• (GFD-2026-32453) Hoaks Video Purbaya Bagikan Bantuan Lewat Kuis Susun Kata

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/02/2026

    Berita

    tirto.id - Konten yang mengklaim pembagian bantuan, hadiah, atau modal usaha secara cuma-cuma kerap beredar di media sosial. Umumnya, konten semacam ini dikemas dalam bentuk kuis, tantangan, atau ajakan berinteraksi yang menjanjikan hadiah uang dalam jumlah besar. Tak jarang, klaim tersebut menarik perhatian masyarakat dan mendorong penyebaran konten tanpa verifikasi lebih lanjut.

    ADVERTISEMENT

    Salah satu konten serupa kembali beredar dalam bentuk video yang menampilkan sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Video tersebut mengklaim adanya pembagian bantuan dan modal usaha melalui kuis susun kata dengan hadiah hingga puluhan juta rupiah.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan ini dibagikan oleh akun Facebook @Purbaya yudhi sadewa (arsip) pada Minggu (25/01/2026). Dalam video tersebut, terlibat Purbaya mengenakan setelan batik dengan celana hitam. Video tersebut berlatar tempat layaknya sebuah ruangan di kantor.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    "Saya ingin memberikan bantuan dan modal usaha kepada kalian semua, silahkan susun kata di bawah, berhadiah Rp40 juta rupiah. Semoga kalian beruntung ya," ucap Purbaya dalam video tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Purbaya Bagi Bantuan Modal.

    Selain pernyataan tersebut, video juga menampilkan rangkaian huruf acak bertuliskan“Waja Rabat” yang diklaim harus disusun dengan benar untuk mendapatkan hadiah. Klaim serupa turut disampaikan oleh pengunggah melalui keterangan video.

    ADVERTISEMENT

    Pengunggah menuliskan: "Silahkan susun kata di bawah dengan benar. Saya akan beri bantuan dan modal usaha kepada kalian semua, semoga kalian beruntung mendapatkan hadiahnya."

    Hingga Selasa (10/02/2026), video tersebut telah ditonton hingga sekitar 469 ribu kali serta mendapatkan sekitar 2,7 ribu tanda reaksi, 5,8 ribu komentar dan 183 kali dibagikan. Melalui kolom komentar, terlihat banyaknya masyarakat yang berpartisipasi memberikan jawaban susun kata, yaitu “Jawa Barat”. Banyak dari mereka menjawab dan berharap mendapatkan bantuan seperti yang ada di klaim.

    Lantas, benarkah Purbaya membagikan bantuan dan modal usaha lewat kuis susun kata?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran awal menggunakan fitur Google Lens untuk menelusuri sumber video asli atau video serupa dengan konten yang beredar di media sosial. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan sebuah video lain yang menampilkan sosok yang sama dengan figur Menkeu Purbaya dalam video yang beredar.

    Video tersebut berasal dari akun TikTok resmi milik Purbaya yaitu @purbayayudhis yang diunggah pada 15 September 2025. Dalam video itu, Purbaya terlihat mengenakan setelan batik dan celana hitam dengan latar ruangan yang sama persis seperti video yang beredar di Facebook.

    Meski memiliki kemiripan visual, isi pesan dalam video TikTok tersebut berbeda dengan klaim yang beredar. Dalam unggahan aslinya, Purbaya tidak menyampaikan informasi mengenai pembagian bantuan atau modal usaha kepada masyarakat.

    Sebaliknya, Purbaya dalam video tersebut menjelaskan mengenai batik yang dikenakannya. Ia memperkenalkan batik bergambar garuda dan peta Indonesia yang ia pesan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Batik tersebut disebutnya sebagai Batik Garuda NKRI, yang dikenakan sebagai bentuk dukungan terhadap produk UMKM.

    Perbandingan antara video asli dan video yang beredar menunjukkan adanya perbedaan isi pernyataan, meskipun visual dan latar tempat tampak serupa. Perbedaan tersebut mengindikasikan adanya manipulasi, terutama pada bagian suara dan beberapa gerakan tubuh dalam video yang beredar.

    Untuk memastikan dugaan tersebut, Tirto menggunakan alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan Hive Moderation, guna memeriksa kemungkinan penggunaan AI dalam video yang viral.

    Hasil analisis Hive Moderation menunjukkan tingkat probabilitas manipulasi yang sangat tinggi, yakni 99,9 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa video asli yang diunggah oleh akun TikTok Purbaya telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI untuk mengubah pernyataan yang disampaikan.

    Penelusuran lebih lanjut juga menunjukkan bahwa akun Facebook yang mengunggah video kuis berhadiah tersebut bukan merupakan akun resmi milik Purbaya. Selain itu, tidak ditemukan akun resmi maupun akun pribadi Purbaya di platform Facebook.

    Dengan demikian, klaim yang beredar melalui akun tersebut tidak berasal dari sumber resmi dan perlu ditelaah secara cermat. Konten yang menawarkan bantuan atau hadiah dengan syarat mengikuti kuis tertentu merupakan pola yang kerap muncul dalam penyebaran informasi menyesatkan di media sosial.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim kuis susun kata berhadiah yang mengatasnamakan Purbaya Yudhi Sadewa adalah video yang dimanipulasi menggunakan kecerdasan buatan (AI).

    Video yang beredar bukan berasal dari akun resmi, melainkan hasil manipulasi dari video lama akun TikTok resmi Purbaya Yudhi Sadewa yang konteks dan audionya telah diubah, diduga menggunakan teknologi AI. Dalam video aslinya, tidak terdapat pernyataan maupun ajakan terkait kuis atau pembagian hadiah.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32469) Hoaks Video Purbaya Bagikan Bantuan Lewat Kuis Susun Kata

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/02/2026

    Berita

    tirto.id - Konten yang mengklaim pembagian bantuan, hadiah, atau modal usaha secara cuma-cuma kerap beredar di media sosial. Umumnya, konten semacam ini dikemas dalam bentuk kuis, tantangan, atau ajakan berinteraksi yang menjanjikan hadiah uang dalam jumlah besar. Tak jarang, klaim tersebut menarik perhatian masyarakat dan mendorong penyebaran konten tanpa verifikasi lebih lanjut.

    ADVERTISEMENT

    Salah satu konten serupa kembali beredar dalam bentuk video yang menampilkan sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Video tersebut mengklaim adanya pembagian bantuan dan modal usaha melalui kuis susun kata dengan hadiah hingga puluhan juta rupiah.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan ini dibagikan oleh akun Facebook @Purbaya yudhi sadewa (arsip) pada Minggu (25/01/2026). Dalam video tersebut, terlibat Purbaya mengenakan setelan batik dengan celana hitam. Video tersebut berlatar tempat layaknya sebuah ruangan di kantor.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    "Saya ingin memberikan bantuan dan modal usaha kepada kalian semua, silahkan susun kata di bawah, berhadiah Rp40 juta rupiah. Semoga kalian beruntung ya," ucap Purbaya dalam video tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Purbaya Bagi Bantuan Modal.

    Selain pernyataan tersebut, video juga menampilkan rangkaian huruf acak bertuliskan“Waja Rabat” yang diklaim harus disusun dengan benar untuk mendapatkan hadiah. Klaim serupa turut disampaikan oleh pengunggah melalui keterangan video.

    ADVERTISEMENT

    Pengunggah menuliskan: "Silahkan susun kata di bawah dengan benar. Saya akan beri bantuan dan modal usaha kepada kalian semua, semoga kalian beruntung mendapatkan hadiahnya."

    Hingga Selasa (10/02/2026), video tersebut telah ditonton hingga sekitar 469 ribu kali serta mendapatkan sekitar 2,7 ribu tanda reaksi, 5,8 ribu komentar dan 183 kali dibagikan. Melalui kolom komentar, terlihat banyaknya masyarakat yang berpartisipasi memberikan jawaban susun kata, yaitu “Jawa Barat”. Banyak dari mereka menjawab dan berharap mendapatkan bantuan seperti yang ada di klaim.

    Lantas, benarkah Purbaya membagikan bantuan dan modal usaha lewat kuis susun kata?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran awal menggunakan fitur Google Lens untuk menelusuri sumber video asli atau video serupa dengan konten yang beredar di media sosial. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan sebuah video lain yang menampilkan sosok yang sama dengan figur Menkeu Purbaya dalam video yang beredar.

    Video tersebut berasal dari akun TikTok resmi milik Purbaya yaitu @purbayayudhis yang diunggah pada 15 September 2025. Dalam video itu, Purbaya terlihat mengenakan setelan batik dan celana hitam dengan latar ruangan yang sama persis seperti video yang beredar di Facebook.

    Meski memiliki kemiripan visual, isi pesan dalam video TikTok tersebut berbeda dengan klaim yang beredar. Dalam unggahan aslinya, Purbaya tidak menyampaikan informasi mengenai pembagian bantuan atau modal usaha kepada masyarakat.

    Sebaliknya, Purbaya dalam video tersebut menjelaskan mengenai batik yang dikenakannya. Ia memperkenalkan batik bergambar garuda dan peta Indonesia yang ia pesan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Batik tersebut disebutnya sebagai Batik Garuda NKRI, yang dikenakan sebagai bentuk dukungan terhadap produk UMKM.

    Perbandingan antara video asli dan video yang beredar menunjukkan adanya perbedaan isi pernyataan, meskipun visual dan latar tempat tampak serupa. Perbedaan tersebut mengindikasikan adanya manipulasi, terutama pada bagian suara dan beberapa gerakan tubuh dalam video yang beredar.

    Untuk memastikan dugaan tersebut, Tirto menggunakan alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan Hive Moderation, guna memeriksa kemungkinan penggunaan AI dalam video yang viral.

    Hasil analisis Hive Moderation menunjukkan tingkat probabilitas manipulasi yang sangat tinggi, yakni 99,9 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa video asli yang diunggah oleh akun TikTok Purbaya telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI untuk mengubah pernyataan yang disampaikan.

    Penelusuran lebih lanjut juga menunjukkan bahwa akun Facebook yang mengunggah video kuis berhadiah tersebut bukan merupakan akun resmi milik Purbaya. Selain itu, tidak ditemukan akun resmi maupun akun pribadi Purbaya di platform Facebook.

    Dengan demikian, klaim yang beredar melalui akun tersebut tidak berasal dari sumber resmi dan perlu ditelaah secara cermat. Konten yang menawarkan bantuan atau hadiah dengan syarat mengikuti kuis tertentu merupakan pola yang kerap muncul dalam penyebaran informasi menyesatkan di media sosial.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim kuis susun kata berhadiah yang mengatasnamakan Purbaya Yudhi Sadewa adalah video yang dimanipulasi menggunakan kecerdasan buatan (AI).

    Video yang beredar bukan berasal dari akun resmi, melainkan hasil manipulasi dari video lama akun TikTok resmi Purbaya Yudhi Sadewa yang konteks dan audionya telah diubah, diduga menggunakan teknologi AI. Dalam video aslinya, tidak terdapat pernyataan maupun ajakan terkait kuis atau pembagian hadiah.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32277) [SALAH] Video Tentara Cina Mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Alif P” pada Minggu (4/1/2026) mengunggah video [arsip] yang menampilkan sejumlah orang mengenakan seragam coklat seperti tentara dengan latar belakang pesawat Lion Air. Video disertai narasi sebagai berikut:

    “TENTARA CHINA TERANG - TERANGAN MENDARAT DI BANDARA SAM RATULANGI MANADO

    NGAPAIN COBA TENTARA CHINA KE INDONESIA MAU PERANG APAH Sangat mencurigakan”.

    Hingga Rabu (11/2/2026) unggahan tersebut telah disukai lebih dari 2 ribu akun dan dibagikan ulang hampir 2 ribu kali. 

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencari konteks asli video tersebut dengan Google Lens. Gambar yang dipindai adalah potongan dokumentasi pesawat Lion dan sejumlah orang berbaju coklat. Hasilnya mengarah ke beberapa artikel yang membantah klaim, yakni:

    • liputan6.com “Cek Fakta: Tidak Benar Ini Foto Tentara China Mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado” yang tayang Senin (5/1/2026), dan

    • rm.id “Viral Tentara China Mendarat Di Soetta Tenang, Itu Cuma Hoaks” yang tayang Minggu (5/2/2023).

    Kedua berita itu menjelaskan konteks asli dari video tersebut adalah pasukan Brimob yang tiba setelah bertugas di Satgas Damai Cartenz, Papua, pada Januari 2023. 

    TurnBackHoax kemudian memperhatikan video unggahan “Alif P” dengan lebih saksama. Pada detik ke 0:06 terlihat emblem bendera Indonesia di lengan kiri orang-orang yang diklaim sebagai tentara Cina tersebut. Setelah menemukan video unggahan akun resmi “Humas Korps Brimob Polri” di YouTube berjudul “PEMBERANGKATAN OPS DAMAI CARTENZ 2022” emblem bendera Indonesia di video itu terlihat sama dengan yang ada di video unggahan “Alif P”.

    Kesimpulan

    Konteks asli video adalah dokumentasi pasukan Brimob yang tiba setelah bertugas di Satgas Damai Cartenz, Papua. Jadi, unggahan berisi klaim “tentara Cina terang-terangan mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32278) [SALAH] Video "Jokowi Pergi Berziarah ke Kuil India"

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 11/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Instagram “tirumalavybes” pada Kamis (29/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Indonesia royal prince Joko Widodo visited Tirumala temple” 

    (Pangeran Kerajaan Indonesia Joko Widodo mengunjungi Kuil Tirumala)

    Hingga Rabu (11/2/2026) unggahan telah mendapatkan 7.900 tanda suka dan 32 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengunduh video tersebut dan menganalisisnya dengan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, video itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99.8 persen.

    Kekeliruan narasi ini diketahui bermula dari pemberitaan sebuah situs berbahasa India, India Times, yang menyebut bahwa mantan Presiden Indonesia Joko Widodo mengunjungi Kuil Dewa Venkateswara Swamy di Andhra Pradesh pada Kamis (29/1/2026). Dalam artikel tersebut diklaim Jokowi disambut oleh pejabat Tirumala Tirupati Devasthanams (TTD) dan menerima jubah sutra, prasad, serta gambar Dewa Venkateswara.

    Namun, pada tanggal tersebut Jokowi dipastikan tidak berada di India. Melalui akun X resminya, Jokowi diketahui menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (29/1/2026), sebagaimana diberitakan Jawapos.com.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI dengan probabilitas mencapai 99.8 persen. Unggahan video berisi klaim “Jokowi pergi berziarah ke kuil India” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan