• (GFD-2026-32237) Hoaks Ahok Bagikan Tunjangan Bantuan Modal Usaha

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/02/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video di media sosial kembali memunculkan klaim mengenai adanya program bantuan modal usaha yang dikaitkan dengan tokoh publik. Kali ini, nama Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok dicatut dalam sebuah video yang diklaim berisi informasi penyaluran tunjangan bantuan untuk masyarakat.

    ADVERTISEMENT

    Video tersebut menampilkan sosok yang menyerupai Ahok sedang menyampaikan informasi terkait bantuan modal usaha. Dalam tayangan itu, terlihat Ahok mengenakan baju berwarna hijau tua dengan latar belakang yang menyerupai area taman.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan ini dibagikan oleh akun Facebook @Ir. basuki tjahaja purnama MM (arsip) pada Senin (26/01/2026). Hingga Jumat (06/02/2026), video tersebut telah ditonton 203 kali dan mendapatkan 15 tanda reaksi serta 35 komentar.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video, terdapat narasi yang mengklaim bahwa akun pengunggah merupakan akun resmi dan informasi yang disampaikan adalah bagian dari program bantuan yang sah.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Kasus Korupsi Pertamina Dikaitkan dengan Ahok, Ini Respons PDIPAhok Sekarang di Partai Apa dan Dukung Siapa untuk Pilpres 2024?

    “Salam sehat semuanya, perkenalkan saya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di sini saya menyalurkan tunjangan bantuan untuk modal usaha khususnya untuk masyarakat yang membutuhkan. Bagi yang belum pernah dapat bantuan, silahkan mendaftar atau langsung menghubungi Whatsapp saya. Semoga dengan bantuan ini, bisa menciptakan lapangan kerja. Untuk kalian yang membutuhkan modal usaha, bukan suatu kebetulan kalian menemukan video ini. Kamu merupakah salah satu yang terbaca dalam sistem algoritma Facebook saya dan berhak menerima bantuan ini," ucap Ahok dalam video tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Ahok Bagi-bagi bantuan usaha.

    Selain itu, dalam keterangan video, pengunggah juga menyertakan sebuah tautan yang diklaim mengarah ke nomor WhatsApp pribadi Ahok.

    “Yang mau proses cepat langsung klik link whatsapp di bawah ini.”

    Baca juga:Jalan Rusak Matraman Makan Korban, Seorang Pelajar Meninggal

    Lantas, benarkah Ahok menyalurkan bantuan modal usaha dalam programnya?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Periksa Fakta Tirto memulai penelusuran dengan melakukan pencarian melalui mesin pencari terkait klaim adanya program tunjangan bantuan modal usaha yang disebut-sebut digagas oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Penelusuran dilakukan dengan kata kunci yang relevan, termasuk nama Ahok dan frasa bantuan modal usaha.

    Hasilnya, tidak ditemukan satu pun informasi dari sumber resmi, media kredibel, maupun kanal resmi Ahok yang membenarkan adanya program bantuan modal usaha seperti yang diklaim dalam video tersebut.

    Selanjutnya, kami menonton video yang beredar secara saksama. Dari pengamatan visual dan audio, ditemukan kejanggalan pada gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah sosok yang menyerupai Ahok. Ciri-ciri tersebut kerap muncul pada video hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya pada konten deepfake.

    Untuk memastikan hal tersebut, video kemudian diperiksa menggunakan alat pendeteksi AI pada video. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa video secara visual tidak terdeteksi sebagai hasil rekayasa AI. Namun, hasil ini belum cukup untuk memastikan keaslian keseluruhan konten, karena manipulasi dapat terjadi hanya pada salah satu elemen, seperti audio.

    Oleh karena itu, kami memisahkan audio dari video dan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap suara yang terdengar dalam tayangan tersebut. Pengecekan audio kemudian dilakukan dengan pendeteksi AI, Undetectable AI. Hasilnya, audio yang ada dalam video tersebut terbukti sebagai AI dengan kemungkinan keaslian suara hanya 1 persen.

    Temuan ini mengindikasikan bahwa suara yang terdengar bukanlah suara asli Ahok, melainkan hasil manipulasi atau rekayasa teknologi AI. Dengan demikian, narasi yang disampaikan dalam video tidak dapat dianggap sebagai pernyataan langsung dari Ahok.

    Baca juga:Pemeriksaan Ahli Jadi Penentu Nasib Pandji di Kasus Mens Rea

    Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Google Lens untuk menelusuri kemungkinan sumber visual video tersebut. Dari hasil pencarian gambar serupa, tidak ditemukan video lain yang identik dengan konten yang beredar. Namun, ditemukan sebuah foto lama Ahok yang memiliki kemiripan kuat dengan sosok dalam video tersebut, yang diduga menjadi sumber utama pengeditan.

    Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, foto tersebut pernah dimuat dalam pemberitaan Dreamers.id pada 6 Juni 2017, foto tersebut berasal dari akun Instagram @basuki_btp_lovers, sayangnya akun instagram pengunggah foto tersebut sudah tidak ada. Foto tersebut diambil saat Ahok berada di Rumah Tahanan Mako Brimob.

