(GFD-2020-8413) Keliru, Klaim Ini Foto Rizieq Shihab yang Ditahan Polisi pada 12 Desember 2020
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 14/12/2020
Berita
Foto yang diklaim sebagai foto pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat ditahan polisi pada 12 Desember 2020 beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, pria yang diklaim sebagai Rizieq itu mengenakan baju tahanan berwarna oranye serta celana pendek. Tangannya pun diborgol.
Pria yang diklaim sebagai Rizieq tersebut juga diapit oleh dua pria berbaju hitam. Di belakangnya, terdapat pria lain yang mengenakan kaos biru muda dan putih. Foto itu diambil dalam sebuah ruangan berdinding putih dan berlantai abu-abu.
Di Facebook, foto tersebut diunggah salah satunya oleh akun Alexanders, tepatnya pada 13 Desember 2020. Akun ini pun menulis narasi, “Alhmdlh sicabul akhir nya masuk penjara...berawal 212..berakhir 1212..1+2+1+2 = 6 tewas.”
Foto ini beredar setelah, pada 12 Desember 2020, Rizieq ditahan oleh polisi terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam hajatannya di Petamburan, Jakarta, pertengahan November lalu. Rizieq akan ditahan di Rutan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya hingga 31 Desember 2020.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Alexanders.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri asal-usul foto di atas denganreverse image toolSource dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut adalah hasil suntingan. Dalam foto aslinya, pria yang mengenakan baju tahanan itu bukan Rizieq Shihab, melainkan Jonru Ginting, seorang terpidana kasus ujaran kebencian.
Foto yang identik pernah dimuat oleh situs JPNN pada 3 Oktober 2017, jauh sebelum ditahannya Rizieq di Polda Metro Jaya pada 12 Desember 2020. Foto ini diberi keterangan, “Jonru Ginting dengan baju tahanan dan celana pendek sedang digiring penyidik Polda Metro Jaya.” Dalam unggahan akun Alexanders, wajah Jonru diedit dengan wajah Rizieq.
Foto yang dimuat oleh situs media JPNN.
Foto tersebut juga pernah dimuat situs milik stasiun televisi iNews pada 28 November 2017 dalam beritanya yang berjudul “Jonru Ginting Ditahan di Rutan Cipinang”. Dalam keterangannya, tertulis bahwa foto itu merupakan foto Jon Riah Okura, atau yang lebih dikenal sebagai Jonru Ginting, yang ketika itu ditahan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian.
Penahanan Jonru tersebut juga pernah diberitakan oleh Tempo. Jonru Ginting ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian pada 29 September 2017 dan ditahan keesokan harinya. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Raya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara pascapemeriksaan Jonru sebagai saksi terlapor pada 28 September 2017.
Jonru diperiksa setelah dilaporkan oleh Muannas Alaidid, seorang pengacara, yang menganggap unggahan Jonru di akun Facebook mengandung sentimen suku, agama, dan ras yang sudah akut. Salah satunya adalah unggahan Jonru yang menyebut Indonesia dijajah Belanda dan Jepang pada 1945, tapi pada 2017 dijajah etnis Cina.
Rizieq Shihab Ditahan Polisi
Pada 12 Desember 2020, pemimpin FPI Rizieq Shihab ditahan oleh polisi terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam hajatannya di Petamburan, Jakarta, pertengahan November lalu. Tiba di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada 12 Desember 2020 pukul 10.30 WIB, Rizieq selesai diperiksa hampir 12 jam setelahnya. Rizieq pun baru keluar dari Ditreskrimum sekitar pukul 00.23 WIB.
Berdasarkan foto-foto ketika Rizieq keluar dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rizieq masih mengenakan jubah putih yang di luarnya disematkan baju tahanan berwarna oranye. Hal ini berbeda dengan foto unggahan akun Alexanders, di mana pria tersebut tidak mengenakan jubah putih di dalam baju tahanan yang dipakainya. Selain itu, tangan Rizieq tidak diborgol, melainkan diikat dengan kabelties.
Setelah keluar dari Ditreskrimum, mobil tahanan membawa Rizieq ke Rutan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Rizieq bakal ditahan selama 20 hari ke depan atau sampai 31 Desember 2020. Saat hendak masuk ke dalam area Direktorat Narkoba, Rizieq buka suara. “Allahu Akbar. Perjuangan jalan terus. Stop diskriminasi hukum,” kata Rizieq.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa pria dalam foto di atas adalah pemimpin FPI Rizieq Shihab, keliru. Foto tersebut telah mengalami suntingan. Pria berbaju tahanan oranye dengan tangan diborgol dalam foto tersebut adalah Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting yang ditahan pada September 2017 atas kasus ujaran kebencian.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/rizieq-shihab
- https://archive.vn/NHEJn
- https://www.jpnn.com/news/hmmm-masih-ada-tiga-laporan-polisi-menanti-jonru?page=2
- https://bit.ly/3medAy0
- https://nasional.tempo.co/read/1020748/jonru-ginting-ditahan-pelapornya-puji-kepolisian/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/jonru
- https://metro.tempo.co/read/1413991/ditahan-polisi-rizieq-shihab-acungkan-jempol-sambil-terborgol
- https://www.tempo.co/tag/fpi
(GFD-2020-8414) Keliru, Klaim Komnas HAM Diam dalam Teror Sigi Tapi Aktif dalam Kasus FPI
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 14/12/2020
Berita
Sebuah akun Twitter, @MrsRachelIn, mencuit bahwa Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM hanya diam saat terjadi aksi teror di Desa Lembantongoa, Sigi, Sulawesi Tengah. Dalam aksi teror tersebut, empat orang dalam satu keluarga tewas setelah dianiaya oleh orang tak dikenal pada 27 November 2020.
Akun tersebut kemudian membandingkan sikap itu dengan sikap Komnas HAM terkait peristiwa penembakan enam anggota Front Pembela Islam ( FPI ) hingga tewas oleh polisi di Tol Cikampek pada 7 Desember 2020. Komnas HAM membentuk tim khusus untuk menginvestigasi kasus ini.
"Waktu ada Warga sigi dipenggal & 4 meninggal knp Komnas Ham diam? Apakah karna tdk ada kpntingan politik nyawa orang tdk berharga?" demikian narasi yang ditulis oleh akun @MrsRachelIn pada 8 Desember 2020. Akun ini juga mencantumkan tautan berita dari CNN Indonesia yang berjudul "Komnas HAM Bentuk Tim Dalami Bentrokan Polisi-Pendukung FPI".
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait tanggapan Komnas HAM atas aksi teror di Sigi lewat mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan sejumlah berita yang memaparkan tindakan dan respons Komnas HAM terkait pembunuhan terhadap empat warga Sigi yang diduga dilakukan oleh kelompok Muhajidin Indonesia Timur (MIT) itu.
Dilansir dari berita Kompas.com pada 30 November 2020, Komnas HAM juga membentuk tim untuk melakukan pemantauan langsung di lokasi teror yang menewaskan empat orang dalam satu keluarga di Desa Lembantongoa, Sigi pada 27 November 2020.
Menurut Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam, tim yang dipimpin oleh Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng Dedi Askari itu akan bertolak ke Sigi pada 30 November 2020. Selain melakukan pemantauan, Anam menyebut bahwa tim berencana untuk menemui korban.
"Hasil dari pemantauan ini penting bagi kami dan juga bagi upaya penanganan terorisme," kata Anam. Selain mengkonfirmasi berbagai informasi, termasuk dugaan pelaku dari kelompok MIT, hasil pemantauan akan digunakan sebagai bahan untuk memberi masukan kebijakan dan tata kelola penanganan terorisme.
Dikutip dari berita JPNN pada 2 Desember 2020, selain menelisik informasi pelaku, Anam mengatakan bahwa Komnas HAM akan meneliti dugaan aparat keamanan bobol dalam menjaga Sigi dari serangan kelompok MIT. Menurut dia, kinerja Satgas Tinombala sebenarnya sudah baik.
Anam menuturkan satgas yang dibentuk secara khusus untuk menumpas kelompok MIT itu sudah mampu memetakan teroris di wilayahnya. Bahkan, tim tersebut tahu sosok yang masih berkeliaran di wilayah tugasnya. Hanya saja, kata dia, peristiwa pembunuhan terhadap satu keluarga tersebut tetap terjadi.
Komisioner Komnas HAM lainnya, Amiruddin Al Rahab, juga pernah memberikan pernyataan terkait aksi teror Sigi itu. Dilansir dari Kompas.com, dia meminta Polri segera menangkap pelaku pembunuhan di Sigi. Dia pun mengutuk aksi yang diduga dilakukan oleh kelompok MIT pimpinan Ali Kalora itu.
Amiruddin juga meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi serta aparat keamanan menjamin keselamatan masyarakat. Dia pun mendesak pemerintah mencegah hal yang sama terulang. Selain itu, dia mengajak semua pihak ambil andil dalam mencegah tindakan intoleransi.
Komnas HAM dalam kasus FPI
Berdasarkan arsip berita Tempo pada 7 Desember 2020, pasca terjadinya penembakan terhadap anggota FPI oleh polisi di Tol Cikampek, Komnas HAM membentuk tim untuk mendalami informasi dan mengumpulkan fakta-fakta terkait peristiwa tersebut. Komnas HAM telah menggali keterangan dari FPI.
Pada 14 Desember 2020, Komnas HAM pun telah memanggil Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran terkait insiden tersebut. Menurut Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Fadil telah memberikan sejumlah informasi, data, dan barang bukti yang diminta oleh pihaknya.
Namun, hingga kini, Komnas HAM masih belum menyampaikan ada atau tidaknya indikasi pelanggaran HAM dari kepolisian dalam insiden tersebut. Menurut Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, lembaganya kini tengah fokus untuk mengumpulkan barang bukti sebanyak mungkin.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa Komnas HAM hanya diam saat terjadi aksi teror di Sigi, padahal aktif dalam pengungkapan kasus penembakan anggota FPI, keliru. Menurut pemberitaan, setelah terjadinya aksi teror di Sigi pada 27 November 2020, Komnas HAM membentuk tim untuk melakukan pemantauan langsung di lokasi serta menelisik informasi pelaku.
JUAN ROBIN | ANGELINA ANJAR SAWITRI
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/komnas-ham
- https://www.tempo.co/tag/fpi
- http://archive.today/SQnPe
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/30/114500565/komnas-ham-bentuk-tim-untuk-selidiki-peristiwa-di-sigi?page=all
- https://www.tempo.co/tag/sigi
- https://www.jpnn.com/news/komnas-ham-menerjunkan-tim-khusus-menelusuri-kasus-sigi-sulteng
- https://nasional.kompas.com/read/2020/11/30/11595991/komnas-ham-minta-polisi-segera-tangkap-pelaku-teror-di-sigi
- https://nasional.tempo.co/read/1412441/bentuk-tim-usut-bentrok-komnas-ham-minta-fpi-dan-polisi-mau-terbuka/full&view=ok
- https://metro.tempo.co/read/1414363/diperiksa-komnas-ham-soal-penembakan-fpi-kapolda-metro-kami-berikan-fakta/full&view=ok
- https://metro.tempo.co/read/1414381/komnas-ham-sebut-belum-ada-kesimpulan-terkait-kasus-penembakan-anggota-fpi/full&view=ok
(GFD-2020-5806) [SALAH] Foto “Pemerintah sudah launching 2 mobil esemka terbaru series J-Owi warna hitam elegan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/12/2020
Berita
Akun Daniel Rio Tjandra (fb.com/100040785875752) mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:
“Woooowwwwwww di rezim kali ini, pemerintah sudah launching 2 mobil esemka terbaru. Kalau ini series J-Owi loh dengan warna hitam elegan cocok untuk di sumbangkan kalau kita terkena kasus korupsi”
“Woooowwwwwww di rezim kali ini, pemerintah sudah launching 2 mobil esemka terbaru. Kalau ini series J-Owi loh dengan warna hitam elegan cocok untuk di sumbangkan kalau kita terkena kasus korupsi”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa pemerintah sudah meluncurkan 2 mobil Esemka terbaru series J-Owi warna hitam adalah klaim yang salah.
Faktanya, bukan mobil produk Esemka. Mobil di foto tersebut adalah mobil Bugatti La Voiture Noire. Foto yang diunggah oleh sumber klaim telah diedit dengan menambahkan logo Esemka.
Foto yang identik, diunggah pada artikel berjudul “Bugatti La Voiture Noire revealed as most expensive new car of all time” yang dimuat di situs autocar.co.uk pada 6 Maret 2019. Di foto itu, pada bagian depan mobil terdapat lambang Bugatti, bukan logo Esemka seperti yang ada di foto yang diunggah oleh sumber klaim.
La Voiture Noire yang berarti “The Black Car” diluncurkan pada tahun 2019 pada Geneva Motor Show. La Voiture Noire diciptakan untuk merayakan ulang tahun ke-110 Bugatti, sekaligus sebagai penghormatan kepada model Type 57SC Atlantic yang legendaris.
Sementara itu, Esemka sendiri tidak meluncurkan mobil dengan seri J-Owi. Saat ini, tercatat ada 8 mobil Esemka yang sudah siap produksi dan masuk pasar otomotif Tanah Air. Ke-8 mobil tersebut adalah mobil Esemka Bima 1.3 (4×2) MT, Bima 1.8D (4×2) M/T, Niaga 1.0 (4×2) M/T, Digdaya 2.0 (4×2) M/T, dan Borneo 2.7D (4×2) M/T, Bima 1.0 (4×2) MT dan Bima 1.3 L (4×2) MT, serta Garuda 2.0 (4×4) MT.
Faktanya, bukan mobil produk Esemka. Mobil di foto tersebut adalah mobil Bugatti La Voiture Noire. Foto yang diunggah oleh sumber klaim telah diedit dengan menambahkan logo Esemka.
Foto yang identik, diunggah pada artikel berjudul “Bugatti La Voiture Noire revealed as most expensive new car of all time” yang dimuat di situs autocar.co.uk pada 6 Maret 2019. Di foto itu, pada bagian depan mobil terdapat lambang Bugatti, bukan logo Esemka seperti yang ada di foto yang diunggah oleh sumber klaim.
La Voiture Noire yang berarti “The Black Car” diluncurkan pada tahun 2019 pada Geneva Motor Show. La Voiture Noire diciptakan untuk merayakan ulang tahun ke-110 Bugatti, sekaligus sebagai penghormatan kepada model Type 57SC Atlantic yang legendaris.
Sementara itu, Esemka sendiri tidak meluncurkan mobil dengan seri J-Owi. Saat ini, tercatat ada 8 mobil Esemka yang sudah siap produksi dan masuk pasar otomotif Tanah Air. Ke-8 mobil tersebut adalah mobil Esemka Bima 1.3 (4×2) MT, Bima 1.8D (4×2) M/T, Niaga 1.0 (4×2) M/T, Digdaya 2.0 (4×2) M/T, dan Borneo 2.7D (4×2) M/T, Bima 1.0 (4×2) MT dan Bima 1.3 L (4×2) MT, serta Garuda 2.0 (4×4) MT.
Kesimpulan
BUKAN mobil produk Esemka. Mobil di foto tersebut adalah mobil Bugatti La Voiture Noire. Foto yang diunggah oleh sumber klaim telah disunting dengan menambahkan logo Esemka.
Rujukan
(GFD-2020-5807) [SALAH] Pendaftaran Relawan COVID-19 di Wisma Atlet
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/12/2020
Berita
“Yth Bapak/Ibu,
Mohon ijin…🙏🙏🙏
Bisakah mencarikan volunteer tenaga kesehatan untuk merawat pasien covid 19 di wisma atlit jakarta yg akan dibuka senin ini?
Apabila ada bisa hubungi saya… terimakasih…
Dr. Irna
+6281212729543
Kemenkes
(Batas usia 40 thn maksimal)
Gaji Rp.6,3 juta dapet mes
Ini link pendaftarannya👇
http://tiny[dot]cc/Volunteer_COVID19
Teman2 mhn bantuannya share ini ya.. saat ini yg mendaftar masih 140an org. Sementara kebutuhannya 800 org. Terima kasih. 🙏🏻🙏🏻”
Mohon ijin…🙏🙏🙏
Bisakah mencarikan volunteer tenaga kesehatan untuk merawat pasien covid 19 di wisma atlit jakarta yg akan dibuka senin ini?
Apabila ada bisa hubungi saya… terimakasih…
Dr. Irna
+6281212729543
Kemenkes
(Batas usia 40 thn maksimal)
Gaji Rp.6,3 juta dapet mes
Ini link pendaftarannya👇
http://tiny[dot]cc/Volunteer_COVID19
Teman2 mhn bantuannya share ini ya.. saat ini yg mendaftar masih 140an org. Sementara kebutuhannya 800 org. Terima kasih. 🙏🏻🙏🏻”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Sairudin berupa narasi dengan klaim bahwa adanya rekrutmen relawan COVID-19 yang akan ditugaskan di Wisma Atlet, Jakarta. Postingan ini telah dikomentari sebanyak 7 kali dan disukai sebanyak 2 kali.
Hoax ini merupakan hoax daur ulang yang pernah beredar sejak bulan Maret 2020 dengan menambahkan link form pendaftaran. Berdasarkan artikel pada kemkes.go.id, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan membuka 3 jalur resmi dalam rekrutmen tenaga kesehatan untuk penanganan COVID-19 sedangkan pendaftaran melalui jalur melalui pesan berantai tidak termasuk jalur pendaftaran resmi Kemenkes. Kemenkes melakukan rekrutmen melalui organisasi profesi seperti IDI, PPNI, IBI, IAI, PAFI, HAKLI, PATE LKI, PERSAGI, PARI dan lain-lain.
Jalur lainnya seperti melalui Calon Peserta Nusantara Sehat Individual dengan mengakses website www.nusantarasehat.kemkes.go.id dan yang terakhir melaui Poltekkes Kemenkes Jakarta I, II, III, Poltekkes Kemenkes Bandung, dan Poltekkes Kemenkes Banten. Dr. Irna yang namanya dicatut dalam pesan berantai tersebut mengklarifikasi bahwa nomor Whatsapp pada narasi itu bukanlah dirinya.
“Selamat malam saya dr Irna…ingin mengklarifikasi aras wa yg tersebar dengan menyebutkan nama saya sebagai kontak person untuk penerimaan volunteer covid 19, wa tersebut mohon untuk diabaikan, karena wa tersebut bukan official dari Kem Kesehatan. Tolong disampaikan kepada yang membroadcast untuk take down broadcast yang tidak benar tersebut. Terimakasih” tulis Dr. Irna melalui Whatsapp.
Melihat dari penjelasan tersebut, rekrutmen relawan COVID-19 di Wisma Atlet, Jakarta adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Hoax ini merupakan hoax daur ulang yang pernah beredar sejak bulan Maret 2020 dengan menambahkan link form pendaftaran. Berdasarkan artikel pada kemkes.go.id, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan membuka 3 jalur resmi dalam rekrutmen tenaga kesehatan untuk penanganan COVID-19 sedangkan pendaftaran melalui jalur melalui pesan berantai tidak termasuk jalur pendaftaran resmi Kemenkes. Kemenkes melakukan rekrutmen melalui organisasi profesi seperti IDI, PPNI, IBI, IAI, PAFI, HAKLI, PATE LKI, PERSAGI, PARI dan lain-lain.
Jalur lainnya seperti melalui Calon Peserta Nusantara Sehat Individual dengan mengakses website www.nusantarasehat.kemkes.go.id dan yang terakhir melaui Poltekkes Kemenkes Jakarta I, II, III, Poltekkes Kemenkes Bandung, dan Poltekkes Kemenkes Banten. Dr. Irna yang namanya dicatut dalam pesan berantai tersebut mengklarifikasi bahwa nomor Whatsapp pada narasi itu bukanlah dirinya.
“Selamat malam saya dr Irna…ingin mengklarifikasi aras wa yg tersebar dengan menyebutkan nama saya sebagai kontak person untuk penerimaan volunteer covid 19, wa tersebut mohon untuk diabaikan, karena wa tersebut bukan official dari Kem Kesehatan. Tolong disampaikan kepada yang membroadcast untuk take down broadcast yang tidak benar tersebut. Terimakasih” tulis Dr. Irna melalui Whatsapp.
Melihat dari penjelasan tersebut, rekrutmen relawan COVID-19 di Wisma Atlet, Jakarta adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Informasi yang salah. Faktanya, rekrutmen relawan COVID-19 sudah selesai sejak 20 Maret 2020 lalu.
Informasi yang salah. Faktanya, rekrutmen relawan COVID-19 sudah selesai sejak 20 Maret 2020 lalu.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/03/24/salah-rekrutmen-relawan-penanganan-pasien-virus-corona-oleh-dokter-irna/
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/9K50Rrnk-rekrutmen-volunter-penanganan-pasien-covid-19-melalui-dokter-irna-hoaks
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/nN9r06Eb-beredar-lowongan-jadi-relawan-wisma-atlet-dengan-gaji-rp6-3-juta-ini-faktanya
- https://www.jawapos.com/hoax-atau-bukan/23/03/2020/marak-hoax-pendaftaran-relawan-covid-19-bumn-rekrutmen-sudah-selesai/
- http://bppsdmk.kemkes.go.id/web/index.php?select=berita&bid=2647&judul=Hadapi%20Covid-19%20Badan%20PPSDM%20Kesehatan%20Kerahkan%20Tenaga%20Kesehatan%20dari%20Poltekkes%20Kemenkes&nid=2514
- https://jakarta.bisnis.com/read/20200924/77/1295923/dki-buka-lowongan-nakes-untuk-tangani-covid-19-tawarkan-gaji-rp15-juta
Halaman: 6924/7934




