• (GFD-2023-12098) [SALAH] “Surat Tilang APK”

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 20/03/2023

    Berita

    Beredar pesan WhatsApp terkait informasi surat tilang dari pihak kepolisian yang disertai lampiran dokumen dengan format Android Package Kit (APK) dengan nama “Surat Tilang-1.0.apk”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya informasi surat tilang dari pihak kepolisian yang disertai lampiran dokumen dengan format Android Package Kit (APK) dengan nama “Surat Tilang-1.0.apk” merupakan konten tiruan.

    Faktanya, Polda Metro Jaya menyatakan hal tersebut merupakan modus penipuan atau informasi bohong yang harus diwaspadai oleh masyarakat.

    “Polda Metro Jaya mengimbau penipuan dengan modus hoaks atau informasi bohong harus diwaspadai oleh masyarakat,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (18/3/2023).

    “Pihak kepolisian tidak pernah mengirimkan keterangan surat tilang elektronik melalui pesan WhatsApp,” kata dia.

    Trunoyudo menjelaskan mekanisme pengiriman surat tilang elektronik. Mulanya, perangkat elektronik berupa e-TLE berupa kamera akan memfoto kendaraan yang melanggar peraturan lalulintas. Berdasarkan foto pelat nomor kendaraan, polisi akan melacak data pemilik kendaraan beserta alamat tempat tinggalnya. Surat konfirmasi tilang beserta bukti foto pelanggaran lalulintas akan dikirim ke alamat pemilik kendaraan tersebut.

    “Surat konfirmasi langkah awal dari penindakan pemilik kendaraan wajib mengonfirmasi kepemilikan kendaraannya saat terjadinya pelanggaran,” kata dia.

    Trunoyudo mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima pesan tersebut. Masyarakat diminta langsung melapor ke nomor pusat layanan panggilan (call center) Polri 110 jika menemukan modus penipuan tersebut.

    Selain itu, menurut pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya, modus ini persis sama dengan modus penipuan APK yang pernah ramai, namun dengan tema berbeda. Tujuan utama dari penyebaran APK ini adalah untuk mendapat akses ke SMS ponsel korbannya.

    Kesimpulan

    Polda Metro Jaya menyatakan hal tersebut merupakan modus penipuan atau informasi bohong yang harus diwaspadai oleh masyarakat.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12102) [SALAH] Gelombang Tinggi Lenyapkan Kota di Indonesia

    Sumber: YOUTUBE
    Tanggal publish: 20/03/2023

    Berita

    “LENYAP SEKETIKA… INDONESIA HARI INI MENANGIS GELOMBANG TINGGI TABRAK WILAYAH INI”

    Hasil Cek Fakta

    Kanal Youtube Performa Channel mengunggah video dengan klaim bahwa telah terjadi fenomena alam gelombang tinggi yang mengakibatkan lenyapnya kota di Indonesia. Pada judul video yang diunggah pada 16 Maret 2023 dituliskan bahwa gelombang tsunami menenggelamkan 25 kota dalam sekejap.

    Setelah menonton keseluruhan video, tidak ada informasi mengenai gelombang tsunami yang terjadi di wilayah Indonesia. Narator dalam video hanya membacakan ulang artikel Jabar News dengan judul “Waspada Gelombang Tinggi 1,25 Sampai 6 Meter Berpotensi Menerjang Perairan Indonesia”, yang diunggah pada 28 Februari 2023.

    Dalam artikel tersebut berisi peringatan dini potensi gelombang tinggi 1,25 sampai 6 meter yang berpotensi menerjang beberapa perairan hingga samudera di Indonesia.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Agnes Amungkasari.

    Tidak ada informasi tentang gelombang tinggi yang melenyapkan kota di Indonesia. Dalam video hanya disampaikan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi menerjang wilayah perairan Indonesia.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12103) [SALAH] Ayah Brigadir J Ditahan Usai Hina Kapolri

    Sumber: YOUTUBE
    Tanggal publish: 20/03/2023

    Berita

    “Geger:exclamation:Ayah Brigadir J Ditahan !? Usai Hina Kapolri Kini Ortu Yosua R3smi jadi Tersangka:interrobang:”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah video diunggah di Youtube dengan klaim Ayah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Samuel Hutabarat, ditangkap dan ditahan setelah menghina Kapolri. Dalam thumbnail video terdapat gambar Samuel yang menggunakan baju tahanan bersama dua orang polisi.

    Gambar pada thumbnail tersebut bisa dipastikan merupakan hasil manipulasi. Sedangkan dalam video tidak ada informasi mengenai penangkapan Samuel terkait dengan penghinaan Kapolri seperti yang disebutkan dalam video.

    Narasi yang dibacakan pada video hanya berisi informasi kekecewaan Samuel mengenai hasil sidang etik kepolisian Bharada Richard Eliezer, salah satu terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua. Sebelumnya Richard Elizer dijatuhi vonis 18 bulan penjara dan berdasarkan hasil sidang kode etik, ia tidak dipecat dari Polri.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Agnes Amungkasari.

    Informasi yang salah. Dalam video tersebut hanya menyampaikan informasi kekecewaan ayah Brigadir Yosua atas hasil sidang kode etik yang dijalani Bharada E.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12104) [SALAH] Jenazah Ferdy Sambo Dipulangkan ke Jakarta Usai Jalani Eksekusi Mati

    Sumber: YOUTUBE
    Tanggal publish: 20/03/2023

    Berita

    “Pecah Tangis Keluarga dan Ibu PC saat Jenazah Sambo Dipulangkan ke Jakarta Usai Jalani Eks3kusi M4ti”

    Hasil Cek Fakta

    Kanal Youtube Daftar Viral mengunggah video dengan klaim bahwa Ferdy Sambo, salah satu terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua, telah menjalani eksekusi mati dan jenzahnya dipulangkan ke Jakarta. Dalam judul video dituliskan bahwa kepulangan jenazah Sambo disambut dengan tangisan keluarga dan istrinya, Putri Candrawathi.

    Setelah menonton keseluruhan video, narator hanya menyampaikan informasi dakwaan Ferdy Sambo dari hasil persidangan yang dilakukan pada 13 Februari 2023 lalu. Dalam persidangan tersebut, Sambo dijatuhi hukuman mati.

    Dalam video menyampaikan informasi lokasi yang biasa digunakan untuk pelaksanaan hukuman mati, yaitu di Nusakambangan. Namun tidak ada informasi yang menyebutkan bahwa sudah dilakukan eksekusi mati kepada Sambo.

    Hingga saat ini, vonis mati untuk mantan Kadiv Propam Mabes Polri tersebut masih belum final. Sambo disebut telah mengajukan banding atas putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Selain itu, thumbnail video tersebut juga dapat dipastikan adalah hasil manipulasi. Foto sekelompok orang yang mengangkat peti jenazah identik dengan foto pada artikel yang diunggah Harapan Rakyat dengan judul “Hujan Deras Iringi Jenazah Eril Saat Tiba di Indonesia”. Artikel tersebut diunggah pada 12 Juni 2022.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Agnes Amungkasari.

    Informasi yang salah. Dalam video tersebut hanya menyampaikan informasi vonis mati yang diperoleh Sambo. Namun tidak ada informasi yang menyebutkan bahwa sudah dilakukan eksekusi mati kepada Sambo.

    Rujukan