Tolong bantu dikasih tahu ke saudara² kita yg kena Covid-19 atau yg akan test Rapid dan Swab.
Ini obat herbal yg manjur sekaligus anugerah dari TUHAN yg mudah didapat dan tersedia di lingkungan kita utk membunuh virus.
🥥 1 biji air kelapa muda
:melon: 1 biji jeruk nipis diperas
🥄1/2 sendok teh garam
🥃 2 sendok madu
Semuanya diaduk dan diminum airnya. Dijamin 1 jam kemudian virusnya akan hilang dan hasil test Rapid/Swab negatif.
Mudah mudahan semua dalam keadaan sehat walafiat.
Bisa di infokan ke saudara, teman atau keluarga kita. Semoga bermanfaat.
Indahnya berbagi. :+1:sudah di uji coba
Air kelapa muda dll obat covid 19
Kelapa jeruk nipis obat covid 19
air kelapa
jeruk nipis
air kelapa muda sebagai obat covid
air kelapa obat covid
Kelapa muda obat covid
(GFD-2020-5812) [SALAH] Konsumsi Campuran Air Kelapa, Jeruk Nipis, Garam dan Madu Dapat Menyembuhkan Covid-19
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 13/12/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar narasi yang menyebutkan bahwa campuran air kelapa, jeruk nipis, garam dan tambahan madu, ampuh digunakan sebagai obat untuk membunuh virus corona. Selain itu disebutkan juga bahwa jika mengkonsumsinya 1 jam sebelum tes swab, akan memberikan hasil tes negatif.
Setelah dilakukan penelusuran, ternyata narasi tersebut adalah hoaks. Terkait dengan khasiat dalam masing-masing bahan yang disebutkan, belum ada bukti pasti tentang korelasinya dalam menyembuhkan pasien Covid-19 secara langsung.
Dalam artikel kompas.com, Epidemiolog sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, campuran air kelapa muda, jeruk nipis, dan garam dapat membuat tubuh kita kuat melawan virus.
“Namun, dia bukan obat. Campuran minuman itu bukan obat yang secara spesifik berguna untuk melawan suatu penyakit,” kata Tonang.
Berikut hasil penelusuran tentang khasiat air kelapa, jeruk nipis, air garam, dan madu:
1. Mengenai khasiat air kelapa muda dan jeruk nipis.
Melansir dari artikel liputan6.com, Farmakolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt menjelaskan bahwa ada kemungkinan bahwa seseorang dapat sembuh karena mengkonsumsi air kelapa. Namun terkait hal ini, harus dilakukan perbandingan terhadap orang lain juga. Dalam artikel alodokter juga disebutkan bahwa manfaat air kelapa terhadap pencegahan Covid-19 adalah hanya sebagai penambah cairan untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia.
Demikian halnya dengan jeruk nipis. Guru Besar Universitas IPB yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Irmanida Batubara mengatakan bahwa belum ada bukti terkait khasiat jeruk nipis dapat menyembuhkan pasien Covid-19. Namun, hesperidin di dalam jeruk nipis disinyalir dapat memberikan perlindungan bagi tubuh terhadap mikroba dan virus.
2. Khasiat Air garam.
Melihat pada artikel liputan6.com mengenai “Hoaks Garam Dapur Dapat Mengalahkan Corona”, Spesialis penyakit dalam UGM, dr. RM. Agit Sena Adisetiadi, Sp.PD menyebutkan bahwa belum ada bukti klinis tentang garam dapat menyembuhkan Covid-19. Di artikel yang sama bahkan disebutkan bahwa, WHO mengimbau masyarakat agar mengurangi konsumsi garam dan gula dimasa pandemi.
3. Khasiat madu
Melalui pencarian dari Google, ditemukan artikel yang berjudul, “Berhasil ‘Sembuhkan’ Pasien Covid-19, Rumah Sakit Ini Manfaatkan Madu.” Namun hal ini bukanlah fakta bahwa madu dapat membunuh Covid-19 ini. Dalam artikel ini, ternyata RSKI P Galang, sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19, memberikan madu kepada pasien hanya sebagai suplemen tambahan untuk menunjang daya tahan tubuh. Lebihnya, pasien tetap diberikan obat-obatan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan pemerintah.
