• (GFD-2024-16819) [KLARIFIKASI] Penyebab Kebakaran Asrama Polisi di Aceh Belum Diketahui

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 20/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video bangunan asrama polisi di Dusun Kampung Jawa, Gampong Peukan Seulimeum, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar terbakar.

    Narasi yang beredar menyebutkan, masyarakat membakar asrama polisi karena kecewa dengan sabotase Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kebenaran narasi tersebut belum terbukti.

    Video kebakaran asrama polisi Seulimum, Aceh Besar, ditemukan di akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (19/3/2024):

    Terjadi pembakaran Polsek di Aceh Pidie akibat sabotase suara rakyat DPD RI:& PENGELEMBUNGAN SUARA PASLON 02, Masyarakat kecewa dengan KPU daerah Aceh

    akun Facebook Tangkapan layar informasi belum terbukti di sebuah akun Facebook, Selasa (19/3/2024), soal kebakaran asrama polisi Seulimum, Aceh Besar akibat sabotase Pemilu 2024.

    Hasil Cek Fakta

    Kebakaran di asrama polisi Seulimum, Aceh Besar, terjadi sekitar pukul 10.10 WIB pada Minggu (17/3/2024). Video aslinya ditemukan di akun Instagram @berita_aceh.

    Dikutip dari Antara, tidak ada korban jiwa dari kebakaran melanda 10 unit rumah bangunan lama dengan konstruksi semipermanen.

    Kebakaran bersumber dari rumah atas nama Aiptu Hendra Hutabarat. Namun, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

    "Saat itu penghuni atas nama Aiptu Hendra Hutabarat juga sedang tidak berada di rumah, sehingga seluruh harta benda milik korban tidak ada yang berhasil diselamatkan. Termasuk dua unit kendaraan Roda dua milik korban juga ikut terbakar,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Besar, Ridwan Jamil, dikutip dari Tribunnews.

    Sejauh ini belum ada bukti keterkaitan antara kasus kebakaran dengan Pemilu 2024.

    Kesimpulan

    Penyebab kebakaran asrama polisi Seulimum, Aceh Besar, pada Minggu (17/3/2024), belum diketahui.

    Sebanyak 10 bangunan rumah semipermanen terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

    Polisi masih mengusut penyebab kebakaran. Sehingga, belum ada bukti keterkaitan antara kasus kebakaran dengan Pemilu 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19724) Cek Fakta: Prabowo Mengaku Kalah di Pilpres 2024, Ini Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/03/2024

    Berita

    Jakarta: Beredar di Facebook sebuah video yang memperlihatkan calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto tengah berpidato dan ia mengaku kalah dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.  

    Dalam unggahan tersebut terapat narasi tentang terbongarnya carut marut Pilpres 2024. Oleh karena itu, sang pengunggah video menuliskan pada caption unggahannya bahwa Prabowo mengaku kalah.  

    “Prabowo mengaku kalah,” tulis narasi video tersebut.

    Lantas, apakah informasi tersebut benar? Ini cek faktanya .

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran tim cek fakta Medcom.id , unggahan video yang dinarasikan Prabowo mengaku kalah itu tidaklah benar atau hoaks.

    Faktanya, Video tersebut telah diedit dengan menambah cuplikan-cuplikan video lain. Video Prabowo yang sedang berpidato itu sebenarnya saat Prabowo sedang berkunjung ke Aceh dalam rangka peringatan bencana tsunami di Banda Aceh pada 26 Desember 2023. Video tersebut diunggah melalui kanal YouTube KompasTV.

    Dalam video sebenarnya, Prabowo itu meminta maaf karena baru bisa berkunjung ke Aceh seusai Pilpres 2019. Provinsi Aceh menjadi salah satu penyumbang suara terbesar untuk Prabowo di Pilpres 2019. Dengan demikian, video yang menyatakan bahwa Prabowo mengaku kalah Pilpres 2024 tidaklah benar.

    Kesimpulan

    Video yang dinarasikan Prabowo mengaku kalah di Pilpres 2024 itu adalah hoaks, karena tidak memuat informasi yang benar. Konten ini masuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan).

    Misleading dibuat secara sengaja dengan maksud menggiring opini sesuai kehendak pembuat informasi. Misleading content dibentuk dengan menampilkan informasi untuk mengarahkan opini pembaca agar sesuai dengan keinginan pembuatnya.  

    Rujukan

  • (GFD-2024-19531) Cek Fakta: Prabowo Mengaku Kalah di Pilpres 2024, Ini Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/03/2024

    Berita

    Jakarta: Beredar di Facebook sebuah video yang memperlihatkan calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto tengah berpidato dan ia mengaku kalah dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.  

    Dalam unggahan tersebut terapat narasi tentang terbongarnya carut marut Pilpres 2024. Oleh karena itu, sang pengunggah video menuliskan pada caption unggahannya bahwa Prabowo mengaku kalah.  

    “Prabowo mengaku kalah,” tulis narasi video tersebut.

    Lantas, apakah informasi tersebut benar? Ini cek faktanya .

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran tim cek fakta Medcom.id , unggahan video yang dinarasikan Prabowo mengaku kalah itu tidaklah benar atau hoaks.

    Faktanya, Video tersebut telah diedit dengan menambah cuplikan-cuplikan video lain. Video Prabowo yang sedang berpidato itu sebenarnya saat Prabowo sedang berkunjung ke Aceh dalam rangka peringatan bencana tsunami di Banda Aceh pada 26 Desember 2023. Video tersebut diunggah melalui kanal YouTube KompasTV.

    Dalam video sebenarnya, Prabowo itu meminta maaf karena baru bisa berkunjung ke Aceh seusai Pilpres 2019. Provinsi Aceh menjadi salah satu penyumbang suara terbesar untuk Prabowo di Pilpres 2019. Dengan demikian, video yang menyatakan bahwa Prabowo mengaku kalah Pilpres 2024 tidaklah benar.

    Kesimpulan

    Video yang dinarasikan Prabowo mengaku kalah di Pilpres 2024 itu adalah hoaks, karena tidak memuat informasi yang benar. Konten ini masuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan).

    Misleading dibuat secara sengaja dengan maksud menggiring opini sesuai kehendak pembuat informasi. Misleading content dibentuk dengan menampilkan informasi untuk mengarahkan opini pembaca agar sesuai dengan keinginan pembuatnya.  

    Rujukan

  • (GFD-2024-16735) [SALAH] Mengendalikan Dan Menguasai Penguasa Sebagai Penjajah Gaya Baru

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 19/03/2024

    Berita

    Efeck dampak Bahayanya Kedaulatan Negara dan Bangsa indonesia dari kebijakan2 Rezim penguasa dalam loyalitasnya berpihak terhadap oligarki.
    https://twitter.com/Andria75777/status/1768343194486636906 (https://archive.md/JehTw arsip)

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Twitter dengan nama @Andria75777 membagikan sebuah video yang menampakan cuplikan konferensi pers Juru Bicara Biro Statistik Nasional China, Fu Linghui. Video yang diunggah disertai narasi audio sebagai berikut:

    “Sebagai penjajah gaya baru, RRC akan memperkuat kekuatan Taipan etnis China. Mereka akan memindahkan warga China ke Indonesia dengan dalih sebagai TKA di semua wilayah Nusantara, terutama untuk kawasan Kalimantan, Maluku, Sulawesi, Papua yang memiliki Pelabuhan besar. Kemudian area investasi diperluas dan diperkuat, diciptakan kawasan ekslusif semacam benteng dengan regulasi dan aturan tersendiri bagi warga Tionghoa. Kalau kekuatan ini sudah relative terkendali untuk keamanan jangka panjang, RRC dipastikan akan membangun pangkalan militer dengan alibi melindungi investasi, keselamatan, dan keamanan TKA China. Dan IKN akan menjadi prioritas karena jantung negara berada di Ibu Kota harus dikuasai fisiknya. Saat itulah Indonesia sempurna menjadi satelit RRC. Indikasi ke arah sana terlihat jelas, nyaris semua produk hukum wajib berhaluan pro RRC,”

    Setelah ditelusuri, video yang digunakan merupakan cuplikan dari konferensi pers yang dilakukan oleh Juru Bicara Biro Statistik Nasional China, Fu Linghui, pada 16 September 2023 lalu. Video identik ditemukan pada kanal Youtube IDX channel dengan judul “China Tambah Stimulus Untuk Dorong Ekonomi” yang tayang pada 18 September 2023.

    Dalam video tersebut, Fu Linghui menjelaskan mengenai kondisi perekonomian di China, terutama mengenai industri retail barang.
    Dengan demikian, klaim yang terdapat pada narasi video yang menyebut adanya penguasaan ekonomi di Indonesia oleh RRC, tidak benar.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang digunakan merupakan cuplikan konferensi pers Juru Bicara Biro Statistik Nasional China, Fu Linghui, mengenai kondisi perekonomian di negara China, tidak ada pembahasan mengenai adanya penguasaan ekonomi di Indonesia sebagaimana klaim yang beredar.

    Rujukan