• (GFD-2026-31861) Hoaks Listrik Padam 7 Hari & Internet Mati Akibat Krisis Global

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    tirto.id - Baru-baru ini beredar unggahan di media sosial yang menyebarkan klaim akan terjadi pemadaman listrik kurang lebih selama 7 hari dan matinya akses internet karena krisis global yang dipicu perang antara Amerika Serikat dan Iran.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook “Tombol Berita Viral” (arsip), pada Jum’at (16/01/2026). Dalam unggahan memperlihatkan foto Komjen Pol Dharma Pongrekun dan narasi berisikan himbauan kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri karena beberapa negara sudah mengalami krisis tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Gawat! Akan terjadi krisis global. Listrik akan padam selama 7 hari. Akses internet mati. Persiapkan diri!” Begitu klaim tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sejak artikel ini ditulis pada Senin (19/01/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 165 likes, 121 komentar dan 24 kali dibagikan. Klaim ini memicu berbagai reaksi publik, sejumlah masyarakat meninggalkan komentar yang mengkritik kinerja pemerintah dan kebanyakan komentar mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, benarkah listrik akan padam selama 7 hari dan akses internet mati akibat terjadinya krisis global?

    Baca juga:Hoaks Bahlil Minta PLN Menaikkan Tarif Token Listrik

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Listrik akan Padam Selama 7 Hari. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim, Tirto mencoba menelusuri informasi tersebut dengan mengetikkan kata kunci pada mesin pencarian Google, “Listrik akan mati 7 hari dan internet mati akibat krisis global.” Hasil penelusuran mengarahkan kami pada unggahan video pada akun Instagram “wakandatalks” yang mengatakan bahwa isu potensi kondisi darurat 7 hari ramai dibicarakan karena pernyataan Komjen (Purn) Dharma Pongrekun yang mengatakan bahwa skenario terburuk dapat terjadi yaitu listrik dan internet padam total, sehingga masyarakat diminta untuk bersiap dengan kebutuhan dasar.

    Isu tersebut juga dikenal dengan istilah blackout atau darurat 7 hari yang ramai dibicarakan di awal tahun 2026, dimana listrik padam total di Indonesia. Namun, informasi ini tidak bersumber dari kebijakan resmi pemerintah melainkan dari narasi tokoh publik yaitu Dharma Pongrekun dalam podcastnya bersama Chrysansia Chitra Dewi atau dikenal dengan Chef Chitra.

    Sebagai informasi, Komjen Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.H. adalah seorang purnawirawan perwira tinggi Polri, Dharma dikenal sangat populer di media sosial, terutama karena pandangan-pandangannya terhadap pemerintah, teori konspirasi, agenda 2030, dan isu global.

    Tirto juga menemukan laporan yang ditulis Tribunnews Banjarmasin dengan judul “Ingatkan Listrik Mati Total Selama 7 Hari, Dharma Pongrekun Sebut Darurat, WNI: Terjadi di Belanda”, Dharma Pongrekun mengungkapkan pernyataan terkait listrik mati total dalam podcast terbarunya bersama dengan Chef Chitra. Dharma Pongrekun mengingatkan keadaan darurat ini karena beberapa negara di Eropa sudah membagikan buku panduan untuk menghadapi situasi serupa, salah satunya di Belanda.

    Melansir YouTube Ngaji Roso, Dharma Pongrekun memang melakukan siaran podcast secara live bersama Chef Chitra pada Jum’at (09/01/2026). Pada menit 1:24:50 dalam video tersebut, Dharma menyebutkan bahwa akan terjadi keadaan darurat dadakan selama 7 hari, listrik mati, ATM tidak berfungsi, AC mati, kulkas mati, malam tidak ada lampu dan air bersih tidak ada.

    Dalam podcast disebutkan juga negara selain Belanda yang telah mempersiapkan keadaan darurat yaitu Jerman. Namun, tidak ditemukan keterangan yang menyatakan bahwa keadaan darurat disebabkan oleh perang antara Amerika Serikat dan Iran.

    Dharma hanya mengimbau agar masyarakat mempersiapkan diri. Persiapan itu perlu dilakukan karena keadaan darurat mungkin saja terjadi secara mendadak. Tidak ada satupun informasi yang mendukung klaim bahwa krisis global akibat perang AS dan Iran bisa menyebabkan listrik dan internet mati di Indonesia.

    “Saya ingatkan, mulai kasih tahu, adek-adek kasih tahu orangtua untuk mempersiapkan keadaan darurat dadakan selama 7 hari. Bagaimana bertahan selama 7 hari, mulai dari listrik mati, ATM nggak bisa jalan, AC mati, kulkas juga mati berarti bahan makanan busuk, malam tidak ada lampu, air bersih tidak ada karena tergantung pada jet pump atau PDAM dan sebagainya. Mulai pikirkan dari sekarang, sebelum didadak, karena nanti akan terjadi panik," begitu keterangan Dharma dalam podcast.

    Senada dengan Dharma Pongrekun, seorang diaspora pemilik akun TikTok “dinastirahadiyanti”, mengatakan bahwa Amsterdam mengalami pemadaman listrik pada Rabu (14/01/2026). Sebelum pemadaman itu terjadi, pemerintah Belanda sempat membagikan buku manual berisi panduan bertahan hidup selama 72 jam tanpa listrik.

    Pemadaman listrik di Belanda tersebut terjadi karena adanya ledakan di instalasi distribusi listrik di Marnixstraat yang menyebabkan sebagian besar Amsterdam mengalami pemadaman listrik dan bukan karena konflik antar negara. Adapun panduan 72 jam yang dibagikan pemerintah Belanda tersebut berisi cara bertahan dalam kondisi darurat tersebut.

    Melansir CNBC Indonesia, pemadaman listrik bergilir (rancangan) dan pemutusan internet memang terjadi di Iran. Pemerintah Iran memutuskan untuk melakukan pemadaman secara nasional yang dimulai sejak akhir tahun 2024 dan berlanjut hingga tahun 2025. Kebijakan ini diambil akibat krisis energi parah yang melanda negara tersebut. Iran juga melakukan pemutusan akses internet untuk memutus komunikasi jaringan oposisi luar negeri dan sel teroris.

    Dengan demikian, klaim yang menyatakan listrik akan padam selama 7 hari dan internet mati di Indonesia akibat krisis global perang AS dan Iran tidak terbukti secara ilmiah. Hingga saat ini, sebagaimana dilansir dari Berita DIY, tidak ada pernyataan resmi, berita kredibel, maupun peringatan dari pemerintah atau PT PLN (Persero) tentang akan adanya pemadaman listrik nasional dengan durasi waktu tersebut.

    Baca juga:Hoaks Tautan Klaim Token Listrik Gratis PLN Rp250 Ribu

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim listrik akan padam 7 hari dan internet mati karena krisis global akibat perang Amerika Serikat dan Iran adalah keliru dan menyesatkan (false and misleading).

    Hingga penelusuran dilakukan, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang menyatakan perang Amerika Serikat dan Iran menyebabkan krisis global yang mengancam pemadaman listrik dan internet di Indonesia.

    Dharma Pongrekun memang mengatakan terkait adanya keadaan darurat dan listrik mati saat menghadiri podcast bersama Chef Chitra, namun pernyataan tersebut tidak terkait dengan hubungan AS dan Iran yang sedang memanas. Dharma hanya menyampaikan bahwa kondisi darurat dapat terjadi secara tiba-tiba dan masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31903) Hoaks Demonstrasi di Surabaya Bawa Bendera Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video di media sosial Tiktok, yang mengklaim bahwa terdapat demonstrasi di Surabaya yang menyuarakan perdamaian dengan Israel. Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Tiktok bernama “rutdangi2” (arsip), pada 9 Januari 2025.

    ADVERTISEMENT

    Di dalam unggahan tersebut, salah seorang peserta demonstrasi sedang berjalan sambil mengatakan bahwa di Surabaya ribuan umat Islam turun melakukan aksi damai.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Assalamualaikum teman-teman, ini di Surabaya ribuan umat Islam lagi turun berdamai. Kita bawa bendera Israel sebagai tanda kita ingin damai bukan benci. Semoga dunia dengar pesan kami,” ujar salah seorang peserta aksi di dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Seorang peserta aksi lainnya terlihat sedang mengibarkan bendera Israel sembari mengucap takbir.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Allahuakbar, Islam agama damai,” ucapnya.

    Periksa Fakta Demo Umat Muslim Membawa Bendera Israel. foto/hotline periksa fakta tirto

    ADVERTISEMENT

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah meraih lebih dari 9.000 tanda suka dan 1.500 komentar. Dari amatan Tirto di kolom komentar, tidak sedikit netizen yang mempercayai klaim tersebut.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaimnya?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto membuka akun pengunggah. Dari pengamatan Tirto, pengunggah beberapa kali menyebarkan unggahan yang mempromosikan bahwa Israel menciptakan perdamaian.

    Selanjutnya, Tirto mencermati video yang diunggah. Dari hasil pengamatan, ditemukan sejumlah kejanggalan visual, seperti gerakan bibir yang tidak sinkron dengan ucapan, serta orang-orang yang berada di atas truk tampak tidak menunjukkan pergerakan sama sekali, seolah-olah membeku.

    Selain itu, spanduk yang terpasang di bagian depan truk memuat tulisan “Islam Agama Dama”, dengan ejaan yang tidak lengkap karena tidak terdapat huruf “i” sebagaimana seharusnya membentuk kata “damai”.

    Sejumlah keanehan tersebut memunculkan indikasi bahwa konten dalam video tersebut kemungkinan dibuat atau dimanipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI). Tirto lantas menggunakan Hive Moderation untuk mengecek persentase penggunaan AI di dalam video.

    Hasilnya, video ini memiliki 85,4 persen kemungkinan mengandung konten hasil AI

    Sementara itu, berdasarkan penelusuran Tirto terhadap pemberitaan media arus utama, aksi yang pernah terjadi di Surabaya adalah aksi solidaritas terhadap Palestina. Melansir Antara, pada 28 Maret 2025, warga menggelar aksi bela Palestina di Surabaya, Jawa Timur. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina yang mengalami penderitaan akibat serangan militer Israel, sekaligus menegaskan sikap politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung eksistensi Palestina.

    Selain itu, Antara juga melaporkan bahwa pada 19 April 2025, ribuan warga kembali mengikuti Aksi Bela Damai Palestina yang digelar di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, tepat di depan Gedung Negara Grahadi.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan bahwa terdapat aksi di Surabaya yang mendorong perdamaian dengan Israel adalah salah dan menyesatkan (false and misleading)

    Video yang beredar menunjukkan indikasi kuat sebagai konten hasil rekayasa AI. Dari penelusuran pemberitaan, aksi yang benar-benar terjadi di Surabaya merupakan aksi solidaritas untuk Palestina, bukan demonstrasi yang menyerukan perdamaian dengan Israel.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31904) Hoaks Listrik Padam 7 Hari & Internet Mati Akibat Krisis Global

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    tirto.id - Baru-baru ini beredar unggahan di media sosial yang menyebarkan klaim akan terjadi pemadaman listrik kurang lebih selama 7 hari dan matinya akses internet karena krisis global yang dipicu perang antara Amerika Serikat dan Iran.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook “Tombol Berita Viral” (arsip), pada Jum’at (16/01/2026). Dalam unggahan memperlihatkan foto Komjen Pol Dharma Pongrekun dan narasi berisikan himbauan kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri karena beberapa negara sudah mengalami krisis tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Gawat! Akan terjadi krisis global. Listrik akan padam selama 7 hari. Akses internet mati. Persiapkan diri!” Begitu klaim tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sejak artikel ini ditulis pada Senin (19/01/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 165 likes, 121 komentar dan 24 kali dibagikan. Klaim ini memicu berbagai reaksi publik, sejumlah masyarakat meninggalkan komentar yang mengkritik kinerja pemerintah dan kebanyakan komentar mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, benarkah listrik akan padam selama 7 hari dan akses internet mati akibat terjadinya krisis global?

    Baca juga:Hoaks Bahlil Minta PLN Menaikkan Tarif Token Listrik

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Listrik akan Padam Selama 7 Hari. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim, Tirto mencoba menelusuri informasi tersebut dengan mengetikkan kata kunci pada mesin pencarian Google, “Listrik akan mati 7 hari dan internet mati akibat krisis global.” Hasil penelusuran mengarahkan kami pada unggahan video pada akun Instagram “wakandatalks” yang mengatakan bahwa isu potensi kondisi darurat 7 hari ramai dibicarakan karena pernyataan Komjen (Purn) Dharma Pongrekun yang mengatakan bahwa skenario terburuk dapat terjadi yaitu listrik dan internet padam total, sehingga masyarakat diminta untuk bersiap dengan kebutuhan dasar.

    Isu tersebut juga dikenal dengan istilah blackout atau darurat 7 hari yang ramai dibicarakan di awal tahun 2026, dimana listrik padam total di Indonesia. Namun, informasi ini tidak bersumber dari kebijakan resmi pemerintah melainkan dari narasi tokoh publik yaitu Dharma Pongrekun dalam podcastnya bersama Chrysansia Chitra Dewi atau dikenal dengan Chef Chitra.

    Sebagai informasi, Komjen Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.H. adalah seorang purnawirawan perwira tinggi Polri, Dharma dikenal sangat populer di media sosial, terutama karena pandangan-pandangannya terhadap pemerintah, teori konspirasi, agenda 2030, dan isu global.

    Tirto juga menemukan laporan yang ditulis Tribunnews Banjarmasin dengan judul “Ingatkan Listrik Mati Total Selama 7 Hari, Dharma Pongrekun Sebut Darurat, WNI: Terjadi di Belanda”, Dharma Pongrekun mengungkapkan pernyataan terkait listrik mati total dalam podcast terbarunya bersama dengan Chef Chitra. Dharma Pongrekun mengingatkan keadaan darurat ini karena beberapa negara di Eropa sudah membagikan buku panduan untuk menghadapi situasi serupa, salah satunya di Belanda.

    Melansir YouTube Ngaji Roso, Dharma Pongrekun memang melakukan siaran podcast secara live bersama Chef Chitra pada Jum’at (09/01/2026). Pada menit 1:24:50 dalam video tersebut, Dharma menyebutkan bahwa akan terjadi keadaan darurat dadakan selama 7 hari, listrik mati, ATM tidak berfungsi, AC mati, kulkas mati, malam tidak ada lampu dan air bersih tidak ada.

    Dalam podcast disebutkan juga negara selain Belanda yang telah mempersiapkan keadaan darurat yaitu Jerman. Namun, tidak ditemukan keterangan yang menyatakan bahwa keadaan darurat disebabkan oleh perang antara Amerika Serikat dan Iran.

    Dharma hanya mengimbau agar masyarakat mempersiapkan diri. Persiapan itu perlu dilakukan karena keadaan darurat mungkin saja terjadi secara mendadak. Tidak ada satupun informasi yang mendukung klaim bahwa krisis global akibat perang AS dan Iran bisa menyebabkan listrik dan internet mati di Indonesia.

    “Saya ingatkan, mulai kasih tahu, adek-adek kasih tahu orangtua untuk mempersiapkan keadaan darurat dadakan selama 7 hari. Bagaimana bertahan selama 7 hari, mulai dari listrik mati, ATM nggak bisa jalan, AC mati, kulkas juga mati berarti bahan makanan busuk, malam tidak ada lampu, air bersih tidak ada karena tergantung pada jet pump atau PDAM dan sebagainya. Mulai pikirkan dari sekarang, sebelum didadak, karena nanti akan terjadi panik," begitu keterangan Dharma dalam podcast.

    Senada dengan Dharma Pongrekun, seorang diaspora pemilik akun TikTok “dinastirahadiyanti”, mengatakan bahwa Amsterdam mengalami pemadaman listrik pada Rabu (14/01/2026). Sebelum pemadaman itu terjadi, pemerintah Belanda sempat membagikan buku manual berisi panduan bertahan hidup selama 72 jam tanpa listrik.

    Pemadaman listrik di Belanda tersebut terjadi karena adanya ledakan di instalasi distribusi listrik di Marnixstraat yang menyebabkan sebagian besar Amsterdam mengalami pemadaman listrik dan bukan karena konflik antar negara. Adapun panduan 72 jam yang dibagikan pemerintah Belanda tersebut berisi cara bertahan dalam kondisi darurat tersebut.

    Melansir CNBC Indonesia, pemadaman listrik bergilir (rancangan) dan pemutusan internet memang terjadi di Iran. Pemerintah Iran memutuskan untuk melakukan pemadaman secara nasional yang dimulai sejak akhir tahun 2024 dan berlanjut hingga tahun 2025. Kebijakan ini diambil akibat krisis energi parah yang melanda negara tersebut. Iran juga melakukan pemutusan akses internet untuk memutus komunikasi jaringan oposisi luar negeri dan sel teroris.

    Dengan demikian, klaim yang menyatakan listrik akan padam selama 7 hari dan internet mati di Indonesia akibat krisis global perang AS dan Iran tidak terbukti secara ilmiah. Hingga saat ini, sebagaimana dilansir dari Berita DIY, tidak ada pernyataan resmi, berita kredibel, maupun peringatan dari pemerintah atau PT PLN (Persero) tentang akan adanya pemadaman listrik nasional dengan durasi waktu tersebut.

    Baca juga:Hoaks Tautan Klaim Token Listrik Gratis PLN Rp250 Ribu

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim listrik akan padam 7 hari dan internet mati karena krisis global akibat perang Amerika Serikat dan Iran adalah keliru dan menyesatkan (false and misleading).

    Hingga penelusuran dilakukan, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang menyatakan perang Amerika Serikat dan Iran menyebabkan krisis global yang mengancam pemadaman listrik dan internet di Indonesia.

    Dharma Pongrekun memang mengatakan terkait adanya keadaan darurat dan listrik mati saat menghadiri podcast bersama Chef Chitra, namun pernyataan tersebut tidak terkait dengan hubungan AS dan Iran yang sedang memanas. Dharma hanya menyampaikan bahwa kondisi darurat dapat terjadi secara tiba-tiba dan masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31933) Hoaks Demonstrasi di Surabaya Bawa Bendera Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video di media sosial Tiktok, yang mengklaim bahwa terdapat demonstrasi di Surabaya yang menyuarakan perdamaian dengan Israel. Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Tiktok bernama “rutdangi2” (arsip), pada 9 Januari 2025.

    ADVERTISEMENT

    Di dalam unggahan tersebut, salah seorang peserta demonstrasi sedang berjalan sambil mengatakan bahwa di Surabaya ribuan umat Islam turun melakukan aksi damai.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Assalamualaikum teman-teman, ini di Surabaya ribuan umat Islam lagi turun berdamai. Kita bawa bendera Israel sebagai tanda kita ingin damai bukan benci. Semoga dunia dengar pesan kami,” ujar salah seorang peserta aksi di dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Seorang peserta aksi lainnya terlihat sedang mengibarkan bendera Israel sembari mengucap takbir.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Allahuakbar, Islam agama damai,” ucapnya.

    Periksa Fakta Demo Umat Muslim Membawa Bendera Israel. foto/hotline periksa fakta tirto

    ADVERTISEMENT

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah meraih lebih dari 9.000 tanda suka dan 1.500 komentar. Dari amatan Tirto di kolom komentar, tidak sedikit netizen yang mempercayai klaim tersebut.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaimnya?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto membuka akun pengunggah. Dari pengamatan Tirto, pengunggah beberapa kali menyebarkan unggahan yang mempromosikan bahwa Israel menciptakan perdamaian.

    Selanjutnya, Tirto mencermati video yang diunggah. Dari hasil pengamatan, ditemukan sejumlah kejanggalan visual, seperti gerakan bibir yang tidak sinkron dengan ucapan, serta orang-orang yang berada di atas truk tampak tidak menunjukkan pergerakan sama sekali, seolah-olah membeku.

    Selain itu, spanduk yang terpasang di bagian depan truk memuat tulisan “Islam Agama Dama”, dengan ejaan yang tidak lengkap karena tidak terdapat huruf “i” sebagaimana seharusnya membentuk kata “damai”.

    Sejumlah keanehan tersebut memunculkan indikasi bahwa konten dalam video tersebut kemungkinan dibuat atau dimanipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI). Tirto lantas menggunakan Hive Moderation untuk mengecek persentase penggunaan AI di dalam video.

    Hasilnya, video ini memiliki 85,4 persen kemungkinan mengandung konten hasil AI

    Sementara itu, berdasarkan penelusuran Tirto terhadap pemberitaan media arus utama, aksi yang pernah terjadi di Surabaya adalah aksi solidaritas terhadap Palestina. Melansir Antara, pada 28 Maret 2025, warga menggelar aksi bela Palestina di Surabaya, Jawa Timur. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina yang mengalami penderitaan akibat serangan militer Israel, sekaligus menegaskan sikap politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung eksistensi Palestina.

    Selain itu, Antara juga melaporkan bahwa pada 19 April 2025, ribuan warga kembali mengikuti Aksi Bela Damai Palestina yang digelar di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, tepat di depan Gedung Negara Grahadi.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan bahwa terdapat aksi di Surabaya yang mendorong perdamaian dengan Israel adalah salah dan menyesatkan (false and misleading)

    Video yang beredar menunjukkan indikasi kuat sebagai konten hasil rekayasa AI. Dari penelusuran pemberitaan, aksi yang benar-benar terjadi di Surabaya merupakan aksi solidaritas untuk Palestina, bukan demonstrasi yang menyerukan perdamaian dengan Israel.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan