From
Tagihan Pajak efiling@djp.contact
To
Date Mar 24, 2023, 10:48 AM
Standard encryption (TLS). View security details
KANTOR PELAYANAN PAJAK
SURAT PEMBERITAHUANI WAJIB PAJAK
NO.: ST-03250/THN/WJP.17/KP.0503/2022-2023
Sehubungan dengan pelaporan pajak individu tahun 2023 yang wajib Anda laporkan, Anda terhitung mengalami kurang bayar, hingga Surat ini diterbitkan. Untuk itu kami menghimbau Anda untuk segera melakukan konfirmasi ulang Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan melalui dokumen PDF
berikut ini:
UNDUH DETAIL TAGIHAN <<
Jika Anda tidak melakukan konfirmasi hingga tanggal 10 April 2023, maka. 15.000.000 (Lima belas juta) untuk tiap bulan keterlambatan dan NPWP Anda akan dinonaktifkan sementara. Sebagai info Untuk NPWP yang tidak aktif
(GFD-2023-12336) [SALAH] Pemberitahuan Kurang Bayar Lapor SPT Via Email
Sumber: OthersTanggal publish: 06/04/2023
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar surat pemberitahuan kurang bayar pelaporan pajak tahunan melalui email yang bernomor surat ST-03250/THN/WJP.17/KP.0503/2022-2023 mengatasnamakan Ditjen Pajak dengan alamat email efilling@djp[dot]contact. Email tersebut berisikan detail tagihan yang harus diunduh oleh penerima email dan mengimbau segera mengonfirmasi hingga tanggal 10 April 2023, jika mengalami keterlambatan akan dikenakan denda sebanyak Rp 15 juta dan NPWP akan dinonaktifkan sementara.
Setelah ditelusuri, surat pemberitahuan tersebut adalah palsu. Ditjen Pajak melalui akun media sosialnya @DitjenPajakRI, menjelaskan bahwa email resmi DJP hanya dari domain efilling@pajak.go.id. Jika mendapat domain palsu mengatasnamakan DJP dapat menghubungi @kring_pajak 1500200 atau ke email informasi@pajak.go.id.
Berdasarkan penjelasan di atas, email surat pemberitahuan kurang bayar mengatasnamakan Ditjen Pajak beralamat email efilling@djp.contact adalah palsu dan dapat dikategorikan konten tiruan.
Setelah ditelusuri, surat pemberitahuan tersebut adalah palsu. Ditjen Pajak melalui akun media sosialnya @DitjenPajakRI, menjelaskan bahwa email resmi DJP hanya dari domain efilling@pajak.go.id. Jika mendapat domain palsu mengatasnamakan DJP dapat menghubungi @kring_pajak 1500200 atau ke email informasi@pajak.go.id.
Berdasarkan penjelasan di atas, email surat pemberitahuan kurang bayar mengatasnamakan Ditjen Pajak beralamat email efilling@djp.contact adalah palsu dan dapat dikategorikan konten tiruan.
Kesimpulan
Ditjen Pajak RI menegaskan domain kantor pajak yang benar adalah pajak.go.id dengan alamat emailnya di efilling@pajak.go.id.
Rujukan
(GFD-2023-12337) [SALAH] Akun Whatsapp Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti “+6281265932928”
Sumber: WhatAppsTanggal publish: 06/04/2023
Berita
“Test”
“Halo teman sejawatku…”
“Gimana kabar nya Dee ?”
“Halo teman sejawatku…”
“Gimana kabar nya Dee ?”
Hasil Cek Fakta
Beredar akun Whatsapp Direktur Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Lies Dina Liastuti dengan nomor “+6281265932928”. Akun tersebut menggunakan nama dan foto profil Lies Dina Liastuti.
Berdasarkan hasil penelusuran, akun WhatsApp tersebut adalah palsu. Akun Instagram resmi RSCM @rscm.official mengklarifikasi bahwa diimbau untuk berhati-hati terhadap akun yang mengatasnmakan Lies Dina Liastuti.
Pihak RSCM juga menyarakan jika mendapatkan pesan serupa silakan melakukan verifikasi melalui Call Center RSCM 1500135.
Berdasarkan penjelasan di atas, akun WhatsApp Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti adalah tidak benar dan masuk kategori konten tiruan.
Berdasarkan hasil penelusuran, akun WhatsApp tersebut adalah palsu. Akun Instagram resmi RSCM @rscm.official mengklarifikasi bahwa diimbau untuk berhati-hati terhadap akun yang mengatasnmakan Lies Dina Liastuti.
Pihak RSCM juga menyarakan jika mendapatkan pesan serupa silakan melakukan verifikasi melalui Call Center RSCM 1500135.
Berdasarkan penjelasan di atas, akun WhatsApp Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti adalah tidak benar dan masuk kategori konten tiruan.
Kesimpulan
Akun palsu. RSCM mengklarifikasi bahwa informasi yang beredar adalah tidak benar dan merupakan modus penipuan.
Rujukan
(GFD-2023-12452) [SALAH] Video “HARI INI – peresmian ibu ida dayak terima kontrak raja salman menjadi penduduk arab saudi”
Sumber: FacebookTanggal publish: 06/04/2023
Berita
Akun Facebook Ana Amalia Channel (fb.com/anaamaliachannel) pada 5 April 2023 mengunggah sebuah video yang menampilkan foto Ibu Ida Dayak dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud dengan narasi:
“HARI INI – peresmian ibu ida dayak terima kontrak raja salman menjadi penduduk arab saudi”
“HARI INI – peresmian ibu ida dayak terima kontrak raja salman menjadi penduduk arab saudi”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang menampilkan foto Ibu Ida Dayak dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud yang diklaim sebagai peresmian Ibu Ida Dayak menjadi penduduk Arab Saudi merupakan konten yang dimanipulasi.
Faktanya, video itu merupakan video editan. Foto Ibu Ida Dayak dan Raja Salman di video itu merupakan hasil manipulasi dari foto ketika Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud di Istana Bogor pada 1 Maret 2017.
Foto asli salah satunya dimuat di artikel berita berjudul “Presiden Jokowi Anugerahi Raja Salman Bintang Adipurna” yang dimuat di situs liputan6.com pada 1 Maret 2017. Foto ini diberi keterangan “Raja Salman memperlihatkan piagam penghargaan yang diperolehnya dari Pemerintah Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/2). Raja Salman mendapat penghargaan Bintang Republik Indonesia Adipurna. (Liputan6.com/Angga Yuniar)”
Penyerahan tanda kehormatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22/TK/Tahun 2017. Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Laksma TNI Suyono Thamrin, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, tanda kehormatan tersebut diberikan sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang sangat luar biasa di berbagai bidang yang sangat berguna bagi kelangsungan hubungan baik kedua bangsa dan negara.
Faktanya, video itu merupakan video editan. Foto Ibu Ida Dayak dan Raja Salman di video itu merupakan hasil manipulasi dari foto ketika Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud di Istana Bogor pada 1 Maret 2017.
Foto asli salah satunya dimuat di artikel berita berjudul “Presiden Jokowi Anugerahi Raja Salman Bintang Adipurna” yang dimuat di situs liputan6.com pada 1 Maret 2017. Foto ini diberi keterangan “Raja Salman memperlihatkan piagam penghargaan yang diperolehnya dari Pemerintah Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/2). Raja Salman mendapat penghargaan Bintang Republik Indonesia Adipurna. (Liputan6.com/Angga Yuniar)”
Penyerahan tanda kehormatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22/TK/Tahun 2017. Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Laksma TNI Suyono Thamrin, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, tanda kehormatan tersebut diberikan sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang sangat luar biasa di berbagai bidang yang sangat berguna bagi kelangsungan hubungan baik kedua bangsa dan negara.
Kesimpulan
Video editan. Foto Ibu Ida Dayak dan Raja Salman di video itu merupakan hasil manipulasi dari foto ketika Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud di Istana Bogor pada 1 Maret 2017.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2023-12453) [SALAH] Video “BELA JOKOWI MATI-MATIAN !!! CRISTIANO RONALDO LAKUKAN INI PADA FIFA”
Sumber: FacebookTanggal publish: 06/04/2023
Berita
Akun Facebook Dunia tarkam indonesia (fb.com/101698028198614) pada 4 April 2023 mengunggah sebuah video yang terdapat foto yang menampilkan Presiden Jokowi, Presiden FIFA Gianni Infantino dan Cristiano Ronaldo bertemu dengan narasi:
“BELA JOKOWI MATI-MATIAN !!! CRISTIANO RONALDO LAKUKAN INI PADA FIFA …”
“BELA JOKOWI MATI-MATIAN !!! CRISTIANO RONALDO LAKUKAN INI PADA FIFA …”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang terdapat foto yang menampilkan Presiden Jokowi, Presiden FIFA Gianni Infantino dan Cristiano Ronaldo bertemu dengan klaim bahwa Cristiano Ronaldo membela Presiden Jokowi mati-matian merupakan konten yang dimanipulasi.
Faktanya, video itu merupakan video editan. Foto dalam video yang menampilkan Presiden Jokowi, Presiden FIFA Gianni Infantino dan Cristiano Ronaldo itu merupakan foto hasil editan ketika Presiden Jokowi dan Gianni Infantino bertemu di Istana Merdeka pada Selasa, 18 Oktober 2022 dan tidak ada Cristiano Ronaldo pada pertemuan tersebut.
Foto pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden FIFA Gianni Infantino yang identik dimuat di artikel berita berjudul “Pesan Tulus Presiden FIFA untuk Indonesia di Depan Jokowi” yang dimuat di situs CNN Indonesia pada 18 Oktober 2022.
Sementara itu, hasil penelusuran tidak menemukan adanya pernyataan Cristiano Ronaldo terkait keputusan FIFA terhadap Indonesia.
Faktanya, video itu merupakan video editan. Foto dalam video yang menampilkan Presiden Jokowi, Presiden FIFA Gianni Infantino dan Cristiano Ronaldo itu merupakan foto hasil editan ketika Presiden Jokowi dan Gianni Infantino bertemu di Istana Merdeka pada Selasa, 18 Oktober 2022 dan tidak ada Cristiano Ronaldo pada pertemuan tersebut.
Foto pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden FIFA Gianni Infantino yang identik dimuat di artikel berita berjudul “Pesan Tulus Presiden FIFA untuk Indonesia di Depan Jokowi” yang dimuat di situs CNN Indonesia pada 18 Oktober 2022.
Sementara itu, hasil penelusuran tidak menemukan adanya pernyataan Cristiano Ronaldo terkait keputusan FIFA terhadap Indonesia.
Kesimpulan
Video editan. Foto dalam video yang menampilkan Presiden Jokowi, Presiden FIFA Gianni Infantino dan Cristiano Ronaldo itu merupakan foto hasil editan ketika Presiden Jokowi dan Gianni Infantino bertemu di Istana Merdeka pada Selasa, 18 Oktober 2022 dan tidak ada Cristiano Ronaldo pada pertemuan tersebut.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
Halaman: 5610/8115



