KOMPAS.com - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer pada Selasa (3/12/2024).
Pengumuman tersebut mengejutkan publik, lantas muncul sejumlah aksi protes di jalanan.
Di media sosial beredar sebuah foto yang diklaim sebagai salah satu momen protes tersebut. Namun, setelah ditelusuri Kompas.com, foto disebarkan dengan konteks keliru.
Foto aksi protes darurat militer di Korea Selatan disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Foto menampilkan masa yang memadati jalanan. Di bagian kanannya terdapat jalan raya yang dipenuhi kendaraan.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (4/12/2024):
Berita pagi ini dari Korea :
Majelis Nasional Korea Selatan mengeluarkan resolusi untuk mencabut darurat militer (190-0)! Parlemen memberikan suara menentang keputusan darurat militer. Seluruh 190 anggota yang dapat memasuki aula utama memilih untuk mencabut darurat militer.
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Rabu (4/12/2024), mengenai aksi demo darurat militer di Korea Selatan.
(GFD-2024-24466) [KLARIFIKASI] Foto Demo Ini Beredar Sebelum Darurat Militer Korea Selatan
Sumber:Tanggal publish: 05/12/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Foto yang disebarkan di Facebook telah beredar sebelum pengumuman darurat militer Korea Selatan.
Foto tersebut tersedia di EPA Images, hasil jepretan fotografer bernama Jeon Heon Kyun.
Kelompok masyarakat yang menamai diri Kelompok Warga Kompleks melakukan unjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Yoon Suk Yeol, pada 30 November 2024.
Dilansir situs berita YNA, massa aksi menuntut pengunduran diri lantaran serangkaian kontroversi yang melibatkan ibu negara.
Kontroversi itu termasuk dugaan keterlibatannya dalam skema manipulasi saham, dugaan campur tangan dalam nominasi pemilu melalui broker serta penerimaan tas mewah.
Sebagai konteks, pada Selasa (3/12/2024) malam, Yoon mengumumkan darurat militer dengan alasan melindungi negara dari ancaman kekuatan komunis.
Ia berniat untuk melenyapkan pasukan atau elemen-elemen ”antinegara” di parlemen dan yang ia tuding berpihak kepada Korea Utara. Namun darurat militer hanya berlangsung 6 jam.
Meski terkait dengan kontestasi politik di Korea Selatan, tetapi foto tersebut bermunculan usai pengumuman darurat militer tanpa konteks yang jelas.
Foto tersebut tersedia di EPA Images, hasil jepretan fotografer bernama Jeon Heon Kyun.
Kelompok masyarakat yang menamai diri Kelompok Warga Kompleks melakukan unjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Yoon Suk Yeol, pada 30 November 2024.
Dilansir situs berita YNA, massa aksi menuntut pengunduran diri lantaran serangkaian kontroversi yang melibatkan ibu negara.
Kontroversi itu termasuk dugaan keterlibatannya dalam skema manipulasi saham, dugaan campur tangan dalam nominasi pemilu melalui broker serta penerimaan tas mewah.
Sebagai konteks, pada Selasa (3/12/2024) malam, Yoon mengumumkan darurat militer dengan alasan melindungi negara dari ancaman kekuatan komunis.
Ia berniat untuk melenyapkan pasukan atau elemen-elemen ”antinegara” di parlemen dan yang ia tuding berpihak kepada Korea Utara. Namun darurat militer hanya berlangsung 6 jam.
Meski terkait dengan kontestasi politik di Korea Selatan, tetapi foto tersebut bermunculan usai pengumuman darurat militer tanpa konteks yang jelas.
Kesimpulan
Foto demo di Korea Selatan pada 30 November 2024 disebarkan dengan kontes keliru.
Kelompok Warga Kompleks melakukan unjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Yoon Suk Yeol.
Namun momen itu terjadi sebelum pengumuman darurat militer pada Selasa (3/12/2024) malam.
Kelompok Warga Kompleks melakukan unjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Yoon Suk Yeol.
Namun momen itu terjadi sebelum pengumuman darurat militer pada Selasa (3/12/2024) malam.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=557974750431352&set=a.108371005391731
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=2012610522546485&set=pcb.2012610625879808
- https://epaimages.com/search.pp?flush=1&multikeyword=seoul%20and%20protest&startdate=&enddate=&autocomplete_City=&metadatafield5=&autocomplete_Country=&metadatafield44=&autocomplete_Person=&metadatafield39=
- https://m-en.yna.co.kr/view/AEN20241130002100320?section=national/politics
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24465) [HOAKS] Video Jenazah Imam Samudera Masih Utuh pada November 2024
Sumber:Tanggal publish: 05/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang mengeklaim jenazah terdakwa kasus Bom Bali I yang telah divonis mati, Imam Samudera, masih dalam keadaan utuh.
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks. Sosok jenazah dalam video tersebut bukan Imam Samudera.
Video yang mengeklaim jenazah Imam Samudera masih dalam keadaan utuh muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video seorang pria yang ditutupi kain putih. Saat kain dibuka, wajah pria itu dalam keadaan pucat dan masih utuh.
Salah satu akun menulis keterangan teks sebagai berikut:
Allahu Akbar
Wajahnya seperti masih hidup biasa orang yang sudah meninggal wajahnya pasti pucat kalau ini tidak ...
Buruk di pandang oleh manusia,,,belum tentu buruk di hadapan Allah SWt
jasad imam samudra 10 tahun masih utuh
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang mengeklaim jenazah Imam Samudra masih dalam keadaan utuh
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks. Sosok jenazah dalam video tersebut bukan Imam Samudera.
Video yang mengeklaim jenazah Imam Samudera masih dalam keadaan utuh muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video seorang pria yang ditutupi kain putih. Saat kain dibuka, wajah pria itu dalam keadaan pucat dan masih utuh.
Salah satu akun menulis keterangan teks sebagai berikut:
Allahu Akbar
Wajahnya seperti masih hidup biasa orang yang sudah meninggal wajahnya pasti pucat kalau ini tidak ...
Buruk di pandang oleh manusia,,,belum tentu buruk di hadapan Allah SWt
jasad imam samudra 10 tahun masih utuh
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang mengeklaim jenazah Imam Samudra masih dalam keadaan utuh
Hasil Cek Fakta
Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan Google Lens menemukan bahwa video tersebut identik dengan tangkapan layar artikel di laman Detik.com pada 2018.
Dalam pemberitaan, polisi menjelaskan, sosok pria dalam video bukan Imam Samudera.
Berdasarkan penjelasan yang didapat dari pihak keluarga, tidak ada penggalian makam Imam Samudera.
Adapun, Imam Samudra dieksekusi mati pada 9 November 2008. Dia kemudian dimakamkan di Kota Serang, Banten.
Dikutip dari Antara, Karopenmas Divisi Humas Polri saat itu, Brigjen Mohammad Iqbal menjelaskan, sosok pria dalam video adalah narapidana terorisme di Rutan Gunung Sindur, yakni Yaser bin Thamrin.
Yaser meninggal pada 17 Juli 2018.
Iqbal mengatakan, Yaser meninggal setelah sebelumnya pada 26 Juni 2018 mengalami sakit perut, muntah dan lemas.
Ia sempat diberi obat, namun pada 4 Juli 2018 Yaser kembali mengeluh kram di bagian perut dan muntah.
Karena kondisinya terus memburuk, Yaser dibawa ke RSUD Tanggerang pada 17 Juli 2018, namun ia akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 19.45 WIB.
Video yang beredar diambil setelah Yaser meninggal.
Konten hoaks ini merupakan narasi yang berulang beberapa kali, sejak Imam Samudera meninggal dunia.
Kompas.com sudah melakukan pembongkaran hoaks itu setidaknya dua kali. Anda bisa membacanya dalam tautan ini yang muncul pada 2018 dan narasi ini pada 2023.
Dalam pemberitaan, polisi menjelaskan, sosok pria dalam video bukan Imam Samudera.
Berdasarkan penjelasan yang didapat dari pihak keluarga, tidak ada penggalian makam Imam Samudera.
Adapun, Imam Samudra dieksekusi mati pada 9 November 2008. Dia kemudian dimakamkan di Kota Serang, Banten.
Dikutip dari Antara, Karopenmas Divisi Humas Polri saat itu, Brigjen Mohammad Iqbal menjelaskan, sosok pria dalam video adalah narapidana terorisme di Rutan Gunung Sindur, yakni Yaser bin Thamrin.
Yaser meninggal pada 17 Juli 2018.
