• (GFD-2026-31531) [SALAH] Anggaran Program MBG Dialihkan untuk Bencana dan Beras Gratis

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akunl Facebook “Kamang Skuyy” pada Kamis (25/12/2025). Berisi narasi : 

    “GEGER!! MBG DISTOP! ANGGARAN DIALIHΚΑΝ

    Program MBG dihentikan sementara. Dana dialihkan ke beras gratis dan bantuan banjir. Prioritas berubah demi kondisi darurat.

    Keputusan tepat, Pak Pur”

    Hingga Jumat (9/1/2026) unggahan telah menuai 2.000 tanda suka, 413 komentar dan telah dibagikan ulang 38 kali.

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax memasukkan kata kunci “anggaran program MBG dialihkan untuk bencana dan beras gratis” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:

    • Berita liputan6.com “Menkeu Purbaya Pastikan Dana Bencana Sumatera Cukup, Tak Ganggu Program MBG” yang tayang pada Rabu (24/12/2025), melaporkan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran penanganan bencana sebesar Rp 60 triliun. Anggaran tersebut, termasuk untuk pemulihan pasca bencana di Sumatera, dinilai mencukupi sehingga tidak perlu mengalihkan dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    • Berita detik.com “Komisi IX DPR Usul Anggaran MBG Saat Libur Dialihkan Bantu Korban Bencana” yang tayang pada Senin (22/12/2025), disebutkan bahwa usulan pengalihan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kebutuhan lain sempat disampaikan oleh anggota DPR, salah satunya Charles Honoris. Usulan tersebut secara khusus merujuk pada anggaran MBG saat masa libur sekolah, namun hingga kini masih sebatas wacana dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “anggaran program MBG dialihkan untuk bencana dan beras gratis”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “anggaran program MBG dialihkan untuk bencana dan beras gratis” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31532) [PENIPUAN] Tautan "Pendaftaran Bantuan PKH 2026 Rp900 Ribu dari Kementerian Sosial"

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan tautan [arsip] dari akun Facebook “Info Berita Terkini” pada Rabu (7/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Silahkan cek dan hak anda sekarang!”

    Hingga Jumat (9/1/2026) unggahan telah mendapatkan 159 tanda suka, 22 komentar dan telah dibagikan ulang 1 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengunjungi tautan tersebut. Diketahui tautan yang dibagikan akun Facebook “Info Berita Terkini” tidak mengarah ke laman resmi Kementerian Sosial untuk pengecekan bansos di cekbansos.kemensos.go.id. Laman tersebut justru meminta warganet mengisi nama pengguna dan nomor telegram aktif, sehingga patut dicurigai sebagai upaya pencurian data pribadi atau phishing.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan tidak mengarah ke laman resmi Kementerian Sosial untuk pengecekan bansos di cekbansos.kemensos.go.id. Dengan demikian, unggahan berisi tautan “pendaftaran bantuan PKH 2026 Rp900 dari Kementerian Sosial” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31533) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran "CPNS Dinas Perhubungan 2026"

    Sumber: Tiktok
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita

    Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “info.terkinicom8” pada Sabtu (03/01/2026) berisi narasi:

    CPNS DINAS PERHUBUNGAN 2026 RESMI DIBUKA! 

    Kesempatan emas jadi ASN sektor transportasi nasional 🇮🇩

     SMA/SMK – D3 – S1 – S2

     Pendaftaran: 20 Januari 2026

     Penempatan: Sesuai domisili & kebutuhan instansi

     GRATIS! Tidak dipungut biaya apapun

     Wujudkan karir stabil & berkontribusi untuk negeri!

     Info pendaftaran: klik link di bio kami

    Hingga Rabu (07/01/2026), konten tersebut telah mendapat 23 ribu tanda suka, menuai 95 interaksi komentar, serta dibagikan ulang sekitar 11 ribu kali. 

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax memasukkan kata kunci “pendaftaran CPNS Dinas Perhubungan 2026” ke mesin pencari Google. Hasil teratas mengarah ke laman kemenhub.go.id. Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan pembukaan pendaftaran CPNS Dinas Perhubungan tahun 2026.

    TurnBackHoax kemudian mengakses tautan di bio akun TikTok “info.terkinicom8”. Diketahui, tautan mengarah ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa nama serta nomor Telegram.

    TurnBackHoax menelusuri lebih dalam dengan kata kunci “alur pendaftaran CPNS tahun 2026”. Hasilnya, ditemukan pemberitaan kabar24.bisnis.com “Cara Daftar CPNS 2026, Lengkap dengan Tutorial Buat Akun SSCASN”.

    Berita yang tayang pada Minggu (14/12/2025) tersebut menjelaskan bahwa belum ada tanggal pasti seputar rekrutmen CPNS 2026. Namun, menilik tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran CPNS dilakukan melalui situs resmi SSCASN (Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara) di https://sscasn.bkn.go.id.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran CPNS Dinas Perhubungan 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31534) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Bansos Digital Resmi dari Kementerian Sosial

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bansos digital resmi dari Kementerian Sosial, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 8 Januari 2026.
    Klaim link pendaftaran bansos digital resmi dari Kementerian Sosial berupa tulisan sebagai berikut.
    "📢 Program Bansos Digital Resmi dari Kementerian Sosial RI
    💰 Bantuan Hingga Rp1.500.000 untuk Warga yang Berhak
    🛡️ Tanpa calo. Tanpa antri. Langsung diverifikasi.
    📲 Daftar sekarang melalui platform resmi berikut:
    Cepat, Aman, dan Transparan. Bantu diri & keluarga hari ini!"
    Unggahan tersebut disertai dengan menu daftar, jika diklik muncul link berikut.
    "https://program-bansos.cek-info.com/?fbclid=IwY2xjawPNWGRleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFwVlhPRVhxQVc1SjNCYVFZc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHraCGtSVK-DW1PXSjbsrsd4cF_5i0mytOCmrT9RypPIkm-aqROx339ZHKLuH_aem_khGttW6oacjq_LmUzJKplQ"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital meminta sejumlah identitas, seperti nama dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim link pendaftaran bansos digital resmi dari Kementerian Sosial? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bansos digital resmi dari Kementerian Sosial, penelusuran  mengarah pada pengumuman berjudul "Waspada Hoaks terkait Bantuan Sosial" yang dimuat dalam situs resmi Kementerian Sosial, Kemensos.go.id.
    Berikut pengumumannya:
    "Akhir-akhir ini banyak beredar pesan berantau berisi link/tautan yang di dalanya terdapat berita bohong (hoaks) terkait pencairan dan/atau pendaftaran bantuan sosial.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial. Adapun penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/ BPNT dan PKH adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jika masyarakat layak menerima namun belum terdaftar dalam DTKS, bisa diusulkan Pemerintah Daerah atau mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos di menu Usul-Sanggah."
    Masyarakat diimbau agar selalu mengecek ulang kebenaran berita dan tidak ikut menyebarkannya.
    Mari saling ingatkan dan lebih kritis terhadap informasi yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Sosial RI agar kita terhindar dari hoaks maupun modus penipuan lainnya katanya menambahkan."
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Lengkap! Daftar Bansos 2026 dan Cara Cek Status Penerima dari Kemensos" yang dimuat situs Liputan6.com.
    Situs liputan6.com menyebutkan, bagi masyarakat yang belum terdaftar atau ingin mengajukan sebagai penerima baru, pendaftaran bansos Kemensos dapat dilakukan secara online maupun offline.
    Pendaftaran online bisa melalui aplikasi Cek Bansos atau situs resmi Kemensos cekbansos.kemensos.go.id dengan menyiapkan dokumen identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga. Sementara itu, pendaftaran offline dapat dilakukan di kantor desa/kelurahan setempat dengan membawa KTP dan KK.
    Setelah pendaftaran, data akan masuk ke tahap verifikasi yang melibatkan pencocokan data kependudukan, penilaian kondisi sosial ekonomi, dan pemadanan dengan data bantuan lain. Proses ini memerlukan waktu dan tidak semua pendaftar otomatis menerima bansos.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bansos digital resmi dari Kementerian Sosial tidak benar.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial.

    Rujukan