumat (15/8/2025) unggahan tersebut telah disukai oleh 600-an pengguna dan menuai hampir 200 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencari tahu informasi resmi dari promo tersebut dengan mengunjungi Instagram PLN, yakni “pln_id”. Dalam salah satu unggahannya, PLN mengumumkan promo diskon 50% untuk tambah daya dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI. Promo itu dapat diklaim melalui aplikasi PLN Mobile. Tidak ada unggahan resmi terkait pembagian token listrik gratis.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri tautan yang dibagikan akun Facebook “news update”. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi PLN maupun aplikasi PLN Mobile, meski mencatut logo PLN Mobile dalam unggahannya.

    Tautan hanya mengarah ke laman pengisian formulir berupa nama lengkap, alamat domisili, usia, jenis kelamin, dan nomor Telegram aktif. Setelah pendaftaran diteruskan, tautan mengarah pada laman yang meminta kode OTP untuk masuk ke akun Telegram.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “klaim token listrik gratis jelang hari kemerdekaan dari PLN” merupakan konten palsu (fabricated content) untuk modus penipuan.

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2025-28453) [SALAH] Video “Juli 2025 Ada Tsunami di Lampung”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 15/08/2025

    Berita

    Akun Facebook “Mak Aurel Aurel” pada Kamis (3/7/2025) membagikan video [arsip] berisi narasi:
    “Di daerah Lampung. air laut tiba2 naik dan banjir arus kencang sampai semua rumah terbongkar dan hancur dengan tiba2”
    Hingga Jumat (15/8/2025) unggahan tersebut telah disukai oleh hampir 7.000 pengguna dan menuai lebih dari 800 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri potongan gambar dari video tersebut dengan Yandex Image. Hasil penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan bbc.com “Japan earthquake: The path of the tsunami” yang mempublikasi video serupa.

    Dari pemberitaan yang tayang pada Senin (14/3/2011) tersebut, diketahui video yang disebarkan akun Facebook “Mak Aurel Aurel” merupakan potongan dokumentasi tsunami di berbagai lokasi dekat timur laut Jepang pada Maret 2011.

    Video unggahan akun Facebook “Mak Aurel Aurel” adalah versi mirroring (terbalik secara horizontal) dengan durasi yang dipercepat dari video aslinya.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “tsunami di Lampung pada Juli 2025” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2025-28452) [HOAKS] Jet Tempur Thailand Lepaskan Asap Beracun di Wilayah Kamboja

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim menampilkan jet tempur Thailand melepaskan asap beracun ke wilayah Kamboja. 

    Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video itu tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan jet tempur Thailand melepaskan asap beracun ke wilayah Kamboja salah satunya dibagikan akun Facebook ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan beberapa jet tempur mengeluarkan asap berwarna-warni.

    Video diberi keterangan:

    Thailand telah menjatuhkan asap beracun di wilayah Kamboja

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video tersebut dan menelusurinya menggunakan Google Lens. Hasilnya ditemukan artikel bantahan di laman AFP ini.

    Dalam keterangan di artikel, disebutkan bahwa video itu pertama kali diungggah oleh akun TikTok @zainalabidinhassanal.

    Namun, video itu kini telah dihapus, arsipnya bisa dilihat di sini. Video diberi keterangan "#limalangkawi". 

    Saat dikonfirmasi oleh AFP, pemilik akun @zainalabidinhassanal mengatakan bahwa  video tersebut diambil saat acara Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) pada 2023.

    LIMA merupakan sebuah pameran kedirgantaraan dan maritim internasional yang diadakan di Langkawi, Malaysia.

    Acara ini berlangsung di Pusat Pameran Internasional Mahsuri di sebelah Bandara Internasional Langkawi, Malaysia.

    Sehingga, dapat dipastikan video tersebut tidak terkait dengan narasi jet tempur Thailand melepaskan asap beracun ke Kamboja. 

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Unggahan video yang diklaim menampilkan jet tempur Thailand melepaskan asap beracun ke wilayah Kamboja merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Video aslinya merupakan acara pameran kedirgantaraan dan maritim internasional yang diadakan di Langkawi, Malaysia pada 2023. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28451) [KLARIFIKASI] Tidak Benar 3 Orang Tewas dalam Demo Pati 13 Agustus 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Demo besar-besaran berlangsung di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Rabu (13/8/2025). Aksi itu merupakan imbas kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen yang sempat diberlakukan oleh Bupati Pati, Sudewo.

    Meskipun kebijakan itu telah dicabut, massa tetap menuntut Sudewo mundur.

    Ribuan massa memadati Kantor Bupati Pati, hingga terjadi kerusuhan dengan aparat keamanan.

    Di media sosial, tersiar kabar ada tiga orang tewas dalam demo. Dua anak-anak dan satu orang dewasa.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar itu tidak benar atau merupakan informasi keliru yang perlu diluruskan.

    Informasi mengenai tiga orang meninggal dunia dalam demo di Pati pada Rabu (13/8/2025) disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:

    Info saat ni pada demo tadi pagi di PATI, ada 3 orang meninggal dunia, 2 anak kecil, 1 awak media, moga Khusnul khatimah.

    Hasil Cek Fakta

    Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyatakan, tidak ada korban meninggal dari aksi demo menuntut pelengseran Bupati Pati Sudewo.

    Penelusuran di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan, hasilnya tidak ada laporan korban meninggal dunia.

    "Hasilnya tidak ada laporan korban meninggal dunia. Ada 34 orang yang dirawat di RS Soewondo Pati," ucap Artanto, sebagaimana dilansir Antara.

    Berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, sejauh ini tercatat ada 64 korban luka dalam demo tersebut.

    "Dari 64 korban luka tersebut, ada yang dirawat di RSUD RAA Soewondo, Klinik Marga Husada, Klinik Pratama PMI, RS Keluarga Sehat, dan perawatan di tempat," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Lucky Pratugas Nasrimo dikutip dari Antara.

    Ia menambahkan, sebagian besar korban melakukan rawat jalan. Namun ada enam orang yang rawat inap.

    Sebelumnya, sempat ada pernyataan dari anggota DPRD Pati mengenai dua korban meninggal akibat demo. Namun narasi itu dipastikan keliru.

    Ada pula seorang wartawan Tuturpedia.com bernama Lilik Yuliantoro yang dikabarkan tewas. Faktanya, ia mengalami sesak napas dan lemas akibat paparan gas air mata, tetapi Lilik tidak sampai meninggal dunia.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai tiga orang meninggal dunia dalam demo di Pati pada Rabu (13/8/2025) adalah informasi keliru.

    Polisi dan Dinkes Kabupaten Pati memastikan tidak ada laporan korban tewas.

    Korban yang tercatat yakni 64 orang luka, yang dirawat di rumah sakit dan fasilitas kesehatan setempat.

    Rujukan