Jadi, dari hasil penelusuran, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan bahwa campuran air kelapa, jeruk nipis, garam dan tambahan madu, ampuh digunakan sebagai obat untuk membunuh virus corona adalah hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. Sebelumnya, hoaks ini merupakan hoaks lama dan berulang, yang pernah muncul di bulan Agustus dan September.
Setelah dilakukan penelusuran, ternyata narasi tersebut adalah hoaks. Terkait dengan khasiat dalam masing-masing bahan yang disebutkan, belum ada bukti pasti tentang korelasinya dalam menyembuhkan pasien Covid-19 secara langsung.
Dalam artikel kompas.com, Epidemiolog sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, campuran air kelapa muda, jeruk nipis, dan garam dapat membuat tubuh kita kuat melawan virus.
“Namun, dia bukan obat. Campuran minuman itu bukan obat yang secara spesifik berguna untuk melawan suatu penyakit,” kata Tonang.
Berikut hasil penelusuran tentang khasiat air kelapa, jeruk nipis, air garam, dan madu:
1. Mengenai khasiat air kelapa muda dan jeruk nipis.
Melansir dari artikel liputan6.com, Farmakolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt menjelaskan bahwa ada kemungkinan bahwa seseorang dapat sembuh karena mengkonsumsi air kelapa. Namun terkait hal ini, harus dilakukan perbandingan terhadap orang lain juga. Dalam artikel alodokter juga disebutkan bahwa manfaat air kelapa terhadap pencegahan Covid-19 adalah hanya sebagai penambah cairan untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia.
Demikian halnya dengan jeruk nipis. Guru Besar Universitas IPB yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Irmanida Batubara mengatakan bahwa belum ada bukti terkait khasiat jeruk nipis dapat menyembuhkan pasien Covid-19. Namun, hesperidin di dalam jeruk nipis disinyalir dapat memberikan perlindungan bagi tubuh terhadap mikroba dan virus.
2. Khasiat Air garam.
Melihat pada artikel liputan6.com mengenai “Hoaks Garam Dapur Dapat Mengalahkan Corona”, Spesialis penyakit dalam UGM, dr. RM. Agit Sena Adisetiadi, Sp.PD menyebutkan bahwa belum ada bukti klinis tentang garam dapat menyembuhkan Covid-19. Di artikel yang sama bahkan disebutkan bahwa, WHO mengimbau masyarakat agar mengurangi konsumsi garam dan gula dimasa pandemi.
3. Khasiat madu
Melalui pencarian dari Google, ditemukan artikel yang berjudul, “Berhasil ‘Sembuhkan’ Pasien Covid-19, Rumah Sakit Ini Manfaatkan Madu.” Namun hal ini bukanlah fakta bahwa madu dapat membunuh Covid-19 ini. Dalam artikel ini, ternyata RSKI P Galang, sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19, memberikan madu kepada pasien hanya sebagai suplemen tambahan untuk menunjang daya tahan tubuh. Lebihnya, pasien tetap diberikan obat-obatan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan pemerintah.
Jadi, dari hasil penelusuran, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan bahwa campuran air kelapa, jeruk nipis, garam dan tambahan madu, ampuh digunakan sebagai obat untuk membunuh virus corona adalah hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. Sebelumnya, hoaks ini merupakan hoaks lama dan berulang, yang pernah muncul di bulan Agustus dan September.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya, campuran air kelapa, jeruk nipis, garam dan madu hanya berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Belum ada bukti klinis yang menyebutkan bahwa campuran bahan-bahan tersebut dapat menyembuhkan seseorang dari virus corona atau menghilangkan virus tersebut dari dalam tubuh pasien.
Faktanya, campuran air kelapa, jeruk nipis, garam dan madu hanya berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Belum ada bukti klinis yang menyebutkan bahwa campuran bahan-bahan tersebut dapat menyembuhkan seseorang dari virus corona atau menghilangkan virus tersebut dari dalam tubuh pasien.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/08/162200065/5-hoaks-dan-disinformasi-soal-obat-covid-19-cek-dulu-kebenarannya?page=all#page2
- https://www.alodokter.com/manfaat-air-kelapa-untuk-kesehatan
- https://m.liputan6.com/cek-fakta/read/4332289/cek-fakta-tidak-ada-bukti-air-kelapa-dicampur-jeruk-nipis-dan-garam-manjur-menyembuhkan-penderita-covid-19
- https://m.liputan6.com/cek-fakta/read/4262182/cek-fakta-hoaks-garam-dapur-bisa-mengalahkan-corona
- https://m.liputan6.com/cek-fakta/read/4224447/cek-fakta-hoaks-resep-lemon-dan-teh-panas-untuk-sembuhkan-covid-19-dari-palestina
- https://m.merdeka.com/sumut/berhasil-sembuhkan-pasien-covid-19-rumah-sakit-ini-manfaatkan-madu.html?page=all
(GFD-2020-5813) [SALAH] Prabowo Mengundurkan Diri dari Jabatannya
Sumber: youtube.comTanggal publish: 13/12/2020
Berita
Mengejutkan! Berita Hari Ini, Prabowo Mengundurkan Diri, Edhy Prabowo KPK, Berita Terkini
Hasil Cek Fakta
Akun youtube bernama C&N Channel, mengupload sebuah video yang dalam judulnya menyatakan bahwa Prabowo telah mengundurkan diri dari jabatannya. Video ini pun diawali dengan gambar Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.
Namun, setelah dilakukan penelusuran, berita ini adalah hoaks. Ternyata, Prabowo yang dimaksudkan telah mengundurkan diri adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Edhy mengundurkan diri setelah tertangkap oleh KPK perihal kasus korupsi perizinan jual beli benih lobster. Sampai hari ini, Prabowo Subianto sendiri masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan Indonesia. Melihat dari hasil pencarian Google, tidak ada artikel yang menyatakan bahwa Prabowo Subianto telah mengundurkan diri dari jabatannya, baik sebagai Menteri Pertahanan, ataupun Ketua Umum Partai Gerindra. Di dalam video juga tidak ada pernyataan tentang pengunduran diri dari Prabowo Subianto.
Jadi dapat disimpulkan bahwa video yang mengklaim bahwa Prabowo Subianto telah mengundurkan diri dari jabatannya adalah hoaks kategori false connection atau koneksi yang salah.
Namun, setelah dilakukan penelusuran, berita ini adalah hoaks. Ternyata, Prabowo yang dimaksudkan telah mengundurkan diri adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Edhy mengundurkan diri setelah tertangkap oleh KPK perihal kasus korupsi perizinan jual beli benih lobster. Sampai hari ini, Prabowo Subianto sendiri masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan Indonesia. Melihat dari hasil pencarian Google, tidak ada artikel yang menyatakan bahwa Prabowo Subianto telah mengundurkan diri dari jabatannya, baik sebagai Menteri Pertahanan, ataupun Ketua Umum Partai Gerindra. Di dalam video juga tidak ada pernyataan tentang pengunduran diri dari Prabowo Subianto.
Jadi dapat disimpulkan bahwa video yang mengklaim bahwa Prabowo Subianto telah mengundurkan diri dari jabatannya adalah hoaks kategori false connection atau koneksi yang salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya, Prabowo yang dimaksud di dalam video bukanlah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, melainkan Menteri Kelautan, Edhy Prabowo. Sampai saat ini, Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra.
Faktanya, Prabowo yang dimaksud di dalam video bukanlah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, melainkan Menteri Kelautan, Edhy Prabowo. Sampai saat ini, Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra.
Rujukan
(GFD-2020-5814) [SALAH] Foto “Buronan akhir nya dikerangkeng, berawal 212 berakhir 1212”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/12/2020
Berita
Akun Alexanders (fb.com/alexanders.alexanders.9210) mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:
“Wooooiiii..Buronan akhir nya dikerangkeng …berawal 212..berakhir 1212..1+2+1+2= 6 tewas”
“Wooooiiii..Buronan akhir nya dikerangkeng …berawal 212..berakhir 1212..1+2+1+2= 6 tewas”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan ahsil penelusuran, klaim adanya foto HRS mengenakan baju tahanan berwarna orange dan digiring oleh beberapa orang tersebut adalah klaim yang keliru.
Faktanya, foto tersebut merupakan foto editan atau suntingan. Wajah HRS ditambahkan ke gambar aslinya yang merupakan foto Jonru Ginting dengan baju tahanan dan celana pendek sedang digiring oleh penyidik Polda Metro Jaya pada tahun 2017.
Foto editan ini, sebelumnya disebarkan dengan klaim yang berbeda, dan sudah diperiksa faktanya melalui artikel berjudul “[SALAH] Gambar “Pria Asal Yaman Berhubungan Seks dengan Kambing ditangkap Polisi” yang dimuat di situs turnbackhoax.id pada 12 Juli 2020.
Foto yang asli, salah satunya diunggah di artikel berjudul “Butuh barang bukti, Polisi belum tutup akun Facebook milik Jonru” yang dimuat di situs merdeka.com pada 6 Oktober 2017.
Sementara itu, HRS memang resmi ditahan pada Minggu (13/12/2020) dini hari. Pada Sabtu (12/12/2020), ia masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai sebagai tersangka penghasutan kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.
Faktanya, foto tersebut merupakan foto editan atau suntingan. Wajah HRS ditambahkan ke gambar aslinya yang merupakan foto Jonru Ginting dengan baju tahanan dan celana pendek sedang digiring oleh penyidik Polda Metro Jaya pada tahun 2017.
Foto editan ini, sebelumnya disebarkan dengan klaim yang berbeda, dan sudah diperiksa faktanya melalui artikel berjudul “[SALAH] Gambar “Pria Asal Yaman Berhubungan Seks dengan Kambing ditangkap Polisi” yang dimuat di situs turnbackhoax.id pada 12 Juli 2020.
Foto yang asli, salah satunya diunggah di artikel berjudul “Butuh barang bukti, Polisi belum tutup akun Facebook milik Jonru” yang dimuat di situs merdeka.com pada 6 Oktober 2017.
Sementara itu, HRS memang resmi ditahan pada Minggu (13/12/2020) dini hari. Pada Sabtu (12/12/2020), ia masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai sebagai tersangka penghasutan kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.
Kesimpulan
Foto editan / suntingan. Wajah HRS ditambahkan ke gambar aslinya yang merupakan foto Jonru Ginting dengan baju tahanan dan celana pendek sedang digiring oleh penyidik Polda Metro Jaya pada tahun 2017
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/07/12/salah-gambar-pria-asal-yaman-berhubungan-seks-dengan-kambing-ditangkap-polisi/
- https://www.merdeka.com/peristiwa/butuh-barang-bukti-polisi-belum-tutup-akun-facebook-milik-jonru.html
- https://turnbackhoax.id/2020/12/13/salah-muhammad-rizieq-bin-husein-syihab-tidak-ditahan/
(GFD-2020-5815) [SALAH] “Kapolda Metro : Laskar FPI Rampas Pistol Polisi Untuk Tembak Polisi”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/12/2020
Berita
“MANA BUKTI MEREKA INGIN MERAMPAS PAK ???
MANA PARA REPORTER YG BIASA IKUT UNTUK MELAKUKAN VIDEO PAK ???
SEHARUSNYA PASTI DAN SELALU REPORTER YG INGIN MENGABADIKAN VIDEO ITU ADA UNTUK KASUS YG MEMANG BENAR MEMBAHAYAKAN, SEBAGAI SAKSI ATAU BUKTI POLRI YG SAH…
FPI TIDAK BISA MEMBUKTIKAN KALAU MEREKA TIDAK BERSALAH…
POLRI JUGA TIDAK BISA BUKTIKAN SECARANYATA FPI BERSALAH (MELAWAN DENGAN SENJATA API/MERAMPAS SENJATA)… KUMPULAN PERAMPOK TIDAK MUNGKIN MENGATAKAN KALAU MEREKA ADALAH PERAMPOK PAK, TANPA BUKTI YG NYATA DAN SAH MEREKA TETAP WARGA SIPIL, BUKAN PERAMPOK…. OPM, GAM, KORUPTOR… MASIH BANYAK YG LEBIH PANTAS MENDAPAT PERLAWANAN SEPERTI ITU PAK… TAPI KENAPA PERLAWANAN YG TIDAK PANTAS ITU DILAKUKAN KEPADA ULAMA DAN ANAK ANAK YG TIDAK BERSALAH PAK… ??? APA POLRI DIDIDIK HANYA UNTUK MENYERANG ULAMA DAN ANAK ANAK YG TIDAK BERSALAH PAK ???” unggah akun Facebook Muhammad Yunus, Jumat (11/12/2020).
MANA PARA REPORTER YG BIASA IKUT UNTUK MELAKUKAN VIDEO PAK ???
SEHARUSNYA PASTI DAN SELALU REPORTER YG INGIN MENGABADIKAN VIDEO ITU ADA UNTUK KASUS YG MEMANG BENAR MEMBAHAYAKAN, SEBAGAI SAKSI ATAU BUKTI POLRI YG SAH…
FPI TIDAK BISA MEMBUKTIKAN KALAU MEREKA TIDAK BERSALAH…
POLRI JUGA TIDAK BISA BUKTIKAN SECARANYATA FPI BERSALAH (MELAWAN DENGAN SENJATA API/MERAMPAS SENJATA)… KUMPULAN PERAMPOK TIDAK MUNGKIN MENGATAKAN KALAU MEREKA ADALAH PERAMPOK PAK, TANPA BUKTI YG NYATA DAN SAH MEREKA TETAP WARGA SIPIL, BUKAN PERAMPOK…. OPM, GAM, KORUPTOR… MASIH BANYAK YG LEBIH PANTAS MENDAPAT PERLAWANAN SEPERTI ITU PAK… TAPI KENAPA PERLAWANAN YG TIDAK PANTAS ITU DILAKUKAN KEPADA ULAMA DAN ANAK ANAK YG TIDAK BERSALAH PAK… ??? APA POLRI DIDIDIK HANYA UNTUK MENYERANG ULAMA DAN ANAK ANAK YG TIDAK BERSALAH PAK ???” unggah akun Facebook Muhammad Yunus, Jumat (11/12/2020).
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Muhammad Yunus mengunggah tangkapan layar artikel media online realitarakyat[dot]com dengan judul “Kapolda Metro: Laskar FPI Rampas Pistol Polisi Untuk Tembak Polisi” yang tayang pada 7 Desember 2020.
Dari hasil penelusuran menggunakan mesin pencarian Google dengan kata kunci ‘Kapolda Metro : Laskar FPI Rampas Pistol Polisi Untuk Tembak Polisi’.
Hasil penelusuran tersebut mengarah ke salah satu artikel milik realitarakyat[dot]com yang berjudul “Kapolda Metro : Laskar FPI Lakukan Perlawanan Dengan Senjata, Akhirnya Polisi Lakukan Tindakan Penembakan” yang tayang pada 7 Desember 2020.
Walaupun judul artikel tersebut berbeda, terdapat kesamaan diantaranya adalah foto pada artikel, waktu tayang hingga nama penulis artikel.
Melalui penelusuran lebih lanjut, pada artikel tersebut, judul dengan isi artikelnya tidak selaras. Pada isi artikel tersebut tidak ada pernyataan langsung dari Kapolda Metro yang menyebut Laskar FPI rampas pistol polisi untuk tembak polisi hingga data yang mendukung seperti pada judul tersebut.
Berikut isi artikel pada laman realitarakyat[dot]com:
Realitarakyat.com – Aparat kepolisian, terlibat bentrok dengan para pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab atau yang dikenal Habib Rizieq Shihab (HRS), dikawasan Cikampek, Senin (7/12/2020).
Akibatnya, sebanyak 6 orang tewas dalam bentrokan ini. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil mengatakan, tindakan terukur tersebut terjadi karena pasukan khusus pengawal HRS mencoba melawan dengan senjata tajam bahkan senjata api dengan menembak petugas yang sedang menjalankan tugas.
“Asli ini ada tiga yang sudah ditembakkan,” kata Fadil dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (7/12).
Fadil menyebut, ada 10 orang yang menyerang petugas dan enam di antaranya meninggal dunia setelah diberikan tindakan terukur. Sementara itu empat orang lainnya berhasil kabur.
“Jadi dari hasil penyelidikan awal kelompok yang menyerang anggota ini diidentifikasi sebagai laskar khusus yang selama ini menghalangi proses penyelidikan,” kata Fadil.
Peristiwa bentrokan antara kepolisian dengan pengawal HRS ini terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pukul 00.30 WIB, Senin (7/12/2020). Saat itu, disebutkan enam orang petugas sedang menyelidiki informasi terkait pengerahan massa saat pemeriksaan Rizieq.
Namun di tengah jalan, mobil petugas dipepet oleh pengawal Rizieq dan bentrokan pun terjadi.(ilm)”
Atas penjelasan tersebut, klaim Kapolda Metro Jaya sebut Laskar FPI rampas pistol Polisi untuk tembak Polisi tidak benar, karena judul artikel pada laman realita rakyat[dot]com tidak selaras dengan isi artikelnya. Oleh sebab itu, konten artikel tersebut masuk ke dalam kategori False Connection atau Koneksi yang Salah
Dari hasil penelusuran menggunakan mesin pencarian Google dengan kata kunci ‘Kapolda Metro : Laskar FPI Rampas Pistol Polisi Untuk Tembak Polisi’.
Hasil penelusuran tersebut mengarah ke salah satu artikel milik realitarakyat[dot]com yang berjudul “Kapolda Metro : Laskar FPI Lakukan Perlawanan Dengan Senjata, Akhirnya Polisi Lakukan Tindakan Penembakan” yang tayang pada 7 Desember 2020.
Walaupun judul artikel tersebut berbeda, terdapat kesamaan diantaranya adalah foto pada artikel, waktu tayang hingga nama penulis artikel.
Melalui penelusuran lebih lanjut, pada artikel tersebut, judul dengan isi artikelnya tidak selaras. Pada isi artikel tersebut tidak ada pernyataan langsung dari Kapolda Metro yang menyebut Laskar FPI rampas pistol polisi untuk tembak polisi hingga data yang mendukung seperti pada judul tersebut.
Berikut isi artikel pada laman realitarakyat[dot]com:
Realitarakyat.com – Aparat kepolisian, terlibat bentrok dengan para pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab atau yang dikenal Habib Rizieq Shihab (HRS), dikawasan Cikampek, Senin (7/12/2020).
Akibatnya, sebanyak 6 orang tewas dalam bentrokan ini. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil mengatakan, tindakan terukur tersebut terjadi karena pasukan khusus pengawal HRS mencoba melawan dengan senjata tajam bahkan senjata api dengan menembak petugas yang sedang menjalankan tugas.
“Asli ini ada tiga yang sudah ditembakkan,” kata Fadil dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (7/12).
Fadil menyebut, ada 10 orang yang menyerang petugas dan enam di antaranya meninggal dunia setelah diberikan tindakan terukur. Sementara itu empat orang lainnya berhasil kabur.
“Jadi dari hasil penyelidikan awal kelompok yang menyerang anggota ini diidentifikasi sebagai laskar khusus yang selama ini menghalangi proses penyelidikan,” kata Fadil.
Peristiwa bentrokan antara kepolisian dengan pengawal HRS ini terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pukul 00.30 WIB, Senin (7/12/2020). Saat itu, disebutkan enam orang petugas sedang menyelidiki informasi terkait pengerahan massa saat pemeriksaan Rizieq.
Namun di tengah jalan, mobil petugas dipepet oleh pengawal Rizieq dan bentrokan pun terjadi.(ilm)”
Atas penjelasan tersebut, klaim Kapolda Metro Jaya sebut Laskar FPI rampas pistol Polisi untuk tembak Polisi tidak benar, karena judul artikel pada laman realita rakyat[dot]com tidak selaras dengan isi artikelnya. Oleh sebab itu, konten artikel tersebut masuk ke dalam kategori False Connection atau Koneksi yang Salah
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Rizky Maulana (Universitas Bina Sarana Informatika).
Judul dengan isi artikel tidak selaras. Dalam artikel tidak ada pernyataan Kapolda Metro Jaya bahwa Laskar FPI merampas pistol milik polisi kemudian menembak polisi.
Judul dengan isi artikel tidak selaras. Dalam artikel tidak ada pernyataan Kapolda Metro Jaya bahwa Laskar FPI merampas pistol milik polisi kemudian menembak polisi.
Rujukan
Halaman: 6926/7934



