tirto.id - Sejumlah bencana alam menimpa sejumlah wilayah di Indonesia pada akhir tahun 2025. Banjir dan longsor di Sumatra menjadi salah satu yang mendapat sorotan besar. Namun, terdapat pula sejumlah bencana alam di berbagai wilayah Tahan Air.
ADVERTISEMENT
Di Facebook, sebuah unggahan menyebut adanya fenomena Squall Line alias garis badai memanjang di Samudra Hindia. Bahaya dari fenomena alam itu disebut sedang bergerak menuju pesisir selatan dan utara Pulau Jawa di hari terakhir tahun 2025.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta siaga satu! BMKG Deteksi "squall line" raksasa mengarah ke Jawa, malam tahun baru terancam badai ekstrem?" begitu tulis pesan unggahan akun “Neotive” (arsip) di Facebook, Minggu (28/12/2025).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Unggahan tersebut juga menjelaskan kalau garis badai tersebut terdeteksi dari citra satelit yang memperlihatkan barisan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat padat dan panjang, “yang berpotensi membawa hujan lebat disertai angin kencang dan petir tepat pada tanggal 31 Desember malam hingga 1 Januari pagi,” begitu tulis penjelasan unggahan tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta BMKG Squall Line.
Sampai dengan Rabu (31/12/2025), unggahan tersebut telah mengumpulkan 6.700 tanda suka 1.000 komentar dan 1.400 kali dibagikan ulang.
ADVERTISEMENT
Lalu bagaimana kebenaranya? Benarkah BMKG mendeteksi fenomena “squall line” di pulau Jawa?
(GFD-2025-31488) Hoaks BMKG Deteksi Ancaman Squall Line pada Malam Tahun Baru
Sumber:Tanggal publish: 31/12/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tirto mencoba memverifikasi informasi tersebut dengan menelusuri pengumuman resmi dari BMKG. Di akun Instagram resmi mereka terdapat informasi yang langsung membantah narasi ini.
Dalam pengumuman BMKG pada Rabu (31/12/2025), sekitar pukul 12 siang, disebutkan narasi soal deteksi "Squall Line" pada malam pergantian tahun adalah hoaks. “???? ????? ?????? merilis pernyataan atau peringatan dini seperti yang beredar terkait: terdeteksinya Squall Line, ancaman badai ekstrem khusus malam 31 Desember 2025-1 Januari 2026, imbauan resmi BMKG dengan narasi tersebut,” tulis informasi dari akun bercentang biru tersebut.
Mereka juga menegaskan tidak perna menyebarkan rilis resmi soal adanya fenomena Squall Line seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Selalu cek sumber resmi BMKG untuk mendapatkan info cuaca yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Adapun kanal resmi mereka mencakup::
Website: bmkg.go.idMedia sosial: @infoBMKGAplikasi Info BMKG
Informasi BMKG di akun Instagram dikutip, Rabu, wilayah DKI yang meliputi Jakarta Barat, Timur, Pusat, Utara, Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Seribu pada pagi hari diguyur hujan intensitas ringan.
Pada Rabu siang, hujan masih mengguyur semua wilayah DKI dengan intensitas ringan hingga sedang. Beranjak pada sore hari, Jakarta masih masih diguyur hujan.
Langit Jakarta pada malam pergantian tahun akan diguyur hujan hingga malam hari dengan intensitas ringan. Diketahui bahwa hujan dengan intensitas ringan menurunkan air kurang dari 1-5 mm (milimeter) per jam.
Dalam pengumuman BMKG pada Rabu (31/12/2025), sekitar pukul 12 siang, disebutkan narasi soal deteksi "Squall Line" pada malam pergantian tahun adalah hoaks. “???? ????? ?????? merilis pernyataan atau peringatan dini seperti yang beredar terkait: terdeteksinya Squall Line, ancaman badai ekstrem khusus malam 31 Desember 2025-1 Januari 2026, imbauan resmi BMKG dengan narasi tersebut,” tulis informasi dari akun bercentang biru tersebut.
Mereka juga menegaskan tidak perna menyebarkan rilis resmi soal adanya fenomena Squall Line seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Selalu cek sumber resmi BMKG untuk mendapatkan info cuaca yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Adapun kanal resmi mereka mencakup::
Website: bmkg.go.idMedia sosial: @infoBMKGAplikasi Info BMKG
Informasi BMKG di akun Instagram dikutip, Rabu, wilayah DKI yang meliputi Jakarta Barat, Timur, Pusat, Utara, Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Seribu pada pagi hari diguyur hujan intensitas ringan.
Pada Rabu siang, hujan masih mengguyur semua wilayah DKI dengan intensitas ringan hingga sedang. Beranjak pada sore hari, Jakarta masih masih diguyur hujan.
Langit Jakarta pada malam pergantian tahun akan diguyur hujan hingga malam hari dengan intensitas ringan. Diketahui bahwa hujan dengan intensitas ringan menurunkan air kurang dari 1-5 mm (milimeter) per jam.
Kesimpulan
Narasi soal BMKG mendeteksi "Squall Line" raksasa yang mengarah ke Pulau Jawa pada malam tahun baru 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Pihak BMKG mengatakan tidak pernah merilis pernyataan atau peringatan dini soal Squall Line dan ancaman badai ekstrem pada malam pergantian tahun 2026. Perkiraan cuaca BMKG, cuaca pada Rabu (31/12/2026) di wilayah sekitar Jakarta akan diguyur hujan ringan dengan intensitas kurang dari 1-5 mm per jam.
Pihak BMKG mengatakan tidak pernah merilis pernyataan atau peringatan dini soal Squall Line dan ancaman badai ekstrem pada malam pergantian tahun 2026. Perkiraan cuaca BMKG, cuaca pada Rabu (31/12/2026) di wilayah sekitar Jakarta akan diguyur hujan ringan dengan intensitas kurang dari 1-5 mm per jam.
Rujukan
(GFD-2025-31248) Sebagian Benar: Air Rebusan Mie Instan Berbahaya bagi Kesehatan
Sumber:Tanggal publish: 31/12/2025
Berita
UNGGAHAN dengan klaim tentang bahaya air rebusan bekas mie instan, beredar di Instagram [arsip] dan Facebook pada 21 Desember 2025. Narasi dalam unggahan itu menyebut air rebusan mie instan mengandung sisa lilin dari lapisan mie kering yang bisa ikut larut saat direbus.
Selain itu, air rebusan mie instan disebut mengandung kadar natrium tinggi yang mengganggu tekanan darah apabila sering diminum. Bahan pengawet di dalam mie juga membebani kerja hati dan ginjal. “Kalau mau lebih aman, buang air rebusan pertama, lalu ganti dengan air baru sebelum ditambah bumbu,” tulis pengunggah konten.
Diunggah pada 21 Desember 2025, video tersebut sudah ditonton lebih dari 80.900 kali, disukai 5.600 pengguna, dan mendapat 229 komentar. Namun, benarkah air rebusan mie instan berbahaya seperti klaim dalam narasi?
Selain itu, air rebusan mie instan disebut mengandung kadar natrium tinggi yang mengganggu tekanan darah apabila sering diminum. Bahan pengawet di dalam mie juga membebani kerja hati dan ginjal. “Kalau mau lebih aman, buang air rebusan pertama, lalu ganti dengan air baru sebelum ditambah bumbu,” tulis pengunggah konten.
Diunggah pada 21 Desember 2025, video tersebut sudah ditonton lebih dari 80.900 kali, disukai 5.600 pengguna, dan mendapat 229 komentar. Namun, benarkah air rebusan mie instan berbahaya seperti klaim dalam narasi?
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi deretan klaim tersebut dengan mewawancarai ahli gizi serta menelusuri situs web kesehatan dan media yang kredibel. Hasilnya, sebagian klaim mengenai bahaya mengkonsumsi air rebusan mie instan memang benar dan sebagian lagi tidak akurat.
Dosen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Qonita Rachmah, S.Gz, M.Sc menegaskan air rebusan mie instan tidak mengandung sisa lilin yang terlarut. Menurutnya, penyebab keruhnya air bekas rebusan mie ialah minyak dari proses penggorengan sebelumnya.
“Sisa lilin dalam mie instan itu hoax, karena mie tidak mengandung lilin. Kalau minyak bisa jadi iya,” ujarnya kepada Tempo, Ahad, 28 Desember 2025.
