“Bunga Raja dari Gunung Himalaya yang mekar 400 tahun sekali, tahun ini 2020 mekar dan kita adalah orang yang beruntung melihatnya.
Silakan dikongsi , sehingga orang lain pun melihatnya. Semoga orang yang melihat nya sehat dan panjang umur seperti bunga raja…aamiin”
(GFD-2020-5817) [SALAH] Bunga Raja di Gunung Himalaya Mekar 400 Tahun Sekali
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/12/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar di Facebook akun bernama Azam Man memposting sebuah gambar tanaman dengan klaim tanaman itu berasal dari Gunung Himalaya yang mekar hanya 400 tahun sekali. Postingan tersebut diunggah pada 12 Agustus 2020.
Setelah ditelusuri, melansir dari liputan6.com didapatkan informasi tanaman tersebut bernama Rheum Nobile/Sikkim Rhubarb/Noble Rhubarb yang berada di pegunungan Himalaya dan mekar setiap tahun pada bulan Juli-Agustus.
Melansir dari flowersofindia.net, Sikkim Rhubarb tumbuh pada ketinggian 3600-4500 meter. Tanaman ini juga dikonsumsi oleh penduduk setempat dan tanaman itu juga disebut Chuka.
Dengan demikian, klaim bahwa tanaman tersebut mekar 400 tahun sekali tidak benar. Tanaman tersebut adalah Rheum Nobile/Sikkim Rhubarb/Noble Rhubarb yang mekar setiap tahun, sehingga masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Setelah ditelusuri, melansir dari liputan6.com didapatkan informasi tanaman tersebut bernama Rheum Nobile/Sikkim Rhubarb/Noble Rhubarb yang berada di pegunungan Himalaya dan mekar setiap tahun pada bulan Juli-Agustus.
Melansir dari flowersofindia.net, Sikkim Rhubarb tumbuh pada ketinggian 3600-4500 meter. Tanaman ini juga dikonsumsi oleh penduduk setempat dan tanaman itu juga disebut Chuka.
Dengan demikian, klaim bahwa tanaman tersebut mekar 400 tahun sekali tidak benar. Tanaman tersebut adalah Rheum Nobile/Sikkim Rhubarb/Noble Rhubarb yang mekar setiap tahun, sehingga masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).
Informasi tersebut tidak benar. Tanaman tersebut bernama Rheum Nobile/Sikkim Rhubarb/Noble Rhubarb yang mekar setiap tahun pada bulan Juli-Agustus.
Informasi tersebut tidak benar. Tanaman tersebut bernama Rheum Nobile/Sikkim Rhubarb/Noble Rhubarb yang mekar setiap tahun pada bulan Juli-Agustus.
Rujukan
(GFD-2020-5818) [SALAH] Video Konvoi Kemenangan Plat AD Tidak Patuhi Protokol Kesehatan
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/12/2020
Berita
“MONGGO PAK KAPOLRI.,
DI TUNGGU TINDAKAN NYA.,
ADA YG LAGI MABOK KEMENANGAN TANPA PROTOKOL PROTOKOLAN.,
wani opo oraaaa
INI PLAT AD lhoool”
DI TUNGGU TINDAKAN NYA.,
ADA YG LAGI MABOK KEMENANGAN TANPA PROTOKOL PROTOKOLAN.,
wani opo oraaaa
INI PLAT AD lhoool”
Hasil Cek Fakta
Beredar di Facebook akun bernama Aris Wahyu Puji memposting sebuah video yang memperlihatkan suasana konvoi kemenangan paslon yang diusung PDIP terlihat pada gambar dikaos dan bendera pada video. Postingan tersebut diunggah pada grup Indonesia ONE yang menyertakan narasi konvoi tersebut dilakukan didaerah berplat nomor AD yaitu Solo, Jawa Tengah, tanpa protokol kesehatan. Video tersebut diunggah pada 10 Desember 2020.
Setelah ditelusuri, melansir dari medcom.id ditemukan sebuah informasi video tersebut adalah video kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jika diperhatian pada detik ke-12, terlihat potongan tulisan di spanduk “Kebaikan Nomer Satu! Ke-Islaman Nomer Satu! dan seterusnya”. Spanduk tersebut merupakan spanduk kampanye pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin saat berlaga di Pilpres 2019. Pada detik ke-15 dalam video tersebut juga terdapat stiker yang ditempelkan pada plat nomor sejumlah sepeda motor yang bergambar Jokowi-Ma’ruf.
Dengan demikian, narasi yang dibuat akun Aris Wahyu Puji tidak benar. Video tersebut merupakan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2019, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Setelah ditelusuri, melansir dari medcom.id ditemukan sebuah informasi video tersebut adalah video kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jika diperhatian pada detik ke-12, terlihat potongan tulisan di spanduk “Kebaikan Nomer Satu! Ke-Islaman Nomer Satu! dan seterusnya”. Spanduk tersebut merupakan spanduk kampanye pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin saat berlaga di Pilpres 2019. Pada detik ke-15 dalam video tersebut juga terdapat stiker yang ditempelkan pada plat nomor sejumlah sepeda motor yang bergambar Jokowi-Ma’ruf.
Dengan demikian, narasi yang dibuat akun Aris Wahyu Puji tidak benar. Video tersebut merupakan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2019, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).
Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, video tersebut adalah video saat kampanye Pilpres Jokowi-Ma’ruf pada 2019.
Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, video tersebut adalah video saat kampanye Pilpres Jokowi-Ma’ruf pada 2019.
Rujukan
(GFD-2020-5795) [SALAH] Surat Kepala BKN Tentang Pedoman Pengangkatan Tenaga Honorer Kategori II Formasi TA 2019 & 2020 Menjadi CPNS
Sumber: Pesan BerantaiTanggal publish: 12/12/2020
Berita
Telah beredar surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) tentang pedoman pengangkatan tenaga honorer kategori II formasi tahun anggaran 2019 & 2020 menjadi CPNS.
Pengumuman tersebut terdiri dari lima halaman, yang seolah ditandatangani oleh Kepala BKN Bima Haria Wibisana. Pada informasi yang beredar itu dituliskan sejumlah poin penting seperti dasar hukum pengangkatan tenaga honorer, persyaratan, hingga penyampaian usul NIP. Pengumuman palsu tersebut ditujukan ke semua Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Pusat, PPK Provinsi, dan PPK Kabupaten/Kota.
Mendikbud, menpanRB dan BKN sepakat formasi cpns diganti formasi pppk
Pengumuman tersebut terdiri dari lima halaman, yang seolah ditandatangani oleh Kepala BKN Bima Haria Wibisana. Pada informasi yang beredar itu dituliskan sejumlah poin penting seperti dasar hukum pengangkatan tenaga honorer, persyaratan, hingga penyampaian usul NIP. Pengumuman palsu tersebut ditujukan ke semua Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Pusat, PPK Provinsi, dan PPK Kabupaten/Kota.
Mendikbud, menpanRB dan BKN sepakat formasi cpns diganti formasi pppk
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, infromasi tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari Kompas.com, Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerjasama BKN Paryono menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pengumuman ini. Ia menjelaskan, BKN menerima laporan dari masyarakat terkait munculnya pengumuman palsu tersebut.
“Kemarin ada yang menanyakan ke kami melalui WA (WhatsApp),” kata Paryono saat dihubungi Kompas.com, Kamis (10/12/2020).
Paryono mengatakan, masyarakat harus berhati-hati terutama terhadap informasi mengenai pengangkatan CPNS dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Menurut dia, informasi terkait dua hal ini akan diumumkan secara resmi.
“Pasti ada prosedurnya yang diumumkan di web BKN,” ujar dia.
Masyarakat, lanjut Paryono, dapat melakukan pengecekan produk hukum suatu instansi melalui situs resmi masing-masing kemudian memilih menu JDIH. Paryono mengimbau agar tidak mempercayai oknum-oknum yang menawarkan dapat membantu kelulusan peserta dalam rekrutmen CPNS atau PPPK.
“Jangan mudah percaya pada oknum yg katanya bisa membantu memasukkan seseorang menjadi cpns ataupun PPPK dengan meminta imbalan uang, ikuti saja prosedur resmi melalui pendaftaran, tes dan sebagainya,” tegasnya.
Sebagai tambahan informasi, pemerintah merencanakan akan kembali membuka rekrutmen CPNS pada 2021 mendatang. Formasi yang dialokasikan pada seleksi CPNS tahun depan kemungkinan akan lebih banyak dibandingkan CPNS formasi 2019.
Dengan demikian, informasi yang mencatut BKN mengenai tentang pedoman pengangkatan tenaga honorer kategori II formasi tahun anggaran 2019 & 2020 menjadi CPNS adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam ketegori konten tiruan.
“Kemarin ada yang menanyakan ke kami melalui WA (WhatsApp),” kata Paryono saat dihubungi Kompas.com, Kamis (10/12/2020).
Paryono mengatakan, masyarakat harus berhati-hati terutama terhadap informasi mengenai pengangkatan CPNS dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Menurut dia, informasi terkait dua hal ini akan diumumkan secara resmi.
“Pasti ada prosedurnya yang diumumkan di web BKN,” ujar dia.
Masyarakat, lanjut Paryono, dapat melakukan pengecekan produk hukum suatu instansi melalui situs resmi masing-masing kemudian memilih menu JDIH. Paryono mengimbau agar tidak mempercayai oknum-oknum yang menawarkan dapat membantu kelulusan peserta dalam rekrutmen CPNS atau PPPK.
“Jangan mudah percaya pada oknum yg katanya bisa membantu memasukkan seseorang menjadi cpns ataupun PPPK dengan meminta imbalan uang, ikuti saja prosedur resmi melalui pendaftaran, tes dan sebagainya,” tegasnya.
Sebagai tambahan informasi, pemerintah merencanakan akan kembali membuka rekrutmen CPNS pada 2021 mendatang. Formasi yang dialokasikan pada seleksi CPNS tahun depan kemungkinan akan lebih banyak dibandingkan CPNS formasi 2019.
Dengan demikian, informasi yang mencatut BKN mengenai tentang pedoman pengangkatan tenaga honorer kategori II formasi tahun anggaran 2019 & 2020 menjadi CPNS adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam ketegori konten tiruan.
Rujukan
(GFD-2020-5796) [SALAH] Telapak Kaki Relawan Melepuh Efek Samping Suntik Vaksin Covid-19
Sumber: twitter.comTanggal publish: 12/12/2020
Berita
“Sorry Judge but I like you but I’m not trusting no vaccine, the side effects are far worse than Siegel who’s getting paid to push wants to let on. How about getting Patricia Chandler on your show and asking her how she’s dealing with the side effects, take look.”
Narasi dalam gambar:
“my cousin patricia whi live in Austin, Texas was a volunteer in a covid-19 vaccine study recently and has had a severe adverse reaction. She has not been able to walk or go to work for almost 4 weeks now because of huge bleeding sores on her feet. These sores are called a Fixed Drug Eruption for those who may want to dig a little deeper into how this come about…”
Narasi dalam gambar:
“my cousin patricia whi live in Austin, Texas was a volunteer in a covid-19 vaccine study recently and has had a severe adverse reaction. She has not been able to walk or go to work for almost 4 weeks now because of huge bleeding sores on her feet. These sores are called a Fixed Drug Eruption for those who may want to dig a little deeper into how this come about…”
Hasil Cek Fakta
Beredar foto di media sosial berupa telapak kaki seseorang yang melepuh dan bernanah dengan narasi foto tersebut adalah efek samping dari penggunaan vaksin Covid-19. Dalam beberapa narasi disebutkan foto kaki yang beredar adalah milik Patricia, seorang relawan suntik vaksin Covid-19.
Dari hasil penelusuran diketahui luka tersebut bukan karena suntik vaksin. Foto telapak kaki tersebut memang milik Patricia Chandler, seorang wanita yang hidup di Alaska, Texas. Dia mengajukan diri sebagai sukarelawan pada suntik vaksin Pfizer/BioNTech COVID-19 namun nyatanya dia termasuk kelompok sukarelawan yang diberi obat plasebo.
Plasebo merupakan metode untuk menguji efektivitas obat atau suatu perawatan medis tertentu sebelum dipergunakan secara massal. Plasebo bisa berupa pil, suntikan, atau metode pengobatan lainnya. Plasebo juga sering disebut sebagai obat kosong karena “obat-obatan” plasebo tidak mengandung bahan aktif yang dimaksudkan untuk meningkatkan atau memperbaiki kesehatan. Orang yang menerima obat plasebo tidak mengetahui dirinya menggunakan obat kosong.
Dalam melakukan uji klinis vaksin, relawan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok uji dan kelompok plasebo. Kelompok uji adalah mereka yang mendapatkan vaksin sesungguhnya, sementara kelompok plasebo hanya diberi obat kosong. Tujuannya untuk mengetahui efek psikologis dari relawan setelah mendapatkan suntikan sehingga membantu peneliti mengetahui apakah vaksin benar-benar efektif atau hanya sugesti dari pasien. Patricia merupakan relawan yang masuk kelompok plasebo, dirinya hanya mendapatkan suntikan berupa sedikit air garam (isotonik). Oleh karenanya kondisi pada kulit tidak termasuk dalam gejala suntikan tersebut.
Penyakit yang diderita Patricia berawal pada akhir Oktober hingga menyebabkan bengkak dan luka yang besar. Setelah menjalani beberapa perawatan, dokter mengatakan luka di kakinya dengan istilah “Fixed Drug Eruption” (FDE), yakni sebuah reaksi alergi akibat dari obat yang dikonsumsi pada kulit atau bagian tubuh. Seorang kenalan dari Patricia membuatkan halaman untuk menggalang dana di situs gofundme.com, dengan narasi yang menyebut hal tersebut karena efek samping dari vaksin. Setelah beberapa waktu, pengelola gofundme telah memperbaiki narasi yang ditampilkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman pembaca.
Namun gambar dan narasi tersebut terlanjur tersebar di internet dan dijadikan propaganda anti-vaksin. Patricia sendiri telah memberikan klarifikasi melalui video yang menyebutkan luka di kakinya bukan diakibatkan karena suntik vaksin. Dari hasil penelusuran di atas, gambar yang diklaim sebagai efek samping vaksin Covid-19 masuk kategori Konten yang Menyesatkan.
Dari hasil penelusuran diketahui luka tersebut bukan karena suntik vaksin. Foto telapak kaki tersebut memang milik Patricia Chandler, seorang wanita yang hidup di Alaska, Texas. Dia mengajukan diri sebagai sukarelawan pada suntik vaksin Pfizer/BioNTech COVID-19 namun nyatanya dia termasuk kelompok sukarelawan yang diberi obat plasebo.
Plasebo merupakan metode untuk menguji efektivitas obat atau suatu perawatan medis tertentu sebelum dipergunakan secara massal. Plasebo bisa berupa pil, suntikan, atau metode pengobatan lainnya. Plasebo juga sering disebut sebagai obat kosong karena “obat-obatan” plasebo tidak mengandung bahan aktif yang dimaksudkan untuk meningkatkan atau memperbaiki kesehatan. Orang yang menerima obat plasebo tidak mengetahui dirinya menggunakan obat kosong.
Dalam melakukan uji klinis vaksin, relawan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok uji dan kelompok plasebo. Kelompok uji adalah mereka yang mendapatkan vaksin sesungguhnya, sementara kelompok plasebo hanya diberi obat kosong. Tujuannya untuk mengetahui efek psikologis dari relawan setelah mendapatkan suntikan sehingga membantu peneliti mengetahui apakah vaksin benar-benar efektif atau hanya sugesti dari pasien. Patricia merupakan relawan yang masuk kelompok plasebo, dirinya hanya mendapatkan suntikan berupa sedikit air garam (isotonik). Oleh karenanya kondisi pada kulit tidak termasuk dalam gejala suntikan tersebut.
Penyakit yang diderita Patricia berawal pada akhir Oktober hingga menyebabkan bengkak dan luka yang besar. Setelah menjalani beberapa perawatan, dokter mengatakan luka di kakinya dengan istilah “Fixed Drug Eruption” (FDE), yakni sebuah reaksi alergi akibat dari obat yang dikonsumsi pada kulit atau bagian tubuh. Seorang kenalan dari Patricia membuatkan halaman untuk menggalang dana di situs gofundme.com, dengan narasi yang menyebut hal tersebut karena efek samping dari vaksin. Setelah beberapa waktu, pengelola gofundme telah memperbaiki narasi yang ditampilkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman pembaca.
Namun gambar dan narasi tersebut terlanjur tersebar di internet dan dijadikan propaganda anti-vaksin. Patricia sendiri telah memberikan klarifikasi melalui video yang menyebutkan luka di kakinya bukan diakibatkan karena suntik vaksin. Dari hasil penelusuran di atas, gambar yang diklaim sebagai efek samping vaksin Covid-19 masuk kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Rizqi Abdul Azis (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia).
Informasi tidak sesuai fakta. Relawan vaksin dalam foto hanya mendapatkan suntikan obat plasebo, bukan vaksin sebenarnya. Relawan tersebut telah memberikan klarifikasi terhadap isu yang beredar dan tidak membenarkan luka yang dideritanya disebabkan oleh suntik vaksin Covid-19.
Informasi tidak sesuai fakta. Relawan vaksin dalam foto hanya mendapatkan suntikan obat plasebo, bukan vaksin sebenarnya. Relawan tersebut telah memberikan klarifikasi terhadap isu yang beredar dan tidak membenarkan luka yang dideritanya disebabkan oleh suntik vaksin Covid-19.
Rujukan
- https://www.snopes.com/fact-check/pfizer-huge-bleeding-foot-sore/
- https://nypost.com/2020/12/10/covid-vaccine-trial-participants-feet-used-to-spread-misinformation/
- https://www.bbc.com/news/blogs-trending-55179300
- https://www.tribunnewswiki.com/2020/12/11/hoaks-tumit-melepuh-setelah-disuntik-vaksin-covid-19-ternyata-pasien-tak-disuntik-vaksin-covid-19
- https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/efek-plasebo-adalah/
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5168715/tak-semua-relawan-dapat-vaksin-ini-alasan-ada-plasebo-dalam-uji-klinis
- https://dermnetnz.org/topics/fixed-drug-eruption/
- https://youtu.be/Lv8azHJGeB4
- https://gf.me/u/y8khd3
Halaman: 6927/7934



