“🇮 🇳 🇫 🇴
🇵 🇪 🇳 🇹 🇮 🇳 🇬
Info dari POLRI & TNI AD=
Sampaikan Pesan Ini Kepada Keluarga Dan Kawan_Kawan Anda?
Pesan Ini Ditujukan Kepada Setiap Pria Dan Wanita Yang Bepergian Sendirian Ke Kampus, Tempat Kerja Atau Kemana Saja.
Jika Kalian Menemukan Anak Menangis Di Jalan Dengan Menunjukkan Sebuah Alamat Dan Memintamu Untuk Mengantarnya Ke Alamat Tersebut, Bawalah Anak Itu Ke Kantor POLISI Atau Kantor KORAMIL Terdekat Dan Mohon JANGAN BAWA ANAK ITU KE ALAMAT Tersebut.. Ini Adalah Modus Baru PENJAHAT Untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA, MENCULIK.
Mohon Informasikan Ke Semua Kawan_Kawan. Jangan Ragu Untuk Membagikan Pesan Ini Kepada Yang Lainnya. Pesan Ini Bisa Membantu Menyelamatkan Wanita Dan 0rang Yang Penting Dalam Hidup Anda.
INFO : HUMAS MABES POLRI & TNI, Karena Sudah Banyak Korban. Jadi Biarkan Polri & TNI Yang Mengantarkan Anak Itu Ke Alamat yg diminta anak tersebut.
AYO.. Dicopy Paste, Sebarkan Ke Group Manapun Yang Anda Punya, Partisipasi Anda Akan Menyelamatkan & Kehormatan Keluarga, Teman Kita, Maupun 0rang Lain. AYO Peduli Sesama.Tolong share ke group2 yang lain…terima kasih.`
HATI HATI WASPADA !”
(GFD-2023-11581) [SALAH] Pesan Whatsapp Imbauan TNI POLRI Modus Kejahatan Anak Kecil Membawa Alamat
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 26/01/2023
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah pesan Whatsapp berisi imbauan yang diklaim berasal dari TNI atau POLRI terkait modus kejahatan baru. Pesan tersebut menghimbau masyarakat untuk tidak menolong seorang anak kecil yang menangis meminta diantarkan ke alamat yang dibawa. Jika ada yang mengantarkan ke alamat tersebut akan diculik, diperkosa, serta dirampok.
Informasi itu tidak benar. Pesan Whatsapp tersebut dibantah oleh Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri, bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan imbauan tersebut. ”Kami tidak pernah mengeluarkan imbauan terkait modus baru penjahat untuk melakukan perampokan, pemerkosaan, dan penculikan,” tulis Biro Multimedia.
Laman turnbackhoax.id beberapa kali mengunggah artikel tentang klaim yang sama sejak tahun 2019. Meski imbauan termasuk hoaks lama yang beredar kembali masyarakat diharapkan tetap waspada pada modus kejahatan baru.
Informasi itu tidak benar. Pesan Whatsapp tersebut dibantah oleh Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri, bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan imbauan tersebut. ”Kami tidak pernah mengeluarkan imbauan terkait modus baru penjahat untuk melakukan perampokan, pemerkosaan, dan penculikan,” tulis Biro Multimedia.
Laman turnbackhoax.id beberapa kali mengunggah artikel tentang klaim yang sama sejak tahun 2019. Meski imbauan termasuk hoaks lama yang beredar kembali masyarakat diharapkan tetap waspada pada modus kejahatan baru.
Kesimpulan
Hoaks lama beredar kembali. Hoaks ini pernah beredar pada tahun 2019. Faktanya, pesan Whatsapp tersebut bukan berasal dari institusi TNI atau POLRI.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2022/05/22/salah-imbauan-modus-kejahatan-dari-polri-dan-tni-ad/
- https://turnbackhoax.id/2021/02/17/salah-modus-kejahatan-baru-dengan-anak-menangis-di-jalan/
- https://turnbackhoax.id/2019/11/03/klarifikasi-hati-hati-jika-ketemu-anak-kecil-menangis-di-jalan-modus-baru-penjahat-untuk-merampok-memperkosa-menculik/
- https://www.google.com/amp/s/www.liputan6.com/amp/4098217/cek-fakta-hoaks-modus-kejahatan-anak-kecil-menangis-di-jalan
(GFD-2023-11580) [SALAH] Korban Dijadikan Tersangka!! Mantan Suami Berhasil Memenjarakan Norma Risma, Semua Artis Murka!!
Sumber: TiktokTanggal publish: 24/01/2023
Berita
” Korban Dijadikan Tersangka!! Mantan Suami Berhasil Memenjarakan Norma Risma, Semua Artis Murka!! “
Hasil Cek Fakta
Akun Tik Tok fauzantok650 pada tanggal 5 Januari 2023 mengunggah video seorang wanita menggunakan baju yang diklaim sebagai Norma Risma. Faktanya wanita tersebut bukan Norma Risma melainkan Medina Zein yang ditangkap polisi pada 7 Juli 2022 karena kasus penipuan dan pencemaran nama baik. Hal tersebut dibuktikan dengan video liputan dari detik.com saat Medina Zein ditangkap polisi. Selain itu, kehadiran Norma Risma di channel youtube milik Aldi Awaludin pada tanggal 5 Januari 2023 membuktikan bahwa dia tidak berada di penjara.
Medina Zein ditangkap polisi pada 7 Juli 2022 (Medina Zein digiring oleh pihak polisi dari ruang penitipan tahanan na… | TikTok)
Norma Risma hadir di podcast Aldi Awaludin (Norma Risma – Bicara lagi setelah Dipodcast Deni Sumargo – Luruskan Berita Hoax – YouTube)
Medina Zein ditangkap polisi pada 7 Juli 2022 (Medina Zein digiring oleh pihak polisi dari ruang penitipan tahanan na… | TikTok)
Norma Risma hadir di podcast Aldi Awaludin (Norma Risma – Bicara lagi setelah Dipodcast Deni Sumargo – Luruskan Berita Hoax – YouTube)
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ummul Hidayah
Unggahan video dengan klaim Norma Risma berhasil dipenjarakan oleh mantan suaminya adalah informasi yang salah. Faktanya, wanita di video itu bukan Norma Risma melainkan artis Medina Zein yang ditangkap polisi pada 7 Juli 2022.
Unggahan video dengan klaim Norma Risma berhasil dipenjarakan oleh mantan suaminya adalah informasi yang salah. Faktanya, wanita di video itu bukan Norma Risma melainkan artis Medina Zein yang ditangkap polisi pada 7 Juli 2022.
Rujukan
(GFD-2023-11579) [SALAH] Ibu Norma Klarifikasi
Sumber: TiktokTanggal publish: 24/01/2023
Berita
“Akhirnya ibu norma klarifikasi”
“Perkenalkan saya adalah Ibu mertua yang lagi viral”
“Perkenalkan saya adalah Ibu mertua yang lagi viral”
Hasil Cek Fakta
Akun Tik Tok M.C_Media pada tanggal 2 Januari 2023 mengunggah video seorang wanita yang mengaku sebagai Ibu dari Norma. Wanita tersebut menarasikan hal yang sedang viral saat ini.
Faktanya wanita tersebut bukan Ibu dari Norma yang sedang viral. Hal tersebut dibuktikan dengan wajah yang berbeda antara wanita dalam video tersebut dan wajah Ibu dari Norma yang asli. Selain itu, wanita tersebut mengaku sebagai Ibu dari Norma Susila sedangkan Norma yang sedang viral saat ini adalah Norma Risma.
Wanita di video merupakan konten kreator TikTok dengan nama akun “mak santi” yang memparodikan Ibu dari Norma Risma yang viral karena kasus perselingkuhan dengan menantunya. Video ini termasuk dalam parodi yang dapat mengelabuhi penonton.
Faktanya wanita tersebut bukan Ibu dari Norma yang sedang viral. Hal tersebut dibuktikan dengan wajah yang berbeda antara wanita dalam video tersebut dan wajah Ibu dari Norma yang asli. Selain itu, wanita tersebut mengaku sebagai Ibu dari Norma Susila sedangkan Norma yang sedang viral saat ini adalah Norma Risma.
Wanita di video merupakan konten kreator TikTok dengan nama akun “mak santi” yang memparodikan Ibu dari Norma Risma yang viral karena kasus perselingkuhan dengan menantunya. Video ini termasuk dalam parodi yang dapat mengelabuhi penonton.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Ummul Hidayah.
Unggahan video dengan klaim klarifikasi Ibu dari Norma terkait berita yang sedang viral adalah informasi yang salah. Faktanya, wanita di video itu bukan Ibu dari Norma melainkan konten kreator TikTok dengan nama akun “mak santi” yang memparodikan Ibu dari Norma Risma.
Unggahan video dengan klaim klarifikasi Ibu dari Norma terkait berita yang sedang viral adalah informasi yang salah. Faktanya, wanita di video itu bukan Ibu dari Norma melainkan konten kreator TikTok dengan nama akun “mak santi” yang memparodikan Ibu dari Norma Risma.
Rujukan
(GFD-2023-11578) [SALAH] KABAR HARI INI PERJUANGAN PAK JOKOWI TERBAYARKAN… “Malaysia menyerah dan siap tunduk pada aturan soal PMI”
Sumber: YoutubeTanggal publish: 26/01/2023
Berita
Akun Youtube JENDERAL mengunggah video yang berjudul “KABAR HARI INI PERJUANGAN PAK JOKOWI TERBAYARKAN…” dengan narasi bahwa negera Jiran, Malaysia menyerah dan siap tunduk pada aturan soal PMI (Pekerja Migran Indonesia). Dalam video juga disebutkan bahwa Malaysia akhirnya mematuhi perjanjian yang dibuat dengan pemerintah Indonesia terkait pekerja migran, Malaysia sebelumnya juga dibuat pusing karena adanya pemberhentian sementara pengiriman pekerja migran Indonesia.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan kumpulan video yang diedit dengan narasi yang tidak sesuai. Salah satu video yang ditampilkan adalah video pidato Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah yang sebenarnya sedang menjadi keynote speaker dalam kegiatan webinar Kompas Talks – KAGAMA dengan tema “Strategi Ketenagakerjaan Menghadapi Bonus Demografi & Perkembangan Industri” yang diselenggarakan pada 28 November 2020.
Video persidangan Dewan Rakyat Malaysia yang ditampilkan dalam video diunggah pada akun UbahTV 1 Desember 2020. Dalam sidang yang disiarkan secara langsung tersebut tidak ada pembahasan yang berkaitan dengan PMI atau Pekerja Migran Indonesia.
Video lainnya yang ditampilkan adalah cuplikan Talkshow Di Balik Aksi 22 Mei – ROSI di Kompas TV pada 23 Mei 2019 yang mengulas tentang aksi massa yang memprotes hasil pemilu di Gedung Bawaslu. Selain video tersebut, terdapat juga cuplikan pertemuan antara Anwar Ibrahim dan Joko Widodo pada kunjungan ke Istana Bogor pada 30 Agustus 2018 yang diunggah oleh akun Kementerian Sekretariat Negara RI.
Video persidangan Dewan Rakyat Malaysia yang ditampilkan dalam video diunggah pada akun UbahTV 1 Desember 2020. Dalam sidang yang disiarkan secara langsung tersebut tidak ada pembahasan yang berkaitan dengan PMI atau Pekerja Migran Indonesia.
Video lainnya yang ditampilkan adalah cuplikan Talkshow Di Balik Aksi 22 Mei – ROSI di Kompas TV pada 23 Mei 2019 yang mengulas tentang aksi massa yang memprotes hasil pemilu di Gedung Bawaslu. Selain video tersebut, terdapat juga cuplikan pertemuan antara Anwar Ibrahim dan Joko Widodo pada kunjungan ke Istana Bogor pada 30 Agustus 2018 yang diunggah oleh akun Kementerian Sekretariat Negara RI.
Kesimpulan
Konten yang dimanipulasi. Video yang diunggah merupakan video sambutan Menteri Ketenagakerjaan saat webinar Kompas Talks – KAGAMA dengan tema “Strategi Ketenagakerjaan Menghadapi Bonus Demografi & Perkembangan Industri”, kunjungan kenegaraan dan rapat dewan yang tidak ada kaitannya dengan masalah Pekerja Migran Indonesia di Malaysia.
Rujukan
Halaman: 4638/6942