Soal kadar natrium atau garam, Qonita menjelaskan, zat tersebut terkandung pada bumbu dan kecap. Namun tinggi dan rendahnya kadar garam, tergantung pada jumlah takaran bumbu yang digunakan oleh konsumen.
Mengkonsumsi natrium atau garam yang berlebihan, kata dia, memang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Sebab natrium dapat membuat tubuh menahan kelebihan cairan. Untuk mengurangi garam, seseorang dapat mengimbanginya dengan mengkonsumsi air putih yang lebih banyak.
Selain itu, mengkonsumsi sodium yang tinggi memang dapat memperberat kerja ginjal. Sebab, ginjal bekerja lebih keras menyeimbangkan antara air dan sodium supaya tekanan darah tak meningkat.
Lulusan pascasarjana Universitas Mahidol itu menambahkan, mie instan memang mengandung zat tambahan (additives) seperti zat pengawet, pengenyal (stabilizer), penguat rasa (flavor enhancer), dan lain-lain.
Meski begitu, anjuran untuk membuang air rebusan pertama, lalu ganti dengan air baru adalah pilihan konsumen. Sebab air rebusan bekas mie juga mengandung vitamin larut air seperti vitamin B dan vitamin C.
Mie instan Aman Dikonsumsi
Pada situs web resminya, Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa produk mie instan di Indonesia aman dikonsumsi. Dalam menetapkan persyaratan dan keamanan mutu dan gizi produk pangan olahan, Indonesia mengacu pada persyaratan internasional yaitu Codex Alimentarius Commision (CAC) dan berdasarkan kajian risiko.
Penggunaan bahan tambahan pangan juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan. Salah satu bahan tambahan pangan yang diatur adalah nipagin (methyl p-hydroxybenzoate) yang berfungsi sebagai pengawet dalam batas maksimum penggunaan.
Dilansir Cek Fakta Tempo, hal paling penting saat mengkonsumsi mie instan adalah dengan menambahkan telur, sayur-sayuran dan mengkombinasikan bumbunya dengan rempah yang sehat seperti bawang merah, bawang putih, dan lainnya.
“Yang harus diperhatikan, jangan mengkonsumsi mie instan terlalu sering. Tetap kita utamakan makan makanan sehat, tradisional dari rumah sendiri, dan buatan sendiri,” kata dokter spesialis gizi klinik di Laboratorium Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) dr. Amelya Augusthina Ayusari M.Gizi, Sp.GK.
Dosen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Qonita Rachmah, S.Gz, M.Sc menegaskan air rebusan mie instan tidak mengandung sisa lilin yang terlarut. Menurutnya, penyebab keruhnya air bekas rebusan mie ialah minyak dari proses penggorengan sebelumnya.
“Sisa lilin dalam mie instan itu hoax, karena mie tidak mengandung lilin. Kalau minyak bisa jadi iya,” ujarnya kepada Tempo, Ahad, 28 Desember 2025.
Soal kadar natrium atau garam, Qonita menjelaskan, zat tersebut terkandung pada bumbu dan kecap. Namun tinggi dan rendahnya kadar garam, tergantung pada jumlah takaran bumbu yang digunakan oleh konsumen.
Mengkonsumsi natrium atau garam yang berlebihan, kata dia, memang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Sebab natrium dapat membuat tubuh menahan kelebihan cairan. Untuk mengurangi garam, seseorang dapat mengimbanginya dengan mengkonsumsi air putih yang lebih banyak.
Selain itu, mengkonsumsi sodium yang tinggi memang dapat memperberat kerja ginjal. Sebab, ginjal bekerja lebih keras menyeimbangkan antara air dan sodium supaya tekanan darah tak meningkat.
Lulusan pascasarjana Universitas Mahidol itu menambahkan, mie instan memang mengandung zat tambahan (additives) seperti zat pengawet, pengenyal (stabilizer), penguat rasa (flavor enhancer), dan lain-lain.
Meski begitu, anjuran untuk membuang air rebusan pertama, lalu ganti dengan air baru adalah pilihan konsumen. Sebab air rebusan bekas mie juga mengandung vitamin larut air seperti vitamin B dan vitamin C.