    Dalam foto tersebut, Ahok mengenakan pakaian berwarna serupa, lengkap dengan kacamata, jam tangan, serta gaya rambut yang identik dengan sosok dalam video hoaks. Kemiripan ini memperkuat dugaan bahwa video yang beredar merupakan hasil manipulasi dari foto statis yang dianimasikan dan dipadukan dengan audio buatan AI.

    Baca juga:Prediksi Cuaca BMKG 9 Februari: Jakbar hingga Jateng Hujan Lebat

    Lebih lanjut, kami menelusuri akun yang membagikan unggahan tersebut yang diklaim sebagai akun resmi Ahok. Faktanya, akun resmi Ahok di Facebook adalah @Basuki Tjahaja Purnama dan sudah mendapatkan tanda verifikasi dari Facebook. Sementara itu, akun pengunggah video tidak memiliki tanda verifikasi dan menggunakan nama yang menyerupai akun resmi.

    Hal ini menunjukkan bahwa akun tersebut bukan akun resmi milik Ahok, melainkan akun tiruan yang sengaja dibuat untuk menyesatkan pengguna media sosial.

    Selain itu, dalam keterangan unggahan, pemilik akun juga membagikan tautan yang mengarah ke nomor Whatsapp https://wa.me/6282144391590. Nomor tersebut terdaftar sebagai akun WhatsApp Business dan menggunakan foto profil Ahok.

    Baca juga:PBB Terancam Bangkrut, Multilateralisme Kian Ditinggalkan?

    Pola pengalihan ke pendaftaran bantuan sosial melalui WhatsApp atau Telegram merupakan modus yang sering digunakan dalam penipuan daring. Dalam praktiknya, pelaku biasanya meminta data pribadi atau informasi keuangan korban. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada dan tidak memberikan data sensitif kepada pihak yang tidak jelas kredibilitasnya.

    Kesimpulan

    Hingga penelusuran ini dilakukan, tidak ditemukan bukti yang memverifikasi klaim bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membagikan bantuan modal usaha melalui media sosial. Video yang beredar diketahui menggunakan audio buatan kecerdasan buatan (AI) dan disebarkan oleh akun yang tidak terverifikasi.

    Dengan demikian, klaim Ahok membagikan bantuan modal usaha tersebut merupakan informasi hasil video yang dimanipulasi (altered video) yang bersifat tidak benar dan menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32238) [SALAH] AS Keluar dari NATO, Trump Pilih Indonesia dan Rusia Bentuk Aliansi Baru

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/02/2026

    Berita

    Pada Sabtu (31/1/2026), beredar foto [arsip] di Halaman Facebook “Bima Silhoute” berisi narasi:

    “Amerika Resmi Mengumumkan Keluar dari NATO,

    Trump Pilih Indonesia dan Rusia Bentuk Aliansi Baru”.

    Per Senin (9/2/2026), unggahan telah ditonton 1.600-an kali, dibagikan ulang 51-an kali, menuai sekitar 195 komentar, dan disukai lebih dari 903 akun.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Amerika resmi mengumumkan keluar dari NATO, Trump pilih Indonesia dan Rusia bentuk aliansi baru” ke mesin pencarian Google. Penelusuran mengarah ke artikel di laman resmi whitehouse.gov berjudul “Fact Sheet: President Donal J. Trump Withdraws the United States from International Organizazions that Are Contrary to the Interests of the United States” yang dimuat Rabu (7/1/2026).

    Artikel tersebut menerangkan bahwa AS secara resmi menarik diri dari 66 Organisasi Internasional, terdiri dari 35 organisasi non-PBB dan 31 badan PBB.

    Penelusuran berlanjut dengan memasukkan kata kunci “Daftar Organisasi Internasional yang ditinggalkan Amerika”. Penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan cnnindonesia.com “Daftar 66 Organisasi yang Ditinggalkan Amerika Serikat” yang tayang Kamis (8/1/2025). Dalam berita tersebut, NATO tidak termasuk dalam daftar Organisasi Internasional yang ditinggalkan AS.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “AS keluar dari NATO, Trump pilih Indonesia dan Rusia bentuk aliansi baru”.

    Kesimpulan

    Faktanya, AS masih menjadi anggota penuh NATO dan tidak sedang membentuk aliansi baru dengan Indonesia dan Rusia. Jadi, unggahan berisi klaim “AS keluar dari NATO, Trump pilih Indonesia dan Rusia bentuk aliansi baru” itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32239) Cek Fakta: Video Banjir Karanganyar Demak Hari Ini

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/02/2026

    Berita



    Murianews, Kudus – Beredar video yang menggambarkan Jalan Pantura Demak-Kudus tepatnya di wilayah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah dilanda banjir bandang. Eits, jangan ketipu dulu, setelah dicek faktanya, video tersebut hoaks ya.



    Video itu salah satunya diunggah akun TikTok bernama @vin4vir4 pada 8 Februari 2026. Dalam video tersebut, pemilik akun menyematkan narasi begini.



