• (GFD-2026-31414) [PENIPUAN] Pemerintah Akan Salurkan BLT UMKM 2026 Sebesar Rp50 Juta Mulai Awal Tahun

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan tautan [arsip] dari akun Facebook “Program bantuan UKM” pada Kamis (1/12/2025). Unggahan beserta narasi :

    “Pemerintah telah mengeluarkan pernyataan terkait rencana memulai program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM). Waktu pelaksanaan program ini segera di mulai pada awal 2026

    BLT UMKM 2026 merupakan program 

    pemerintah yang sangat bermanfaat bagi semua pelaku UMKM..                    

    Program ini di harapkan dapat membantu pelaku UMKM untuk bertahan dan tumbuh di tengah tantangan ekonomi... 

    Setiap penerima BLT UMKM akan mendapatkan Bantuan RP 50.000.000                            

    Pencairan BLT UMKM akan dilakukan secara langsung oleh 

    Bank penyalur  yaitu..          

    Bank Rakyat Indonesia ( BRI). 

    pengelolaan UMKM jangan lewatkan kerna untuk program ini hanya di laksanakan pada tahun ini.”

    Hingga Selasa (6/1/2026) unggahan telah mendapatkan 98 tanda suka, 23 komentar dan telah dibagikan ulang 5 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengunjungi tautan tersebut. Diketahui tautan yang dibagikan akun Facebook “Lowongan Kerja 2025” tidak mengarah ke laman resmi Kementerian Koperasi di kop.go.id. Laman tersebut justru meminta warganet mengisi nama pengguna, jenis kelamin dan nomor telegram aktif.

    Sementara itu, melalui akun Instagram resmi Kementerian UMKM  menegaskan bahwa tidak ada program BLT bagi pelaku UMKM. Kementerian menyatakan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan terindikasi sebagai penipuan.

    Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap berbagai modus penipuan yang menyasar pelaku UMKM, seperti permintaan data pribadi melalui formulir atau tautan yang tidak resmi, serta janji bantuan, hibah, atau program pemerintah yang sebenarnya tidak pernah ada.

    Kementerian UMKM mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar selalu menjaga kerahasiaan data pribadi supaya tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Informasi resmi terkait program UMKM hanya disampaikan melalui kanal media sosial Kementerian UMKM dan situs resmi umkm.go.id.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan tidak mengarah ke laman resmi Kementerian Koperasi maupun Kementerian UMKM, melainkan ke laman tidak resmi yang meminta data pribadi pengguna. Dengan demikian, unggahan berisi tautan “BLT UMKM 2026 sebesar Rp50 juta” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31415) [SALAH] Hotman Paris Temukan Aliran Dana dalam Kasus Ijazah Jokowi UGM

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Ahmadi Tanjung” pada Rabu (31/12/2025) berisi narasi: 

    “Isu ijazah kembali memana5.

    Hotman Paris mengklaim menemukan aliran dana fantastis yang disebut-sebut digunakan untuk membungkam dan melindungi pihak tertentu. Angka yang disebut bukan recehan—triliunan rupiah.

    Jika benar ada aliran dana sebesar itu, pertanyaannya sederhana: untuk apa dan siapa yang dilindungi?

    Publik berhak tahu, hukum tak boleh kalah oleh kekuasaan. Kebenaran tak bisa terus disembunyikan”.

    Hingga Selasa (6/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 20.100 tanda suka, 5.800-an tanda suka, serta dibagikan ulang lebih dari 1.400 kali

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “hotman paris temukan aliran dana ijazah palsu untuk lindungi jokowi dan ugm” ke mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi Hotman Paris yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “tanggapan hotman paris tentang kasus ijazah palsu jokowi” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengaran ke pemberitaan kompas.com “Hotman Paris Sedih Lihat Jokowi Diperiksa Soal Ijazah, Tapi Pengacaranya Duduk di Belakang” yang tayang Senin (21/7/2025).

    Dilansir dari berita itu, diketahui bahwa Hotman Paris mengatakan dirinya sedih ketika melihat pengacara (yang mendampingi Jokowi saat diperiksa polisi terkait kasus ijazah palsu) duduk di belakang. Hotman Paris menilai kondisi itu membuat pengacara tidak memiliki harga diri.

    Sepanjang penelusuran tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim “Hotman Paris temukan aliran dana dalam kasus ijazah Jokowi ”

    Kesimpulan

    Tidak ada informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Hotman Paris temukan aliran dana dalam kasus ijazah Jokowi ” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31416) [SALAH] Video “Pertemuan Damai Jokowi dan Roy Suryo”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Budaya daerah  2” pada Rabu (15/10/2025), isinya memperlihatkan sosok pria (yang diklaim sebagai Joko Widodo dan Roy Suryo) sedang berjabat tangan.

    Unggahan disertai narasi:

    “Kabar terbaru datang dari Roy Suryo dan pak Joko Widodo tiba-tiba saat Roy Suryo adakan pertemuan malah yang datang pak Joko Widodo dan akhirnya mereka bersalaman”.

    Hingga Senin (5/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 4.480 tanda suka, 1.100-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 100 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “perdamaian antara jokowi dan roy suryo cs” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan sebagai berikut:

    • Berita tvonenews.com “Roy Suryo Ogah Damai dengan Jokowi, Kuasa Hukum sebut Alasan Utamanya”. Berita yang tayang Sabtu (27/12/2025) itu melaporkan bahwa Roy Suryo tak ingin damai dengan Jokowi. Ia sangat yakin bahwa ijazah Jokowi palsu. Roy Suryo tidak ingin bangsa Indonesia ditipu dengan selembar ijazah palsu yang telah memuluskan jalan Jokowi menjadi Presiden RI.

    • Berita di kanal YouTube metro tv “Jokowi Buka Kesempatan Damai, Tapi Roy Suryo Tidak!”. Berita yang tayang Senin (22/12/2025) itu melaporkan  bahwa di tengah polemik terkait tudingan ijazah palsu yang menghebohkan publik, mantan Presiden Jokowi membuka peluang untuk memberikan amnesti kepada para tersangka yang terlibat dalam kasus ini. Namun, peluang damai tersebut tidak berlaku bagi Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa, yang tetap berstatus sebagai tersangka dalam kasus ini.

    Dari pengamatan TurnBackHoax, terlihat ada kejanggalan dalam video tersebut, salah satunya gerakan tangan ketika bersalaman yang terlihat tidak alami. TurnBackHoax kemudian menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,8 persen.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,8 persen. Jadi, unggahan berisi klaim “pertemuan damai Jokowi dan Roy Suryo” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31672) Hoaks Tautan Klaim Token Listrik Gratis PLN Rp250 Ribu

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita

    tirto.id - Belakangan ini, beredar sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim adanya pembagian token listrik gratis senilai Rp250 ribu oleh PT PLN (Persero). Informasi tersebut tentu menarik perhatian masyarakat, energi listrik yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

    ADVERTISEMENT

    Tirto menemukan unggahan oleh akun TikTok @Info Terbaru (arsip) pada Minggu (21/12/2025). Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut bahwa pembagian token listrik gratis dilakukan dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026. Pengunggah juga mengajak masyarakat untuk segera mengklaim token listrik gratis tersebut sebelum kehabisan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Buruan klaim token sebelum kehabisan. Silahkan klik link di Bio.” tulis pengunggah di keterangan video. Selain narasi tersebut, unggahan juga menampilkan gambar yang mencantumkan logo resmi BUMN dan PLN dengan tulisan dalam gambar, "Token Gratis PLN; Bagi-bagi Token Listrik Gratis Rp. 250.000; Daftarkan segera dan klaim token gratis dari PLN."

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Hingga Selasa (6/01/2026), unggahan tersebut sudah ditonton 3.607 kali dan mendapatkan 6 tanda suka, 4 komentar, 5 disimpan, serta 5 kali dibagikan. Unggahan dengan klaim token listrik gratis senilai Rp250 Ribu dan gambar serupa juga ditemukan di sini, ini, dan ini.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Di Facebook narasi serupa juga ditemukan bahkan sejak beberapa bulan lalu. Beberapa akun menyebarkan narasi PLN bagi-bagi token listrik gratis senilai Rp250 ribu. (tautan 1, tautan 2, tautan 3)

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim ini? Benarkah ada penawaran token listrik gratis dari PLN sebesar Rp250 ribu?

    ADVERTISEMENT

    Hasil Cek Fakta

    Tirto menelusuri klaim ini melalui mesin pencarian Google dengan kata kunci “token listrik gratis PLN Rp250 ribu”. Hasil penelusuran tidak menemukan pemberitaan maupun informasi dari situs resmi PLN yang mengonfirmasi adanya program pembagian token listrik gratis tersebut.

    Selanjutnya, Tirto menelusuri tautan yang dicantumkan pada akun pengunggah dan diklaim sebagai link pendaftaran token listrik gratis. Tautan tersebut mengarah ke situs lain dengan akhiran "joinn.my.id/". Situs ini meminta pengunjung untuk memasukkan data pribadi, seperti nama lengkap, domisili, dan nomor akun Telegram aktif. Pola permintaan data semacam ini kerap digunakan dalam modus penipuan melalui situs tidak resmi.

    Pihak PLN juga telah membantah narasi soal promosi listrik gratis pada akhir Desember 2025 lalu. "PLN memastikan bahwa informasi promo biaya listrik gratis yang beredar di media sosial adalah hoaks dan terindikasi penipuan," begitu pesan dari akun bercentang biru @pln_id di Instagram. PLN mengatakan kalau seluruh informasi terkait PLN hanya disebarkan melalui situs web, kanal media sosial resmi, PLN Mobile dan contact center PLN 12.

    Penelusuran juga dilakukan terhadap akun-akun yang menyebarkan unggahan tersebut. Diketahui bahwa akun-akun tersebut bukan merupakan akun resmi milik PLN. Adapun akun resmi PLN di TikTok adalah @pln.id, yang sudah mendapatkan tanda verifikasi.

    Melalui salah satu unggahan di akun TikTok resminya, serupa di Instagram, PLN menegaskan bahwa klaim token listrik gratis yang beredar melalui akun-akun tidak resmi merupakan hoaks. PLN menyampaikan bahwa seluruh informasi dan promo resmi hanya diumumkan melalui kanal komunikasi korporat PLN atau aplikasi PLN Mobile.

    PLN juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai klaim mencurigakan yang mengarahkan ke tautan eksternal dan meminta data pribadi. Menurut PLN, penyebaran data pribadi melalui tautan semacam itu sangat berbahaya karena berpotensi menjadi modus penipuan atau phishing.

    Baca juga:Kenali Modus Penipuan Online: Phising, Sniffing, hingga PhramingApa itu Phising dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim pembagian token listrik gratis senilai Rp250 ribu oleh PLN adalah keliru dan menyesatkan (false and misleading).

    Unggahan yang beredar di media sosial tersebut tidak berkaitan dengan program resmi PT PLN (Persero). Klaim tersebut berasal dari akun tidak resmi dan mengarahkan pengguna ke tautan mencurigakan yang meminta data pribadi, sehingga berpotensi merupakan modus penipuan atau phishing.

    Pihak PLN juga telah mengimbau publik untuk berhati-hati dengan tawaran serupa. Mereka menegaskan informasi soal promo biaya listrik gratis yang beredar di media sosial adalah hoaks dan terindikasi penipuan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan