• (GFD-2025-31239) [SALAH] Natal Bersama di Masjid Istiqlal

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 30/12/2025

    Berita

    Pada Sabtu (27/12/2025), beredar sebuah video (arsip cadangan) di Facebook oleh akun “DoNi DoNi” (fb.me/doni.doni.798461) dengan narasi: 

    “Natal brsm di mesjid istiqlal. Benar2 kelewatan pemerintah prabowo dan oknum PBNO  sayap *JIL* 《jaringan islam liberal》yg melahirkan *JIN* 《jaringan islam nusantara》pluralisme berfaham semua agama sama dr allah konspirasi jahat dgn kristen utk menista merendahkan islam kufurkan sirikkan muslim secara sistimatis  mbsngun negara liberal sekuler
    *jelas toleransi dlm islam*= QS Al Kafirun : 1-6 = •••aku 《muslim》tdk mexembah apa yg kamu 《kafir》sembah + kamu tdk pernah mjd pexembah apa aku sembah + utkmu agamamu utkku agamaku• *knp menag* paksakan muslim utk natal brsm/ibadah brsm umkris *ganas dimesjid*  paksakan muslim akui nabi ISA/YESUS sbg allah & QS Albakarah: 256 = tdk ada paksaan dlm memeluk agama islam > *knp muslim dipaksa SIRIK kafir*” 

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah mendapatkan 152 reaksi, ditonton 2 ribu kali, mendapatkan 122 komentar, dan dibagikan 43 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa video yang disebarkan dengan cara dijeda (pause) untuk diambil tangkapan layar (screenshot) kemudian digunakan untuk pencarian gambar menggunakan Google Image, hasilnya didapatkan beberapa unggahan dari sumber otoritatif dengan konteks yang benar. 

    Salah satu unggahan tersebut adalah unggahan oleh akun “NTV News” (@ntvnews.id) pada 1 September 2024 yang menginformasikan bahwa kegiatan yang didokumentasikan di video adalah acara Dzikir Nasional Doa Bersama dan Pengajian Anti Gempa Manaqib Syeikh Abdul Qosir Al Jailani OS (Abah Aos) yang diselenggarakan pada 31 Agustus 2024. 

    Selain itu, ditemukan juga artikel klarifikasi oleh Republika yang berisi penjelasan mengenai viralnya video yang disebarkan di media sosial pada tahun 2024 lalu dan artikel periksa fakta oleh Liputan 6 yang mengklarifikasi informasi salah yang menyebutkan kegiatan tersebut adalah untuk persiapan menyambut kunjungan Paus Fransiskus.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang dibagikan adalah rekaman acara Dzikir Nasional Doa Bersama dan Pengajian Anti Gempa Manaqib Syeikh Abdul Qosir Al Jailani OS (Abah Aos) pada tahun 2024 lalu. Unggahan yang berisi video dengan klaim Natal bersama di Masjid Istiqlal merupakan kategori konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31240) [SALAH] Puan Maharani Usulkan Kenaikan Pajak Demi Bantuan Korban Banjir

    Sumber: Mixed
    Tanggal publish: 30/12/2025

    Berita

    Akun Threads “brian.setiawan.5648” pada Minggu (28/11/2025) membagikan foto [arsip] dengan narasi:

    “Puan Usulkan Kenaikan Pajak Demi Bantuan Korban Banjir,

    Purbaya:Jangan hubungkan kenaikan pajak Demi Alasan bantuan Jang4n jadikan Rakyat Kembali Berkorban

    hebatnya birokrasi Pejabat & Dewan berat membantu rakyat yg kena musibah bencana alam Indonesia”

    Unggahan disertai takarir:

    “Sdh terlalu byk alasan & modus yg bikin rakyat Indonesia tambah sengsara”

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan juga unggahan serupa di akun Facebook “Nur Jannah”.

    Per Selasa (30/12/2025), konten tersebut telah mendapat lebih dari 4.000-an tanda suka, menuai 1.100-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 211 kali oleh pengguna Threads lainnya.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Puan Maharani usulkan kenaikan pajak demi bantuan korban banjir” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan yang tidak saling berkaitan, antara lain:

    • Berita kompas.tv “Puan Maharani Minta Pemberian Bantuan Lewat Udara untuk Korban Banjir Sumatra Dievaluasi”, tayang Kamis (4/12/2025). Berita ini melaporkan bahwa Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti pemberian bantuan melalui udara untuk korban terdampak banjir dan longsor yang tidak efektif dan kurang baik. Ia menekankan agar pola pemberian itu dapat segera dievaluasi.

    • Berita detik.com “Sampaikan Duka Cita, Puan Harap Korban Banjir-Longsor Sumut Dapat Bantuan”, tayang Rabu (26/11/2025). Berita ini melaporkan bahwa Puan Maharani mendorong pemerintah untuk menyiapkan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumatra dalam waktu dekat.

    • Berita tempo.co “Puan Ingin Pemerintah Pertimbangkan Ulang PPN 12 Persen: Dengarkan Aspirasi Masyarakat”, tayang Jumat (5/12/2025). Berita ini melaporkan bahwa Puan Maharani berharap pemerintah bisa  mendengarkan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan ulang rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Puan Maharani usulkan kenaikan pajak demi bantuan korban banjir”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan foto berisi klaim “Puan Maharani usulkan kenaikan pajak demi bantuan korban banjir” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31241) CEK FAKTA: Benarkah Panglima TNI Agus Subianto Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Papua Barat?

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/12/2025

    Berita

    Sebuah video berdurasi 26 detik beredar luas di media sosial Facebook. Video tersebut menarasikan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subianto mengucapkan selamat memperingati “hari lahir” sekaligus “hari kemerdekaan” West Papua pada 1 Desember 2025.

    Dalam video itu, terdengar suara yang diklaim sebagai Panglima TNI dengan narasi sebagai berikut:

    “Saya sebagai Panglima TNI Agus Subianto mengucapkan selamat memperingati hari lahir West Papua dan selamat merayakan hari kemerdekaan West Papua pada 1 Desember 2025.”

    Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai reaksi publik, mengingat Papua Barat merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
    http://facebook.com/reel/2027296394477046

    Lantas, benarkah video tersebut menampilkan Panglima TNI Agus Subianto yang mengucapkan selamat hari kemerdekaan Papua Barat?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta TIMES Indonesia menelusuri klaim dan video yang beredar. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun pernyataan resmi dari Panglima TNI Jenderal Agus Subianto yang menyampaikan ucapan seperti dalam video tersebut.

    Penelusuran melalui kanal resmi TNI, siaran pers Mabes TNI, serta pemberitaan media nasional arus utama juga tidak menunjukkan adanya pernyataan Panglima TNI terkait “hari kemerdekaan Papua Barat”.

    Selain itu, secara konstitusional dan administratif, Papua Barat merupakan bagian dari wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga klaim tersebut bertentangan dengan sikap resmi negara dan institusi TNI.

    Tim Cek Fakta juga melakukan pemeriksaan terhadap video tersebut menggunakan aplikasi pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan (AI), yakni Hive Moderation.

    Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa video tersebut sangat kuat terindikasi sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI-generated content), baik dari sisi visual maupun audio, termasuk manipulasi suara yang menyerupai Panglima TNI.

    Dengan demikian, video tersebut bukan dokumentasi asli, melainkan konten manipulatif yang dibuat untuk membangun narasi palsu.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subianto mengucapkan selamat hari kemerdekaan Papua Barat adalah Hoaks. Video yang beredar merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI) dan tidak didukung oleh pernyataan resmi maupun fakta di lapangan. Konten ini tergolong Fabricated Content, yakni informasi palsu yang sepenuhnya dibuat dan dimanipulasi untuk menyesatkan publik.
  • (GFD-2025-31246) Cek Fakta: Mulai 2026, Perpanjangan SIM dan Pengurusan BPKB Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/12/2025

    Berita



    Murianews, Kudus – Beredar video yang menarasikan perpanjangan SIM dan pengurusan BPKB gratis mulai Januari 2026. Namun setelah diperiksa Tim Cek Fakta Murianews.com, narasi itu hoaks.



    Video itusalah satunya diunggah akun facebook bernama ”Calon Jutawan” pada Senin (29/12/2025). Dalam video itu, tampak seorang polisi dengan didampingi dua anggota lainnya tengah melakukan konferensi pers:



    ”PERHATIAN UNTUK SELURUH MASYARAKAT INDONESIA SAYA TEGASKAN MULAI 01/01/2026 SELURUH LAYANAN KEPOLISIAN YANG BERKAITAN DENGAN PERPANJANGAN SIM SERTA PENGURUSAN BPKB KENDARAAN BERMOTOR BAIK RODA DUA MAUPUN RODA 4 ADALAH GRATIS TIDAK DIPUNGUT BIAYA DALAM BENTUK APAPUN APABILA DITEMUKAN ANGGOTA POLRI YANG MEMINTA UANG MEMUNGUT BIAYA ATAU MENYALAHGUNAKAN KEWENANGAN SEGERA DOKUMENTASIKAN DAN LAPORKAN SAYA PASTIKAN YANG BERSANGKUTAN AKAN DIPROSES SECARA HUKUM DAN DIJATUHI SANKSI TERBERAT SESUAI KETENTUAN POLRI TIDAK ADA PERLINDUNGAN BAGI PELANGGAR POLRI ADALAH ALAT NEGARA UNTUK MELAYANI,” katanya.



    Unggahan disertai narasi:



    ”Perpanjangan Sim Gratis”



    Per Selasa (30/12/2025) konten tersebut telah mendapat lebih dari 6.900-an tanda suka, menuai 1.400 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 2.800 kali oleh pengguna Facebook lainnya.



    Pemeriksaan…



    Pemeriksaan



    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri kebenaran dari video itu menggunakan mesin pencarian google dengan memasukkan kata kunci ”perpanjangan SIM dan pengurusan BPKB gratis mulai Januari 2026”.



    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim tersebut.



    Selanjutnya, Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba mencari kebenaran informasi itu dengan menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation.



    Berdasarkan hasil deteksi Hive Moderation, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,5 persen.



    Kesimpulan…

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, video berisi narasi perpanjangan SIM dan pengurusan BPKB gratis mulai Januari 2026 merupakan disinformasi jenis fabricated content atau konten palsu.



    Konten tersebut diketahui hasil rekayasa AI dengan probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,5 persen.