(GFD-2025-28715) Cek Fakta: Tidak Benar Video Ini Situasi Demo Jakarta yang Masih Memanas
Sumber:Tanggal publish: 29/08/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video situasi demo Jakarta yang masih memanas, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 27 Agustus 2025.
Klaim video situasi demo Jakarta yang masih memanas menampilkan sejumlah orang memadati ruang terbuka di antara bangunan dan terlihahat bangunan bertingkat paling tinggi dengan ornamen garis merah.
Dalam video tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.
"Setuasi jakarta Masih Memanas demooooo Akan berlanjut nanti Lebih besar lagi jikaa Pemerintah DPR tidak ada tindakan bakalan Banyak huru hara dimn2"
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Setuasi jakarta masih memanas demo akan berlanjut nanti akn lebih besar jika pemerintah tidak ada tindakan.. Indonesia bakalan bnyk huru hara kekacauan di mn mana.
#sorotan
#jangkauan
#fyp
#bonusan
#semua #orang#demonstrasi"
Benarkah klaim video situasi demo Jakarta yang masih memanas? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video situasi demo Jakarta yang masih memanas, dengan menangkap layar klaim video untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.
Penelusuran mengarah pada akun sebuah akun X yang menggunggah video dengan komposisi gedung dan situasi yang identik dengan klaim pada 14 Agustus 2025. Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Karbala is filled with the mourners of Imam Hussain (a.s.) for Arbaeen. This year, more than 20 million people are marking Arbaeen in Karbala, Iraq."
Penelusuran kemudian diubah dengan menggunakan menu mode AI pada Google, hasilnya terdapat keterangan yang menyebutkan foto ini menggambarkan kerumunan besar umat manusia selama ziarah Arbain di Karbala, Irak.
Ziarah Arbain adalah salah satu pertemuan keagamaan tahunan terbesar di dunia, di mana jutaan Muslim Syiah dan umat beragama lain berkumpul di kota suci Karbala untuk memperingati kesyahidan Imam Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad. Ziarah ini menandai hari ke-40 setelah Asyura, hari di mana Imam Husain gugur syahid dalam Pertempuran Karbala pada tahun 680 M.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video situasi demo Jakarta yang masih memanas tidak benar.
Video tersebut telah beredar sejak 14 Agustus 2025. Peristiwa dalam video tersebut adalah kerumunan besar umat manusia selama ziarah Arbain di Karbala, Irak.
Rujukan
- https://x.com/Ali051217/status/1956018529720762380
- https://www.google.com/search?sca_esv=7728da497b142a9a&lns_surface=26&authuser=0&hl=en-ID&udm=50&vsrid=CKySqZ7BtIbD8wEQAhgBIiQzZWYyY2I0Yy03ZDc3LTQyNWQtODQyNC0wZmU3YjAzMmQ3NzcyBiICc2woDDjn-6yx4q-PAw&vsint=CAIqDAoCCAcSAggKGAEgATojChYNAAAAPxUAAAA_HQAAgD8lAACAPzABEK8CGL8DJQAAgD8&lns_mode=un&source=lns.web.gsbubb&vsdim=303%2C447&gsessionid=Dw6Ef8_6H_i0zp1EobmXFv-dkF1pc6-dUlsqhKKm8Q7fugypXjnLkg&lsessionid=fbvD26O1VTQ-HVtYCChzeiNgwpBzHkzpK0vZ9WAQ9fZQNhXjGXiErg&fbs=AIIjpHxA3vPWbJqe41UdNjQ5AW6XAs4KFVO2YhHlPH3jud4FKVX6tGcLcoORF2gRzPfKAtQ7FM00p-mz8unSryrsqQEfwkcdX9jUtkFG2LQG9Rc7Fm6CK_Pcjd0LHGbInpQGYNJxQ_r5TMBajlSH9osjNjRWF9LoSQ&q=&aep=1&ntc=1&sa=X&ved=2ahUKEwiLmbax4q-PAxXt7jgGHT8bJ-AQ2J8OegQICxAD&biw=1366&bih=607&dpr=1&mstk=AUtExfCFrGCNTbeDXWcq9yJgsTPPzqfBcLHpQ94QmsDF4EWdSJjI4LBP4S_UeXXiAaLfCUJSfBxFBoh2DGMYFnyaJ2m_bDm_UhGinh_VhB9qCXaORLd1KuqKA-HyLTuXcSZfNQy4icRnwlIb9SfQfzdewNnvdPVAGvcPCKnbWLoMZeMjg4xvKr2PQUPiIb06trx7hPE4l6PpPF-7kqB4T9mk7VleaqBg7PSR46m-DfhVL11EAdbai2I4c2GWfA&csuir=1
(GFD-2025-28714) Keliru: Video Tentara Jepang dan Australia Mengamankan Demonstrasi di DPR
Sumber:Tanggal publish: 29/08/2025
Berita
SEBUAH akun TikTok [arsip] mengunggah video dengan klaim tentara Jepang dan Australia akan menjaga demonstrasi di depan gedung DPR RI.
Video itu menampilkan sejumlah tentara asing berseragam loreng dengan topi rimba. Mereka berkumpul di dekat deretan bus pariwisata Discovery yang terparkir di samping sebuah bangunan dengan pepohonan rindang di sekelilingnya. Pengunggah menulis, tentara asing itu membantu TNI mengamankan aksi pada 25 Agustus 2025.
Benarkah tentara Jepang dan Australia menjaga aksi demonstrasi di DPR RI?
Video itu menampilkan sejumlah tentara asing berseragam loreng dengan topi rimba. Mereka berkumpul di dekat deretan bus pariwisata Discovery yang terparkir di samping sebuah bangunan dengan pepohonan rindang di sekelilingnya. Pengunggah menulis, tentara asing itu membantu TNI mengamankan aksi pada 25 Agustus 2025.
Benarkah tentara Jepang dan Australia menjaga aksi demonstrasi di DPR RI?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi klaim tersebut dengan mewawancarai pengunggah konten dan menelusuri situs organisasi serta media kredibel. Hasilnya, kehadiran militer Jepang dan Australia adalah bagian dari latihan gabungan, bukan untuk mengamankan demonstrasi di Indonesia.
Pengamanan demonstrasi di gedung DPR RI pada 25 Agustus lalu, dilakukan antara lain oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), TNI, dan pemerintah daerah DKI Jakarta. Mereka mengerahkan 1.250 personel gabungan.
Konten tersebut diunggah oleh akun TikTok @sablengrusdi. Setelah dicek, akun tersebut mengunggah lima video yang memperlihatkan aktivitas pasukan militer asing yakni Video satu, dua, tiga, empat, dan lima.
Saat dihubungi Tempo, pemilik akun mengatakan tentara asing itu melakukan latihan bersama TNI di Hambalang, yang ia dokumentasikan di lokasi.
Dikutip dari situs resmi Tentara Nasional Indonesia TNI, latihan gabungan Super Garuda Shield (SGS) 2025 merupakan latihan multinasional terbesar di Indonesia, melibatkan ribuan prajurit TNI dan negara sahabat. Tujuannya memperkuat interoperabilitas, kepercayaan, serta kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.
Pembukaan latihan dipimpin Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Gedung Yos Soedarso, Seskoal, Cipulir, Jakarta, Senin, 28 Agustus 2025. “Latihan ini adalah wadah kepercayaan, jembatan persahabatan, serta mercusuar komitmen bersama kita untuk menjaga perdamaian dan stabilitas,” kata Tandyo.
Kompas melansir latihan multinasional tahunan ini diikuti 6.501 personel dari TNI dan 12 negara sahabat, serta menghadirkan pengamat dari 12 negara lain. Tahun ini, latihan berlangsung hingga 4 September 2025 di sejumlah lokasi, mulai dari Jakarta, Baturaja (Sumatera Selatan), hingga Dabo Singkep (Kepulau Riau).
Latgabma Super Garuda Shield 2025 diikuti pasukan dari 13 negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Brasil, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Selandia Baru. Selain itu, 12 negara lain mengirimkan pengamat, di antaranya India, Malaysia, Kamboja, Timor Leste, dan Papua Nugini.
Pengamanan demonstrasi di gedung DPR RI pada 25 Agustus lalu, dilakukan antara lain oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), TNI, dan pemerintah daerah DKI Jakarta. Mereka mengerahkan 1.250 personel gabungan.
Konten tersebut diunggah oleh akun TikTok @sablengrusdi. Setelah dicek, akun tersebut mengunggah lima video yang memperlihatkan aktivitas pasukan militer asing yakni Video satu, dua, tiga, empat, dan lima.
Saat dihubungi Tempo, pemilik akun mengatakan tentara asing itu melakukan latihan bersama TNI di Hambalang, yang ia dokumentasikan di lokasi.
Dikutip dari situs resmi Tentara Nasional Indonesia TNI, latihan gabungan Super Garuda Shield (SGS) 2025 merupakan latihan multinasional terbesar di Indonesia, melibatkan ribuan prajurit TNI dan negara sahabat. Tujuannya memperkuat interoperabilitas, kepercayaan, serta kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.
Pembukaan latihan dipimpin Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Gedung Yos Soedarso, Seskoal, Cipulir, Jakarta, Senin, 28 Agustus 2025. “Latihan ini adalah wadah kepercayaan, jembatan persahabatan, serta mercusuar komitmen bersama kita untuk menjaga perdamaian dan stabilitas,” kata Tandyo.
Kompas melansir latihan multinasional tahunan ini diikuti 6.501 personel dari TNI dan 12 negara sahabat, serta menghadirkan pengamat dari 12 negara lain. Tahun ini, latihan berlangsung hingga 4 September 2025 di sejumlah lokasi, mulai dari Jakarta, Baturaja (Sumatera Selatan), hingga Dabo Singkep (Kepulau Riau).
Latgabma Super Garuda Shield 2025 diikuti pasukan dari 13 negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Brasil, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Selandia Baru. Selain itu, 12 negara lain mengirimkan pengamat, di antaranya India, Malaysia, Kamboja, Timor Leste, dan Papua Nugini.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim video tentara Jepang dan Australia yang akan menjaga demo di DPR adalah keliru.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@sablengrusdi/video/7541951894718024966
- https://mvau.lt/media/94845854-c7e7-4429-a15e-01037c0d4b7c
- https://www.tempo.co/hukum/demo-25-agustus-di-dpr-1-250-polisi-dan-tni-yang-disiagakan-tidak-menggunakan-senjata-api-2062788
- https://www.tiktok.com/@sablengrusdi
- https://www.tiktok.com/@sablengrusdi/video/7541947021159107846
- https://www.tiktok.com/@sablengrusdi/video/7542355369528397062
- https://www.tiktok.com/@sablengrusdi/video/7542398787205991686
- https://www.tiktok.com/@sablengrusdi/video/7542682219123330309
- https://www.tiktok.com/@sablengrusdi/video/7542691572140313861
- https://tni.mil.id/view-258590-tni-gelar-latihan-gabungan-bersama-super-garuda-shield-2025.html
- https://nasional.kompas.com/read/2025/08/25/11585611/super-garuda-shield-2025-dimulai-6501-serdadu-dari-13-negara-jadi-peserta /cdn-cgi/l/email-protection#2241474944434956436256474f524d0c414d0c4b46
(GFD-2025-28713) Keliru: Immanuel Ebenezer Dirawat di RS Setelah Ditetapkan Tersangka
Sumber:Tanggal publish: 29/08/2025
Berita
NARASI Immanuel Ebenezer alias Noel terbaring di rumah sakit beredar di media sosial. Foto seorang pria mirip Noel dengan selang infus menempel di tubuhnya tersebar di Twitter [arsip] dan Facebook.
Unggahan itu muncul setelah mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan tersebut ditangkap KPK pada 21 Agustus 2025. Ia diduga menerima Rp 3 miliar dari pungutan penerbitan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja oleh 13 anak buahnya.
Namun, benarkah gambar tersebut memperlihatkan Noel sakit atau berpura-pura sakit dalam masa pemeriksaan oleh KPK?
Unggahan itu muncul setelah mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan tersebut ditangkap KPK pada 21 Agustus 2025. Ia diduga menerima Rp 3 miliar dari pungutan penerbitan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja oleh 13 anak buahnya.
Namun, benarkah gambar tersebut memperlihatkan Noel sakit atau berpura-pura sakit dalam masa pemeriksaan oleh KPK?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi foto itu lewat analisis langsung, penelusuran gambar terbalik, serta mencocokkan klaim dengan informasi dari sumber tepercaya.
Analisis visual menemukan sejumlah kejanggalan pada foto tersebut, ciri yang kerap muncul pada konten buatan akal imitasi (AI).
Pada lingkaran merah satu dan dua, monitor perangkat medis terlihat mati. Di lingkaran ketiga, tampak mesin cetak yang tak lazim berada di ruang rawat inap. Kacamata dalam foto itu pun hanya memiliki satu lensa memanjang.
Lingkaran keempat menunjukkan area buram di siku tangan kiri Noel, padahal bagian sekitarnya jelas. Di lingkaran kelima, tiga jari kaki kanannya tampak menyatu.
Temuan serupa disampaikan Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Misinformation Combat Alliance, India. Menurut DAU, telinga kanan pria dalam foto itu tidak terlihat, sementara lengan kirinya menampilkan area buram yang penyebabnya belum bisa dipastikan.
Bantahan KPK
Gambar itu menyebar masif di Twitter sejak Kamis, 21 Agustus 2025, bertepatan dengan penangkapan Noel dalam operasi tangkap tangan KPK. Belasan akun Twitter, sejumlah akun Instagram, dan beberapa situs mengunggah foto tersebut tanpa sumber jelas maupun keterangan memadai.
Pada hari yang sama, Rmol memuat foto itu dengan konfirmasi KPK. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan tidak mengetahui ihwal gambar tersebut. Menurut dia, saat foto beredar Noel tengah menjalani pemeriksaan di KPK.
Sehari kemudian, Budi menegaskan foto itu bukan di gedung KPK dan tidak diambil pegawai lembaga antirasuah tersebut. “Kondisi yang bersangkutan sehat,” kata Budi, dikutip Tempo.
Noel sendiri termasuk dari 11 tersangka kasus dugaan pemerasan dalam penerbitan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. KPK menyebut praktik itu berlangsung lama dan tergolong kasus besar.
Analisis visual menemukan sejumlah kejanggalan pada foto tersebut, ciri yang kerap muncul pada konten buatan akal imitasi (AI).
Pada lingkaran merah satu dan dua, monitor perangkat medis terlihat mati. Di lingkaran ketiga, tampak mesin cetak yang tak lazim berada di ruang rawat inap. Kacamata dalam foto itu pun hanya memiliki satu lensa memanjang.
Lingkaran keempat menunjukkan area buram di siku tangan kiri Noel, padahal bagian sekitarnya jelas. Di lingkaran kelima, tiga jari kaki kanannya tampak menyatu.
Temuan serupa disampaikan Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Misinformation Combat Alliance, India. Menurut DAU, telinga kanan pria dalam foto itu tidak terlihat, sementara lengan kirinya menampilkan area buram yang penyebabnya belum bisa dipastikan.
Bantahan KPK
Gambar itu menyebar masif di Twitter sejak Kamis, 21 Agustus 2025, bertepatan dengan penangkapan Noel dalam operasi tangkap tangan KPK. Belasan akun Twitter, sejumlah akun Instagram, dan beberapa situs mengunggah foto tersebut tanpa sumber jelas maupun keterangan memadai.
Pada hari yang sama, Rmol memuat foto itu dengan konfirmasi KPK. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan tidak mengetahui ihwal gambar tersebut. Menurut dia, saat foto beredar Noel tengah menjalani pemeriksaan di KPK.
Sehari kemudian, Budi menegaskan foto itu bukan di gedung KPK dan tidak diambil pegawai lembaga antirasuah tersebut. “Kondisi yang bersangkutan sehat,” kata Budi, dikutip Tempo.
Noel sendiri termasuk dari 11 tersangka kasus dugaan pemerasan dalam penerbitan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. KPK menyebut praktik itu berlangsung lama dan tergolong kasus besar.
Kesimpulan
Tempo menyimpulkan klaim bahwa foto itu memperlihatkan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Emmanuel Ebenezer, sakit atau pura-pura sakit saat diperiksa KPK adalah keliru. Sejumlah kejanggalan visual, bantahan resmi KPK, serta ketiadaan informasi kredibel yang menyebut Noel sakit, menjadi dasar verifikasi ini.
Rujukan
(GFD-2025-28712) Hoaks Pendaftaran Agen Mitra UMKM Pengecer LPG via Media Sosial
Sumber:Tanggal publish: 29/08/2025
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial informasi terkait pendaftaran Agen Mitra UKM atau agen pengecer gas LPG 3 kilogram (kg). Narasi yang beredar di media sosial menamakan program ini sebagai Mitra UMKM LPG.
ADVERTISEMENT
Akun “Kemitraan UMKM Gas LPG” (arsip) di Facebook menjadi salah satu yang menyebarkan narasi ini. Dalam unggahannya dia menyajikan sebuah poster dengan pesan pendaftaran agen dan pengecer LPG. Poster tersebut lengkap dengan logo BUMN dan Pertamina di bagian atasnya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Usaha tidak berkembang? Pusing cari solusi! Kami hadir dengan kepercayaan pelanggan dan kami memiliki visi untuk mengembangan produk kami hingga ke pelosok indonesia. Siap melayani dan membantu masyarakat yang ingin bergabung menjadi (Agen/Pangkalan/Grosir/Pengencer Tabung Gas LPG 3 Kg ) Kami dapat menerima pengajuan pendaftaran pangkalan melalui Penyalur Distributor LPG. Untuk info lebih lanjut langsung tanyakan saja.” tulis unggahan 9 Agustus 2025 lalu.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Pendaftaran Agen LPG.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai Jumat (29/08/2025), unggahan tersebut sudah mendapatkan 93 tanda suka (likes), 102 komentar dan satu kali dibagikan ulang. Menariknya kolom komentar banyak berisikan pesan testimoni yang menceritakan kepuasaanya.
Kami juga menemukan unggahan serupa dari akun “agen_mitra_lpg” (arsip) di Instagram yang sudah menyebar bahkan dari Juli 2025 lalu. Akun itu juga terus memproduksi konten dengan narasi serupa sampai dengan awal Agustus 2025.
Lalu bagaimana faktanya? Apakah benar informasi pendaftaran mitra UMKM LPG yang beredar?
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Akun “Kemitraan UMKM Gas LPG” (arsip) di Facebook menjadi salah satu yang menyebarkan narasi ini. Dalam unggahannya dia menyajikan sebuah poster dengan pesan pendaftaran agen dan pengecer LPG. Poster tersebut lengkap dengan logo BUMN dan Pertamina di bagian atasnya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Usaha tidak berkembang? Pusing cari solusi! Kami hadir dengan kepercayaan pelanggan dan kami memiliki visi untuk mengembangan produk kami hingga ke pelosok indonesia. Siap melayani dan membantu masyarakat yang ingin bergabung menjadi (Agen/Pangkalan/Grosir/Pengencer Tabung Gas LPG 3 Kg ) Kami dapat menerima pengajuan pendaftaran pangkalan melalui Penyalur Distributor LPG. Untuk info lebih lanjut langsung tanyakan saja.” tulis unggahan 9 Agustus 2025 lalu.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Pendaftaran Agen LPG.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai Jumat (29/08/2025), unggahan tersebut sudah mendapatkan 93 tanda suka (likes), 102 komentar dan satu kali dibagikan ulang. Menariknya kolom komentar banyak berisikan pesan testimoni yang menceritakan kepuasaanya.
Kami juga menemukan unggahan serupa dari akun “agen_mitra_lpg” (arsip) di Instagram yang sudah menyebar bahkan dari Juli 2025 lalu. Akun itu juga terus memproduksi konten dengan narasi serupa sampai dengan awal Agustus 2025.
Lalu bagaimana faktanya? Apakah benar informasi pendaftaran mitra UMKM LPG yang beredar?
ADVERTISEMENT
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto mendapatkan pernyataan dari pihak Pertamina Patra Niaga yang menyangkal narasi yang beredar. Informasi yang beredar di media sosial terkait dengan pendaftaran agen mitar UMKM dan pengecer LPG lewat WhatsApp tidak benar adanya.
Pihak Pertamina Patra Niaga menegaskan pendaftaran agen LPG hanya melalui website resmi mereka, https://kemitraan.patraniaga.com.