Iqbal mengatakan, Yaser meninggal setelah sebelumnya pada 26 Juni 2018 mengalami sakit perut, muntah dan lemas.
Ia sempat diberi obat, namun pada 4 Juli 2018 Yaser kembali mengeluh kram di bagian perut dan muntah.
Karena kondisinya terus memburuk, Yaser dibawa ke RSUD Tanggerang pada 17 Juli 2018, namun ia akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 19.45 WIB.
Video yang beredar diambil setelah Yaser meninggal.
Konten hoaks ini merupakan narasi yang berulang beberapa kali, sejak Imam Samudera meninggal dunia.
Kompas.com sudah melakukan pembongkaran hoaks itu setidaknya dua kali. Anda bisa membacanya dalam tautan ini yang muncul pada 2018 dan narasi ini pada 2023.
Kesimpulan
Video yang mengeklaim jenazah Imam Samudera masih dalam keadaan utuh tidak benar atau hoaks. Video itu telah beredar sejak 2018.
Pria dalam video bukan Imam Samudra, namun narapidana terorisme di Rutan Gunung Sindur, Yaser bin Thamrin yang meniinggal pada 17 Juli 2018.
Pria dalam video bukan Imam Samudra, namun narapidana terorisme di Rutan Gunung Sindur, Yaser bin Thamrin yang meniinggal pada 17 Juli 2018.
Rujukan
- https://www.facebook.com/deri.t.ku.1/videos/561998793442598
- https://www.facebook.com/reel/3765967063677423
- https://www.facebook.com/share/r/15G1dRmMPs/
- https://www.facebook.com/share/v/12BmAcjHdyH/
- https://news.detik.com/berita/d-4129328/hoax-video-jenazah-imam-samudra-masih-utuh-ini-penjelasan-polri
- https://www.antaranews.com/berita/729346/polri-video-beredar-bukan-imam-samudra
- https://nasional.kompas.com/read/2018/07/24/08523101/hoaks-video-jenazah-imam-samudra
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/04/13/153500082/-hoaks-video-jenazah-imam-samudera-masih-dalam-keadaan-utuh
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24464) Cek Fakta: Video Prabowo Ancam Seret Jokowi ke Meja Hijau
Sumber:Tanggal publish: 06/12/2024
Berita
Suara.com - Beredar sebuah video di YouTube dengan narasi yang mengklaim bahwa Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, akan menyeret Presiden Joko Widodo ke meja hijau jika masih 'sok berkuasa'.
Video tersebut diunggah di kanal “KAJIAN ASWAJA” pada 28 November 2024 dan telah ditonton lebih dari 5.700 kali hingga 3 Desember 2024. Namun, klaim dalam video tersebut telah dikonfirmasi sebagai konten yang menyesatkan.
Pemeriksaan Fakta
Mengutip hasil penelusuran Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) di google dengan kata kunci terkait, tidak ditemukan satu pun sumber informasi kredibel yang membenarkan pernyataan tersebut. Klaim ini murni hasil spekulasi tanpa dasar fakta.
Selain itu, tim juga memeriksa sampul video menggunakan Google Lens. Ditemukan bahwa gambar dalam thumbnail merupakan hasil manipulasi atau gabungan dari beberapa foto yang diedit untuk menciptakan kesan dramatis.
Video berdurasi 16 menit 17 detik tersebut sebenarnya hanya menampilkan ulang potongan dari kanal YouTube Refly Harun berjudul, “RETAK! JOKOWI ‘NGAMUK’ KE PRABOWO, MALAH BALIK ‘DIANCAM’ PERLAWANAN?! SIAPA PALING BERKUASA?!” yang tayang pada 30 Oktober 2024.
Narasi dan konteks dalam video tersebut telah dipelintir dan diberi judul yang provokatif untuk memancing perhatian.
Video tersebut diunggah di kanal “KAJIAN ASWAJA” pada 28 November 2024 dan telah ditonton lebih dari 5.700 kali hingga 3 Desember 2024. Namun, klaim dalam video tersebut telah dikonfirmasi sebagai konten yang menyesatkan.
Pemeriksaan Fakta
Mengutip hasil penelusuran Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) di google dengan kata kunci terkait, tidak ditemukan satu pun sumber informasi kredibel yang membenarkan pernyataan tersebut. Klaim ini murni hasil spekulasi tanpa dasar fakta.
Selain itu, tim juga memeriksa sampul video menggunakan Google Lens. Ditemukan bahwa gambar dalam thumbnail merupakan hasil manipulasi atau gabungan dari beberapa foto yang diedit untuk menciptakan kesan dramatis.
Video berdurasi 16 menit 17 detik tersebut sebenarnya hanya menampilkan ulang potongan dari kanal YouTube Refly Harun berjudul, “RETAK! JOKOWI ‘NGAMUK’ KE PRABOWO, MALAH BALIK ‘DIANCAM’ PERLAWANAN?! SIAPA PALING BERKUASA?!” yang tayang pada 30 Oktober 2024.
Narasi dan konteks dalam video tersebut telah dipelintir dan diberi judul yang provokatif untuk memancing perhatian.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Video yang mengklaim bahwa Prabowo akan menyeret Jokowi ke meja hijau adalah informasi yang menyesatkan. Publik diimbau untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Pastikan selalu merujuk pada sumber resmi dan terpercaya untuk mendapatkan informasi yang akurat.
Pastikan selalu merujuk pada sumber resmi dan terpercaya untuk mendapatkan informasi yang akurat.
(GFD-2024-24463) [SALAH] Vaksin Mpox Adalah Produk Eksperimental
Sumber: facebook.comTanggal publish: 06/12/2024
Berita
Akun Facebook “Suara Rakyat Kebumen” pada Kamis (15/8/2024) mengunggah foto [arsip]. Isinya memperlihatkan infografik tiga jenis vaksin Mpox (IMVAMUNE, LC16M8, dan ACAM 2000) yang disebut sebagai produk eksperimental.
Unggahan disertai narasi:
“Bersiaplah untuk omong kosong vaksin berikutnya, rezim sudah menyiapkan vaksin eksperimental, sama seperti dulu Covid, untuk penyakit LGBT Cacar Monyet / Monkeypox.Satu kata: TOLAK‼️”
Unggahan disertai narasi:
“Bersiaplah untuk omong kosong vaksin berikutnya, rezim sudah menyiapkan vaksin eksperimental, sama seperti dulu Covid, untuk penyakit LGBT Cacar Monyet / Monkeypox.Satu kata: TOLAK‼️”
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) sebelumnya sudah mengusut kebenaran klaim serupa lewat artikel “[SALAH] Pemerintah Menggunakan Vaksin Eksperimental untuk Mencegah Mpox” yang tayang September 2024.
Dari penelusuran TurnBackHoax, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membantah narasi yang mengeklaim vaksin Mpox dipersiapkan untuk vaksin eksperimental.
“Vaksin Mpox sudah menerima Emergency Use Listing (EUL) dari WHO dan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM, yang berarti vaksin ini boleh digunakan dalam kondisi darurat,” kata Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, dikutip dari artikel kemkes.go.id yang tayang September 2024.
Dari penelusuran TurnBackHoax, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membantah narasi yang mengeklaim vaksin Mpox dipersiapkan untuk vaksin eksperimental.
“Vaksin Mpox sudah menerima Emergency Use Listing (EUL) dari WHO dan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM, yang berarti vaksin ini boleh digunakan dalam kondisi darurat,” kata Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, dikutip dari artikel kemkes.go.id yang tayang September 2024.
Kesimpulan
Unggahan berisi narasi “vaksin Mpox adalah produk eksperimental” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/12/06/salah-vaksin-mpox-adalah-produk-eksperimental/ [kemkes.go.id] Vaksin MPOX Sudah Disetujui WHO dan BPOM [turnbackhoax.id] [SALAH] Pemerintah Menggunakan Vaksin Eksperimental untuk Mencegah Mpox
- https://kemkes.go.id/id/vaksin-mpox-sudah-disetujui-who-dan-bpom
- https://turnbackhoax.id/2024/09/04/salah-pemerintah-menggunakan-vaksin-eksperimental-untuk-mencegah-mpox/
- https://www.facebook.com/SuaraRakyatKebumen/posts/532172119375065 (tautan unggahan akun Facebook “Suara Rakyat Kebumen”)
- https://arsip.cekfakta.com/archive/1732275083.037712/index.html (unggahan akun Facebook “Suara Rakyat Kebumen”)
Halaman: 481/5960