• (GFD-2025-27658) Cek fakta, tarif listrik per Juli 2025 naik secara nasional

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/07/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan narasi yang menyebut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengumumkan kenaikan tarif listrik mulai Juli 2025.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “ESDM Umumkan Tarif Listrik Juli 2025,Ada Kenaikan Harga Per KWH? Berharap “IQ” para pejabatnya yg naik, apadaya yg mkin naik pajak2 dn hrga2.”

    Namun, benarkah tarif listrik per Juli 2025 naik secara nasional?



    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Kementerian ESDM, dilansir dari ANTARA, menegaskan bahwa tarif listrik PT PLN (Persero) untuk Triwulan III 2025 (periode Juli–September) tidak mengalami kenaikan.

    Tarif tetap berlaku untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi guna menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, tarif untuk 24 golongan pelanggan subsidi juga tidak mengalami perubahan.

    Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan non-subsidi memang dilakukan setiap tiga bulan dengan mempertimbangkan parameter ekonomi makro, seperti nilai tukar rupiah, harga minyak mentah (ICP), inflasi, dan harga batu bara acuan (HBA). Meskipun parameter ekonomi pada Triwulan III 2025 menunjukkan potensi kenaikan, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik.

    Namun demikian, penyesuaian tarif hanya berlaku di wilayah tertentu, yaitu PLN Batam. Penyesuaian ini berlaku mulai 1 Juli 2025 dan hanya berdampak pada golongan rumah tangga mampu dengan daya 3.500 VA ke atas (R2 dan R3) serta golongan pelanggan pemerintah (P1, P2, dan P3).

    Menurut perwakilan PLN Batam, Zulhamdi, dilansir dari ANTARA, penyesuaian tersebut bersifat selektif dan hanya mempengaruhi sekitar 7,49 persen dari total pelanggan PLN Batam. Kenaikan tarifnya pun relatif kecil, yakni sebesar 1,43 persen dari tarif sebelumnya.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27657) Hoaks! Trump akan hapus Indonesia dari peta karena bela Iran dan Palestina

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/06/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video berdurasi 20 detik yang diunggah di Facebook menampilkan Presiden Amerika Serikat ke-47 Donald Trump sedang berdiri di depan mikrofon dengan mengenakan jas seakan berpidato.

    Dalam video tersebut, muncul narasi yang mengklaim bahwa Trump akan menghapus Indonesia dan Rusia dari peta dunia jika negara membela Iran dan Palestina.

    Setelah cuplikan tersebut, video dilanjutkan dengan tayangan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang tengah berjabat tangan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

    Pengunggah video juga menambahkan teks yang diklaim sebagai ucapan Trump:

    “Kalau misalkan Indonesia dan Rusia ikut campur membela Palestina dan Iran suatu saat nanti saya akan membuat negara mereka dihapus dari peta dunia”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Presiden Amerika akan menghapus indonesia dan Rusia dari Peta dunia”

    Namun, benarkah Trump akan menghapus Indonesia dari peta karena bela Iran dan Palestina?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, video tersebut ternyata diambil dari unggahan kanal YouTube Eyewitness News ABC7NY yang berjudul “Trump says he will sign an executive order to rename the Gulf of Mexico as the 'Gulf of America'”, yang dipublikasikan pada 21 Januari 2025.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dalam video aslinya, Trump hanya menyampaikan perintah eksekutif untuk mengganti nama “Gulf of Mexico” menjadi “Gulf of America” pada semua peta dan dokumen resmi pemerintah Amerika Serikat. Selain itu, ia juga memerintahkan untuk mengembalikan nama Gunung Denali menjadi nama lamanya, yaitu “Mount McKinley”, sebagaimana dilansir dari The Guardian.

    Berdasarkan transkrip resmi pidato Trump yang dapat diakses melalui laman Gedung Putih, tidak ditemukan pernyataan yang menyebutkan ancaman untuk menghapus Indonesia dari peta dunia. Dengan demikian, narasi dalam video tersebut dapat dipastikan adalah hoaks.

    Klaim: Trump akan hapus Indonesia dari peta karena bela Iran dan Palestina

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27656) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Warga Israel Mengungsi, tetapi Konser Metal di Perancis

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menampilkan warga Isarel mengungsi setelah mendapat serangan rudal dari Iran.

    Dalam video, tampak sejumlah orang sedang berjalan sambil membawa barang-barangnya. Setelah ditelusuri, narasi itu keliru dan perlu diluruskan.

    Video yang diklaim menampilkan warga Israel mengungsi salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Salah satu akun menulis keterangan:

    Alhmadulillah...

    Hampir mirip saudara kami digaza

    Dari malam sampai siang hari tidak ada persinggahan warga IsraelHampir mirip suadara digaza warga Israel pergi mengungsi ketempat yg aman

    Tim Cek Fakta Kompas.com mencari sumber video tersebut menggunakan Yandex. Hasilnya, video identik dengan unggahan akun TikTok ini.

    Terdapat keterangan berbahasa Perancis dalam video itu, yaitu "ouverture hier du camping hellfest" (perkemahan hellfest dibuka kemarin). 

    Keterangan tersebut menunjukkan bahwa video itu menampilkan momen ketika sejumlah orang berkemah dalam festival musik metal yang diadakan di Perancis bernama Hellfest.

    Di situs resminya, penyelenggara menjelaskan bahwa pembeli tiket dapat mengakses lokasi perkemahan dalam acara tersebut.

    Adapun Hellfest 2025 telah berlangsung pada 19 sampai 22 Juni.

    Dikutip dari Times Of Israel, Pemerintah Israel melarang warganya bepergian ke luar negeri usai konflik dengan Iran memanas. Bandara Ben Gurion di Tel Aviv ditutup sejak 13 Juni 2025.

    Kendati begitu, sebagian kecil warga Israel dan warga negara asing ada yang keluar melalui jalur perbatasan laut dan darat.

    Dikutip dari Palestinechronicle.com, berdasarkan  laporan surat kabar Haaretz pada 17 Juni 2025, ratusan orang di Israel mencoba melarikan diri ke Siprus menggunakan kapal pesiar di dermaga Herzliya.

    Dalam laporan itu disebutkan, beberapa penumpang membayar sekitar 2.500 shekel untuk perjalanan yang bisa memakan waktu hingga 25 jam.

    Sementara yang lain menyebut harganya bergantung pada jenis kapal pesiar, fasilitas yang ditawarkan, dan seberapa cepat kapal itu berlayar.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan warga Israel mengungsi sambil membawa barang-barangnya merupakan informasi tidak benar.

    Adapun video aslinya adalah momen ketika sejumlah orang akan berkemah di festival musik metal bernama Hellfest pada 19 sampai 22 Juni 2025.

    Penyelenggara menyediakan tempat berkemah pagi penonton yang membeli tiket konser. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-27655) [HOAKS] Salju Akan Turun di Indonesia pada 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi yang mengeklaim salju akan turun di wilayah Indonesia pada 2026.

    Narasi itu disertai video yang menampilkan presenter berita, serta ilustrasi peta Indonesia tertutup salju.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut merupakan informasi keliru atau hoaks.

    Narasi yang mengeklaim salju akan turun di Indonesia pada 2026 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Juni 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Salju akan turun di indonesia pada tahun 2026

    Hasil Cek Fakta

    Narasi yang mengeklaim salju akan turun di Indonesia pada 2026 telah dibantah oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

    Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menegaskan, informasi itu tidak benar.  Dia menjelaskan, Indonesia adalah wilayah beriklim tropis yang berada di garis khatulistiwa.

    Suhu di Indonesia relatif hangat sepanjang tahun dan tidak mendukung pembentukan salju. Sebab, pembentukan salju membutuhkan suhu sangat dingin.

    "Salju kan butuh suhu dekat titik (0 derajat celsius)," kata Ardhasena seperti diberitakan Kompas.com, pada 11 Juni 2025.

    Sementara itu, Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan bahwa suhu rata-rata daerah tropis biasanya berkisar antara 20-30 derajat celcius.

    Suhu rata-rata tersebut hanya mengalami perubahan minimal atau sedikit sepanjang tahun. Oleh karena itu, turunnya salju Indonesia sangat tidak mungkin terjadi.

    Namun, ada pengecualian pada daerah-daerah yang memiliki ketinggian di atas rata-rata, seperti Pegunungan Jayawijaya di Papua.

    "Di sana, suhu yang cukup dingin memungkinkan salju untuk terbentuk," tuturnya.

    Adapun video presenter berita serta ilustrasi peta Indonesia tertutup salju tersebut bersumber dari unggahan akun TikTok @a.itiktok1 pada 27 Mei 2025.

    Akun itu mencantumkan penafian di takarir (caption) yang menjelaskan bahwa konten tersebut dibuat dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI),

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim salju akan turun di Indonesia pada 2026 adalah hoaks.

    BMKG menjelaskan, Indonesia beriklim tropis dan berada di garis khatulistiwa. Suhu di Indonesia relatif hangat sepanjang tahun dan tidak mendukung pembentukan salju.

    Rujukan