"Informasi di media sosial dan pesan berantai mengenai pendaftaran menjadi agen Mitra UMKM tidak benar. Pertamina Patra Niaga tidak pernah membuka pendaftaran agen LPG melalui tautan/nomor yang beredar dalam pesan tersebut. Informasi hoaks tersebut berpotensi menjadikan aksi kejahatan siber phishing," tulis keterangan resmi Pertamina yang Tirto terima, Jumat (29/8/2025).
Pertamina Patra Niaga menghimbau agar masyarakat tetap waspada apabila mendapatkan informasi yang menyesatkan maupun terindikasi penipuan. Informasi resmi hanya diumumkan melalui website resmi, kontak pertamina 135 dan media sosial resmi pertamina.
Jika masyarakat menemukan informasi meragukan terkait pendaftaran Mitra UMKM dan pengecer LPG maupun produk Pertamina lainnya, agar segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi Pertamina.
Kembali ke unggahan yang beredar di media sosial. Saat kami mencoba mengaksesnya, kami tidak diarahkan ke situs resmi ataupun akun media sosial Pertamina. Hasil pengecekan akun Facebook dan Instagram pengunggah juga bukan merupakan akun asli Pertamina.
Informasi profil akun Facebook “Kemitraan UMKM Gas LPG” memperlihatkan akun itu hanya memiliki 309 pengikut dan menggunakan nomor telepon WhatsApp bisnis atas PT Mitra UMKM Mandiri, yang terkait dengan Pertamina. Sementara, profil akun instagram “agen_mitra_lpg”, dengan 2,4k pengikut, mencantumkan nomor berbeda pada bio Instagram, yang juga bukan nomor terkait Pertamina.
Pihak Pertamina Patra Niaga menegaskan pendaftaran agen LPG hanya melalui website resmi mereka, https://kemitraan.patraniaga.com.
"Informasi di media sosial dan pesan berantai mengenai pendaftaran menjadi agen Mitra UMKM tidak benar. Pertamina Patra Niaga tidak pernah membuka pendaftaran agen LPG melalui tautan/nomor yang beredar dalam pesan tersebut. Informasi hoaks tersebut berpotensi menjadikan aksi kejahatan siber phishing," tulis keterangan resmi Pertamina yang Tirto terima, Jumat (29/8/2025).
Pertamina Patra Niaga menghimbau agar masyarakat tetap waspada apabila mendapatkan informasi yang menyesatkan maupun terindikasi penipuan. Informasi resmi hanya diumumkan melalui website resmi, kontak pertamina 135 dan media sosial resmi pertamina.
Jika masyarakat menemukan informasi meragukan terkait pendaftaran Mitra UMKM dan pengecer LPG maupun produk Pertamina lainnya, agar segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi Pertamina.
Kembali ke unggahan yang beredar di media sosial. Saat kami mencoba mengaksesnya, kami tidak diarahkan ke situs resmi ataupun akun media sosial Pertamina. Hasil pengecekan akun Facebook dan Instagram pengunggah juga bukan merupakan akun asli Pertamina.
Informasi profil akun Facebook “Kemitraan UMKM Gas LPG” memperlihatkan akun itu hanya memiliki 309 pengikut dan menggunakan nomor telepon WhatsApp bisnis atas PT Mitra UMKM Mandiri, yang terkait dengan Pertamina. Sementara, profil akun instagram “agen_mitra_lpg”, dengan 2,4k pengikut, mencantumkan nomor berbeda pada bio Instagram, yang juga bukan nomor terkait Pertamina.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan informasi pendaftaran Mitra UMKM dan Pengecer elpiji yang beredar bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Pertamina Patra Niaga, memastikan unggahan yang beredar hoaks dan tidak resmi. Tautan yang beredar di media sosial tidak mengarah ke situs resmi maupun akun-akun media sosial Pertamina.
Nomor yang tercantum di halaman media sosial juga nomor perusahaan yang tidak terkait dengan Pertamina secara langsung.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Pertamina Patra Niaga, memastikan unggahan yang beredar hoaks dan tidak resmi. Tautan yang beredar di media sosial tidak mengarah ke situs resmi maupun akun-akun media sosial Pertamina.
Nomor yang tercantum di halaman media sosial juga nomor perusahaan yang tidak terkait dengan Pertamina secara langsung.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
Halaman: 677/7214
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332112/original/085189200_1756457234-situasi_memanas_GI.jpg)