Mie instan Aman Dikonsumsi
Pada situs web resminya, Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa produk mie instan di Indonesia aman dikonsumsi. Dalam menetapkan persyaratan dan keamanan mutu dan gizi produk pangan olahan, Indonesia mengacu pada persyaratan internasional yaitu Codex Alimentarius Commision (CAC) dan berdasarkan kajian risiko.
Penggunaan bahan tambahan pangan juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan. Salah satu bahan tambahan pangan yang diatur adalah nipagin (methyl p-hydroxybenzoate) yang berfungsi sebagai pengawet dalam batas maksimum penggunaan.
Dilansir Cek Fakta Tempo, hal paling penting saat mengkonsumsi mie instan adalah dengan menambahkan telur, sayur-sayuran dan mengkombinasikan bumbunya dengan rempah yang sehat seperti bawang merah, bawang putih, dan lainnya.
“Yang harus diperhatikan, jangan mengkonsumsi mie instan terlalu sering. Tetap kita utamakan makan makanan sehat, tradisional dari rumah sendiri, dan buatan sendiri,” kata dokter spesialis gizi klinik di Laboratorium Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) dr. Amelya Augusthina Ayusari M.Gizi, Sp.GK.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim dan tips seputar air bekas rebusan mie instan adalah sebagian benar.
Air rebusan mie instan tidak mengandung sisa lilin yang terlarut, karena penyebab keruhnya air bekas rebusan mie ialah minyak dari proses penggorengan sebelumnya.
Selain itu, konsumsi natrium atau garam yang berlebih memang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan memperberat kerja ginjal. Namun kadar natrium atau garam dalam mie instan paling banyak disebabkan pemberian bumbu bubuk dan kecap, bukan air bekas rebusan.
Air rebusan mie instan tidak mengandung sisa lilin yang terlarut, karena penyebab keruhnya air bekas rebusan mie ialah minyak dari proses penggorengan sebelumnya.
Selain itu, konsumsi natrium atau garam yang berlebih memang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan memperberat kerja ginjal. Namun kadar natrium atau garam dalam mie instan paling banyak disebabkan pemberian bumbu bubuk dan kecap, bukan air bekas rebusan.
Rujukan
- https://www.instagram.com/reels/DSgJV37E4_g/
- https://perma.cc/M4YS-BXC2
- https://web.facebook.com/disty.disty.969/posts/pfbid0YMGt9QZEerC4TiFeAzam79eoat9St3LaUYAFjotRycYSZcsbx6NMANLHc9UjvJLRl
- https://kemkes.go.id/id/produk-mie-instant-di-indonesia-aman-dikonsumsi
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/2124/sebagian-benar-klaim-air-rebusan-mie-instan-kaya-nutrisi-dan-vitamin
(GFD-2025-31265) Keliru: Video Letusan Gunung Api Hayli Gubbi di Ethiopia
Sumber:Tanggal publish: 31/12/2025
Berita
SEJUMLAH akun Facebook (satu [arsip], dua, tiga, dan empat) membagikan video yang mereka klaim sebagai rekaman letusan Gunung Hayli Gubbi di Ethiopia. Rekaman tersebut menampilkan aktivitas vulkanik dari pelbagai sudut pandang, mulai dari semburan abu dan api hingga aliran lahar yang mencapai kaki gunung. Narasi dalam unggahan itu menyebut Gunung Hayli Gubbi kembali meletus setelah tidak aktif selama 12 ribu tahun.
Namun, benarkah video-video itu memperlihatkan letusan Gunung Hayli Gubbi?
Namun, benarkah video-video itu memperlihatkan letusan Gunung Hayli Gubbi?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi konten tersebut melalui pengamatan gambar, penggunaan perangkat pendeteksi akal imitasi, serta pembandingan narasi dengan informasi dari sumber kredibel. Hasilnya menunjukkan bahwa meski Gunung Hayli Gubbi meletus pada 25 November 2025, video yang beredar merupakan produk akal imitasi.
Dalam video pertama, terlihat tanda air bertuliskan “Meta AI” yang menandakan video itu dibuat menggunakan mesin AI. Tanda air itu menunjukkan video tersebut dibuat dengan aplikasi AI dari Meta bernama Vibes yang diluncurkan September 2025.