    ”Pantura Kudus - Demak



    HARI INI”



    Tampak dalam video tersebut kawasan pertigaan Pasar Karanganyar, Demak diterjang banjir cukup deras. Terlihat beberapa anak bermain arus banjir tersebut dan juga warga yang mencoba menerjang derasnya arus.



    Sejak diunggah, video tersebut sudah mendapatkan 46 komentar, 211 tanda suka, dan 116 kali dibagikan.



    Tangkap layar unggahan video banjir Karanganyar Demak. (Murianews/TikTok)



    Setelah ditelusuri, klip tersebut merupakan video lama. Peristiwa bencana banjir di wilayah Karanganyar, Demak sendiri terjadi 8 Februari 2024 lalu.



    Untuk penelusuran selengkapnya dapat disimak di halaman berikut.



    Penelusuran…

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri video tersebut menggunakan fitur temukan yang serupa dalam platform TikTok. Fitur ini untuk menemukan video yang serupa dengan unggahan yang ada.



    Setelah ditelusuri, terdapat beberapa video yang identik dengan klip tersebut. Salah satunya dari akun @didikmobil yang diunggah pada 8 Februari 2024 lalu.



    Beritakan Murianews.com, banjir yang terjadi 8 Februari 2024 itu berdampak pada arus lalu lintas di Jalur Pantura, khususnya di Jalan Kudus-Demak. Sejumlah kendaraan tak bisa melintas karena banjir.



    Diketahui, banjir tersebut terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan di wilayah Kecamatan Karanganyar, dekat Jembatan Tanggulangin yang menjadi batas wilayah Kudus dengan Demak. Ini tautan berita selengkapnya.



    Sementara itu, Sekretaris BPBD Kudus, Syarif Hidayat menyatakan klip yang tersebut merupakan video lama, saat tanggul Sungai Wulan jebol, 8 Februari 2024 lalu. Ia menegaskan, kondisi tanggul Sungai Wulan saat ini aman.



    ”Saat ini kondisinya aman,” jelas Syarif.



    Berdasarkan pemeriksaan Tim Cek Fakta Murianews.com di lokasi yang dimaksud dalam video, 8 Februari 2026, saat ini wilayah Kecamatan Karanganyar Demak tidak mengalami banjir.



    Kondisi tanggul Sungai Wulan di dekat Jembatan Tanggulangin juga dalam kondisi baik-baik saja, meski terdapat beberapa alat berat.



    Kondisi tanggul Sungai Wulan Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (9/2/2026). (Murianews/Wiwid Widia Yulhendrik)



    Di kolom komentar, pemilik akun juga mengakui klip yang diunggah merupakan video yang terjadi dua tahun lalu.



    Bila dicermati lagi, pemilik akun juga menyematkan tanggal kejadian peristiwa tersebut, meski ia mengunggahnya pada 8 Februari 2026 dengan narasi Hari Ini.



    Kesimpulan…

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, video yang menggambarkan Jalan Pantura Kudus-Demak banjir pada Hari Ini, 8 Februari 2026 merupakan misinformasi.



    Video tersebut merupakan peristiwa dua tahun lalu, 8 Februari 2024 yang kemudian kembali diunggah 8 Februari 2026.



    Pengunggahan ulang video tersebut dengan narasi ”Hari Ini” telah menimbulkan keruhnya informasi meski pemilik akun tak bermaksud membuat kegaduhan.



    Cek Fakta: Video Demak Banjir. (Dok. Murianews)



    Reporter: Wiwid Widia YulhendrikEditor: Zulkifli Fahmi
  • (GFD-2026-32240) Cek Fakta: Hoaks Artikel Masyarakat Solo Berdemonstrasi Menolak Jokowi Sebagai Raja

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel masyarakat Solo berdemonstrasi menolak Jokowi sebagai raja. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 3 Februari 2026.
    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari CNN Indonesia berjudul:
    "Masyarakat Solo Demontrasi Bahwa Raja Mereka Adalah Gusti Purboyo Bukan JOKOWI. Jokowi Bukan Keturunan Darah Biru Imbau Masyarakat Solo.."
    Lalu benarkah postingan artikel masyarakat Solo berdemonstrasi menolak Jokowi sebagai raja?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya ada artikel yang identik dengan postingan.
    Artikel itu diunggah CNNIndonesia.com pada 22 Agustus 2024 dengan foto yang sama dengan postingan. Namun dalam artikel asli berjudul:
    "Demo Darurat Indonesia di Solo, Massa Saling Dorong dengan Polisi"
    Artikel asli membahas demonstrasi mahasiswa dan massa di Solo untuk memprotes DPR yang ingin mengesahkan revisi UU Pilkada. Aksi tersebut dilakukan di Balai Kota Solo Kamis, (22/8/2024).
    Selain itu di dalam kolom pencarian laman CNNIndonesia.com juga tidak ditemukan artikel yang sama dengan postingan.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan artikel masyarakat Solo berdemonstrasi menolak Jokowi sebagai raja adalah tidak benar. Faktanya judul dalam artikel merupakan hasil suntingan.

    Rujukan