• (GFD-2026-31417) [SALAH] 2026 Ojol Wajib Beli Motor Listrik agar Tidak Jadi Beban Subsidi

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Kalla Birru” pada Jumat (2/1/2026) berisi narasi: 

    “Mentri ESDM berencana 2026 ojol diminta untuk lebih peduli dengan lingkungan menggunakan motor listrik untuk mengurangi beban subsidi negara”.

    Hingga Selasa (6/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan hampir 800 tanda suka, 1.000-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 40 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “menteri esdm wajibkan ojol membeli motor listrik sendiri untuk mengurangi beban subsidi negara” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi dari Menteri ESDM yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memeriksa foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang disertakan dalam unggahan menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan sindonews.com “Menteri ESDM Bahlil: SPBU Swasta Setuju Beli Stok BBM Tambahan lewat Pertamina”.

    Dari berita yang tayang pada Sabtu (20/9/2025) itu, diketahui bahwa konteks asli foto adalah momen konferensi pers Bahlil Lahadalia pada Jumat (19/9/2025). Bahlil menyampaikan SPBU swasta menyetujui untuk membeli stok BBM tambahan lewat skema impor melalui pertamina.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi Menteri ESDM yang membenarkan klaim “2026 ojol wajib beli motor listrik agar tidak membebani subsidi negara”.

    Kesimpulan

    Tidak ada informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “2026 ojol wajib beli motor listrik agar tidak membebani subsidi negara” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31418) [SALAH] Video “Bahlil Joget di Tengah Duka Bencana Longsor dan Banjir”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Mataberita” pada Selasa (9/12/2025) berisi narasi: 

    “Bahlil Asyik Joged Ditengah Duka Korban Bencana Banjir dan Longsor

    #viral #sorotansemuaorg #interaksi #bahlil #bencanaalam #longsor”.

    Hingga Selasa (6/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan hampir 230 tanda suka, 40-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 90 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “bahlil lahadalia  asyik berjoget di tengah duka korban bencana” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memanfaatkan Google Lens untuk memeriksa video yang disertakan dalam unggahan. Hasil penelusuran mengarah ke video di akun Instagram “suaragarut.id” yang diunggah pada Senin (10/11/2025).

    Konteks asli video adalah momen Bahlil Lahadalia meresmikan Yellow Racquet Club (lapangan padel dan pickleball) di halaman kantor DPP Partai Golkar pada Minggu (9/11/2025) sebelum adanya bencana.

    Untuk diketahui, dilansir dari laman bnpb.go.id, pada akhir November 2025 sejumlah wilayah di Sumatra diterjang banjir dan longsor. Kejadian pertama yang tercatat, adalah banjir di Kota Binjau, Sumatra Utara, pada Rabu (26/11/2025) malam pukul 18.00 waktu setempat. Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas yang lebat menyebabkan meluapnya tiga sungai di Kota Binjau, yakni Sungai Bingai, Mencirim, dan Bangkatan.

    Kesimpulan

    Konteks asli video adalah momen Bahlil Lahadalia meresmikan lapangan padel di halaman kantor DPP Partai Golkar pada Minggu (9/11/2025) sebelum adanya bencana. Jadi, unggahan video berisi klaim “Bahlil joget di tengah duka bencana longsor dan banjir” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31419) [SALAH] Ahmad Sidik (Pelapor Ijazah Palsu Wagub Babel) Jadi Tersangka

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Warta Desa” pada Selasa (30/12/2025) berisi narasi:

    “Mahasiswa UBB Yang Bongkar Dugaan Ijazah Palsu Wagub Babel Hellyana, Kini Jadi Tersangka”.

    Hingga Selasa (6/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan hampir 890 tanda suka, 340-an komentar, serta dibagikan lebih dari 130 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran sumber artikel Bangkapos yang disertakan dalam unggahan. Hasil penelurusan mengarah ke pemberitaan bangkapos.com “Sosok Ahmad Sidik, Mahasiswa Pelapor Ijazah Palsu Hellyana, Wagub Babel Kini jadi Tersangka”, yang isinya bertolak-belakang dengan klaim.

    Dari berita yang tayang Sabtu (27/12/2025) itu, diketahui bahwa Wakil Gubernur (Wagub) Bangka Belitung (Babel) Hellyana ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan oleh mahasiswa bernama Ahmad Sidiq dalam kasus dugaan ijazah palsu.

    Untuk diketahui, melansir tempo.com, kasus dugaan ijazah palsu Wagub Babel Hellyana mulai mencuat ke publik ketika seorang mahasiswa dari Universitas Bangka Belitung (UBB) berinisial AS melaporkan Hellyana ke Bareskrim Polri pada Juli 2025. Hellyana dituding memakai ijazah palsu dari Fakultas Hukum Universitas Azzahra karena dia tak pernah menyelesaikan pendidikan sarjananya. Adapun kasus ini terungkap melalui proses pelaporan masyarakat.

    Hellyana pada Senin (22/12/2025) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Sebelum penetapan tersangka terhadap Hellyana, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung membentuk tim investigasi. Hasil penelusuran tim investigasi menemukan fakta Hellyana tidak terdaftar sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Azzahra.

    Kesimpulan

    Tidak ada informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Ahmad Sidik (mahasiswa pelapor kasus ijazah palsu Wagub Babel) jadi tersangka” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31420) Keliru: Foto Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/01/2026

    Berita

    FOTO yang diklaim sebagai momen penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros oleh Amerika Serikat, beredar di Instagram [arsip] dan Facebook setelah serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang turut menjaring istri Maduro, Cilia Flores, pada Sabtu, 3 Januari 2026.

    Dalam gambar itu, Maduro terlihat mengenakan jas hitam serta kemeja putih saat turun dari sebuah pesawat. Ia tampak diapit oleh dua petugas militer dengan seragam bertuliskan DEA.



    Namun, benarkah foto tersebut saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros ditangkap oleh Amerika Serikat?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu menggunakan pendeteksi konten akal imitasi (AI) dan membandingkannya dengan informasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, meski Presiden Venezuela Nicolas Maduro memang benar ditangkap oleh Amerika Serikat, namun foto yang beredar itu buatan AI.

    Mula-mula, Tempo mengumpulkan tiga foto terkonfirmasi yang memperlihatkan penangkapan Maduro. Foto pertama diunggah oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di akun Truth Social miliknya pada 3 Januari 2025.

    Trump mengatakan, Maduro berada di kapal induk militer AS, USS Iwo Jima. Ia berdiri memegangi botol air mineral, mengenakan setelan sweater dan celana training abu-abu dengan kedua mata dan telinga ditutup.

    Kedua, foto saat Maduro baru mendarat di Bandara Internasional Stewart sekitar 97 kilometer sebelah barat laut Kota New York yang dimuat oleh BBC. Ketiga, saat Maduro tiba di kantor Badan Pengawas Narkotika AS (DEA). 

    Pada ketiga foto tersebut terlihat tiga jenis sweater atau jaket yang dikenakan Maduro. Tiga foto Maduro setelah penculikan tersebut dapat disimak dalam gambar berikut:





    Foto tersebut memperlihatkan sejumlah kejanggalan. Pertama, wajah empat anggota militer, termasuk dua orang yang mengapit Maduro di bagian depan tampak buram tidak normal. 

    Kedua, tertulis nama DEA dalam seragam yang dikenakan oleh anggota militer bagian kanan. DEA merujuk singkatan dari The Drug Enforcement Administration (DEA), badan Amerika Serikat yang mengawasi dan menegakkan hukum terkait pelanggaran narkotika. 

    DEA tidak terlibat dalam operasi penangkapan Maduro di Venezuela. Penangkapan Maduro dan istrinya dilakukan oleh pasukan elite Amerika Serikat, termasuk pasukan Delta Force, menurut Reuters.

    Kejanggalan yang ditemukan pada foto semacam itu, lazim ditemui pada konten hasil buatan akal imitasi. Temuan ini juga sesuai dengan analisis alat deteksi AI, AI or NOT yang menunjukkan sekitar 39 persen konten buatan AI.

    Demikian juga dengan alat deteksi Hive Moderation yang menunjukkan kemungkinan buatan AI sebesar 56,1 persen. Hive Moderation mengidentifikasi 73 persen karakteristik foto tersebut dibuat dengan teknologi AI milik Google, Gemini3.



    Situs media Wired dan Perhimpunan Perusahaan Broadcasting Eropa (EBU) menyatakan alat deteksi milik Google, SynthID, menyatakan konten tersebut memang dibuat dengan aplikasi milik Google.

    Penculikan Presiden Venezuela

    Dilansir BBC, Pasukan elit Delta Force Angkatan Darat AS meluncurkan bom ke sejumlah titik di Caracas, ibu kota Venezuela, tanggal 3 Januari 2026. Setelah serangan besar itu, mereka menculik Maduro untuk dibawa ke AS dan diadili.

    Sebelumnya Trump konsisten menyudutkan Maduro dengan menyebutnya sebagai “teroris narkotika” disertai operasi pemeriksaan kapal di perairan negara itu. Serta menempatkan kekuatan besar angkatan laut. Sementara pemerintah Venezuela menuding AS hanya bertujuan menguasai sumber minyak bumi di sana.

    Para pakar yang diwawancarai The Guardian mengatakan tindakan AS itu berpotensi melanggar hukum internasional. Profesor hukum internasional di Universitas Kingston, Elvira Domínguez-Redondo, mengatakan operasi itu "kejahatan agresi dan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara lain.”

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan gambar-gambar yang beredar di media sosial itu memperlihatkan kondisi Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat diculik pasukan AS adalah klaim keliru.

    Rujukan