Analisis konten dengan alat Image Whisperer menyatakan gambar itu hasil sintetis. Demikian juga analisis dengan alat AI or NOt menyatakan 84 persen kemungkinan gambar itu mengandung elemen AI.
Analisis keseluruhan video menggunakan Hive Moderation juga menyatakan 84,7 persen konten hasil buatan AI. Sementara Zhuque AI Detection Assistant menghasilkan level ai mencapai 98,49 persen.
Pada video 2, analisis dengan alat Image Whisperer menyatakan konten itu gambar AI dengan konfidensial tinggi. Sedangkan AI or Not menyatakan sekitar 78 persen konten itu dibuat menggunakan AI.
Analisis dengan alat Hive Moderation juga menyatakan video 99,9 persen terbuat dari AI. Kemudian Zhuque AI Detection Assistant menghasilkan probabilitas 96,41 persen.
Video ketiga juga terdeteksi sebagai konten AI, berdasarkan analisis dengan alat Image Whisperer dan AI or NOT.
Demikian halnya dengan alat Hive Moderation yang menyatakan kemungkinan 96,4 persen eemen AI dan alat Zhuque AI Detection Assistant sebesar 80,82 persen.
Berdasarkan analisis alat Image Whisperer dan AI or NOT menyatakan gambar konten tersebut dihasilkan dengan AI.
Demikian juga videonya, di mana Hive Moderation menyatakan kemungkinan video itu dari AI adalah 99,9 persen dan 99,67 persen angka yang ditunjukkan Zhuque AI Detection Assistant.
Letusan Gunung Hayli Gubbi
Gunung Hayli Gubbi di Ethiopia memang mengalami erupsi tanggal 23 November 2025, setelah 12 ribu tahun berdiam diri. Namun, aktivitas erupsinya berbeda dengan video-video AI yang beredar di media sosial.
Tampilan erupsi gunung dalam video yang dikonfirmasi CNN, The Guardian, Anadolu Agency, dan CNBC News, memperlihatkan semburan abu vulkanik ke angkasa dengan warna abu-abu mirip awan.
Tidak ada abu vulkanik hitam, semburan api tinggi ke angkasa, atau lelehan lahar yang mengalir luas dan jauh seperti dalam konten-konten di media sosial. Abu vulkanik gunung tersebut tersapu angin ke timur, menyeberangi Laut Merah menuju Yaman.
Dosen Kelompok Keahlian Petrologi, Vulkanologi, dan Geokimia FITB ITB Dr. Eng. Ir. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T., menjelaskan letusan Gunung Hayli Gubbi menunjukkan sulitnya menetapkan status sebuah gunung sebagai aktif, tidak aktif atau tidur (dormant), dan padam (extinct). Sebab gunung yang telah belasan ribu tahun tidur, ternyata masih aktif dan bisa meletus. Ia menyatakan pengelompokan gunung juga harus melihat kondisi atau aktivitas magma di dalamnya, bukan semata-mata menghitung lama waktu tak meletus.
Gunung berstatus aktif bila pernah meletus sejak periode Holosen (sekitar 11.650 tahun terakhir). “Ini tidak berarti gunung api tersebut harus meletus sekarang, tetapi menunjukkan bahwa sistem magmanya masih relatif aktif dan berpotensi menghasilkan erupsi,” kata Mirzam.
Status dormant adalah untuk gunung yang tidak meletus selama ribuan tahun tetapi masih memiliki potensi untuk kembali bangkit. Termasuk di dalamnya gunung api yang tampak tenang tetapi memperlihatkan aktivitas magmatik di bawah permukaan (restless volcano).
Sementara gunung mati atau padam adalah gunung yang tidak lagi memiliki pasokan magma aktif. Mirzam menambahkan salah satu upaya menjaga harmoni dengan gunung-gunung api adalah dengan memahami kondisi masing-masing gunung dan mengatur mitigasi bencana erupsi yang tepat.
Dalam video pertama, terlihat tanda air bertuliskan “Meta AI” yang menandakan video itu dibuat menggunakan mesin AI. Tanda air itu menunjukkan video tersebut dibuat dengan aplikasi AI dari Meta bernama Vibes yang diluncurkan September 2025.
Analisis konten dengan alat Image Whisperer menyatakan gambar itu hasil sintetis. Demikian juga analisis dengan alat AI or NOt menyatakan 84 persen kemungkinan gambar itu mengandung elemen AI.
Analisis keseluruhan video menggunakan Hive Moderation juga menyatakan 84,7 persen konten hasil buatan AI. Sementara Zhuque AI Detection Assistant menghasilkan level ai mencapai 98,49 persen.
Pada video 2, analisis dengan alat Image Whisperer menyatakan konten itu gambar AI dengan konfidensial tinggi. Sedangkan AI or Not menyatakan sekitar 78 persen konten itu dibuat menggunakan AI.
Analisis dengan alat Hive Moderation juga menyatakan video 99,9 persen terbuat dari AI. Kemudian Zhuque AI Detection Assistant menghasilkan probabilitas 96,41 persen.
Video ketiga juga terdeteksi sebagai konten AI, berdasarkan analisis dengan alat Image Whisperer dan AI or NOT.
Demikian halnya dengan alat Hive Moderation yang menyatakan kemungkinan 96,4 persen eemen AI dan alat Zhuque AI Detection Assistant sebesar 80,82 persen.
Berdasarkan analisis alat Image Whisperer dan AI or NOT menyatakan gambar konten tersebut dihasilkan dengan AI.
Demikian juga videonya, di mana Hive Moderation menyatakan kemungkinan video itu dari AI adalah 99,9 persen dan 99,67 persen angka yang ditunjukkan Zhuque AI Detection Assistant.
Letusan Gunung Hayli Gubbi
Gunung Hayli Gubbi di Ethiopia memang mengalami erupsi tanggal 23 November 2025, setelah 12 ribu tahun berdiam diri. Namun, aktivitas erupsinya berbeda dengan video-video AI yang beredar di media sosial.
Tampilan erupsi gunung dalam video yang dikonfirmasi CNN, The Guardian, Anadolu Agency, dan CNBC News, memperlihatkan semburan abu vulkanik ke angkasa dengan warna abu-abu mirip awan.
Tidak ada abu vulkanik hitam, semburan api tinggi ke angkasa, atau lelehan lahar yang mengalir luas dan jauh seperti dalam konten-konten di media sosial. Abu vulkanik gunung tersebut tersapu angin ke timur, menyeberangi Laut Merah menuju Yaman.
Dosen Kelompok Keahlian Petrologi, Vulkanologi, dan Geokimia FITB ITB Dr. Eng. Ir. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T., menjelaskan letusan Gunung Hayli Gubbi menunjukkan sulitnya menetapkan status sebuah gunung sebagai aktif, tidak aktif atau tidur (dormant), dan padam (extinct). Sebab gunung yang telah belasan ribu tahun tidur, ternyata masih aktif dan bisa meletus. Ia menyatakan pengelompokan gunung juga harus melihat kondisi atau aktivitas magma di dalamnya, bukan semata-mata menghitung lama waktu tak meletus.
Gunung berstatus aktif bila pernah meletus sejak periode Holosen (sekitar 11.650 tahun terakhir). “Ini tidak berarti gunung api tersebut harus meletus sekarang, tetapi menunjukkan bahwa sistem magmanya masih relatif aktif dan berpotensi menghasilkan erupsi,” kata Mirzam.
Status dormant adalah untuk gunung yang tidak meletus selama ribuan tahun tetapi masih memiliki potensi untuk kembali bangkit. Termasuk di dalamnya gunung api yang tampak tenang tetapi memperlihatkan aktivitas magmatik di bawah permukaan (restless volcano).
Sementara gunung mati atau padam adalah gunung yang tidak lagi memiliki pasokan magma aktif. Mirzam menambahkan salah satu upaya menjaga harmoni dengan gunung-gunung api adalah dengan memahami kondisi masing-masing gunung dan mengatur mitigasi bencana erupsi yang tepat.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video-video yang beredar di Facebook menunjukkan letusan Gunung Hayli Gubbi di Ethiopia adalah klaim keliru.
Meskipun gunung tersebut benar-benar meletus jelang akhir November lalu, namun video-video yang beredar di media sosial adalah konten yang dibuat menggunakan aplikasi AI.
Meskipun gunung tersebut benar-benar meletus jelang akhir November lalu, namun video-video yang beredar di media sosial adalah konten yang dibuat menggunakan aplikasi AI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1546543973239727
- https://perma.cc/89UZ-XBLA?type=image
- https://www.facebook.com/reel/1784525479603795
- https://www.facebook.com/reel/770555879333419
- https://www.facebook.com/reel/1174621508135641
- https://www.meta.ai/ai-video-generator/
- http://imagewhisperer.org
- http://hivemoderationcom
- https://matrix.tencent.com/ai-detect/ai_gen
- https://edition.cnn.com/2025/11/25/asia/ethiopia-hayli-gubbi-volcano-eruption-india-pakistan-intl-hk
- https://www.nbcnews.com/world/africa/ethiopia-hayli-gubbi-volcano-eruption-ash-plumes-red-sea-yemen-oman-rcna244957 /cdn-cgi/l/email-protection#e083858b86818b9481a094858d908fce838fce8984
(GFD-2025-31521) Hoaks BMKG Deteksi Ancaman Squall Line pada Malam Tahun Baru
Sumber:Tanggal publish: 31/12/2025
Berita
tirto.id - Sejumlah bencana alam menimpa sejumlah wilayah di Indonesia pada akhir tahun 2025. Banjir dan longsor di Sumatra menjadi salah satu yang mendapat sorotan besar. Namun, terdapat pula sejumlah bencana alam di berbagai wilayah Tahan Air.
ADVERTISEMENT
Di Facebook, sebuah unggahan menyebut adanya fenomena Squall Line alias garis badai memanjang di Samudra Hindia. Bahaya dari fenomena alam itu disebut sedang bergerak menuju pesisir selatan dan utara Pulau Jawa di hari terakhir tahun 2025.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta siaga satu! BMKG Deteksi "squall line" raksasa mengarah ke Jawa, malam tahun baru terancam badai ekstrem?" begitu tulis pesan unggahan akun “Neotive” (arsip) di Facebook, Minggu (28/12/2025).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Unggahan tersebut juga menjelaskan kalau garis badai tersebut terdeteksi dari citra satelit yang memperlihatkan barisan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat padat dan panjang, “yang berpotensi membawa hujan lebat disertai angin kencang dan petir tepat pada tanggal 31 Desember malam hingga 1 Januari pagi,” begitu tulis penjelasan unggahan tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta BMKG Squall Line.
Sampai dengan Rabu (31/12/2025), unggahan tersebut telah mengumpulkan 6.700 tanda suka 1.000 komentar dan 1.400 kali dibagikan ulang.
ADVERTISEMENT
Lalu bagaimana kebenaranya? Benarkah BMKG mendeteksi fenomena “squall line” di pulau Jawa?
ADVERTISEMENT
Di Facebook, sebuah unggahan menyebut adanya fenomena Squall Line alias garis badai memanjang di Samudra Hindia. Bahaya dari fenomena alam itu disebut sedang bergerak menuju pesisir selatan dan utara Pulau Jawa di hari terakhir tahun 2025.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta siaga satu! BMKG Deteksi "squall line" raksasa mengarah ke Jawa, malam tahun baru terancam badai ekstrem?" begitu tulis pesan unggahan akun “Neotive” (arsip) di Facebook, Minggu (28/12/2025).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Unggahan tersebut juga menjelaskan kalau garis badai tersebut terdeteksi dari citra satelit yang memperlihatkan barisan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat padat dan panjang, “yang berpotensi membawa hujan lebat disertai angin kencang dan petir tepat pada tanggal 31 Desember malam hingga 1 Januari pagi,” begitu tulis penjelasan unggahan tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta BMKG Squall Line.
Sampai dengan Rabu (31/12/2025), unggahan tersebut telah mengumpulkan 6.700 tanda suka 1.000 komentar dan 1.400 kali dibagikan ulang.
ADVERTISEMENT
Lalu bagaimana kebenaranya? Benarkah BMKG mendeteksi fenomena “squall line” di pulau Jawa?
