(GFD-2024-16900) Menyesatkan, Narasi Soal Cara Mengetahui Tingkat Kejantanan dan Jumlah Hormon Kesuburan Melalui Kuku
Sumber:Tanggal publish: 25/03/2024
Berita
Sebuah video beredar di Facebook [ arsip ] berisi klaim cara mengecek tingkat kejantanan dan jumlah hormon kesuburan dalam tubuh dengan melihat tampilan kuku di bagian kaki. Pria dalam video itu menunjukkan jika ada tanda mirip bulan sabit di ibu jari tangan, menandakan jumlah hormon seimbang. Tetapi jika bagian mirip bulan sabit ada di kuku jari-jari lainnya juga, maka tubuh orang tersebut mengalami kelebihan hormon.
“Jadi yang paling bagus adalah (bagian bulan sabit) hanya ada pada jempol Anda. Tidak di semua kuku,” kata narator dalam video.
Benarkah narasi yang mengatakan melihat bagian bulan sabit di kuku itu bisa digunakan mengetahui kejantanan dan jumlah hormon dalam tubuh?
Hasil Cek Fakta
Pengajar Prodi Dokter Spesialis-1 Andrologi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Agustinus, mengatakan bagian mirip bulan sabit di bagian bawah kuku bernama lunula. Namun menurut dia, belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara lunula dengan hormon reproduksi pria, seperti testosteron, stimulan folikel (FSH), luteinizing (LH), dan prolaktin.
“Pada beberapa publikasi (penelitian), lunula yang tidak terlihat dapat mengindikasikan adanya anemia, kekurangan nutrisi, tingkat stres yang tinggi, penumpukan perak, dan lain-lain. Tetapi untuk (masalah) reproduksi saya belum pernah baca laporan ilmiahnya,” kata Agustinus melalui pesan, Jumat, 22 Maret 2024.
Untuk mengetahui kadar hormon seseorang, biasanya melalui pemeriksaan darah yang harus dilakukan pagi hari. Namun untuk pemeriksaan kandungan hormon prolaktin, tidak boleh dilakukan sesaat setelah bangun tidur.
Ada beberapa penelitian yang menggunakan kuku sebagai bahan untuk mengukur kadar testosteron, tetapi belum umum dilakukan. Selain itu, caranya tidak seperti yang diperlihatkan dalam video yang beredar, melainkan melalui tahap-tahap tertentu.
Agustinus juga menjelaskan, pemeriksaan hormon secara ideal dilakukan oleh dokter. Pasien akan mengikuti sesi wawancara dan pemeriksaan fisik untuk menentukan hormon apa saja yang perlu diperiksa.
“Tetapi kalau memang masyarakat punya keingintahuan kondisi hormon reproduksinya dan belum berani ke dokter, terutama yang usia 40 tahun, bisa mengisi kuesioner Androgen Deficiency of Aging Male yang ada banyak di internet. Bila hasilnya menunjukkan ada indikasi kekurangan androgen (testosteron), mereka bisa segera mengunjungi dokter atau laboratorium klinik,” kata dia lagi.
Cek Kuku untuk Ketahui Testosteron
Sebuah jurnal ilmiah yang ditulis Matas dan Koren (2018) dan diterbitkan Canadian Journal of Physiology and Pharmacology volume 96 menyatakan bahwa penurunan testosteron terkait usia bisa bisa dideteksi dari kuku pria.
Akan tetapi, hal itu dilakukan tidak dengan melihat tanda bulan sabit. Matas dan Koren menggunakan metode dengan mengekstrak dan mengukur akumulasi testosteron dari kuku jari manusia menggunakan alat enzyme immuno assay (EIA). Metode tersebut dianggap berguna untuk mengukur testosteron pada kuku pria dengan sedikit matriks.
Immunoassay adalah metode tes kimia yang digunakan untuk dapat mendeteksi serta mengukur zat tertentu menggunakan reaksi imunologis.
Dengan metode itu, peneliti menyimpulkan cara tersebut bisa digunakan untuk mengukur penurunan sirkulasi hormon testosteron pada pria. Namun harus menggunakan sejumlah tahap dan peralatan, bukan hanya melihat lunula atau visual bagian kuku lain.
Jurnal ilmiah lain yang ditulis Man Ho Choi, Young Sock Yoo, dan Bong Chul Chung, yang terbit di “ Journal of Chromatography B: Biomedical Sciences and Applications ” tahun 2001 juga membahas keterkaitan kuku dan hormon testosteron.
Peneliti berusaha mengetahui jumlah testosteron dan pregnenolon (salah satu jenis hormon steroid) pada kuku manusia menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS).
Teknik analisa GC-MS ialah sejumlah langkah mengidentifikasi dan mengukur komponen sampel, yang banyak digunakan untuk mendeteksi steroid dalam matriks biologis. Hal itu tidak bisa dilakukan dengan pantauan visual saja sebagaimana yang ditampilkan dalam video yang beredar.
Di sisi lain, artikel yang telah disetujui ahli kesehatan di website Healthline.com mengatakan bahwa lunula merupakan bagian dari area pertumbuhan kuku yang disebut matriks. Lunula yang tak terlihat, tidak selalu berkaitan dengan kesehatan tubuh.
Hubungan antara lunula dan kesehatan tubuh belum sepenuhnya dipahami. Namun lunula tak terlihat, diperkirakan menjadi indikasi tubuh seseorang mengalami anemia, malnutrisi, atau depresi. Tak ada keterangan hubungan visual lunula dan hormon reproduksi.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan bahwa level kejantanan dan jumlah hormon kesuburan bisa diketahui dengan melihat lunula kuku merupakan klaim menyesatkan.
Sejumlah penelitian ilmiah memang menunjukkan kuku bisa digunakan untuk mengetahui kadar hormon testosteron pada tubuh manusia, tetapi harus melalui berbagai tahap. Tidak hanya dengan melihat lunula.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/945319090527525
- https://web.archive.org/web/20240325050404/
- https://www.facebook.com/reel/945319090527525
- https://cdnsciencepub.com/doi/full/10.1139/cjpp-2017-0193
- https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S037843470100038X
- https://www.sciencedirect.com/journal/journal-of-chromatography-b-biomedical-sciences-and-applications
- https://www.healthline.com/health/no-moons-on-fingernails
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-16901) Cek Fakta: Hoaks Gambar Presiden Jokowi dalam Sampul Kitab Belajar Menipu
Sumber:Tanggal publish: 25/03/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan gambar kitab belajar menipu dengan foto Presiden Jokowi sebagai sampulnya. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 20 Maret 2024.
Dalam postingannya terdapat seseorang sedang memegang buku dengan judul "Kitab Belajar Menipu" dengan wajah Presiden Jokowi pada sampul buku tersebut.
Lalu benarkah postingan gambar kitab belajar menipu dengan foto Presiden Jokowi sebagai sampulnya?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya terdapat beberapa gambar yang identik dengan postingan.
Ada beberapa versi gambar yang diunggah di media sosial. Namun dalam gambar asli bukan bergambar Presiden Jokowi dalam sampulnya.
Selain itu dalam gambar asli bukunya berjudul "Kitab Belajar Gendheng" bukan "Kitab Belajar Menipu" seperti dalam postingan. Foto yang beredar juga merupakan foto meme atau parodi semata dan sudah beredar sejak tahun 2019.
Simak foto aslinya di bawah ini:
Kesimpulan
Postingan gambar kitab belajar menipu dengan foto Presiden Jokowi sebagai sampulnya adalah hoaks.
(GFD-2024-16903) Hoaks! BI keluarkan uang kertas emisi terbaru bergambar Sri Mulyani
Sumber:Tanggal publish: 25/03/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di platform TikTok menampilkan foto uang yang diklaim hasil redenominasi, salah satu uang hasil redenominasi tersebut terdapat foto Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Namun, benarkah BI keluarkan uang kertas emisi terbaru bergambar Sri Mulyani?
Namun, benarkah BI keluarkan uang kertas emisi terbaru bergambar Sri Mulyani?
Hasil Cek Fakta
Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia pada tahun 2020 kembali membicarakan rencana redenominasi rupiah dan pada rencana tersebut penyederhanaan rupiah dilakukan dengan mengurangi tiga angka nol di belakang, contohnya Rp1.000 hanya menjadi Rp1.
Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77/PMK.01/2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2020 hingga 2024. Namun, sampai saat ini belum ada informasi resmi kapan redenominasi rupiah akan diberlakukan.
Pada 2023 lalu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku siap melakukan redenominasi rupiah, namun masih terdapat tiga faktor yang menyebabkan pelaksanaannya belum dilakukan hingga saat ini.
Terkait foto uang hasil redenominasi Rp50 dan Rp100 juga pernah beredar tahun dan telah dibantah oleh Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono. Menurutnya, desain tersebut dipastikan bukan uang resmi yang diedarkan Bank Indonesia.
Gambar uang kertas yang resmi diedarkan Bank Indonesia dapat dilihat dilaman resmi BI.
Klaim: BI keluarkan uang kertas emisi terbaru bergambar Sri Mulyani
Rating: Hoaks
Baca juga: Mau Tukar Uang Baru di Bank DKI? Simak Jadwal dan Lokasinya
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77/PMK.01/2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2020 hingga 2024. Namun, sampai saat ini belum ada informasi resmi kapan redenominasi rupiah akan diberlakukan.
Pada 2023 lalu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku siap melakukan redenominasi rupiah, namun masih terdapat tiga faktor yang menyebabkan pelaksanaannya belum dilakukan hingga saat ini.
Terkait foto uang hasil redenominasi Rp50 dan Rp100 juga pernah beredar tahun dan telah dibantah oleh Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono. Menurutnya, desain tersebut dipastikan bukan uang resmi yang diedarkan Bank Indonesia.
Gambar uang kertas yang resmi diedarkan Bank Indonesia dapat dilihat dilaman resmi BI.
Klaim: BI keluarkan uang kertas emisi terbaru bergambar Sri Mulyani
Rating: Hoaks
Baca juga: Mau Tukar Uang Baru di Bank DKI? Simak Jadwal dan Lokasinya
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
(GFD-2024-17160) Keliru, Poster Syarat dan Tautan Pendaftaran BLT UMKM
Sumber:Tanggal publish: 25/03/2024
Berita
Sebuah poster bertuliskan Syarat dan Cara Daftar Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau BLT UMKM beredar di media sosial. Poster itu dibagikan dengan narasi bahwa pendaftaran secara online BLT UMKM tahap ke-3 telah dibuka.
"Assalamualaikum dana BPUM/UMKM tahap ka 3 alah diresmikan daftar secara online demi antisipasi covid 19. Bagi yg alah punyo KARTU KELUARGA(KK)wajib daftar pada link dibawah ini. Alhamdulillah cair 2,4jt," demikian narasi dari akun Facebook ini yang membagikan poster tersebut sejak 1 April 2022 dan masih beredar hingga sekarang.
Pemilik akun juga meminta calon penerima manfaat untuk mendaftarkan diri melalui sebuah tautan yang dicantumkan.
Apa benar ini syarat dan tautan pendaftaran BLT UMKM 2022?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait melalui sejumlah media kredibel. Hasilnya, pemerintah mulai menyalurkan bantuan langsung tunai untuk UMKM atau BLT UMKM per bulan Oktober hingga Desember 2022 senilai Rp 1,2 juta. Calon penerima dapat mengecek melalui tautan eform.bri.co.id. Untuk bansos 2024 informasinya dapat dicek melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Tautan yang disematkan melalui keterangan pada poster di atas bukanlah situs resmi. Jika di-klik akan mengarah pada sebuah situs yang berbahaya.
Berdasarkan arsip berita Tempo, BLT UMKM senilai Rp 1,2 juta ini diberikan kepada pelaku usaha kecil dan menengah yang memenuhi syarat. BLT digelontorkan untuk membantu permodalan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini juga sebagai langkah pemerintah mengantisipasi dampak inflasi akibat kenaikan harga BBM.
Untuk memperolehnya, penerima bansos tersebut perlu memiliki usaha yang jelas untuk bisa mendapatkan bantuan ini. Karena BLT UMKM ini berbeda dengan bantuan subsidi lainnya, maka pelaku usaha perlu berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mendapatkannya.
Dikutip dari Detik.com, para calon penerima dapat segera mengecek apakah termasuk penerima bantuan ini atau tidak melalui tautan eform.bri.co.id. Untuk mendapatkan bantuan ini syaratnya adalah sebagai berikut:
Cara Daftar BLT UMKM eform.bri.co.id :
Dilansir dari Viva.co.id, untuk tahun 2024, BLT sebesar Rp 2,4 juta bisa didapatkan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan ini bukan dari program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang harus daftar lewat e-form BRI, tapi dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2024.
BPNT 2024 adalah program yang memberikan bantuan pangan sebesar Rp 200 ribu per bulan selama 12 bulan kepada keluarga miskin dan rentan miskin. Totalnya bisa mencapai Rp 2,4 juta per tahun.
Bantuan sosial (Bansos) di tahun 2024 bisa dicek melalui situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos). Untuk melihat apakah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan menjadi penerima manfaat (PM) bisa di cek ke situs cekbansos.kemensos.go.id.
"Jenis-jenis Bansos Kemensos yakni, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Bantuan Pangan Beras 10 Kg dan BLT Mitigasi Risiko Pangan," dikutip dari laman cnbcindonesia.com.
Kesimpulan
Berdasarkan verifikasi Tempo, poster disertai klaim syarat dan tautan pendaftaran BLT UMKM 2022 adalah keliru.
Pemerintah mulai menyalurkan bantuan langsung tunai untuk UMKM atau BLT UMKM per bulan Oktober hingga Desember 2022 senilai Rp 1,2 juta. Calon penerima dapat mengecek apakah termasuk penerima bantuan ini atau tidak melalui tautan eform.bri.co.id. Untuk bansos 2024 informasinya dapat dicek melalui situs cekbansos.kemensos.go.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/wina.puspita.5851/posts/pfbid02x8LpjBeTW3hyeKkA9HvZkXCH8CQri3CDcFWyZgCc5xD9rRjb1KS4Z3pZzuuq4omel
- http://eform.bri.co.id
- http://cekbansos.kemensos.go.id
- https://bisnis.tempo.co/read/1640362/blt-umkm-rp-12-juta-segera-cair-cek-syarat-dan-tahapan-mendaftar-secara-online
- http://eform.bri.co.id
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6327957/blt-umkm-2022-cair-bulan-ini-buruan-akses-eform-bri-co-id-untuk-cek-penerima
- https://jabar.viva.co.id/news/19594-dapatkan-blt-rp24-juta-hari-ini-dari-kemensos-cara-daftar-bnpt-2024-dan-cek-penerima-di-sini?page=4
- http://cekbansos.kemensos.go.id
- https://www.cnbcindonesia.com/tech/20240228122655-37-518278/cara-cek-bansos-2024-lewat-kemensosgoid-ini-daftar-jenisnya
- http://eform.bri.co.id
- http://cekbansos.kemensos.go.id
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
Halaman: 4448/8123

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4783393/original/044054700_1711348901-cek_fakta_sampul_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4783394/original/055308600_1711348986-cek_fakta_sampul.jpg)


