• (GFD-2021-7972) [SALAH] Situs Survei Berhadiah dari Singapore Airlines dalam Rangka Perayaan HUT Ke-50

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 08/12/2021

    Berita

    (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

    “Perayaan HUT Singapore Airlines ke-50!
    Pihak yang berpartisipasi dalam survei ini akan mendapatkan hadiah, terbatas hanya untuk 5000 partisipan
    http://parishabsurd[dot]top/singaporeair/tb[dot]php?ajgbkcdd1638775088527”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah pesan berantai melalui WhatsApp berisi sebuah tautan survei berhadiah dari Singapore Airlines. Dalam pesan tersebut juga disebutkan bahwa survei tersebut diselenggarakan untuk merayakan ulang tahun ke-50 perusahaan.

    Berdasarkan hasil penelusuran, survei tersebut bukan merupakan survei yang diselenggarakan oleh Singapore Airlines. Pihak Singapore Airlines melalui laman Facebook resminya menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengadakan survei maupun undian berhadiah dengan hadiah apapun. Segala informasi terkait produk Singapore Airlines dapat diakses melalui situs resmi singaporeair.com. Lebih lanjut, Singapore Airlines juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membagikan data pribadi.

    Selain itu, melansir dari situs resmi Singapore Airlines, maskapai tersebut pertama kali beroperasi pada tahun 1947 dengan nama Malayan Airways Limited. Sehingga, pada tahun ini Singapore Airlines sudah berusia 74 tahun, bukan 50 tahun.

    Dengan demikian, situs survei berhadiah dari Singapore Airlines yang beredar melalui WhatsApp tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini.

    Bukan situs survei yang diadakan oleh Singapore Airlines. Melalui laman Facebook resminya, Singapore Airlines menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyelenggarakan survei maupun undian berhadiah. Lebih lanjut, Singapore Airlines tahun ini telah berusia 74 tahun, bukan 50 tahun.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7973) [SALAH] Video Lahar Panas Gunung Semeru

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 08/12/2021

    Berita

    “ya allh, gunung Semeru meletus, lahar panas nya keluar. semoga selamat semua.”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook dengan nama pengguna “Cantika putri” (https://www.facebook.com/CantikaPutri00/) mengunggah sebuah video yang menunjukkan lava yang mengalir ke laut. Video tersebut juga disertai keterangan yang menyatakan bahwa video tersebut merupakan video lahar panas Gunung Semeru yang keluar setelah erupsi.

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan video lahar panas Gunung Semeru, melainkan video aliran lava Gunung Kilauea di Hawaii yang telah mengalir ke laut sejak tebing delta lava runtuh pada Desember 2016. Video serupa pertama kali diunggah oleh Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) pada 28 Januari 2017. Video tersebut dapat dilihat di situs resmi USGS, usgs.gov, dengan judul video “Close Up of Lava Ocean Entry”.

    Melansir dari situs resmi MAGMA Indonesia, lava sendiri merupakan aliran magma yang keluar dari gunung berapi melalui kawah gunung atau celah patahan yang terdapat pada gunung berapi. Sedangkan, lahar merupakan aliran material vulkanik seperti batu, kerikil, atau debu yang telah bercampur dengan air.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna “Cantika putri” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini.

    Faktanya, video tersebut merupakan video aliran lava Gunung Kilauea di Hawaii yang telah mengalir sejak tebing delta lava runtuh pada Desember 2016, bukan video lahar panas Gunung Semeru. Video serupa pertama kali diunggah di situs resmi Badan Survei Geologi Amerika Serikat pada 28 Januari 2017.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7974) [SALAH] Artikel “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya 😭 Salah Satu Personil Wali Band, InnaIiIahi WainnaiIIaihirojiun Kabar Dukа MеnуеIіmutі …….”

    Sumber: Portal Daring
    Tanggal publish: 08/12/2021

    Berita

    Narasi judul artikel:

    “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya 😭 Salah Satu Personil Wali Band, InnaIiIahi WainnaiIIaihirojiun Kabar Dukа MеnуеIіmutі …….”

    Hasil Cek Fakta

    Portal daring www[dot]waktual[dot]my[dot]id mengunggah artikel dengan judul “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya ? Salah Satu Personil Wali Band, InnaIiIahi WainnaiIIaihirojiun Kabar Dukа MеnуеIіmutі …….” Dalam artikel tersebut terdapat cuplikan foto rongsokan mobil.

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim artikel tersebut tidak benar. Mengacu kepada akun milik Wali Band (@bandwaliofficial) tidak ada informasi yang menyatakan bahwa ada personel band tersebut yang meninggal dunia. Adapun, di akun tersebut juga terdapat sejumlah postingan promosi kegiatan dari Wali Band.

    Isi artikel dalam portal itu mengambil cuplikan berita berjudul “Innalilahi.. Yuni Sarah Tewas Terseret Truk Tangki Minyak” yang tayang di Sindonews.com pada 12 Oktober 2016. Selain itu, artikel itu kerap didaur ulang dalam beberapa hoaks artis meninggal lainnya yang sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul “[SALAH] Artikel “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya Akang Sulle.”

    Peristiwa kecelakaan sosok gadis bernama Yuni Sarah itu juga kerap digunakan dalam isu hoaks artis meninggal lainnya dan sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul “[SALAH] Artis Yuni Shara Meninggal.”

    Untuk foto yang terdapat dalam artikel di portal waktual[dot]my[dot]id diketahui berasal dari peristiwa kecelakaan mobil Lamborghini di Thailand pada Juni 2014. Hal itu diketahui dari artikel berjudul “Ngebut Saat Hujan, Lamborghini Gallardo Ini Terbelah Dua” di liputan6.com yang tayang pada 26 Juni 2016.

    Berdasarkan penjelasan itu, maka konten artikel di www[dot]waktual[dot]my[dot]id masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Klaim artikel tidak benar. Diketahui dari akun Instagram Wali Band (@bandwaliofficial) para personelnya masih beraktivitas dan membintangi sebuah serial televisi di stasiun tv RCTI.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8831) Sesat, Foto yang Dikaitkan dengan Jenazah Rumini yang Tewas Berpelukan saat Erupsi Gunung Semeru

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 08/12/2021

    Berita


    Sebuah foto yang dikaitkan dengan jenazah Rumini yang tewas berpelukan di rumahnya saat Gunung Semeru erupsi, beredar di internet. Foto itu diunggah oleh sejumlah situs pada Rabu 8 Desember 2021. Gunung Semeru sendiri erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021.
    Situs detikterkinii.online memuat foto itu dengan judul Kisah Haru Erupsi Semeru, Tak Rela Tinggalkan Sang Ibu yang Sudah Renta, Rumini Ditemukan Tewas Berpelukan. 
    Foto tersebut menampakkan seperti mayat yang tertutup abu berwarna putih. Ada lingkaran merah pada mayat sedang memeluk lainnya. Tidak ada penjelasan atas foto itu. 
    Situs lain, www.kompasnews.xyz, juga memuat foto dan judul yang sama. Kedua situs menghubungkan foto tersebut dengan kisah Rumini dan ibunya Salamah, asal Desa Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang yang ditemukan tewas berpelukan saat erupsi Gunung Semeru. 
    Tangkapan layar unggahan foto yang dikaitkan dengan jenazah Rumini yang tewas berpelukan saat erupsi Gunung Semeru

    Hasil Cek Fakta


    Kisah Rumini yang ditemukan tewas berpelukan bersama ibunya, Salamah, saat erupsi Gunung Semeru, memang benar. Akan tetapi foto yang digunakan sejumlah situs, bukanlah foto jenazah Rumini dan Salamah. 
    Tempo menggunakan alat reverse image dari Google untuk melacak foto tersebut. Hasilnya, foto yang sama dengan ukuran lebih besar, dimuat oleh situs Volcano Discovery. Situs tersebut memberikan penjelasan bahwa foto tersebut adalah penduduk di Kota Pompeii, yang terkubur lapisan abu vulkanik saat Gunung Vesuvius meletus pada 79 Masehi. 
    “Banyak penduduk mengambil keputusan fatal untuk tetap tinggal di kota, mencoba mengatasi jatuhnya batu apung. Ketika aliran piroklastik pertama menyerbu kota, korban selamat yang tersisa tewas seketika. Tubuh mereka diselimuti abu tebal dan endapan batu apung dan meninggalkan lubang ketika bahan organik terurai,” tulis situs itu.
    Foto itu sendiri adalah karya Tom Pfeiffer, ahli vulkanologi Jerman yang melakukan penelitian PhD-nya tentang letusan Minoa Santorini di Yunani dan letusan Plinian Vesuvius pada tahun 79 M di Italia.
    Dikutip dari situs Britannica, Pompeii adalah salah satu kota tua di era Romawi. Saat ini terletak 23 kilometer dari Napoli, Italia. Letusan besar dari Gunung Vesuvius mengubur kota Pompeii. Bangunan dan penduduknya hancur. Selama berabad-abad Pompeii diselimuti selubung abu yang mengawetkan sisa-sisanya. Kota ini digali kembali pada 1700-an dan sejumlah peneliti menemukan berbagai bangunan mewah dan sisa-sisa penduduk yang terkubur abu. Bangunan dan isinya mengungkapkan kehidupan sehari-hari di dunia kuno—dan membangkitkan minat abad ke-18 pada semua hal klasik.
    Kisah tentang Rumini dan Salamah yang ditemukan meninggal berpelukan telah dipublikasikan oleh sejumlah media. Dikutip dari Kompas.com, Rumini diduga tidak tega meninggalkan Ibunya, Salamah yang tidak sanggup berjalan karena faktor usia.  

    Kesimpulan


    Dari pemeriksaan fakta di atas, foto yang menampakkan jenazah tertutup abu bukan jenazah Rumini dan Salamah yang meninggal berpelukan saat erupsi Gunung Semeru. Foto tersebut adalah penduduk penduduk di Kota Pompeii, Italia yang terkubur lapisan abu vulkanik saat Gunung Vesuvius meletus pada 79 Masehi. Kedua situs tersebut tidak memberikan keterangan pada foto yang digunakan sehingga dapat menyesatkan publik. 
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan