• (GFD-2025-28647) [KLARIFIKASI] Kemensos-BPS Bantah Kategorisasi Berdasarkan Pengeluaran, Super Kaya di Atas Rp 3 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar tabel pengelompokan masyarakat yang diklaim berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

    Tabel itu memuat pembagian 10 kelompok masyarakat berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan, mulai dari miskin ekstrem hingga super kaya.

    Masyarakat masuk kelompok miskin ekstrem apabila pengeluarannya Rp 500.000, dan termasuk super kaya jika pengeluarannya mencapai lebih dari Rp 3 juta.

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut perlu diluruskan.

    Tabel pengelompokan masyarakat berdasarkan pendapatan per kapita per bulan yang diklaim mengacu DTSEN dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada Agustus 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Menurut menteri sosial, kategori "super kaya" masuk Desil 10 jika pengeluaran lebih dari Rp 3 juta per kapita per bulan sesuai DTSEN dan Kepmensos No. 79/HUK/2025. Kalian termasuk kategori mana nih?

    Screenshot Klarifikasi, Kemensos dan BPS bantah tabel pengelompokan masyarakat berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan

    Hasil Cek Fakta

    Kementerian Sosial (Kemensos) membantah tabel pengelompokan masyarakat yang diklaim berdasarkan DTSEN tersebut.

    Melalui akun Instagram resmi, 19 Agustus 2025, Kemensos menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

    Kemensos menjelaskan, DTSEN hanya digunakan untuk pemeringkatan tingkat kesejahteraan berdasarkan desil 1 sampai 10.

    Desil 1 merupakan kelompok dengan kesejahteraan 10 persen terbawah, Desil 2 adalah kelompok dengan kesejahteraan 20 persen terbawah, dan seterusnya.

    Data tersebut digunakan Kemensos agar penyaluran bantuan sosial dan bantuan program kesejahteraan sosial tepat sasaran.

    "Tidak pernah ada kategori kesejahteraan berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan," demikian penjelasan Kemensos.

    Senada, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan, DTSEN tidak digunakan untuk mengelompokkan masyarakat berdasar pengeluaran per kapita, tetapi untuk pemeringkatan kesejahteraan dalam desil 1 hingga 10.

    "DTSEN tidak pernah digunakan untuk mengategorikan masyarakat menurut pengeluaran per kapita per bulan," jelas Amalia, seperti diberitakan Kompas.com, 19 Agustus 2025.

    Amalia menekankan, BPS tidak pernah memublikasikan besaran pengeluaran berdasarkan desil.

    "Jika ada data pengeluaran menurut desil, dapat dipastikan data tersebut bukan bersumber dari BPS," kata dia.

    Kesimpulan

    Tabel pengelompokan masyarakat berdasarkan pendapatan per kapita per bulan yang diklaim mengacu DTSEN perlu diluruskan.

    Kemensos dan BPS menjelaskan, DTSEN hanya digunakan untuk pemeringkatan tingkat kesejahteraan berdasarkan desil 1 sampai 10. Tidak pernah ada kategori kesejahteraan berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan

    Rujukan

  • (GFD-2025-28646) [HOAKS] Video Yaman Serang Tanker Minyak Israel di Laut Merah

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan Yaman menyerang kapal tanker minyak Israel di Laut Merah.

    Dalam video yang dibagikan, tampak sebuah kapal kecil melaju kencang dan menabrak kapal tanker hingga meledak.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut hoaks dan merupakan hasil manipulasi artificial intelligence (AI).

    Video yang diklaim menunjukkan Yaman menyerang kapal tanker minyak Israel di Laut Merah dibagikan oleh akun Facebook ini pada 18 Juli 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan

    YAMAN menghancurkan kapal tanker minyak ESR4EL di LAUT MERAH. FREE PALESTINA BRAVO YAMAN

    Screenshot Hoaks, video tanker minyak Israel ditenggelamkan di Laut Merah

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan video yang sama diunggah oleh akun Facebook ini pada 13 Juli 2025.

    Video itu disertai takarir bahasa Somali, yang menyebutkan bahwa peristiwa itu adalah kelompok Houthi menenggelamkan kapal tanker minyak Israel.

    Namun, apabila dicermati, terdapat watermark "Veo" pada pojok kanan bawah video. Tanda ini mengindikasikan bahwa video dihasilkan oleh Veo, model AI milik Google.

    Perusahaan itu menyatakan, semua video yang dibuat dengan Veo di aplikasi Gemini ditandai dengan watermark yang terlihat untuk menunjukkan bahwa video tersebut dibuat oleh AI.

    Selain itu, Kompas.com tidak menemukan pemberitaan kredibel tentang adanya kapal tanker minyak Israel yang ditenggelamkan Yaman atau Houthi di Laut Merah pada Juli 2025.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan Yaman menyerang kapal tanker minyak Israel di Laut Merah adalah hoaks.

    Video itu terindikasi hasil manipulasi berbasis AI. Ini diketahui dari adanya watermark "Veo" yang menunjukkan bahwa konten tersebut dihasilkan model AI Veo 3 milik Google.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28645) [KLARIFIKASI] Video Perlihatkan Konvoi Timnas Indonesia, Bukan Demonstrasi 25 Agustus 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video yang diklaim menampilkan aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat pada 25 Agustus 2025.

    Unggahan itu muncul saat massa dari berbagai kelompok masyarakat melakukan demonstrasi memprotes kenaikan tunjangan anggota DPR.

    Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video itu keliru dan perlu diluruskan.

    Video yang diklaim menampilkan demonstrasi di Bundaran HI pada 25 Agustus 2025 dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yag menampilkan sejumlah orang memadati bundaran HI dan diberi keterangan sebagai berikut:

    INFOR TERKINI SITUASI di JAKARTA SIAGA 1Bundaran HI SAAT INI

    DEMO di Bundaran HI, JAKARTA

    Tanggal 25 Agustus 2025

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang diklaim menampilkan demonstrasi di Bundaran HI pada 25 Agustus 2025

    Penelusuran Kompas.com

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com melalui Google Search, tidak ditemukan informasi valid terkait adanya demonstrasi di Bundaran HI pada pada 25 Agustus 2025.

    Demonstrasi yang digelar pada 25 Agustus 2025 dilakukan di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

    Dalam aksi itu, para demonstran memprotes kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat. Salah satunya, terkait kenaikan tunjangan bagi anggota DPR RI di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

    Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengambil tangkapan layar video yang beredar dan menelusurinya menggunakan Yandex.

    Hasilnya, video identik dengan unggahan akun TikTok ini pada 23 Mei 2023.

    Keterangan dalam unggahan menyebut video itu adalah momen konvoi kemenangan tim nasional (timnas) Indonesia di SEA Games 2023.

    Seperti diberitakan Kompas.com, timnas sepak bola Indonesia U-22 melakukan konvoi usai meraih medali emas di SEA Games 2023.

    Konvoi itu dimulai dari Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, kemudian melalui beberapa titik di Jakarta seperti Bundaran HI dan berakhir di Stadion Gelora Bung Karno. 

    Selain diikuti oleh penggawa timnas sepak bola Indonesia U-22, konvoi juga diikuti oleh kontingen dari cabang olahraga lainnya. 

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan demonstrasi di Bundaran HI pada 25 Agustus 2025 merupakan informasi keliru.

    Faktanya, video asli adalah konvoi yang dilakukan timnas Indonesia U-22 usai meraih medali emas SEA Games 2023.

    Adapun pada 25 Agustus 2025 tidak ditemukan informasi valid terkait adanya demonstrasi di Bundaran HI.

    Demonstrasi pada 25 Agustus, digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan. Dalam aksi itu para  demonstran memprotes tunjangan anggota DPR yang naik saat masyarakat mengalami kesulitan ekonomi. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28644) Cek Fakta: Tidak Benar Video Penampakan Jakarta Siaga 1 Saat Demo DPR 25 Agustus 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/08/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar unggahan video klaim situasi di Jakarta Siaga 1 saat demo DPR 25 Agustus 2025. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada Senin 25 Agustus 2025.
    Pada unggahan tersebut, terlihat massa memenuhi kawasan Bundaran HI, Jakarta. Tampak bus berjalan pelan di tengah keramaian.
    Postingan tersebut disertai keterangan sebagai berikut:
    "INFO TERKINI SITUASI di JAKARTA SIAGA 1
    WARNING
    BUNDARAN HI SAAT INI"
    Unggahan juga disertai narasi:
    "25 Agustus 2025 Demo di Jakarta Bubarkan DPR #videoviral #demojakarta #bubarkandpr #trending #rakyatindonesiabersatu"
    Lalu benarkah klaim video situasi di Jakarta Siaga 1 saat demo DPR 25 Agustus 2025? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video situasi di Jakarta Siaga 1 saat demo DPR 25 Agustus 2025. Penelusuran menemukan video yang identik dengan klaim.
    Video itu diunggah salah satu akun di TikTok pada 19 Mei 2023. Video disertai narasi: 
    "Maju terus pantang mundur, Garudaku!! Bangga banget ?? #indonesia #timnasindonesia #sepakbola #seagames2023 #fyp #fypage #fypシ #fypシ゚viral #fypdongggggggg #football #timnasindonesia"
     
     
    Video ini merupakan pawai Timnas Indonesia U-22 usai menyabet medali emas cabor sepak bola SEA Games 2023, setelah mengalahkan Thailand di babak final pada Selasa 16 Mei 2023.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video situasi di Jakarta Siaga 1 saat demo DPR 25 Agustus 2025 tidak benar.