Akun Facebook Jusuf Hamka (fb.com/100093568522238) pada 9 Juli 2023 mengunggah sebuah video dengan narasi”
“kalian mau pilih apa? pa.hj bantu skrg kes”, “1. bayar hutang, 2. biaya sekolah, 3. modal usaha, 4. bangun rumah”, “#jusufhamkaunofficial #jusufhamkaofficial #jusufhamkasaid #jusufhamkarajatol #jusufhamkafyp #jusufhamka #berbagikebaikan #berbagiituindah #berbagirezeki #berbagiilmu”
(GFD-2023-13043) [SALAH] “Giveaway Akun Facebook Jusuf Hamka”
Sumber: FacebookTanggal publish: 11/07/2023
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya akun Facebook yang mengadakan bagi-bagi hadiah mengatasnamakan H. Mohammad Jusuf Hamka atau juga dikenal dengan nama Babah Alun merupakan konten tiruan.
Faktanya, akun itu merupakan akun palsu. Dalam unggahan akun Instagram @jusufhamka yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 31 Maret 2023, di sana dijelaskan bahwa akun media sosial Jusuf Hamka ada dua yakni @jusufhamka di Instagram dan @mohjusufhamka_official di Tiktok.
Selain itu, video itu merupakan video ketika Jusuf Hamka sedang menghubungi orang yang ia bantu membayar hutang pada 5 Desember 2022. Di video yang diunggah di akun Instagram resmi milik Jusuf Hamka itu juga Jusuf Hamka menyatakan dia membantu khusus orang-orang yang benar-benar membutuhkan untuk biaya pendidikan.
Dilansir dari Liputan6, postingan yang beredar viral di Facebook mengarahkan masyarakat pada link tertentu. Ini merupakan modus pencurian data ataupun terhubung dengan pinjaman online ilegal. Selain itu sangat berbahaya jika memberikan data pribadi seperti buku tabungan untuk diunggah di media sosial. Pasalnya data pribadi ini rawan digunakan untuk penipuan.
Faktanya, akun itu merupakan akun palsu. Dalam unggahan akun Instagram @jusufhamka yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 31 Maret 2023, di sana dijelaskan bahwa akun media sosial Jusuf Hamka ada dua yakni @jusufhamka di Instagram dan @mohjusufhamka_official di Tiktok.
Selain itu, video itu merupakan video ketika Jusuf Hamka sedang menghubungi orang yang ia bantu membayar hutang pada 5 Desember 2022. Di video yang diunggah di akun Instagram resmi milik Jusuf Hamka itu juga Jusuf Hamka menyatakan dia membantu khusus orang-orang yang benar-benar membutuhkan untuk biaya pendidikan.
Dilansir dari Liputan6, postingan yang beredar viral di Facebook mengarahkan masyarakat pada link tertentu. Ini merupakan modus pencurian data ataupun terhubung dengan pinjaman online ilegal. Selain itu sangat berbahaya jika memberikan data pribadi seperti buku tabungan untuk diunggah di media sosial. Pasalnya data pribadi ini rawan digunakan untuk penipuan.
Kesimpulan
Akun palsu. Dalam unggahan akun Instagram @jusufhamka yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 31 Maret 2023, di sana dijelaskan bahwa akun media sosial Jusuf Hamka ada dua yakni @jusufhamka di Instagram dan @mohjusufhamka_official di Tiktok.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2023-13044) Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Peristiwa Kapal Penyeberangan Banyuwangi-Bali Tenggelam
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 11/07/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video peristiwa kapal penyeberangan Banyuwangi-Bali tenggelam, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 10 Juli 2023.
Klaim video peristiwa kapal penyeberangan Banyuwangi-Bali tenggelam menampilkan sejumlah orang sedang mengenakan pelapung berada di anjungan kapal yang terihat miring di tengah deburan ombak, dalam video tersebut terlihat ibu yang sedang menggendong anaknya sedang bertahan agar tidak jatuh dan mobil.
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Entah kapan iniKejadian hari ini Penyebrangan Banyuwangi-Bali😭"
Benarkah klaim video peristiwa kapal penyeberangan Banyuwangi-Bali tenggelam? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video peristiwa kapal penyeberangan Banyuwangi-Bali tenggelam, dengan menangkap layar video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Yandex.
Penelusuran mengarah pada sejumlah sejumlah situs, salah satunya artikel berjudul "Kapal Motor Lestari Maju Tenggelam di Perairan Selayar, Foto Ibu Berbagi Pelampung ini Bikin Haru" yang dimuat situs sumsel.tribunnews.com, pada 3 Juli 2018.
Artikel tersebut memuat foto yang terdapat dalam tayangan klaim video, yaitu foto kendaraan terlihat miring dan di antara orang mnegenakan pelampung oranye.
Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut."
"Kapal Motor (KM) Lestari Maju dikabarkan tenggelam saat berlayar dari pelabuhan Bira ke pelabuhan Pamatata Selayar, Selasa (3/7/2018)."
Penelusuran juga mengarah pada video berjudul "Perjuangan Ibu & Anaknya Bertahan Saat KM Lestari Maju Karam" yang diunggah akun YouTube resmi Kompas Tv KOMPASTV, pada 6 Juli 2018.
Video yang diunggah akun YouTube Kompas Tv tersebut menampilkan beberapa tayangan yang identik dengan klaim, di antaranya seorang wanita dan anak yang mengenakan pelampung.
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Sang ibu terlihat menggendong anaknya berbagi pelampung yang sama. Ternyata, sang ibu juga tengah mengandung anak kedua.
Rini Nurianti & anaknya berusaha bertahan sebelum KMP Lestari Maju karam. Namun, Rini & buah hatinya itu ditemukan tewas oleh tim SAR di lokasi terpisah.
Rini adalah guru di Madrasah Tsanawiah Yapis Palemba, Selayar. Ribuan netizen terharu pada perjuangan Rini. Duka kami untuk semua korban KMP Lestari Maju."
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video peristiwa kapal penyeberangan Banyuwangi-Bali tenggelam tidak benar.
Peristiwa dalam video tersebut adalah Kapal Motor (KM) Lestari Maju yang tenggelam saat berlayar dari pelabuhan Bira ke pelabuhan Pamatata Selayar, pada Selasa 3 Juli 2018.
Rujukan
(GFD-2023-13049) [SALAH] Gambar Ganjar dengan Sugiyono sedang Memegang Penghargaan
Sumber: FacebookTanggal publish: 11/07/2023
Berita
“GUBERNUR YG BERPRESTASI…!!
BANYAK DAPAT PENGHARGAAN BARU-BARU INI…
LOHH..!
BANYAK DAPAT PENGHARGAAN BARU-BARU INI…
LOHH..!
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Sul Fatra memposting sebuah gambar Ganjar dengan Sugiyono yang diklaim sedang memegang penghargaan. Postingan tersebut diunggah pada 9 Juli 2023 pukul 06.01 disertai caption “Jangan pilih yg begini :pray:”.
Setelah ditelusuri menggunakan Google Image ditemukan gambar asli pada salah satu artikel Tribun Jateng dalam artikel berjudul “HEBAT, Untuk Ketiga Kalinya Ganjar Terima Penghargaan dari KPK” 12 Desember 2017. Jika dibandingkan Ganjar bukan berfoto dengan Sugiyono. Gambar merupakan gambar Ganjar sedang menunjukan penghargaan sebagai pemerintah daerah dengan tingkat kepatuhan LHKPN terbaik tahun 2017 dari KPK, di sela rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2017, di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Dengan demikian gambar Ganjar bersama Sugiyono tersebut merupakan hasil suntingan. Gambar yang asli adalah gambar Ganjar sedang menunjukan penghargaan sebagai pemerintah daerah dengan tingkat kepatuhan LHKPN terbaik tahun 2017 dari KPK dan orang yang disamping Ganjar bukan Sugiyono, sehingga masuk dalam kategori konten satire.
Setelah ditelusuri menggunakan Google Image ditemukan gambar asli pada salah satu artikel Tribun Jateng dalam artikel berjudul “HEBAT, Untuk Ketiga Kalinya Ganjar Terima Penghargaan dari KPK” 12 Desember 2017. Jika dibandingkan Ganjar bukan berfoto dengan Sugiyono. Gambar merupakan gambar Ganjar sedang menunjukan penghargaan sebagai pemerintah daerah dengan tingkat kepatuhan LHKPN terbaik tahun 2017 dari KPK, di sela rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2017, di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Dengan demikian gambar Ganjar bersama Sugiyono tersebut merupakan hasil suntingan. Gambar yang asli adalah gambar Ganjar sedang menunjukan penghargaan sebagai pemerintah daerah dengan tingkat kepatuhan LHKPN terbaik tahun 2017 dari KPK dan orang yang disamping Ganjar bukan Sugiyono, sehingga masuk dalam kategori konten satire.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Gambar tersebut merupakan hasil suntingan. Faktanya, ambar yang asli adalah ambar Ganjar sedang menunjukan penghargaan sebagai pemerintah daerah dengan tingkat kepatuhan LHKPN terbaik tahun 2017 dari KPK dan orang yang disamping Ganjar bukan Sugiyono.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Gambar tersebut merupakan hasil suntingan. Faktanya, ambar yang asli adalah ambar Ganjar sedang menunjukan penghargaan sebagai pemerintah daerah dengan tingkat kepatuhan LHKPN terbaik tahun 2017 dari KPK dan orang yang disamping Ganjar bukan Sugiyono.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
(GFD-2023-13050) [SALAH] Gambar Anies dengan narasi “The King Of Ngibul”
Sumber: FacebookTanggal publish: 11/07/2023
Berita
“The King Of Ngibul”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook سلمان سلمان pada 9 Juli 2023 memposting gambar Anies. Pada postingan tersebut Anies nampak sedang memegang bingkai bertuliskan “DP 0% NGIBUL”, “STOP REKLAMASI Terbit IMB NGIBUL”, “Bangun Benda Mati Bikin Tugu NGIBUL”, “Naturalisasi BATAL NGIBUL” dan”OKEh ngOCEH NGIBUL”.
Setelah ditelusuri menggunakan Yandex gambar tersebut merupakan hasil suntingan. Gambar tersebut identik dengan salah satu artikel Sindonews berjudul “Ini 6 Penghargaan Bergengsi Pemprov DKI Jakarta Era Anies Baswedan” dan artikel Kompas.com “DKI Jakarta Raih Penghargaan Kota Peduli HAM, Anies: Kerja Sunyi Kini Terlihat dan Diakui”. Gambar tersebut adalah Anies sedang memperlihatkan penghargaan Kota dan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Tidak ada narasi pada bingkai seperti gambar di Facebook, bingkai tersebut merupakan penghargaan Pemprov DKI Jakarta.
Dengan demikian gambar Anies dengan narasi “The King Of Ngibul” merupakan hasil suntingan. Gambar yang asli adalah Anies sedang memperlihatkan penghargaan Kota dan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, sehingga masuk dalam kategori konten satire.
Setelah ditelusuri menggunakan Yandex gambar tersebut merupakan hasil suntingan. Gambar tersebut identik dengan salah satu artikel Sindonews berjudul “Ini 6 Penghargaan Bergengsi Pemprov DKI Jakarta Era Anies Baswedan” dan artikel Kompas.com “DKI Jakarta Raih Penghargaan Kota Peduli HAM, Anies: Kerja Sunyi Kini Terlihat dan Diakui”. Gambar tersebut adalah Anies sedang memperlihatkan penghargaan Kota dan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Tidak ada narasi pada bingkai seperti gambar di Facebook, bingkai tersebut merupakan penghargaan Pemprov DKI Jakarta.
Dengan demikian gambar Anies dengan narasi “The King Of Ngibul” merupakan hasil suntingan. Gambar yang asli adalah Anies sedang memperlihatkan penghargaan Kota dan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, sehingga masuk dalam kategori konten satire.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Gambar Anies dengan narasi “The King Of Ngibul” merupakan hasil suntingan. Gambar yang asli adalah Anies sedang memperlihatkan penghargaan Kota dan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia,
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Gambar Anies dengan narasi “The King Of Ngibul” merupakan hasil suntingan. Gambar yang asli adalah Anies sedang memperlihatkan penghargaan Kota dan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia,
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
Halaman: 5431/8120


