• (GFD-2025-31350) Keliru, Narasi RI Kucurkan Rp16,7 T Pulihkan Hutan Tropis Brasil

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/12/2025

    Berita

    tirto.id - Bencana ekologis yang melanda berbagai wilayah Sumatra pada akhir November 2025 lalu terus menjadi pembicaraan publik karena menguak kondisi bentang alam wilayah tersebut yang rusak imbas deforestasi.

    ADVERTISEMENT

    Di tengah maraknya isu deforestasi, mencuat narasi di media sosial (medsos) soal wacana pemerintah Indonesia bakal memberikan dana Rp16,7 Triliun kepada negara Brasil untuk memulihkan hutan tropis.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Narasi tersebut tak pelak menimbulkan perdebatan sebab dibingkai bahwa pemerintah lebih mengutamakan pemulihan hutan negara lain ketimbang deforestasi di Indonesia.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Informasi ini misalnya diunggah oleh akun Facebook ‘Ayu Murti’ (arsip) pada 10 Desember 2025.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Prabowo dan Dasco Bahas Laporan Hukum dari Berbagai DaerahPembagian Kerja Prabowo-Gibran Baik, tapi Perlu Naikkan Kinerja

    Unggahan dalam bentuk foto itu menampilkan Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Brasil, Lula da Silva. Dalam foto itu juga disertai keterangan teks berbunyi: BREAKING NEWS RI GELONTORKAN Rp16,7 T untuk PUL!HKAN HUT4N RUS4K DAERAH TROPIS di BRASIL.

    ADVERTISEMENT

    Periksa fakta hoaks narasi Indonesia berikan Rp16,7 T kepada Brasil untuk Pulihkan Hutan Tropis.

    Selain itu, ada keterangan teks dengan isi: hutan kita yang dirusak, yang dipulihkan malah di Brasil. Pengunggah juga menyertakan takarir dengan tulisan: “Mmg tujuan utama hya mengurangi dn mematikan penghidupan rkyatnya sendiri agr manut.”

    Hingga Kamis (18/12/2025), atau sekitar sepekan beredar, unggahan itu mendapatkan lebih dari 19 tanda suka, 33 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak satu kali.

    Baca juga:Prabowo Global, Gibran Lokal: Apa Efeknya ke Elektabilitas?

    Narasi serupa juga dapat ditemukan di unggahan akun Facebook lain, seperti di sini dan sini.

    Lantas, bagaimana fakta sebenarnya? Benarkah Indonesia memberikan dana Rp16,7 Triliun kepada Brasil untuk pemulihan hutan tropis?

    Hasil Cek Fakta

    Pertama-tama Tim Riset Tirto melakukan Google Reverse Image pada gambar unggahan di Facebook yang beredar, dan kami diarahkan pada foto yang ada di situs resmi Presiden RI. Foto tersebut sama persis seperti yang diunggah di Facebook, namun konteks aslinya sama sekali berbeda.

    Dalam laman resmi Presiden RI, foto Prabowo dan Lula berjabat tangan diambil ketika momen pertemuan bilateral antara Indonesia dan Brasil di Istana Merdeka, Jakarta, (23/10/2025).

    Saat itu, Indonesia dan Brasil sepakat membangun kemitraan ekonomi komprehensif untuk memperkuat perdagangan dan investasi. Tidak ada sama sekali informasi terkait pemberian dana Rp16,7 Triliun untuk memulihkan hutan tropis di Brasil dalam pertemuan itu.

    Tirto lantas mencari pemberitaan kredibel media nasional soal klaim itu dengan melakukan pencarian di mesin pencari Google. Alhasil, kami menemukan bahwa klaim Indonesia bakal memberikan dana Rp16,7 Triliun kepada Brasil untuk pemulihan hutan tropis, kemungkinan diambil dari informasi yang dicatut keliru saat perhelatan Konferensi ke-30 Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-bangsa (COP30) di Belem, Brasil.

    Dalam laman resmi Kementerian Kehutanan, pemerintah Indonesia mendukung peluncuran Tropical Forest Forever Facility (TFFF) Country Access Platform, sebuah inisiatif baru yang dirancang mempercepat akses pendanaan jangka panjang terhadap negara-negara pemilik hutan tropis, termasuk Indonesia.

    Platform yang diluncurkan oleh Pemerintah Brasil ini bertujuan membantu negara-negara hutan tropis memenuhi persyaratan teknis dan institusional untuk memperoleh pembiayaan dari mekanisme TFFF. Dukungan tersebut mencakup proses diagnostik cepat, penyediaan bantuan teknis yang terkoordinasi, serta penguatan kerja sama negara-negara berkembang agar dapat saling bertukar pengalaman dan solusi dalam perlindungan hutan.

    Baca juga:Komisi I: Perjanjian Damai Palestina-Israel Harus Lekas Terwujud

    Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Selain berpartisipasi aktif dalam pengembangan platform, Indonesia juga terlibat sebagai anggota Interim Steering Committee yang mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam diplomasi kehutanan global.

    “Platform ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kapasitas negara dalam mengakses pembiayaan jangka panjang, meningkatkan sistem pemantauan hutan, serta memastikan tata kelola keuangan publik yang akuntabel dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat adat dan lokal,” kata Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Haruni Krisnawati.

    Sementara itu, pendanaan senilai US$1 miliar atau sekitar Rp16,7 triliun yang disampaikan pemerintah Indonesia dalam agenda pembukaan Leader’s Summit COP30 di Belem, Brasil, rencananya dikumpulkan melalui nilai ekonomi karbon sebagai solusi. Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam acara Belém Leader Summit, Brasil, Jumat (7/11) waktu setempat.

    Baca juga:Menkeu Sebut Daerah Tetap Nikmati Belanja Pusat Meski TKD Turun

    Dilansir Antara, Hanif menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia menargetkan transaksi senilai Rp16 triliun dari perdagangan karbon dengan mutu tinggi di semua sektor. Namun bakal diprioritaskan pada sektor alam maupun sektor energi dan industri.

    "Terutama di sektor alam, yaitu sektor forestry dan ocean. Kemudian di sektor tech-based dari sektor energi dan industri. Jadi dua sektor itu kita harapkan berkontribusi sampai di angka 90 juta ton CO2 dengan nilai transaksi kami perkirakan sampai Rp16 triliun," kata Hanif.

    Indonesia disebutnya telah mencapai reduksi emisi dengan volume mencapai 1 miliar ton CO₂ ekuivalen dalam kurun 2015–2024 yang telah diverifikasi UNFCCC, badan PBB yang menaungi perundingan iklim global. Indonesia memiliki catatan penurunan emisi sebesar 550 juta ton CO₂ ekuivalen pada 2015–2020, serta hampir 400 juta ton CO₂ ekuivalen pada 2020–2024. Jika ditotal, emisi direduksi mendekati 1 miliar ton CO₂ ekuivalen, yang telah diakui secara internasional.

    Baca juga:Pemerintah Siapkan Sistem Integrasi Pembelian LPG 3 Kg Pakai KTP

    “Angka inilah yang menurut kami alangkah baiknya dipublikasikan di IDX [bursa karbon] untuk ditawarkan, sehingga angka ini yang harus kembali ke hutan dalam bentuk pendanaan TFFF, ini salah satu usulan dari kami,” kata Hanif.

    Dengan begitu, Indonesia sebetulnya berjanji berkomitmen mengumpulkan dana sebesar Rp16,7 Triliun untuk dialokasikan ke dalam mekanisme TFFF. Angka itu diproyeksi didapat dari kredit karbon yang diungkap ketika perhelatan COP30 di Brasil, November 2025.

    TFFF memang diusulkan Brasil sebagai tuan rumah COP30. Tapi mengartikan bahwa target alokasi dana TFFF akan dipakai langsung oleh Brasil adalah keliru. TFFF adalah platform yang diisi oleh berbagai negara untuk pendanaan jangka panjang terhadap negara-negara pemilik hutan tropis, termasuk Indonesia.

    Kesimpulan

    false & misleading

    Foto yang ditampilkan dalam unggahan Facebook tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan klaim yang dibagikan. Tirto menduga narasi ini terbangun karena kekeliruan dalam mencatut informasi dalam Konferensi ke-30 Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-bangsa (COP30) di Belem, Brasil.

    =========

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-31096) [SALAH] Anies Baswedan Sumbang Dana 300 T untuk Bencana Sumatera

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 24/12/2025

    Berita

    Akun Tiktok “Code_930” pada Kamis (4/12/2025) mengunggah video [arsip] disertai narasi : 

    “Anis sumbang dana 300 T diam-diam”

    Hingga Rabu (24/12/2025) video tersebut telah dilihat lebih dari 1,9 juta kali, disukai 14 ribuan, dan menuai 28 ribuan komentar.  

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukan kata kunci "donasi Anies untuk banjir Sumatera 300 T" ke mesin pencarian Google. Namun tidak ditemukan informasi yang membenarkan klaim. 

    Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan tribunnews.com berjudul "Anies Bergerak Bantu Korban Banjir Sumatera, Donasi Terkumpul 1,8 Miliar dan Langsung Disalurkan" yang diunggah pada Minggu (7/12/2025).

    Dilansir dari Tribunnews.com, Anies berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1,8 miliar, yang langsung disalurkan kepada warga terdampak melalui Humanies Project. Selain itu, tiga truk bantuan telah diberangkatkan ke wilayah terdampak bencana untuk mempercepat distribusi bantuan.

    Kesimpulan

    Faktanya, Anies Baswedan melalui Humanies Project menggalang donasi sekitar Rp1,8 miliar untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatera. Unggahan dengan narasi “Anies Baswedan sumbang sana 300 T untuk bencana Sumatera” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31097) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran "Beasiswa Garuda"

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 24/12/2025

    Berita

    Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “beasiswagaruda” pada Senin (15/12/2025) berisi narasi:

    PROGRAM BEASISWA GARUDA PRABOWO

    Beasiswa Pendidikan Nasional untuk Generasi Unggul Indonesia

    Deskripsi Program

    Beasiswa Garuda Prabowo adalah program bantuan pendidikan yang bertujuan membantu pelajar dan mahasiswa agar dapat fokus belajar tanpa terbebani masalah biaya pendidikan.

    TUNJANGAN YANG DITERIMA

    1. Tunjangan Pendidikan

    SMA/SMK: Rp3.000.000 - Rp5.000000 Mahasiswa D3, D4, dan S1/semester

    2. Uang Saku Bulanan

    SMA/SMK: Rp750.000 / bulan

    Mahasiswa: Rp1.000.000-p1.5000 / bulan

    Dari pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), terdapat tautan pendaftaran di bio akun.

    Hingga Rabu (24/12/2025), konten tersebut telah mendapat 1.241 tanda suka, menuai 68 interaksi komentar, serta dibagikan ulang sekitar 1.422 kali. 

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax memasukkan kata kunci “pendaftaran Beasiswa Garuda Prabowo” ke mesin pencarian Google. Hasil teratas mengarah ke laman resmi Beasiswa Garuda beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id. Diketahui, pendaftaran beasiswa untuk tahun 2025 sudah ditutup.

    TurnBackHoax kemudian mengakses tautan di bio akun TikTok “beasiswagaruda”. Diketahui, tautan mengarah ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa nama, asal provinsi, hingga nomor Telegram.

    Dari pengamatan TurnBackHoax, terdapat indikasi rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam foto unggahan akun TikTok “beasiswagaruda”. Hal itu terlihat dari kesalahan penulisan “biava” dan “pendikan”, serta tulisan yang tidak seragam.

    TurnBackHoax lalu memasukkan foto itu ke alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, foto tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.

    Kesimpulan

    Faktanya, pendaftaran Beasiswa Garuda tahun 2025 sudah ditutup. Jadi, unggahan berisi tautan “pendaftaran Beasiswa Garuda” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31098) Cek Fakta: Tidak Benar Link Ini Pendaftaran Internet Rakyat Gratis 25 GB

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/12/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan klaim link pendaftaran Internet Rakyat gratis hingga 25 GB. Postingan tersebut beredar di salah satu akun Facebook pada 18 Desember 2025.
    Berikut isi unggahannya:
    "Tetap Online Tanpa Beban Biaya
    Melalui program Internet Rakyat Gratis, masyarakat bisa menikmati internet gratis hingga 25 GB. Fokus pada pemerataan akses digital agar semua bisa terhubung dan produktif."
    Postingan menyertakan poster yang berisi tulisan sebagai berikut:
    "INTERNET RAKYAT KECEPATAN 100 MBPS RESMI RILIS!
    DAFTAR SEKARANG DAN AMANKAN KUOTA INTERNET GRATIS 3 BULAN"
    Postingan disertai menu pendaftaran, jika diklik akan muncul link berikut:
    "https://internet.rakyat-gratis.my.id/?fbclid=IwY2xjawO3TL5leHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFoWEJtczZKa0lsWUphMWlzc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHo1td114_tdxl11UbooUWz03lTV2eb5GJ1m5qrh45p-GsUmoPDKTlsp2iP2c_aem_nRlhSxXW4t1OlaXRk6AV_g"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta identitas pribadi seperti nama dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran Internet Rakyat gratis hingga 25 GB? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran Internet Rakyat gratis hingga 25 GB. Penelusuran mengarah pada artikel Liputan6.com berjudul "Cara Daftar Internet Rakyat, Akses Internet 5G Unlimited Rp 100 Ribu per Bulan" yang tayang pada 25 November 2025.
    Dalam artikel ini dijelaskan mengenai cara mendaftar Internet Rakyat. Begini langkahnya:
    1. Kunjungi situs
    Calon pengguna harus mengakses situs resmi internet rakyat melalui internetrakyat.id atau internetrakyat.id/register. Pada halaman ini akan ditampilkan bagian kolom formulir data yang wajib diisi
    2. Isi data diri
    Calon pengguna harus memasukkan data seperti nama lengkap dan alamat email aktif.
    3. Isi nomor telepon
    Lalu akan diminta untuk mengisi nomor telepon aktif. Calon pengguna harus menge-klik bagian kirim OTP dan sistem akan mengirimkan mengirimkan kode OTP melalui WhatsApp.
    Setelahnya, akan mendapatkan 6 digit kode, pengguna calon harus memasukkan kembali kode ke dalam kolom OTP .
    4. Isi lokasi tempat tinggal
    Selanjutnya akan diminta untuk mengisi alamat lengkap tempat tinggal mulai dari provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, kelurahan, kode pos, hingga titik lokasi yang ditandai melalui peta digital.
    5. Kirim data
    Setelah semua data terisi, calon pengguna harus memasukkan kolom persetujuan syarat dan kebijakan yang berlaku, lalu klik Registrasi
    Calon pengguna perlu menunggu konfirmasi pesan melalui email atau nomor telepon yang sudah didaftarkan

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran Internet Rakyat gratis hingga 25 GB, tidak benar.