Akun Twitter @Wongcerbon9661 menulis cuitan bahwa sebuah meteor telah jatuh di lapangan Tanjung, Bumi Bangkalan, Jawa Timur pada 3 Mei lalu. Cuitan tersebut diikuti lampiran video TikTok yang menunjukkan seorang warga sedang menyaksikan kobaran api dan mengatakan bahwa api tersebut berasal dari meteor yang jatuh.
Narasi:
“Informasi dari Masyarakat setempat di Tanjung Bumi Bangkalan… Ada sebongkah Meteor jatuh di Lapangan Desa Tanjung Bumi Bangkalan… Tidak diketahui jatuhnya pukul berapa malam ini…”
(GFD-2022-9860) [SALAH] Meteor Jatuh di Lapangan Tanjur Bumi Bangkalan
Sumber: twitter.comTanggal publish: 27/05/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut salah. Kobaran api yang ada di lapangan tanjung, Bumi Bangkalan awal Mei lalu berasal dari balon udara yang diterbangkan warga saat lebaran. Dilansir dari situs berita Tempo.co, balon udara tersebut diterbangkan pada 2 Mei dan jatuh pada tanggal 3 Mei.
Tempo.co juga menulis bahwa jatuhnya balon udara tersebut telah dikonfirmasi oleh Airnav yang merilis laporan soal temuan balon udara yang terbang bebas sampai ketinggian 35.000 kaki pada 3 Mei 2022.
Lebih lanjut, video serupa pernah diunggah oleh akun YouTube bernama “wahed2021” dengan judul “lampu PLN padam akibat balon api raksasa”.
Dengan demikian, cuitan yang ditulis oleh @Wongcerbon9661 merupakan konteks yang salah.
Tempo.co juga menulis bahwa jatuhnya balon udara tersebut telah dikonfirmasi oleh Airnav yang merilis laporan soal temuan balon udara yang terbang bebas sampai ketinggian 35.000 kaki pada 3 Mei 2022.
Lebih lanjut, video serupa pernah diunggah oleh akun YouTube bernama “wahed2021” dengan judul “lampu PLN padam akibat balon api raksasa”.
Dengan demikian, cuitan yang ditulis oleh @Wongcerbon9661 merupakan konteks yang salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.
Informasi yang salah. Video yang memperlihatkan kobaran api di lapangan Tanjur, Bumi Bangkalan, Jawa Timur tersebut berasal dari balon udara yang jatuh, bukan meteor. Narasumber yang mengatakan meteor jatuh di video tersebut juga tidak menyampaikan informasi yang sesungguhnya.
Informasi yang salah. Video yang memperlihatkan kobaran api di lapangan Tanjur, Bumi Bangkalan, Jawa Timur tersebut berasal dari balon udara yang jatuh, bukan meteor. Narasumber yang mengatakan meteor jatuh di video tersebut juga tidak menyampaikan informasi yang sesungguhnya.
Rujukan
(GFD-2022-9859) Menyesatkan, Video Salju Turun di Padang Bulan, Kota Medan, Sumatera Utara
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/05/2022
Berita
Video dari Tiktok dengan judul “Padang bulan kota Medan Sumatera Utara turun salju” dibagikan di Facebook, 25 Mei 2022.
Pengungah video berdurasi 30 detik itu menuliskan narasi, bahwa penampakan mirip salju itu adalah bencana. “Subananaallah kuasa allah yg terjdi di Medan ini, lokasi di Padang bulan bertubi tubi bencna alam,” tulis akun tersebut.
Video itu menunjukkan ruas jalanan yang dipenuhi kendaraan, melintas di atas buih-buih putih. Seorang pria yang merekam video itu meneriakkan, “Salju..salju di Padang bulan.”
Tangkapan layar unggahan video dengan klaim salju turun di Padang Bulan, Kota Medan.
Hasil Cek Fakta
Buih-buih putih di ruas jalanan dalam video tersebut bukanlah salju, melainkan busa dari sabun cair yang tumpah.
Tempo menggunakan kata kunci di Google dan menemukan video serupa pernah dimuat di kanal Youtube pada 23 Oktober 2019 dengan judul “Hujan salju di medan padang bulan”.
Dengan membandingkan dengan pemberitaan media yang dimuat saat itu, Tempo mendapatkan keterangan dari Detik.com, bahwa busa muncul di ruas Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara. Jalan yang diselimuti busa mencapai sekitar 10 sampai 20 meter.
Menurut warga yang diwawancarai, busa tersebut muncul karena ada deterjen yang jatuh dari mobil. Hujan yang turun menyebabkan busa muncul dan menutupi jalan.
Dari Tribunnews Medan, warga di sekitar melihat ada satu bak besar kendaraan yang berisikan sabun cair. Hujan melanda dan kenderaan melaju, busa semakin banyak dan menempel di kendaraan yang melintas.
Video munculnya busa di jalanan Padang bulan juga dimuat oleh Tribun Medan dengan judul Video Jalan Jamin Ginting Medan Mendadak Berbusa.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta Tempo menunjukkan, video yang diklaim salju turun di Padang bulan, Kota Medan, Sumatera Utara, adalah menyesatkan. Buih-buih putih di ruas jalanan dalam video tersebut bukanlah salju, melainkan busa dari sabun cair yang tumpah.
Tim Cek Fakta Tempo
** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami.
Rujukan
(GFD-2022-9858) Keliru, Pemimpin Umat Katolik Sedunia Memeluk Islam pada 2022 dan Menyebabkan 16 Orang Terkena Serangan Jantung
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/05/2022
Berita
Video dengan klaim pemimpin Katolik sedunia memeluk Islam, dibagikan salah satu akun di Facebook pada 24 Mei 2022.
Video itu berisi gabungan gambar kegiatan seorang Paus. Dalam video memuat teks bertuliskan, Hidayah Allah! Mengejutkan, Pemimpin Umat Katolik Sedunia Memeluk Agama Islam.
Narator dalam video itu menjelaskan bahwa Sri Paus mengumumkan ke seluruh dunia telah memeluk Islam. Pengumuman itu diklaim membuat 16 orang dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung. Hanya 5 nyawa yang berhasil diselamatkan.
Tangkapan layar unggahan video dengan klaim pemimpin umat Katolik sedunia memeluk Islam pada 2022 dan menyebabkan 16 orang kena serangan jantung
Hasil Cek Fakta
Dengan menggunakan reverse image tool milik Google, gabungan foto dalam video itu merujuk John Paul II. Salah satu fotonya yang diklaim memegang tasbih, sebenarnya adalah rosario. Foto tersebut pernah dimuat situs Global Sisters Report dengan keterangan bahwa Paus Yohanes Paulus II berdoa dengan rosario di Gereja Notre Dame du Chant d'Oiseau di Brussel pada Juni 1995.
[CEK FAKTA] Tangkapan layar foto dari Global Sisters Report dengan keterangan Paus Yohanes Paulus II berdoa dengan rosario di Gereja Notre Dame du Chant d'Oiseau di Brussel pada Juni 1995
Menurut kamus Britannica, Yohanes Paulus II menjadi Paus pada 1978 hingga meninggal pada April 2005, karena penyakit Parkinson yang diderita sejak 1990an.
Sepanjang pengabdiannya sebagai Paus, tidak ada laporan bahwa Yohanes Paulus II memeluk agama Islam. Alih-alih menyebabkan 16 orang terkena serangan jantung.
Paulus II dikenang karena usahanya mempromosikan pemahaman yang lebih besar antar bangsa dan antar agama. Ia melakukan banyak perjalanan ke luar negeri, menempuh jarak yang lebih jauh daripada gabungan semua paus lainnya, dan ia memperluas pengaruhnya di luar gereja dengan berkampanye melawan penindasan politik dan mengkritik materialisme gereja Barat.
Dia juga mengeluarkan beberapa permintaan maaf yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada kelompok-kelompok yang secara historis telah dianiaya oleh umat Katolik, terutama Yahudi dan Muslim.
Pada 7 Mei 1991, Washington Post melaporkan kunjungan Yohanes Paulus II, sebagai paus pertama yang memasuki masjid. Saat itu dia dan ulama Muslim terkemuka Suriah, Mufti Ahmed Kuftaro, memasuki masjid di Kota Tua yang bertembok di Damaskus.
Paus Katolik saat ini adalah Jorge Mario Bergoglio atau Paus Fransiskus yang terpilih oleh konklaf kepausan pada tahun 2013. Ia menggantikan pendahulunya, Paus Benediktus, yang mengundurkan diri. Fransiskus adalah Paus Gereja Katolik ke-266, dalam kapasitasnya ia adalah Uskup Roma dan Penguasa mutlak dari Negara Kota Vatikan.
Hoaks Paus masuk Islam
Narasi tentang Paus Katolik masuk Islam beredar cukup lama di internet. Tempo menemukan pada 2013, sebuah situs berbahasa Inggris memuat artikel berjudul Pope Benedict announces shocking conversion to Islam. Paus Benedict terpilih pada 2005 setelah meninggalnya Yohanes Paulus II. Dia mengundurkan diri pada 2013 setelah maraknya skandal pelecehan seksual.
Masyarakat Anti-fitnah Indonesia (Mafindo) mendokumentasikan misinformasi Paus Yohanes II Masuk Islam pada 2016. Padahal faktanya, saat itu ada kunjungan perwakilan pemimpin muslim Italia ke Paus Francis
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, video yang diklaim Sri Paus memeluk Islam pada 2022 dan menyebabkan 16 orang kena serangan jantung adalah keliru. Foto-foto Paus dalam video itu adalah John Paul II yang menjadi Paus Katolik pada 1978 hingga meninggal pada 2005. Paus saat ini dijabat oleh Jorge Mario Bergoglio atau Paus Fransiskus yang tetap menjadi Paus Gereja Katolik.
Tim Cek Fakta Tempo
** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami.
Rujukan
- https://perma.cc/5E6Q-T9X8
- https://www.globalsistersreport.org/news/spirituality/blog/lent-should-i-pray-only-sorrowful-mysteries-rosary
- https://www.britannica.com/biography/Saint-John-Paul-II
- https://www.washingtonpost.com/archive/politics/2001/05/07/for-first-time-a-pope-sets-foot-in-a-mosque/5d8e460d-3770-4b0e-89b2-7313da269a27/
- https://www.nairaland.com/1213045/pope-benedict-announces-shocking-conversion
- https://turnbackhoax.id/2016/12/16/hoax-paus-yohanes-ii-masuk-islam/
(GFD-2022-9857) [SALAH] Pemberian Hadiah Senilai Rp100 Juta dari TikTok Kepada Pengguna
Sumber: Pesan Singkat SMSTanggal publish: 26/05/2022
Berita
Beberapa waktu lalu sempat beredar sebuah pesan singkat terkait pemberian hadiah kepada pengguna TikTok senilai Rp100 juta.
Misalkan ada di tiktok katanya bakal dapat hp gratis tapi tidak dapat apakah benar hanya orang yang beruntung saja yang mendapatkannya
Misalkan ada di tiktok katanya bakal dapat hp gratis tapi tidak dapat apakah benar hanya orang yang beruntung saja yang mendapatkannya
Hasil Cek Fakta
Namun melansir dari gadgetren.com, pihak TikTok menegaskan bahwa pesan singkat yang mengatasnamakan TikTok terkait pemberian hadiah uang senilai Rp100 juta kepada pengguna bukanlah pesan resmi yang dikirimkan oleh pihak TikTok, karena TikTok tidak pernah menggunakan nomor pribadi atau layanan email untuk memberikan serta menawarkan hadiah kepada pengguna.
Atas dasar tersebut, pihak TikTok menegaskan bahwa TikTok hanya memiliki satu email dan satu situs web resmi, yaitu tiktok.com. Sehingga masyarakat atau pengguna TikTok diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak TikTok melalui feedback@tiktok.com apabila menerima pesan singkat dalam hal pemberian hadiah senilai jutaan rupiah yang mengatasnamakan TikTok.
Selain itu, melansir dari turnbackhoax.id, beberapa waktu lalu juga sempat beredar informasi yang sama, yaitu terkait pemberian hadiah senilai jutaan rupiah kepada pengguna TikTok yang diinformasikan melalui pesan singkat. Namun nominal hadiah yang dijanjikan dalam pesan singkat tersebut berbeda.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait pemberian hadiah senilai Rp100 juta dari TikTok kepada pengguna ialah informasi salah dan masuk ke dalam kategori konten palsu.
Atas dasar tersebut, pihak TikTok menegaskan bahwa TikTok hanya memiliki satu email dan satu situs web resmi, yaitu tiktok.com. Sehingga masyarakat atau pengguna TikTok diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak TikTok melalui feedback@tiktok.com apabila menerima pesan singkat dalam hal pemberian hadiah senilai jutaan rupiah yang mengatasnamakan TikTok.
Selain itu, melansir dari turnbackhoax.id, beberapa waktu lalu juga sempat beredar informasi yang sama, yaitu terkait pemberian hadiah senilai jutaan rupiah kepada pengguna TikTok yang diinformasikan melalui pesan singkat. Namun nominal hadiah yang dijanjikan dalam pesan singkat tersebut berbeda.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait pemberian hadiah senilai Rp100 juta dari TikTok kepada pengguna ialah informasi salah dan masuk ke dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Novita Kusuma Wardhani. Informasi tersebut salah. Faktanya, pihak TikTok menegaskan bahwa pesan singkat yang mengatasnamakan TikTok terkait pemberian hadiah uang senilai jutaan rupiah kepada pengguna bukanlah pesan resmi yang dikirimkan oleh pihak TikTok.
Rujukan
Halaman: 4653/6532