Hasil Cek Fakta
Tirto mencoba memverifikasi informasi tersebut dengan menelusuri pengumuman resmi dari BMKG. Di akun Instagram resmi mereka terdapat informasi yang langsung membantah narasi ini.
Dalam pengumuman BMKG pada Rabu (31/12/2025), sekitar pukul 12 siang, disebutkan narasi soal deteksi "Squall Line" pada malam pergantian tahun adalah hoaks. “???? ????? ?????? merilis pernyataan atau peringatan dini seperti yang beredar terkait: terdeteksinya Squall Line, ancaman badai ekstrem khusus malam 31 Desember 2025-1 Januari 2026, imbauan resmi BMKG dengan narasi tersebut,” tulis informasi dari akun bercentang biru tersebut.
Mereka juga menegaskan tidak perna menyebarkan rilis resmi soal adanya fenomena Squall Line seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Selalu cek sumber resmi BMKG untuk mendapatkan info cuaca yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Adapun kanal resmi mereka mencakup::
Website: bmkg.go.idMedia sosial: @infoBMKGAplikasi Info BMKG
Informasi BMKG di akun Instagram dikutip, Rabu, wilayah DKI yang meliputi Jakarta Barat, Timur, Pusat, Utara, Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Seribu pada pagi hari diguyur hujan intensitas ringan.
Pada Rabu siang, hujan masih mengguyur semua wilayah DKI dengan intensitas ringan hingga sedang. Beranjak pada sore hari, Jakarta masih masih diguyur hujan.
Langit Jakarta pada malam pergantian tahun akan diguyur hujan hingga malam hari dengan intensitas ringan. Diketahui bahwa hujan dengan intensitas ringan menurunkan air kurang dari 1-5 mm (milimeter) per jam.
Dalam pengumuman BMKG pada Rabu (31/12/2025), sekitar pukul 12 siang, disebutkan narasi soal deteksi "Squall Line" pada malam pergantian tahun adalah hoaks. “???? ????? ?????? merilis pernyataan atau peringatan dini seperti yang beredar terkait: terdeteksinya Squall Line, ancaman badai ekstrem khusus malam 31 Desember 2025-1 Januari 2026, imbauan resmi BMKG dengan narasi tersebut,” tulis informasi dari akun bercentang biru tersebut.
Mereka juga menegaskan tidak perna menyebarkan rilis resmi soal adanya fenomena Squall Line seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Selalu cek sumber resmi BMKG untuk mendapatkan info cuaca yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Adapun kanal resmi mereka mencakup::
Website: bmkg.go.idMedia sosial: @infoBMKGAplikasi Info BMKG
Informasi BMKG di akun Instagram dikutip, Rabu, wilayah DKI yang meliputi Jakarta Barat, Timur, Pusat, Utara, Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Seribu pada pagi hari diguyur hujan intensitas ringan.
Pada Rabu siang, hujan masih mengguyur semua wilayah DKI dengan intensitas ringan hingga sedang. Beranjak pada sore hari, Jakarta masih masih diguyur hujan.
Langit Jakarta pada malam pergantian tahun akan diguyur hujan hingga malam hari dengan intensitas ringan. Diketahui bahwa hujan dengan intensitas ringan menurunkan air kurang dari 1-5 mm (milimeter) per jam.
Kesimpulan
Narasi soal BMKG mendeteksi "Squall Line" raksasa yang mengarah ke Pulau Jawa pada malam tahun baru 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Pihak BMKG mengatakan tidak pernah merilis pernyataan atau peringatan dini soal Squall Line dan ancaman badai ekstrem pada malam pergantian tahun 2026. Perkiraan cuaca BMKG, cuaca pada Rabu (31/12/2026) di wilayah sekitar Jakarta akan diguyur hujan ringan dengan intensitas kurang dari 1-5 mm per jam.
Pihak BMKG mengatakan tidak pernah merilis pernyataan atau peringatan dini soal Squall Line dan ancaman badai ekstrem pada malam pergantian tahun 2026. Perkiraan cuaca BMKG, cuaca pada Rabu (31/12/2026) di wilayah sekitar Jakarta akan diguyur hujan ringan dengan intensitas kurang dari 1-5 mm per jam.
Rujukan
Halaman: 713/7906




