• (GFD-2023-11589) [SALAH] Jhon LBF Membagikan Uang 100 Juta

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 26/01/2023

    Berita

    “wa kami 081342132668. Yang Bisa Tebak Susunan Nama Kota Di Bawah Ini Dengan Benar, Saya Transfer 100 Juta. B-O-R-O-G”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Facebook memposting video yang menampilkan Jhon LBF sedang berbicara dengan narasi siapa yang belum dapat hadiah silahkan kasih tahu saya. Postingan tersebut mendapat like 8,2 ribu dan komen sebanyak 22 ribu.

    Setelah ditelusuri melalui akun instagram pribadi Jhonn LBF @jhonlbf ditemukan video identik yang diunggah pada 18 Januari 2023. Video tersebut menjelaskan tentang menghargai perjuangan laki-laki. Bukan sedang mengadakan giveaway.

    Jhon juga menegaskan melalui Facebooknya
    bahwa akun Instagram nya hanya satu dengan alamat @jhonlbf. Begitupun dengan akun Tiktoknya @jhon.lbf_official. Jhon menambahkan bagi yang menduplikat akun jhon lbf untuk penipuan mohon bertobat.

    Berdasarkan penjelasan di atas klaim Jhon LBF membagikan uang 100 Juta adalah salah dan termasuk dalam kategori konten tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)

    Salah, video tersebut telah diedit.

    Rujukan

  • (GFD-2023-11588) [SALAH] Masker Menyebabkan Kanker hingga Hipoksemia

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 26/01/2023

    Berita

    “MASKER PENYEBAB KANKER Dr. Otto Heinrich Warburg
    Dr. Otto Heinrich Warburg Doctor of Chemistry (Berlin), pada tahun 1906. Ia kemudian belajar di bawah von Krehl dan memperoleh gelarnya, Doctor of Medicine German Chemist (Heidelberg), pada tahun 1911.
    Pemenang Hadiah Nobel Dr. Otto Warburg menyatakan Masker atau Penutup Hidung, Mulut dan Wajah, salah satu penyebab KANKER, Mereka Memaksa Orang untuk menyakiti diri sendiri.
    Hipoksia trjadi seandainya kekurangan oksigen akibat pemakaian masker
    https://bmcpulmmed.biomedcentral[dot]com/…/s12890-022-02188-4
    Pengudaraan yg tdk mencukupi menyebabkan hipoksia
    https://jidc[dot]org/index.php/journal/article/view/36332210
    Kejadian hipoksia trjadi akibat pengoksigenan udara melalui masker (menggalakkan kanser)
    https://www.researchsquare[dot]com/article/rs-1903734/latest.pdf
    Div@cksn mendapat kanser, Pakai mask kena Hipoksemia lagi..trubo Cancer 🥴”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah postingan yang mengklaim bahwa memakai masker akan menyebabkan kanker, karena kurangnya oksigen yang diterima tubuh. Postingan tersebut diunggah pada 8 Januari 2023 dan sudah dibagikan 6 kali.

    Setelah ditelusuri turnbackhoax.id pernah membahas klaim terkait dengan judul “[SALAH] Memakai Masker Menyebabkan Kanker” pada 12 Oktober 2020. Artikel tersebut menyebutkan bahwa klaim memakai masker menyebabkan kanker adalah salah. Faktanya, memakai masker tidak menyebabkan kanker. Kanker bermula dari proses genetis di mana sel normal bertransformasi menjadi sel tumor.

    Dilansir dari website learnaboutcovid19.org menjelaskan bahwa tidak ada bukti bahwa masker medis/masker kain dapat menyebabkan defisiensi oksigen yang signifikan, serta tidak menyebabkan konsekuensi negatif lain untuk kesehatan.

    Dikutip dari artikel Liputan6.com yang berjudul “Cek Fakta: Tidak Benar Menggunakan Masker Jadi Salah Satu Penyebab Kanker sampai Hipoksemia” dr.Muslim Kasim, M.Sc, Sp.THT-KL menegaskan bahwa penggunaan masker membuat rasa kurang nyaman saat bernapas, tapi tidak sampai menyebabkan kekurangan oksigen ataupun keracunan CO2. Jadi tidak benar sama sekali bisa memicu kanker, sama sekali tidak berhubungan.

    Terkait link yang disertakan, link https://bmcpulmmed.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12890-022-02188-4 dan https://assets.researchsquare.com/files/rs-1903734/v1/fcfbcf7f-84ba-4637-85b7-abd53c0ac5fa.pdf membahas oxygen mask vs selang oksigen yang langsung masuk ke hidung bukan membahas masker (facemask). Kemudian link https://jidc.org/index.php/journal/article/view/36332210 hanya menjelaskan tentang gejala hipoksia ringan.

    Berdasarkan penjelasan di atas klaim masker menyebabkan kanker hingga hipoksemia adalah klaim salah dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)

    Informasi salah. Faktanya, kanker tidak disebabkan oleh defisiensi oksigen. Kanker bermula dari proses genetis di mana sel normal bertransformasi menjadi sel tumor.

    Rujukan

  • (GFD-2023-11587) [SALAH] “Video giveaway Jusuf Hamka melalui akun Facebook Yusuf HAMKA”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 25/01/2023

    Berita

    Akun Facebook Yusuf HAMKA (fb.com/100088947167339) pada 17 Januari 2023 menunggah sebuah video yang memperlihatkan H. Mohammad Jusuf Hamka atau juga dikenal dengan nama Babah Alun yang terlihat sedang melakukan panggilan video dengan seseorang dengan narasi sebagai berikut:

    “Susun kata dengan benar #jusufhamkaunofficial #husufhamkae #jusufhamkaberbagi #jusufhamkaofficial #jusufhamkasaid #semuaorangツ #jusufhamkarajatol #jusufhamkafyp #PercayaSemuaBisaDiAtur #bosjalantoljusufhamka #jusufhamka #sederhana #sederhanasaja #sederhanaituindah #sederhanakan #sederhanatapibahagia #percayaproses #fajarsadboy #kayamendadak #pengusaha #bisnisonline #masukberandafyp”

    Di video tersebut terdapat narasi: “Yang bisa susun kata dibawah dengan benar saya TF 30 juta gratis tanda di undi !” dan “M,E,R,S,A,N,G,A”.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya akun Yusuf HAMKA yang mengunggah video giveaway dengan menggunakan video milik H. Mohammad Jusuf Hamka atau juga dikenal dengan nama Babah Alun yang merupakan seorang pengusaha merupakan konten yang menyesatkan.

    Faktanya, akun itu merupakan akun palsu. Video yang digunakan akun Yusuf HAMKA ini adalah video ketika Jusuf Hamka sedang menghubungi orang yang ia bantu membayar hutang pada 5 Desember 2022. Di video yang diunggah di akun Instagram resmi milik Jusuf Hamka itu juga Jusuf Hamka menyatakan dia membantu khusus orang-orang yang benar-benar membutuhkan untuk biaya pendidikan.

    Video asli dengan durasi lebih panjang diunggah di akun Instagram terverifikasi milik Jusuf Hamka (instagram.com/jusufhamka) pada 8 Desember 2022 dengan keterangan:

    “5/12/22 ” RAYAKAN MILAD DNG BERBAGI KPD ANAK NELAYAN” pd hari MILAD, kita syukuri dng berbagi serta membahagiakan org lain, dan tdk boleh bahagia sendiri Babah Alun memanfaatkan MILAD nya utk membantu ananda Suci (Maaf nama Asli ybs disamarkan), Ananda Suci sdng dalam kesulitan ,krn hrs menggantikan biaya temannya ananda Suci kelahiran Kepulauan Riau, Kabupaten Karimun, Ayahnya seorg Nelayan yg sdh tdk aktif selama 1 tahun,dan ybs merantau kuliah di Malang, namun persis di hr MILAD BABAH ALUN,dia menghubungi dan menceritakan masalahnya..dimana dia hrs sgr melunasi uang yg dia hrs ganti kpd temannya dan stlh di verifikasi ternyata dia Jujur dan sesuai semua yg diceritakannya Maka kekurangan biaya tsb ditalangin dahulu oleh Babah Alun, dng catatan dia hrs membayar kembali, stlh dia lulus kuliah,dan mulai bekerja Dan kami memprioritaskan dia utk bekerja di Ktr Surabaya Smg Ananda bisa sgr Lulus dan bergabung di perusahaan kami Amin yra #persatuanindonesia#merajutkebhinnekaan“

    Kesimpulan

    Akun palsu. Video yang digunakan akun Yusuf HAMKA ini adalah video ketika Jusuf Hamka sedang menghubungi orang yang ia bantu membayar hutang pada 5 Desember 2022. Di video yang diunggah di akun Instagram resmi milik Jusuf Hamka itu juga Jusuf Hamka menyatakan dia membantu khusus orang-orang yang benar-benar membutuhkan untuk biaya pendidikan.

    Rujukan

  • (GFD-2023-11586) Cek Fakta: Tidak Benar Buruh Pabrik di Depok Dikarantina Usai Mengamuk dan Gigit Lima Rekannya

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 26/01/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel yang mengklaim seorang buruh pabrik di Depok dikarantina karena mengamuk dan menggigit lima rekannya. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 25 Januari 2023.
    Dalam postingannya terdapat artikel dari CNNIndonesia.com berjudul "Mengamuk dan Menggigit 5 Rekan Kerjanya, Seorang Buruh Pabrik di Depok Terpaksa Di Karantina"
    Akun itu menambahkan narasi "Varian Baru"
    Lalu benarkah postingan artikel yang mengklaim seorang buruh pabrik di Depok dikarantina karena mengamuk dan menggigit lima rekannya?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi laman CNNIndonesia.com seperti dalam postingan. Di sana kami tidak menemukan artikel seperti dalam postingan.
    Selain itu foto dalam postingan justru ditemukan dalam artikel lain berjudul "Pasien Suspect Corona Semarang Meninggal, Hasil Lab Negatif" yang tayang di CNNIndonesia.com pada 26 Februari 2020.
    Berikut isi postingannya:
    "Semarang, CNN Indonesia -- Seorang pasien dengan gejala mirip terinfeksi virus corona meninggal dunia di RSUP dr Kariadi, Semarang, pada Minggu (23/2). Namun, hasil penelitian laboratorium Kementerian Kesehatan, pasien tersebut dinyatakan meninggal bukan karena virus corona.
    "Minggu 23 Februari pasien meninggal, datanya langsung kita kirimkan ke Litbangkes, dan esoknya yakni Senin, disebutkan bukan karena corona," kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUP dr Kariadi, Nurdopo Baskoro, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/2).
    Meski tidak menyebut terserang corona, pihak rumah sakit enggan menjelaskan penyakit yang diderita pasien hingga mengakibatkan kematian. Pihak RS berdalih masih membutuhkan waktu yang lama dalam proses pemeriksaan.
    "Jadi kita ada pemeriksaan lain yang kita kirimkan dari hasil kemarin, tetapi saat ini kami masih menunggu pemeriksaan karena pemeriksaan itu membutuhkan waktu dan proses yang lama," ujar Baskoro.
    Sejak dirawat di RS Kariadi sejak 19 Februari lalu, pasien tersebut ditempatkan di ruang isolasi khusus dan steril karena gejala yang dialami mirip virus corona. Pasien menderita demam tinggi, batuk dan sesak napas setelah bepergian dari Spanyol dan Dubai.
    Ketika nyawanya tak tertolong lagi, pihak Rumah Sakit membungkus jenazah dengan plastik rangkap dan dimasukkan ke peti sesuai dengan standar penanganan jenazah yang terindikasi terinfeksi virus. Phak RS juga meminta kepada keluarga untuk tidak membuka peti dan melihat jenazah hingga pemakaman.
    "Tindakannya seperti kita menangani pasien-pasien sebelumnya atau flu burung pasien dengan apa yang dengan penularannya tinggi kita lakukan perlakuan khusus. Pasien itu dibersihkan di ICU kemudian dilapisi tiga lapisan plastik, pasien tidak boleh dimandikan di rumah jadi dimandikannya di ICU bungkus 3 lapis plastik kemudian kita masukkan di peti dan kita berpesan kepada keluarga bahwa peti tidak boleh dibuka," kata Baskoro.
    Selain itu, agar tidak memunculkan kepanikan dan polemik di tengah masyarakat, identitas pasien dirahasiakan oleh pihak rumah sakit sesuai dengan kesepakatan keluarga."

    Kesimpulan


    Postingan artikel yang mengklaim seorang buruh pabrik di Depok dikarantina karena mengamuk dan menggigit lima rekannya adalah hoaks. Faktanya judul artikel itu merupakan hasil suntingan.

    Rujukan