• (GFD-2026-34093) [SALAH] China Menahan Kapal Perang AS di Laut China Selatan, Picu Perang Baru

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 06/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “Daftar Populer” pada Minggu (3/5/2026) berisi narasi:

    “CHINA BERTINDAK, TAHAN KAPAL AS DAN SEKUTUNYA DI LAUT CHINA SELATAN! Perang Baru Akan Dimulai”

    Hingga Rabu (6/5/2026) unggahan ini telah mendapatkan 592 tanda suka, 84 komentar, dan ditonton lebih dari 40 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menonton video berdurasi 14 menit 49 detik tersebut dari awal hingga akhir. Setelah disimak isi video tersebut hanya membahas sejarah ketegangan di Laut China Selatan yang selama bertahun-tahun ini terjadi. 

    Lebih lanjut, dilakukan penelusuran dengan memasukan kata kunci “China tahan kapal Amerika Serikat di Laut China Selatan” ke kolom pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan pemberitaan terkini yang membenarkan klaim tersebut.

    Dilansir dari sindonews.com “AS dan Sekutu Latihan Perang di Laut China Selatan, Libatkan 17.000 Tentara” yang terbit Senin (20/4/2026), memang benar bahwa Amerika Serikat dan sekutunya sedang melakukan latihan perang di wilayah Laut China Selatan di bulan April 2026 kemarin, tetapi sejauh ini tidak ada pemberitaan di media resmi manapun yang mengabarkan bahwa China telah menahan kapal milik AS dan memicu perang.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan narasi tersebut. Unggahan berisi klaim “China tahan kapal AS di Laut China Selatan dan picu perang” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34094) [SALAH] Indonesia Resmi Hentikan Ekspor Gas ke Malaysia dan Singapura

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 06/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun Facebook “Fakta Populer” pada Selasa (14/4/2026) berisi narasi:

    “PEMERINTAH INDONESIA RESMI MENUTUP KRAN GAS UNTUK DI ESKPOR.SINGAPORE & MALAYSIA KATAR KETIR PASOKAN GAS DI TUTUP!.”

    Hingga Rabu (6/5/2026) unggahan ini telah mendapatkan 9 tanda suka dan dibagikan ulang 37 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mencari pemberitaan terkait ekspor gas Indonesia ke Singapura dan Malaysia menggunakan kata kunci “ekspor gas Indonesia 2026” dan “kontrak ekspor gas Singapura 2028”.

    Hasil penelusuran menemukan artikel dari cnbcindonesia.com berjudul “Menurut Aturan, RI Bakal Setop Ekspor Gas Tahun 2026” yang terbit Rabu (2/8/2023), menjelaskan bahwa memang pemerintah berencana menghentikan ekspor gas, kebijakan ini mengarah pada pembatasan ekspor gas untuk memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. Namun, kebijakan tersebut tidak serta-merta menghentikan seluruh ekspor secara langsung, melainkan dilakukan secara bertahap sesuai kontrak yang masih berlaku.

    Selain itu, artikel dari detik.com berjudul “Ekspor Gas ke Singapura Batal Disetop, RI Mau Perpanjang hingga 2028” terbit Jumat (28/10/2022), menjelaskan bahwa ekspor gas ke Singapura masih berlangsung dan kontraknya diperpanjang hingga 2028. Hal ini menunjukkan bahwa pada periode sebelum 2028, termasuk tahun 2026, aktivitas ekspor masih tetap dilakukan.

    Lebih lanjut, artikel dari cnbcindonesia.com berjudul “Cegah Defisit Gas, Ekspor RI Bakal Dialihkan ke Domestik” terbit Kamis (10/4/2025), menjelaskan bahwa pemerintah tetap memperbolehkan ekspor gas untuk kontrak yang telah disepakati sebelumnya, sementara kebijakan yang ada difokuskan pada pengurangan ekspor baru dan pengalihan pasokan untuk kebutuhan domestik.

    Untuk Malaysia, tidak ditemukan informasi kredibel yang menyatakan bahwa Indonesia telah menghentikan ekspor gas secara resmi. Namun, selama mereka memiliki kontrak masih berlaku, maka pengiriman gas tetap berjalan sesuai perjanjian. Dengan demikian, penghentian ekspor baru dapat dilakukan setelah masa kontrak berakhir, bukan secara tiba-tiba saat kontrak masih aktif.

    Kesimpulan

    Penghentian ekspor gas dilakukan secara bertahap, bukan penghentian total. Apabila ada kontrak ekspor yang masih tersisa maka Indonesia akan melanjutkan kegiatan ekspor hingga kontrak tersebut selesai. Unggahan berisi klaim “Indonesia resmi hentikan ekspor gas ke Malaysia dan Singapura” adalah konten menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34095) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Petugas Sensus Ekonomi 2026 dari BPS

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran petugas sensus ekonomi nasional 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 29 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) Melakukan Rekrutmen 190 Ribu Petugas Untuk Melakukan Sensus Ekonomi Nasional 2026
    Yuk Daftar Sekarang Sebelum Kuota Penuh!🚀
    INFO PENDAFTARAN KLIK DAFTAR DIBAWA👇
    https://daftarsekrangjuga.viillin.com/
    Unggahan juga disertai poster dan menu daftar sekarang.
    Pemilik akun kemudian mengarahkan warganet yang bertanya mengenai pendaftaran, agar mengecek di link yang ada di bio profil.
    "Untuk info pendaftaran silahkan klik link 👇https://daftarssekargjuga.vercel.app/"
    Ketika link di bio profil tersebut diklik, akan mengarah pada halaman situs tertentu. Situs ini meminta identitas, seperti nama lengkap hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran petugas sensus ekonomi nasional 2026 yang digelar BPS? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran petugas sensus ekonomi nasional 2026 yang digelar BPS. Penelusuran mengarah pada sejumlah website BPS daerah dan akun media sosial BPS kabupaten/kota masing-masing.
    Salah satunya dari BPS Pekanbaru. Dalam websitenya yakni pekanbarukota.bps.go.id, BPS menyampaikan membuka pendaftaran petugas sensus ekonomi 2026 BPS Kota Pekanbaru.
    Pendaftaran dimulai pada 6-8 Mei 2026. Pendaftaran akan ditutup sementara apabila kuota pada hari tersebut telah terpenuhi, dan akan dibuka kembali pada hari berikutnya. Pastikan berkas yang diunggah telah sesuai dan lengkap.
    ????? ???????? ??????????? ???? ?????? ??????? :s.bps.go.id/rekrutmensensusekonomi1471
    Hati-hati penipuan, sebab pendaftaran Petugas Sensus Ekonomi 2026 tidak dipungut biaya.
    Jika memiliki pertanyaan terkait perekrutan petugas Sensus Ekonomi 2026, dapat mengunjungi SALAM 1471 atau s.bps.go.id/salam1471.
    Selain itu, BPS Kabupaten Kebumen juga membuka kesempatan untuk yang siap terlibat dalam pendataan lapangan SE2026 yang akan dilaksanakan pada: 15 Juni 2026 – 31 Agustus 2026
    Link informasi pendaftaran: s.bps.go.id/3305daftar_se2026
    Pendaftaran pada 5 - 6 Mei 2026.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran petugas sensus ekonomi nasional 2026 yang digelar BPS, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34355) Hoaks, PM Italia Protes Netanyahu & Dukung Kemerdekaan Palestina

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan video yang mengklaim Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina dan menentang Netanyahu.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Duda Mbus” (arsip) pada Minggu (03/05/2026). Unggahan video berdurasi 13 detik tersebut menampilkan Meloni tengah melakukan aksi protes dengan membawa bendera Palestina di hadapan Netanyahu dalam ruangan rapat yang dipenuhi banyak audiens.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Meloni challenger Trump and Netanyahu, supports Palestine’s freedom,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan teks terjemahan dalam video “Apa yang sedang kamu lakukan? Berhenti. Tidak, cukup dengan pendudukan. Kamu tidak bisa melakukan itu di sini. Palestina, kebebasan untuk semua,” begitu narasi teks terjemahan tertulis dalam cuplikan video. Namun, bahasa yang terdengar bukanlah bahasa Indonesia.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (06/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 892 likes, 117 komentar, 103 kali dibagikan, dan 68 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan dukungan terhadap aksi yang dilakukan Meloni.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Nan Karo Ndar” yang menampilkan cuplikan serupa terkait dukungan PM Italia terhadap kemerdekaan Palestina.

    Lantas, benarkah PM Italia mendukung kemerdekaan Palestina dan melakukan aksi protes terhadap Netanyahu?

    Baca juga:Delegasi RI Desak Dunia Bertindak Atasi Penjajahan di Palestina

    periksa fakta PM Italia: Free Palestine.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan kami ke laman Kompas.Di situ dilaporkan bahwa sebuah video yang tersebar di media sosial yang diklaim menampilkan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyerukan kemerdekaan Palestina di hadapan Benjamin Netanyahu merupakan hasil rekayasa berbasis artificial intelligence (AI).

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “PM Italia dukung kemerdekaan Palestina dan protes Netanyahu.” Hasil penelusuran mengarah ke YouTube Kompas, yang melaporkan bahwa Italia masih belum mengakui kemerdekaan Palestina sebagai negara meskipun sudah didemo warganya. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menegaskan tidak akan mendukung pengakuan negara Palestina sampai dua syarat terpenuhi. Hal itu disampaikan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).

    “Palestina harus tunduk pada dua syarat: pembebasan para sandera dan tentu saja pengucilan Hamas dari pemerintahan manapun di Palestina. Karena kita perlu memahami apa prioritasnya. Saya tidak menentang pengakuan Palestina, tetapi kita harus memberikan prioritas yang tepat kepada diri kita sendiri,” begitu jelas Meloni.

    PM Italia Giorgia Meloni mendukung solusi dua negara, namun menekankan bahwa pengakuan terhadap negara Palestina harus melalui proses nyata dan bukan sekadar pengakuan di atas kertas. Meloni mengajukan dua syarat utama untuk pengakuan Palestina, yaitu pembebasan sandera dan penghapusan Hamas dari pemerintahan masa depan. Italia juga mengkritik tindakan Israel di Gaza yang dinilai melampaui batas dan menegaskan perlunya komitmen terhadap kemanusiaan.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Netanyahu dan Meloni yang tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 84,8 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Dalam rangkuman Tirto, “Italia Stop Pertahanan dengan Israel, Hubungan Buruk?” Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memutuskan untuk tidak memperpanjang perjanjian pertahanan dengan Israel pada Rabu (14/4/2026). Keputusan ini diambil imbas perkembangan situasi di Asia Barat.

    Penangguhan kerjasama Italia-Israel ini dipandang banyak pihak sebagai isyarat terbaru memburuknya hubungan Roma dan Tel Aviv. Keduanya, sebelumnya dikenal punya hubungan yang solid.

    Pemerintahan Meloni bahkan dianggap banyak pihak sebagai sekutu utama Presiden AS Donald Trump dan Israel di Eropa. Dalam banyak kesempatan, Italia bertindak sebagai negara pendukung AS dan Israel di tengah meluasnya sentimen negatif terhadap dua negara itu di Eropa. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, hubungan Italia dan poros AS-Israel tampak memburuk.

    Para analis menilai bahwa langkah Meloni dalam beberapa waktu terakhir merupakan respons atas meluasnya sentimen negatif publik Italia tentang AS dan Israel. Sentimen ini meluas pada 2026 seiring tindakan AS di Venezuela, keinginan mereka untuk mencaplok Greenland, dan serangan AS-Israel di Iran.

    Meloni dipandang tengah menjauhkan diri dari poros AS-Israel yang semakin tak populer di kalangan pemilih Italia. Pemilu Italia dijadwalkan akan terselenggara pada akhir 2027 mendatang. Namun, sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim Meloni mendukung kemerdekaan Palestina.

    Baca juga:WN Italia Dideportasi dari Bali setelah Mengamuk saat Ditilang

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa PM Italia menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan melakukan aksi protes di hadapan Netanyahu bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    PM Italia Giorgia Meloni mengajukan dua syarat utama untuk pengakuan Palestina, yaitu pembebasan sandera dan penghapusan Hamas dari pemerintahan masa depan. Italia juga mengkritik tindakan Israel di Gaza dan menegaskan perlunya komitmen terhadap kemanusiaan. Namun, Meloni tidak pernah melakukan aksi protes terhadap Netanyahu untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan