Beredar pesan berantai di Whatsapp dan Telegram mengatasnamakan KAPUSDATIN Kemendikdasmen soal "pemutakhiran akun Data Pokok Pendidikan (Dapodik)".
“Pemutakhiran Akun Data Pokok Pendidikan Melalui Whatsapp
Beredar pesan berantai di Whatsapp dan Telegram mengatasnamakan KAPUSDATIN Kemendikdasmen soal "pemutakhiran akun Data Pokok Pendidikan (Dapodik)".
“Pemutakhiran Akun Data Pokok Pendidikan Melalui Whatsapp
Disadur dari akun resmi Instagram milik Kemendikdasmen.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Pemutakhiran Akun Data Pokok Pendidikan Melalui Whatsapp” ke mesin pencari Google, ditemukan informasi bantahan dari akun resmi Instagram milik Kemendikdasmen “pusdatin_kemendikdasmen” yang diunggah pada Rabu (4/2/2026).
Kemendikdasmen menegaskan Informasi tersebut adalah TIDAK BENAR (HOAKS). Kemendikdasmen tidak pernah menggunakan layanan penyingkat tautan (seperti bit.ly, tinyurl, dll.) untuk proses pemutakhiran data resmi negara. Tautan tersebut terindikasi sebagai upaya phishing(pencurian data) yang bertujuan untuk mengambil alih username dan password operator sekolah secara ilegal.
Segala proses manajemen dan pemutakhiran data pokok pendidikan (Dapodik) hanya dilakukan melalui laman resmi pemerintah Verval Dapodik pada laman resmi https://sdm.data.kemendikdasmen.go.id/; dan Manajemen Dapodik pada laman https://datadik.kemendikdasmen.go.id/.
Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Al Husayn” pada Jumat (23/1/2026). Unggahan beserta narasi :
“Maunya Blts Kesra 900 rb dicairkan menjelang puasa karna pasti akan sangat membantu, Bapak ibuk yang setuju hadir”
Hingga Senin (9/2/2026) unggahan telah mendapatkan 478 tanda suka, 807 komentar dan telah dibagikan ulang 8 kali.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “BLT Kesra Rp900 ribu cair jelang puasa 2026” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan kompas.com “Apakah BLT Kesra Akan Berlanjut Sampai 2026? Ini Penjelasan dan Cara Cek Penerimanya” yang dipublikasikan pada Rabu (31/12/2025).
Dari pemberitaan tersebut diketahui bahwa BLT Kesra merupakan bantuan sosial tambahan di luar bantuan reguler yang diberikan pemerintah pada tahun 2025. Bantuan ini menyasar kelompok masyarakat desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan menjadi bagian dari Paket Ekonomi 2025 yang diumumkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Namun, dalam pengumuman resminya, BLT Kesra secara tegas disebut sebagai program tambahan yang hanya berlaku pada 2025. Hingga saat ini, tidak terdapat pengumuman atau pernyataan resmi yang menyatakan bahwa program BLT Kesra akan diperpanjang atau dilanjutkan pada tahun 2026. Penyaluran terakhir bantuan tersebut tercatat dilakukan pada Desember 2025, atau pada kuartal IV tahun 2025.
Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Arina Ajeng” pada Senin (2/1/2026). Unggahan beserta narasi :
“BSU PANGAN TUNAI 2026
Bantuan Supsidi Upah uang tunai Rp.1,700.000.
Cek Nama mu Terdaftar atau Tidak
Semak👇
Note ; TIDAK DI PUNGUT BIAYA APAPUN!!!”
Hingga Senin (9/2/2026) unggahan telah mendapatkan 39 tanda suka dan 12 komentar.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “BSU pangan tunai 2026” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan dari laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan RI “Kemnaker Imbau Masyarakat Waspadai Informasi Hoaks tentang BSU 2026” yang dipublikasikan pada Rabu (7/1/2026).
Dari pemberitaan tersebut diketahui bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2026, khususnya informasi yang mencantumkan tautan pendaftaran tidak resmi dan berpotensi penipuan.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menjelaskan bahwa program BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri, dan informasi resmi hanya disampaikan melalui laman bsu.kemnaker.go.id serta akun media sosial resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
Sebagai informasi, penyaluran BSU terakhir dilakukan pada tahun 2025 dengan jumlah penerima sebanyak 16.048.472 pekerja/buruh sesuai ketentuan yang berlaku. Faried juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU pada tahun 2026. Apabila ke depan terdapat kebijakan baru, Kemnaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi.
Akun Facebook “Promo Update Terbaru” pada Rabu (4/2/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:
LIVIN' BYMANDIRI MOBILE BANKING BELIMPAH HADIAH
UNIT EMAS & LOGAM MULIA
UNIT MOBIL INNOVA REBORN
UNIT MOBIL PAJERO SPORT
3 UNIT MOBIL CR-V TURBO
3 UNIT MOBIL FORTUNER
25 UNIT MOBIL X PANDER
15 UNIT RUMAH GRATIS
25 UNIT UMROH GRATIS
15 UNIT MOTOR NEW HONDA BEAT
DAFTARKAN NAMA ANDA.
Hingga Senin (9/2/2026) unggahan tersebut mendapat lebih dari 520 tanda suka, 70-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 10 kali.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.
TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “penipuan undian berhadia livin mandiri” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke akun Instagram resmi Bank Mandiri “bankmandiri”, isinya mengingatkan banyaknya penipuan dengan modus penyebaran tautan palsu.
“Bank TIDAK PERNAH meminta data rahasia seperti Nomor & Masa Berlaku Kartu, CVV/CVC, OTP, PIN, atau Password melalui SMS, Chat App, email, atau link ya,”tulis akun Instagram “bankmandiri” pada Februari 2025.