• (GFD-2026-31535) Cek Fakta: Cristiano Ronaldo Umrah

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita



    Murianews, Kudus – Beredar foto yang diklaim mega bintang sepak bola Cristiano Ronaldo umrah bareng pasangannya, Georgina Rodriguez. Yuk cek faktanya dulu.



    Foto tersebut salah satunya diunggah akun TikTok bernama khushnaseeb, 28 Agustus 2025 lalu.



    Dalam unggahannya, akun tersebut membagikan beberapa momen Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez berfoto di depan ka’bah hingga beberapa tempat di Makkah maupun Madinah.



    ”Allah hu akbar, Cristiano Ronaldo performed Umrah with his wife Subhan Allah!,” tulis akun tersebut seperti dikutip Murianews.com, Jumat (9/1/2026).



    Hingga, Jumat (9/1/2026), unggahan tersebut sudah mendapatkan tanda suka sebanyak 722 kali dan 46 komentar.



    Namun, setelah dicek faktanya, foto tersebut merupakan hoaks dan hasil rekayasa AI. Penelusuran selengkapnya dapat disimak di halaman berikut.



    Penelusuran...

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri foto yang menggambarkan Cristiano Ronaldo dan pasangannya, Giorgina Rodriguez umrah dengan menggunakan Hive Moderation.



    Hasil analisa tools untuk mendeteksi penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), foto tersebut merupakan hasil rekayasa AI dengan probabilitas 60,7 persen.



    Hasil analisa menggunakan Hive Moderation. (Dok. Murianews)



    Diketahui, meski merumput di Arab Saudi, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Cristiano Ronaldo yang menyatakan telah memeluk Islam.



    Tim Cek Fakta Murianews.com juga tak mendapati adanya pemberitaan dari sumber terpercaya yang menyatakan Cristiano Ronaldo telah memeluk Islam dan umrah atau berhaji.



    Kesimpulan...

    Kesimpulan



    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Murianews.com, foto yang menggambarkan Cristiano Ronaldo umrah atau haji merupakan disinformasi kategori false content atau konten palsu.



    Foto-foto yang menggambarkan mega bintang sepak bola asal Portugal umrah tersebut merupakan hasil rekayasan kecerdasan buatan alias AI.



    HOAKS: Cristiano Ronaldo dan Giorgina Rodriguez umrah atau haji. (Dok. Murianews)
  • (GFD-2026-31536) Keliru: Video Menteri Keuangan Purbaya Bagi-bagi Uang Rp50 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita

    VIDEO dengan klaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 50 juta kepada masyarakat beredar di Facebook [arsip] sejak 25 Desember 2025.  

    Dalam video berdurasi 20 detik itu, Purbaya mengatakan bagi-bagi uang tersebut sebagai salah satu program dari Presiden Prabowo Subianto. “Saya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, ingin memberitahu bahwa bantuan ini tidak pandang bulu siapa pun kalian berhak mendapatkan. Segera daftar dan masukkan data diri Anda,” ucapnya.



    Namun, benarkah video Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengklaim membagikan bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta itu asli?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video tersebut menggunakan fitur pencarian gambar terbalik Google dan perangkat deteksi akal imitasi. Hasilnya, sosok Purbaya dalam video yang beredar terbukti merupakan hasil manipulasi teknologi akal imitasi. 



    Materi visual tersebut identik dengan foto Purbaya pada salindia ketiga di akun Instagram resmi Kementerian Keuangan, @menkeuri. Foto asli itu diambil saat mantan Ketua Dewan Komisioner LPS tersebut bertemu dengan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di kantor Kementerian Keuangan pada Jumat pagi, 19 Desember 2025.

    Unggahan asli itu diberi keterangan tertulis, “Menkeu Purbaya kembali berdiskusi dengan jajaran @kadin.indonesia.official di kantor @kemenkeuri pagi ini. Aspirasi dari pelaku usaha menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim bisnis dan investasi yang semakin sehat, kondusif, serta berdaya saing. Pemerintah berkomitmen terus membuka ruang dialog dan memperkuat sinergi dengan dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi.”

    Dalam pertemuan tersebut, Kadin hadir bersama asosiasi dan pelaku usaha bidang furniture dan elektronik. Ketua Umum Kadin periode 2024-2029, Anindya Bakrie lewat akun Instagramnya, menjelaskan, mereka berdiskusi mengenai  deregulasi dan insentif untuk mendukung sektor furnitur maupun elektronik. 

    Tidak ada perbincangan mengenai pembagian uang Rp50 juta kepada masyarakat.

    Selanjutnya, Tempo menguji video berdurasi 20 detik itu menggunakan Hive Moderation. Alat itu menyimpulkan adanya elemen AI baik pada video maupun audio dengan agregat sebesar 97 persen dan 99 persen.

    Sementara hasil analisis dengan alat deteksi WasitAI, menyimpulkan wajah Purbaya dalam video itu dihasilkan dengan AI.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengklaim membagikan bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta adalah keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31537) Keliru: Virus Superflu Lebih Parah daripada Covid-19

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita

    UNGGAHAN dengan klaim virus Superflu atau virus influenza A9H2subclade K lebih parah daripada virus Covid-19 beredar di Tiktok [arsip] dan Facebook pada 2 Januari 2025.

    Konten tersebut memperlihatkan gambar dua orang mengenakan baju hazmat berwarna putih. Pengunggah menempelkan tulisan berisi, “Baru sehari 2026, virus Super Flu sudah masuk Indonesia, lebih parah daripada Covid-19”.



    Hingga artikel ini ditulis, konten itu sudah ditonton 590.000 kali, disukai 2.509, dan dikomentari 1.422 pengguna. Namun benarkah virus Superflu lebih parah dan berbahaya daripada virus Covid-19?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten tersebut dengan mengonfirmasi dokter spesialis dan menelusuri sumber pemberitaan kredibel. Hasilnya, gejala yang dialami penderita kasus positif di Indonesia tergolong ringan. Berbeda dengan gejala saat pandemi Covid-19.

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Kementerian Kesehatan Surabaya, dr. Arif Luqman Hakim, Sp.PD, menjelaskan bahwa Superflu merujuk pada virus influenza musiman tipe A dengan subtipe H3N2 atau juga dikenal dengan virus influenza musiman.

    “Superflu bukan ancaman baru yang bisa disetarakan dengan virus Covid-19,” ujarnya kepada Tempo, Kamis, 8 Januari 2026.

    Nama superflu tidak terkait dengan tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan pada tubuh pasien. Penyematan label "super" pada virus ini merujuk pada laju penularan yang dianggap lebih agresif dari biasanya. Penyebaran yang cepat ini, kata dia, akibat faktor perubahan cuaca yang ekstrem.

    Ia mengimbau masyarakat untuk tidak termakan isu yang menyebutkan bahwa virus ini lebih parah daripada saat pandemi Covid.

    Di Indonesia, keberadaan virus ini mulai terdeteksi sejak pertengahan Agustus 2025. Berdasarkan analisis urutan genom (Whole Genome Sequencing/WGS) terhadap ratusan sampel hingga Desember 2025, ditemukan 62 kasus positif yang mayoritas menyerang kelompok rentan seperti wanita dan anak-anak. Seluruh penderita Superflu dalam kondisi klinis yang stabil dengan gejala ringan.

    Berbeda dengan Superflu, mereka yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat memiliki tingkat keparahan tertentu hingga kematian. Merujuk Our World In Data per 21 Desember 2025 menunjukkan sebanyak 7 juta lebih orang yang meninggal karena Covid-19.

    Tempo melaporkan penjelasan World Health Organization (WHO) bahwa varian ini merupakan hasil perubahan bertahap atau genetic drift yang lazim terjadi pada virus influenza musiman. Virus ini terus bereplikasi dan beradaptasi di tengah populasi manusia melalui mutasi pada gen hemaglutinin (HA), bagian yang menjadi target utama sistem kekebalan tubuh. 

    Sebelum terdeteksi di Indonesia, varian ini telah menyebar di sejumlah negara Asia sejak Juli 2025, termasuk Cina, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Posisi Indonesia sebagai salah satu pusat transit di Asia Tenggara mempercepat paparan subclade K yang masuk melalui arus perjalanan internasional.

    Data WHO Global Influenza Update per 28 Desember 2025 mencatat lonjakan kasus influenza di belahan bumi utara jauh lebih besar daripada wilayah selatan. Di kawasan utara, peningkatan kasus melampaui 30 persen di Amerika Tengah, Karibia, Afrika Utara, Eropa, serta sebagian besar wilayah Asia. 

    Sementara itu, Asia Tenggara dan Afrika melaporkan kenaikan kasus di atas 10 persen. Influenza A(H3N2) menjadi varian paling dominan di hampir seluruh zona, kecuali di wilayah Amerika Selatan Tropis yang lebih banyak melaporkan kasus influenza tipe A(H1N1)pdm09.

    Guna menekan risiko paparan superflu, dokter Arif Luqman Hakim mengimbau masyarakat mencermati proses penularannya yang menyebar melalui droplet saat penderita batuk atau bersin. Selain itu, superflu menular melalui kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi cairan tubuh penderita. 

    Arif menegaskan bahwa masyarakat perlu menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) untuk memutus rantai penularan, terutama dengan rutin mencuci tangan setelah beraktivitas di ruang publik. Penggunaan masker juga tetap krusial, baik bagi warga yang sehat maupun yang sedang sakit, untuk saling melindungi. Sebagai perlindungan tambahan, Arif menyarankan vaksinasi influenza tahunan agar sistem imun mengenali subtipe virus yang sedang beredar.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa virus Superflu lebih parah dan berbahaya daripada virus Covid-19 adalah keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31538) Cek Fakta: Hoaks Artikel Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Minta Jokowi Tidak Hilangkan Barang Bukti

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar kembali di media sosial postingan artikel eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta mantan Presiden Jokowi tidak menghilangkan barang bukti. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 8 Januari 2026.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar dari Detik.com berjudul:
    "Yaqut Cholil Qiemas Ingatkan Jokowi Jangan Menghilangi Barang Bukti Atau Alasan Sakit Segala, Saya Kalau Tidak Diperintah Jokowi Tidak Saya Lakukan ini Menyangkut Nyawa Saya"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Jokowi presiden terkorup ke.2 di dunia. Lembaga kepolisian terkorup se-Indonesia."
    Lalu benarkah postingan artikel eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta mantan Presiden Jokowi tidak menghilangkan barang bukti?
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs Detik.com dengan foto, nama penulis, dan tanggal artikel yang sama dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Eks Menag Yaqut Tegaskan 2 Rumah Rp 6,5 M yang Disita KPK Bukan Miliknya"
    Artikel itu juga tidak membahas permintaan Yaqut agar Jokowi tidak menghilangkan barang bukti. Artikel itu membahas bantahan Yaqut terkait dua rumah mewah yang disita KPK terkait kasus dugaan korupsi kuota haji.

    Kesimpulan


    Postingan artikel eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta mantan Presiden Jokowi tidak menghilangkan barang bukti adalah hoaks.

    Rujukan