• (GFD-2026-31803) [SALAH] Video Purbaya Menolak dijadikan Wapres

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 19/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “zulamanaf” pada Rabu (7/1/2026). Isinya memperlihatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang dalam video tersebut menyatakan tidak bersedia dicalonkan sebagai wakil presiden. Video disertai narasi sebagai berikut:

    “Tadi ada yang meminta saya untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden, saya tidak mau. Saya menolak untuk dicalonkan menjadi wakil presiden, saya hanya bercita-cita mengembalikan harga bensin, beras dan sembako tetap murah dan stabil seperti pada zaman Pak Soeharto dulu”

    Hingga Senin (19/1/2026) unggahan telah mendapatkan 35 tanda suka, menuai 1 komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 3 kali oleh pengguna TikTok lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 93,6 persen.

    TurnBackHoax kemudian melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Purbaya menolak dijadikan wapres” ke mesin pencarian Google. Pencarian mengarah ke pemberitaan cnnindonesia.com “Purbaya Buka-bukaan soal Peluang Maju Jadi Cawapres: Gue Gak Peduli” pada Jumat (10/10/2025). 

    Dalam pemberitaan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa ia tidak begitu memikirkan peluang untuk maju sebagai calon wakil presiden. Sementara itu, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Purbaya mengenai keinginan menstabilkan harga bahan bakar, beras, atau sembako seperti pada masa Presiden Soeharto.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 93,6 persen. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “Purbaya menolak dijadikan Wapres” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31804) [SALAH] Khairun Nisa 'Pramugari' Viral Resmi Masuk Garuda Indonesia

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 19/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Najar Yesada” pada Senin (12/01/2026) mengunggah foto [arsip] dengan narasi sebagai berikut:

    Khairun Nisa kini resmi menjadi pramugari maskapai penerbangan

    Khairun Nisa (23), atau akrab disapa Nisya, adalah perempuan asal Muara Kuang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang viral pada Januari 2026 karena menyamar sebagai pramugari gadungan maskapai Batik Air.

    Aksi Penyamaran: Nisya nekat mengenakan seragam lengkap, membawa koper maskapai, dan menggunakan ID card palsu (desain lama yang sudah tidak digunakan selama 15 tahun). Ia berhasil melewati pemeriksaan di bandara rute Palembang-Jakarta karena memiliki tiket resmi sebagai penumpang, namun penampilannya membuat petugas mengiranya sebagai kru tambahan (extra crew).

    Motif: Ia melakukan aksi ini karena merasa malu kepada keluarganya. Nisya sebelumnya berpamitan kepada ibunya untuk mendaftar menjadi pramugari di Jakarta, namun ia justru menjadi korban penipuan.

    #facebook #mediaindonesia

    Hingga Senin, (19/01/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 53.000 suka, 10.300 interaksi komentar, dan 2.400 dibagikan ulang.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Khairun Nisa Pramugari viral resmi masuk Garuda Indonesia” ke mesin pencarian Google. Dari penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari PT Garuda Indonesia yang menyebutkan bahwa Khairun Nisa telah direkrut sebagai pramugari. Sejumlah situs yang menyebarkan narasi tersebut justru terindikasi sebagai sumber tidak terverifikasi dan memuat informasi fiktif.

    Pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan ZeroGPT juga menunjukkan bahwa foto yang beredar kemungkinan merupakan hasil rekayasa AI dengan tingkat probabilitas mencapai 97 persen.

    Di sisi lain, TurnBackHoax menemukan informasi yang benar bahwa Khairun Nisa mendapatkan tawaran mengikuti pendidikan awak kabin secara gratis dari Aeronef Academy, sebuah sekolah pramugari yang berlokasi di Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur. Melalui akun Instagram resmi @aeronefacademy.official, pihak sekolah menyampaikan dukungan dan motivasi kepada Nisa bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari kesempatan baru yang lebih baik.

    Kesimpulan

    Klaim Khairun Nisa telah direkrut sebagai pramugari Garuda Indonesia tidak terbukti, faktanya ia mendapatkan tawaran mengikuti pendidikan awak kabin gratis dari Aeronef Academy. Informasi dengan klaim “Khairun Nisa pramugari viral resmi masuk Garuda Indonesia” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31805) Keliru: Badai Tornado Berkecepatan 195 Km Melanda Sidoarjo 10 Januari 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/01/2026

    Berita

    VIDEO dengan klaim badai tornado berkecepatan 195 kilometer per jam menerjang Sidoarjo, Jawa Timur, pada 10 Januari 2026, beredar di Tiktok [arsip] dan Facebook. Video sepanjang 1 menit 4 detik itu terdiri dari beberapa cuplikan saat angin kencang menerbangkan  sejumlah atap dan puing-puing bangunan di antara pemukiman.



    Namun benarkah video itu menunjukkan peristiwa badai tornado yang melanda Sidoarjo, Jawa Timur pada 10 Januari 2026?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu menggunakan alat pencarian gambar terbalik dan membandingkannya dengan informasi dari pemberitaan kredibel. Hasilnya, sebagian besar cuplikan video diambil dari peristiwa di Jawa Barat dan Batam. Selain itu, tidak ada badai tornado berkecepatan 195 kilometer di Sidoarjo.



    Fragmen atap terbang terbawa angin pada awal video ini, identik dengan video yang diunggah akun YouTube Tribun Batam. Video tersebut merupakan peristiwa puting beliung dahsyat yang melanda kawasan Tiban, Batam, pada 17 Maret 2025. Kesamaan visual dapat dilihat pada atap puluhan ruko dan rumah yang beterbangan. 

    Bencana tersebut menyebabkan sebuah kantin hancur dan terlempar ke jalan. Sekitar tiga orang mengalami luka ringan.



    Video pusaran angin antara detik ke-30 dan detik ket-47 ini, merupakan peristiwa puting beliung di wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jatinangor, dan sekitarnya pada 21 Februari 2024. Video ini identik dengan rekaman yang diunggah oleh Instagram media komunitas Jatinangorbanget dan Detik.com.

    Dikutip dari situs BMKG, fenomena puting beliung tersebut terjadi tepatnya di wilayah Rancaekek Bandung terjadi sekitar pukul 15.30-16.00 WIB dengan kecepatan angin mencapai 36.8 km/jam. 



    Cuplikan mulai detik ke-47 hingga akhir ini, merupakan peristiwa angin puting beliung di kawasan Bandara Udara Internasional Juanda, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Kamis, 8 Januari 2026 sore. Menurut laporan pendengar Radio Suara Surabaya, angin puting beliung terjadi di sekitar Terminal 1 Bandara Juanda.  

    Dilansir Kompas.com, berdasarkan pantauan Automated Weather Observing System (AWOS) BMKG Juanda, prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Thariq Harun mengatakan bahwa kecepatan angin puting beliung tersebut maksimal 46 KT (knot) atau setara dengan 85 kilometer per jam. 

    Perbedaan Angin Puting Beliung dan Tornado

    Angin puting beliung memiliki skala kekuatan putar dengan kecepatan kurang dari 70 kilometer per jam. Sebaliknya, fenomena tornado memiliki kecepatan angin yang melampaui ambang batas tersebut. Puting beliung terbentuk dari awan Cumulonimbus dalam durasi singkat, sekitar lima menit, dan mencakup wilayah lokal yang sempit, umumnya kurang dari dua kilometer persegi.

    Serupa dengan puting beliung, tornado merupakan kolom udara berputar yang menghubungkan awan Cumulonimbus dengan permukaan tanah. Fenomena ini lebih sering melanda wilayah Amerika Serikat dengan durasi rata-rata 15 menit, meski pada kasus ekstrem sanggup bertahan hingga tiga jam. Data menunjukkan sekitar 90 persen kejadian tornado berkaitan dengan badai petir, terutama jenis supercell, sedangkan 10 persen sisanya muncul dari pertumbuhan awan cumulus yang sangat pesat.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa peristiwa badai tornado melanda Sidoarjo pada 10 Januari 2026 adalah keliru. 

    Sebagian cuplikan dalam video yang beredar, diambil dari peristiwa puting beliung di Batam pada 17 Maret 2025 dan Rancaekek, Bandung, pada 21 Februari 2024. Adapun potongan video yang benar terjadi di Sidoarjo, adalah puting beliung yang melanda kawasan Terminal 1 Bandara Internasional Juanda yang berkecepatan 85 km per jam. Bukan badai tornado.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31806) Menyesatkan: NASA Tak Lagi Meneliti Laut Sejak 1978

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/01/2026

    Berita

    SEJUMLAH unggahan di Instagram [arsip], Facebook dan TikTok mengklaim bahwa National Aeronautics and Space Administration (NASA) berhenti meneliti lautan sejak 1978. Narasi tersebut menyebut NASA kini hanya berfokus pada misi ruang angkasa setelah mengalihkan seluruh sumber dayanya dari eksplorasi laut.

    Dalam unggahan itu disebutkan, NASA mendadak menghentikan ekspolarasi saat baru memantau sekitar lima persen wilayah perairan. "Mengapa mereka berhenti menyelam ke kedalaman? Apa yang mereka temukan hingga membuat mereka takut," tulis pengunggah konten.



    Namun, benarkah NASA menghentikan penelitian laut pada 1978 setelah menemukan sesuatu yang menakutkan?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi narasi tersebut dengan menelusuri berbagai sumber otoritatif. Sejak awal, pemerintah Amerika Serikat membentuk National Aeronautics and Space Administration (NASA) dengan misi utama memperkuat teknologi antariksa. Meski demikian, lembaga ini tetap menjalankan riset lautan sebagai bagian dari upaya membandingkan kondisi fisik Bumi dengan planet lainnya.

    Tujuan Pembentukan NASA

    Laman Museum Penerbangan Nasional mencatat bahwa Negeri Abang Sam awalnya membentuk lembaga independen bernama National Advisory Committee for Aeronautics (NACA) pada 1915 guna meneliti dunia penerbangan. Pemerintah Amerika Serikat kemudian mengganti komite tersebut menjadi NASA pada 1 Oktober 1958 untuk menyaingi teknologi antariksa Uni Soviet yang lebih dulu meluncurkan wahana Sputnik di era Cold War.

    Time melaporkan bahwa pendirian NASA berpijak pada National Aeronautics and Space Act. Undang-undang tersebut memandatkan NASA untuk meneliti masalah penerbangan di dalam maupun di luar atmosfer Bumi serta tujuan strategis lainnya, termasuk meredam persaingan riset antar-angkatan bersenjata. NASA berfungsi sebagai pusat penelitian yang menyatukan berbagai unit riset militer Amerika Serikat yang sebelumnya mengembangkan teknologi jet dan satelit secara terpisah.

    Ensiklopedia Britannica menjelaskan bahwa baik NACA maupun NASA tidak memiliki misi spesifik untuk penjelajahan bawah laut. Sejak berdiri, lembaga ini memfokuskan sumber dayanya pada eksplorasi antariksa melalui berbagai misi ikonik seperti Apollo, Viking, Mariner, Voyager, dan Galileo.

    Penelitian Laut oleh NASA 

    Dalam menjalankan misinya, NASA turut meneliti lautan untuk mendukung pengembangan teknologi antariksa. Pada 1978, lembaga ini meluncurkan satelit khusus guna memantau kondisi lautan di Bumi. Satelit tersebut bertugas mengukur ketinggian wahana antariksa di atas permukaan laut, kecepatan, serta arah angin.

    Kemampuan satelit ini mencakup pengukuran suhu permukaan laut, identifikasi fitur awan dan daratan, serta pemantauan medan gelombang permukaan global dan kondisi es kutub. NASA mempelajari lapisan es kutub sebagai referensi untuk mengeksplorasi kondisi serupa di planet lain.

    Pemeriksa fakta Reuters melaporkan bahwa NASA pernah menggelar misi bersama pada 2018 untuk mengamati interaksi organisme mikroskopis di laut dalam. Wilayah laut dalam merupakan area di bawah permukaan air dengan penetrasi cahaya yang memudar cepat, yakni mulai kedalaman 200 meter atau sekitar 656 feet.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan NASA menyetop penelusuran laut dalam sejak tahun 1978 karena ketakutan akan temuan tertentu adalah klaim menyesatkan.

    Rujukan